CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
My Diary From My Way()
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57349302582b2e7f798b456a/my-diary-from-my-way

My Diary From My Way()

Tampilkan isi Thread
Halaman 129 dari 234
Cerita yang seru. utamanya si seyla sama rena. Bikin greget
Kak Rena 😍😍😍
Kangen Natalie Nih K
Eh baru Sadar,AVA nya Ganti,Anak Lu Tuh K?
1 tahun kemudian...
2 tahun kemudian
3 tahun kemudian
4 tahun kemudian
5 tahun kemudian
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


jgn gitulah bre RL lebih penting
Quote:


yoi kita mah tinggal nyimak aja yg lain malah sibuk ngejunk emoticon-Ngamuk
Masih setia menunggu.
Semoga tebakan ane benar, yang jadi istri TS sekarang Kak Rena emoticon-Kiss (S)
Quote:


Semoga sih, yang baca aja ikut kebawa emosi #TeamNatali
Kalo dari alur cerita, masih jauh tamatnya ya

Semoga TS bisa nyelesain ini cerita atau diberi kelonggaran waktu emoticon-Cendol (S)
Nenda dlu gan
SESI 73


Quote:


Ini bukan masalah selisih umur, tapi karena pada awalnya gw manggil dia “kak”. Jadi kalau seandainya gw harus manggil dia tanpa kata “kak”, agak gimana gitu. Terus gw harus manggil dia siapa? Rena? Natali? Atau....., sayang? emoticon-Ngakak (S) emoticon-Hammer (S)

Quote:


Sumpah dah, gw gak enak banget kalau harus manggil dia dengan tanpa kata “kak”. Gak tau kenapa, janggal aja. Terus belum lagi kalau seaindanya gw manggil dia dengan tanpa “kak”, pasti temen-temen gw bisa rusuh emoticon-Nohope.

Quote:


Setelah bingung-bingungan karena repot harus manggil dia dengan tanpa “kak”, akhirnya gw terbiasa juga walaupun lidah gw masih agak aneh. Gak terasa kami ngobrol ngalor ngidul sampai bel istirahat berbunyi dan beberapa teman sekelas gw datang.

Quote:


Saat Friska dan yang lain pergi, beberapa saat setelahnya Rena kembali menoleh ke gw. Kali ini dia diam menatap gw dengan ekspresi datar, gila nih anak bikin gw salting aja diliatin kayak gitu emoticon-Nohope.

Quote:


Setelah Rena pergi, gw sendirian, dan gw lupa kenapa gak nanya dia mau kemana emoticon-Nohope. gak lama setelahnya, datanglah gank kampret masuk ke UKS dengan suara grubug-grubug. Anjir mereka kayak anak kecil aja, masuk pintu aja gak bisa satu-satu apa? emoticon-Hammer.

Quote:

Anjir nih bocah, malah ngeledek. Lagian kalau tawuran pun gw gak bakal ikut, ketangkep bonyok gak ketangkep juga bonyok(sama nyokap) emoticon-Nohope.

Quote:


Sumpah demi kerang ajaib, pas Dion bilang kayak gitu, Rena lagi di depan pintu emoticon-Hammer. Denis dan Andi yang menyadarinya langsung terdiam seribu bahasa, tapi Dion masih aja ngecaprak sampai dia bertanya kenapa pada diem. Akhirnya Dion menoleh karena lirikan mata gw.

Quote:


Ntah Dion ini kayaknya takut banget sama pelototan Rena emoticon-Hammer (S). Setelah mereka pergi, baru deh dia duduk disamping gw. Tatapan sangar Rena kalau dipikir-pikir, sekilas mirip banget sama tatapan kak Lena dan nyokap, sama-sama bikin lawan jenis kocar-kacir. Kayak bokap, yang di pelototin nyokap langsung ngabur ke kamar. emoticon-Ngakak (S)

Kelihatanya Rena kembali dengan sebuah kotak bekal, dari warnanya, sepertinya gw inget kalau kotak bekal tersebut adalah kotak bekal yang dulu isinya spaghetti dan pernah dirberikan ke gw waktu itu. Tapi bodohnya gw malah memberikanya ke orang lain, bukan gw makan sendiri, jujur gw masih merasa bersalah karena itu. emoticon-Frown

Rena membuka kotak bekalnya dan... ternyata berisi spaghetti yang sama persis yang waktu itu diberikan ke gw emoticon-Belo. Wah kayaknya ini hari keberuntungan gw setelah mendapatkan babak-belur emoticon-Genit. Gak sabar ingin segera melahapnya emoticon-Genit.

Quote:


Setelah mengambil piring, Rena membagi spaghetti yang ada di kotak bekalnya. Awalnya gw kira dia membaginya sama rata, eh tau-tau banyak sebelah emoticon-Nohope dasar rakus.

Quote:


emoticon-Hammer diet katanya? Badan udah langsing pake banget, masih mau diet?. Gak percaya gw kalau dia mau diet, lagi pula gak mungkin dia bawa bekal yang isinya cukup banyak kalau niat mau diet. emoticon-Nohope
Saat itu gw langsung menukar wadah kami dengan cepat sampai Rena agak kaget, dan untungnya gak tumpah.

Quote:


Karena gw gak mau debat, akhirnya gw bagi lagi isinya dengan sama rata. Dia sempat protes sih, tapi tak berlangsung lama setelah gw bilang “biar adil”.
Hmm.. saat suapan pertama, langsung timbul kembali rasa menyesal telah menyia-nyiakan bekal buatan Rena waktu itu. Rasanya.... Enak buanget, jauh lebih enak dari bekal buatan Felisa, tapi bukan berarti bekal Felisa gak enak, enak juga kok dan gw suka emoticon-Big Grin emoticon-Peace.

Quote:


Setelah Sandy pergi, kami melanjutkan makan sambil ngobrol-ngobrol. Gw pun meminta maaf kembali soal bekal waktu itu, Rena tersenyum dan menjawab “lupain aja”. Walaupun dia bilang seperti itu, gw yakin sebenernya dia masih kesal, lagian gak mungkin juga dia menyindir gw tadi kalau tanpa alasan itu emoticon-Hammer.

Obrolan kami waktu itu lebih banyak bahas hal-hal yang sepertinya kurang penting, tapi sangat seru untuk dibahas, sampai-sampai Rena tertawa lepas karena itu. Padahal gw gak tau dimana lucunya, tapi Rena malah ketawa ngakak emoticon-Hammer. Saat sedang asik ngobrol, tiba-tiba...


Quote:

profile-picture
secretos memberi reputasi
SESI 74


Quote:


Setelah Felisa menghampiri kami, Rena agak menggeser duduknya seolah dia memberikan Felisa ruang agar mau mendekat ke gw emoticon-Hammer. Beberapa detik kemudian ruangan ini terasa sangat sunyi karena tidak ada satupun dari kami yang mengatakan sesuatu. Kok aneh sih? Felisa diem aja? Padahal di pipi, sikut dan dengkul gw terdapat perban, apa dia gak perduli dengan keadaan gw emoticon-Confused.

Quote:


Nah, gw tau jelas kayaknya Rena sengaja ngebiarin gw sama Felisa berduaan. Sepertinya dia juga sadar, ada yang salah dengan sikap Felisa saat itu. Gak tau kenapa saat Felisa datang malah jadi canggung gini emoticon-Nohope. Rena juga ngapai pake mau ke wc segala emoticon-Nohope padahal gw sangat yakin kalau itu hanya akal-akalan dia saja emoticon-Hammer
Saat Rena pergi, seperti yang gw bilang tadi, gw ngerasa aneh dengan Felisa. Bahkan Felisa hanya melamun tanpa bertanya apapun tentang keadaan gw, atau, jangan-jangan dia sedang sakit?. Gw mengira demikian sebelum gw memutuskan untuk bertanya.

Quote:


Ntah kenapa gw berharap Felisa menanyakan apakah gw sudah makan atau belum, tapi ternyata dia malah kembali melamun. Asli, ada yang gak beres sama nih anak, dan kenapa si Laras ke wc aja lama banget emoticon-Nohope.

Quote:


Sambil menghampiri gw, Laras heboh melihat perban yang menempel di muka gw. Dia tak henti-hentinya mengomentari luka-luka gw dan gak sesekali mencoba memegangnya emoticon-Nohope. Sebenarnya gw sih oke-oke aja luka gw di lihat sama Laras, yang jadi masalahnya dia sempat memencet gemas sambil berkata “sakit? emoticon-Big Grin” sedengnya gak ilang-ilang nih anak. emoticon-Nohope

Quote:


Masa sih, kok kalau dia gak kenapa-kenapa sikapnya hari ini aneh banget. Rasanya kayak gw baru kenal Felisa.

Quote:


Saat sedang asik mengobrol dengan Laras, Rena datang kembali. Sepertinya dia benar habis dari wc, tapi juga kayaknya dia juga memberikan ruang untuk Felisa agar dapat mengobrol dengan gw emoticon-Nohope.

Quote:


What??.. perasaan, tadi gw bolak-balik bilang terima kasih dah, ini kok gw kayak di dzolimi sama dua orang ini emoticon-Nohope. Atau, jangan-jangan terimakasih yang dimaksud Rena bukan cuma ucapan, melainkan dengan balasan seperti mentraktir atau memberikan sesuatu. emoticon-Nohope Matre juga nih cw. emoticon-Frown

Quote:


Sumpah itu lidah pingin gw tarik karena saking gemesnya liat kelakuan Rena yang buat gw senyum-senyum sendiri, walaupun senyumanya gw tahan supaya gak ketahuan dia. emoticon-Big Grin

Gak berapa lama setelah kami saling ledek-ledekan, atau lebih tepatnya mereka pada ngeledekin gw emoticon-Nohope bel masuk pun berbunyi. Laras langsung ngacir, katanya dia lupa sesuatu. emoticon-Nohope

Dan setelah bel masuk pun gw baru tersadar, bagaimana caranya gw kembali ke kelas? emoticon-EEK!. Masa iya gw harus lompat-lompatan pake satu kaki untuk sampai di kelas? Gak, gak, gak, gw gak mau jadi bahan tertawaan satu sekolah emoticon-Nohope.
Awalnya kami menunggu petugas UKS lain datang supaya ada yang membantu memapah gw sampai ke kelas, tapi setelah hampir 5 menit menunggu, mereka tak kunjung datang. Sialnya lagi, gw lupa kalau hp ada di tas emoticon-Nohope jadi gak mungkin gw bisa sms atau menelfon Dion dkk, lagian gak mungkin juga Rena punya kontak salah satu dari mereka, kalaupun ada yang pernah menghubunginya pasti langsung masuk list kontak yang di blokir. emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Pasrah, begitulah pada akhirnya. Gw mengikuti Rena, dari pada gw harus ribut lagi sama dia. Waktu itu gw memegang bahu kanan Rena sebagai tumpuan gw berjalan, soalnya gak mungkin gw megang tangan dia emoticon-Nohope. Untungnya suasana sekolah waktu itu cukup lengang karena memang bel masuk belum lama berbunyi, jadi gw gak harus menghadapi tatapan-tatapan yang gak mengenakan. Walaupun begitu, ada saja beberapa siswa yang masih berkeliaran dan melihat aneh gw emoticon-Nohope.

Setengah jalan sebelum sampai ke kelas, kami berpapasan dengan seorang guru laki-laki yang akhirnya membantu gw kembali ke kelas. Sedangkan Rena langsung balik ke kelasnya setelah berterimakasih ke guru tersebut. Keberuntungan di pihak gw kali ini, karena gw gak tau apa jadinya jika sampai di depan kelas dengan tangan yang masih menaut di bahu Rena emoticon-Hammer.

Soal gimana perasaan gw saat itu, rasanya dag-dig-dug-der. Gimana gak gitu, rasa malu, dan ini pertamakalinya gw sangat berdekatan dengan Rena setelah yah.. first kiss yang tidak sengaja dan hadiah bogem yang sedap, dulu emoticon-Hammer.

Sesampainya di kelas, hampir semua yang ada didalam menatap gw, bahkan Denis langsung maju kedepan untuk membantu gw sampai di tempat duduk. Guru yang saat itu sedang mengajar juga langsung menanyakan banyak hal, sampai akhirnya gw dirusuruh pulang saja, tapi dengan berat hati gw menolak karena gak mungkin juga gw pulang. Lagian masa iya gw telfon kak Lena atau nyokap, bisa heboh mereka.

Setelah itu gw duduk tenang sambil memperhatikan pelajaran disamping cw aneh ini emoticon-Nohope, waktu itu dia sama sekali gak menunjukan rasa prihatin dengan kondisi gw. Yah, kalau Seyla sih bodo amat, masalahnya Nisa loh... dia juga mulai aneh lagi, bahkan saat kelas usai dan anak-anak mulai membubar diri, Nisa langsung melewati gw begitu saja emoticon-Nohope. Fiuhh.. kayaknya gw udah mulai malas menghadapi tingkah Nisa, kali ini terserah dia deh, karena yang ada dikepala gw saat ini hanya “ada apa dengan sikap Felisa”.

Quote:


Setelah itu gw di papah Dion menuju ke parkiran. Saat sedang berjalan pun banyak sekali yang memperhatikan kami, terutama gw, mungkin karena beberapa luka di tubuh gw kali. Tapi gw gak kebayang pas di papah Rena dengan situasi yang seramai ini, hmm.. yang mapah si Dion aja banyak yang liatin, apalagi Rena yang mapah emoticon-Hammer.

Drrtt...drrrt...drrtt... hp gw tiba-tiba berdering sesampainya diparkiran sekolah.

Quote:


Setelah telfon di tutup, Dion dkk mulai menunjukan muka-muka penasaran mereka. Asli lucu banget ngeliat ekspresi mereka yang terlihat kepo emoticon-Hammer.

Quote:


Benar saja, hampir semua dari mereka tidak tahu siapa itu Nat a.k.a Natali atau Rena, seharusnya kalau benar mereka ngefans, pasti langsung tau saat gw menyebut Nat saat itu emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Fiuh, sepertinya Sandy tahu kondisi saat itu, makanya dia langsung mengalihkan pembicaraan. Tapi, apa iya dia tau siapa Nat? Ah, bodo yang penting gw gak terus di introgasi Dion.

Setelah obrolan panjang, barulah kami langsung capcus pulang. jadi waktu itu gw di bonceng Dion, sedangkan Sandy membawa motor gw. Andi, Denis dan Rehan langsung pulang, sebenernya mereka pingin ikut, tapi kata Dion ribet kebanyakan orang emoticon-Ngakak (S).

Quote:


Kami pun masuk ke rumah tersebut dan di sambut seorang ibu-ibu paruh baya. Gw semakin gak ngerti lagi apa maksudnya ini, apalagi si Sandy & Dion yang ditanya susah banget. Sampai akhirnya Sandy mengucap kata “urut”.

Quote:


Gw pun langsung diberi instruksi untuk duduk selonjoran, sambil beliau nanya-nanya jatoh kenapa dll. Sambil mengolesi kaki gw dengan minyak urut, dia juga bilang “lemesin ya kakinya”. Setelah itu baru....

Quote:


Gw bolak-balik mengerang kesakitan, sedangkan si Sandy dan Dion ketawa ngakak. Anjir rasanya udah gak kuat banget, dan air mata gw udah mau tumpah semua emoticon-Frown emoticon-Frown. Sumpah ternyata yang gw bayangkan tentang urut-mengurut ternyata benar, sakit..sakit..sakit emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown kelenger abis gw. Sialan mereka nih, kayaknya sengaja ngajak gw kesini buat ngerjain gw emoticon-Frown emoticon-Frown

profile-picture
profile-picture
seiya2016 dan secretos memberi reputasi
sekian lama menunggu , akhirnya update , terimakasih gan
SESI 75


Quote:


Setelah kelenger kaki gw di pejet sana sini, gw menuruti perintah si Ibu dengan langsung mencoba berjalan. Dan hasilnya emoticon-EEK!, emejing emoticon-Belo gw bisa jalan normal seperti semula emoticon-Belo. Setelah perjuangan yang panjang, sampai keringat gw keluar semua, ternyata efeknya menajubkan. emoticon-Belo padahal awalnya gw sangat meragukan kalau bakal bisa jalan lagi, dan malah mikirnya abis ini gw langsung masuk rumah sakit emoticon-Hammer (S)

Quote:


Gimana gak mikir aneh-aneh, mereka bawa gw kesini aja gak bilang-bilang, udah kayak nyulik orang aja. emoticon-Nohope

Setelah itu kami berterimakasih kepada si Ibu dan bergegas pulang, tentunya setelah memberikan tanda terimakasih emoticon-Big Grin (Sandy yang bayarin loh). Gw seneng banget udah bisa jalan lagi setelah sebelumnya tertatih-tatih, ternyata mereka biasa baik juga setelah biasanya cuma bisa ngeledekin sama ngetawain. emoticon-Hammer (S)

~ ~ ~

Quote:


Sambil tertawa terbahak-bahak ngeledekin Dion, akhirnya mereka pamit pulang. gw pun langsung masuk ke dalam, kayaknya kak Lena sedang tidak sedang kuliah, atau dia memang sudah pulang. Saat masuk kedalam rumah, kak Lena tidak terlihat di ruang tengah, sepertinya dia lagi dikamar. Gw pun menuju ke dapur untuk mengambil minum dan...

Quote:


Hampir aja gw jantungan saat melihat kak Lena di dapur emoticon-Hammer. Bukan apa-apa, cuma rambutnya acak-acakan banget kayak kunti emoticon-Nohope. Abis bangun tidur kayaknya nih orang emoticon-Nohope

Quote:


Kak Lena langsung meletakan gelas yang dia pegang secara cepat sampai bunyi “prakk..”, untungnya itu gelas gak pecah. Setelah itu dia langsung meloncat ke arah gw dan memegang kepala gw seraya berkata membabi-buta sampai apa yang dia omongin gak begitu jelas karena saking cepatnya.

Quote:


Dari kekhawatiran kak Lena yang berlebih ini, gw bisa simpulkan kalau Rena ternyata tidak mengadu soal gw jatoh tadi. Kak Lena juga nih, dia kayaknya gak bisa menyikapi sesuatu dengan biasa dan selalu berlebihan emoticon-Nohope. Emang sih dia terlihat care banget, tapi hebohnya ampun emoticon-Hammer.

Hampir saja jika tidak di cegah oleh gw, kak Lena ingin melapor kalau gw sedang bonyok-bonyok ke nyokap. Untungnya gw berhasil nyegah dan memberikan beberapa alasan, soalnya kasian nyokap juga, lagi kerja enak-enak tiba-tiba panik gak karuan. Lagian bentar lagi beliau juga balik. Waktu itu sih gw menjelaskan secara rinci soal kemalangan gw waktu itu, kecuali soal gw yang diobati langsung oleh Rena emoticon-Malu (S), yakali bisa abis gw diledekin emoticon-Hammer.

Yah walaupun sempat gw cegah untuk ngadu ke nyokap, tetap saja beliau tahu sepulang kantor emoticon-Hammer. Mungkin gak usah gw jelasin bagaimana ekspresi nyokap saat itu. Kak Lena aja over banget, apalagi nyokap hmm... tapi, nyokap langsung tenang saat kak Lena tiba-tiba menceritakan sesuatu.

Quote:


emoticon-No Hope emoticon-No Hope emoticon-No Hope

Akhirnya oh akhirnya, Rena ngadu juga ke kak Lena emoticon-Hammer.
Setelah kak Lena ngomong gitu memang nyokap langsung tenang, tapi... beberapa detik kemudian, munculah banyak pertanyaan tentang itu emoticon-Hammer. Dan lagi-lagi sesuai dugaan gw, yaitu berakhir dengan ledekan yang bikin gw malu banget-banget-banget emoticon-Nohope. Karena ledekan itu pun, gw langsung ngacir ke kamar. emoticon-Hammer

~ ~ ~

Perasaan baru sedetik gw kabur dari ledekan nyokap dan kak Lena, ada lagi yang membuat gw kesal sekaligus pusing.

Quote:


Tut... (langsung gw matikan telfon dari Laras)
Selain bikin telinga gw sakit, kata-kata Laras juga bikin gw pusing!. Bagaimana gak pusing kalau tuduhan yang dia lontarkan, seolah-olah gw melakukan sesuatu yang tidak-tidak ke Felisa. Padahal gw gak ngapai-ngapain, bentak-bentak gak pernah apalagi lebih dari itu. Memang sikap Felisa tadi sangat-sangat aneh dan tidak biasanya atau bahkan baru kali ini gw mendapati Felisa bersikap seperti itu.

Setelah memutus telfon dari Laras dan setelah berfikir sejenak, gw langsung menghubungi Felisa untuk menanyakan langsung ada apa dan kenapa?.

Quote:


Nomornya memang tersambung, tapi tak ada jawaban dari sana. Ntah berapakali gw melakukan panggilan, tapi tetap tidak ada jawaban dari Felisa.

Quote:


Belum ada balasan

Quote:


Masih tetap tak ada balasan emoticon-Nohope

Sebenarnya gw masih sedikit berfikir positif kalau Felisa sedang sibuk, tapi semuanya sirna karena sampai sore pun masih belum ada balasan baik itu sms ataupun telfon.

Sumpah, gw gak ngerti apa maksud mereka. Ntah dari Felisa maupun Nisa, (kalau Seyla gak usah dihitung, dia udah error sejak awal) kayaknya sikap kedua-duanya susah sekali untuk di prediksi. Gw bingung, ada aja yang bikin gw harus berfikir ekstra untuk menghadapi cw-cw. Dulu Rena, terus Melani, terus Nisa, sekarang Felisa. Besok siapa lagi?!!.. emoticon-Mad (S)

Pertama, masih ingat betapa ganasnya seorang Rena ke gw saat itu tanpa gw tahu apa alasan dia melakukan hal-hal yang sableng untung menjatuhkan gw. Kedua, Melani yang tiba-tiba berubah dan juga sikapnya menjadi sangat tidak menyenangkan terus menghilang begitu saja dengan sepucuk surat bullshit. Ketiga, atau ntah yang pertama, Nisa yang menghindari gw dan kasusnya sama dengan Felisa saat ini. Dan sekarang kenapa lagi tuh anak? emoticon-Hammer.

Kayaknya gak ada yang bener-bener menyenangkan gw secara lurus tanpa harus membuat gw bertanya-tanya, kenapa dia bisa seperti ini atau seperti itu.(khayalan gw saat itu)

Ya memang nyatanya, sampai sekarang pun gak ada cw yang seperti itu hahaha...(maklum pikiran anak SMA) emoticon-Big Grin

~ ~ ~

Besok siangnya dugaan gw benar-benar terjadi, Felisa sama sekali tidak menghiraukan gw. Bahkan saat gw menyapanya, gw hanya dianggap seperti semilir angin yang berlalu, atau mungkin kentut yang tidak berbau. emoticon-Nohope

Tidak seperti Nisa yang jelas sekali menghindari gw, Felisa juga menghindari gw, tapi tingkahnya aneh. Gw menyapa dia, dia menatap gw seperti orang asing yang baru sekali ia temui. Tatapanya itu loh, judes des des des.. bahkan kalau misalkan gw bandingkan dengan tatapan judes Rena, jelas lebih baik tatapan kak Rena dalam artian masih bisa dimaklumi. Sedangkan tatapan Felisa... bayangkan saat ada cw menatap lu dan lu rasanya pingin banget nempeleng dia. Gak tau kenapa itu yang gw rasakan, mungkin efek dari pertamakali tahu sifat asli seorang Felisa kali ya? Ntahlah..

Quote:


Nanya ke Laras?, kayaknya kalau nanya ke Laras ibarat nanya ke orang linglung. Jawabanya “gak tau, tanya sendiri”, tapi kali ini gw gak mencium bau-bau kebohongan dari Laras. Pertemanan Laras dengan Felisa juga sepertinya sedang agak renggang, tapi kalau informasi dari mata-mata yang ada di kelas Laras dan Felisa, mereka masih seperti biasa cuma jarang terlihat ngobrol. Tidak se intens sebelumnya.

Fiuh... cape gw ngadepin mereka, belum lagi urusan gw dengan Seyla. Ini kok gw jadi kayak korban pembullyan gini sih emoticon-Hammer


Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Spikerock dan 3 lainnya memberi reputasi
Terima kasih mas gan updatenya
Ga sia sia nunggu
Hahahaha
Halaman 129 dari 234


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di