CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
My Diary From My Way()
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57349302582b2e7f798b456a/my-diary-from-my-way

My Diary From My Way()

Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Spikerock dan 95 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rbassb
SESI 75


Quote:


Setelah kelenger kaki gw di pejet sana sini, gw menuruti perintah si Ibu dengan langsung mencoba berjalan. Dan hasilnya emoticon-EEK!, emejing emoticon-Belo gw bisa jalan normal seperti semula emoticon-Belo. Setelah perjuangan yang panjang, sampai keringat gw keluar semua, ternyata efeknya menajubkan. emoticon-Belo padahal awalnya gw sangat meragukan kalau bakal bisa jalan lagi, dan malah mikirnya abis ini gw langsung masuk rumah sakit emoticon-Hammer (S)

Quote:


Gimana gak mikir aneh-aneh, mereka bawa gw kesini aja gak bilang-bilang, udah kayak nyulik orang aja. emoticon-Nohope

Setelah itu kami berterimakasih kepada si Ibu dan bergegas pulang, tentunya setelah memberikan tanda terimakasih emoticon-Big Grin (Sandy yang bayarin loh). Gw seneng banget udah bisa jalan lagi setelah sebelumnya tertatih-tatih, ternyata mereka biasa baik juga setelah biasanya cuma bisa ngeledekin sama ngetawain. emoticon-Hammer (S)

~ ~ ~

Quote:


Sambil tertawa terbahak-bahak ngeledekin Dion, akhirnya mereka pamit pulang. gw pun langsung masuk ke dalam, kayaknya kak Lena sedang tidak sedang kuliah, atau dia memang sudah pulang. Saat masuk kedalam rumah, kak Lena tidak terlihat di ruang tengah, sepertinya dia lagi dikamar. Gw pun menuju ke dapur untuk mengambil minum dan...

Quote:


Hampir aja gw jantungan saat melihat kak Lena di dapur emoticon-Hammer. Bukan apa-apa, cuma rambutnya acak-acakan banget kayak kunti emoticon-Nohope. Abis bangun tidur kayaknya nih orang emoticon-Nohope

Quote:


Kak Lena langsung meletakan gelas yang dia pegang secara cepat sampai bunyi “prakk..”, untungnya itu gelas gak pecah. Setelah itu dia langsung meloncat ke arah gw dan memegang kepala gw seraya berkata membabi-buta sampai apa yang dia omongin gak begitu jelas karena saking cepatnya.

Quote:


Dari kekhawatiran kak Lena yang berlebih ini, gw bisa simpulkan kalau Rena ternyata tidak mengadu soal gw jatoh tadi. Kak Lena juga nih, dia kayaknya gak bisa menyikapi sesuatu dengan biasa dan selalu berlebihan emoticon-Nohope. Emang sih dia terlihat care banget, tapi hebohnya ampun emoticon-Hammer.

Hampir saja jika tidak di cegah oleh gw, kak Lena ingin melapor kalau gw sedang bonyok-bonyok ke nyokap. Untungnya gw berhasil nyegah dan memberikan beberapa alasan, soalnya kasian nyokap juga, lagi kerja enak-enak tiba-tiba panik gak karuan. Lagian bentar lagi beliau juga balik. Waktu itu sih gw menjelaskan secara rinci soal kemalangan gw waktu itu, kecuali soal gw yang diobati langsung oleh Rena emoticon-Malu (S), yakali bisa abis gw diledekin emoticon-Hammer.

Yah walaupun sempat gw cegah untuk ngadu ke nyokap, tetap saja beliau tahu sepulang kantor emoticon-Hammer. Mungkin gak usah gw jelasin bagaimana ekspresi nyokap saat itu. Kak Lena aja over banget, apalagi nyokap hmm... tapi, nyokap langsung tenang saat kak Lena tiba-tiba menceritakan sesuatu.

Quote:


emoticon-No Hope emoticon-No Hope emoticon-No Hope

Akhirnya oh akhirnya, Rena ngadu juga ke kak Lena emoticon-Hammer.
Setelah kak Lena ngomong gitu memang nyokap langsung tenang, tapi... beberapa detik kemudian, munculah banyak pertanyaan tentang itu emoticon-Hammer. Dan lagi-lagi sesuai dugaan gw, yaitu berakhir dengan ledekan yang bikin gw malu banget-banget-banget emoticon-Nohope. Karena ledekan itu pun, gw langsung ngacir ke kamar. emoticon-Hammer

~ ~ ~

Perasaan baru sedetik gw kabur dari ledekan nyokap dan kak Lena, ada lagi yang membuat gw kesal sekaligus pusing.

Quote:


Tut... (langsung gw matikan telfon dari Laras)
Selain bikin telinga gw sakit, kata-kata Laras juga bikin gw pusing!. Bagaimana gak pusing kalau tuduhan yang dia lontarkan, seolah-olah gw melakukan sesuatu yang tidak-tidak ke Felisa. Padahal gw gak ngapai-ngapain, bentak-bentak gak pernah apalagi lebih dari itu. Memang sikap Felisa tadi sangat-sangat aneh dan tidak biasanya atau bahkan baru kali ini gw mendapati Felisa bersikap seperti itu.

Setelah memutus telfon dari Laras dan setelah berfikir sejenak, gw langsung menghubungi Felisa untuk menanyakan langsung ada apa dan kenapa?.

Quote:


Nomornya memang tersambung, tapi tak ada jawaban dari sana. Ntah berapakali gw melakukan panggilan, tapi tetap tidak ada jawaban dari Felisa.

Quote:


Belum ada balasan

Quote:


Masih tetap tak ada balasan emoticon-Nohope

Sebenarnya gw masih sedikit berfikir positif kalau Felisa sedang sibuk, tapi semuanya sirna karena sampai sore pun masih belum ada balasan baik itu sms ataupun telfon.

Sumpah, gw gak ngerti apa maksud mereka. Ntah dari Felisa maupun Nisa, (kalau Seyla gak usah dihitung, dia udah error sejak awal) kayaknya sikap kedua-duanya susah sekali untuk di prediksi. Gw bingung, ada aja yang bikin gw harus berfikir ekstra untuk menghadapi cw-cw. Dulu Rena, terus Melani, terus Nisa, sekarang Felisa. Besok siapa lagi?!!.. emoticon-Mad (S)

Pertama, masih ingat betapa ganasnya seorang Rena ke gw saat itu tanpa gw tahu apa alasan dia melakukan hal-hal yang sableng untung menjatuhkan gw. Kedua, Melani yang tiba-tiba berubah dan juga sikapnya menjadi sangat tidak menyenangkan terus menghilang begitu saja dengan sepucuk surat bullshit. Ketiga, atau ntah yang pertama, Nisa yang menghindari gw dan kasusnya sama dengan Felisa saat ini. Dan sekarang kenapa lagi tuh anak? emoticon-Hammer.

Kayaknya gak ada yang bener-bener menyenangkan gw secara lurus tanpa harus membuat gw bertanya-tanya, kenapa dia bisa seperti ini atau seperti itu.(khayalan gw saat itu)

Ya memang nyatanya, sampai sekarang pun gak ada cw yang seperti itu hahaha...(maklum pikiran anak SMA) emoticon-Big Grin

~ ~ ~

Besok siangnya dugaan gw benar-benar terjadi, Felisa sama sekali tidak menghiraukan gw. Bahkan saat gw menyapanya, gw hanya dianggap seperti semilir angin yang berlalu, atau mungkin kentut yang tidak berbau. emoticon-Nohope

Tidak seperti Nisa yang jelas sekali menghindari gw, Felisa juga menghindari gw, tapi tingkahnya aneh. Gw menyapa dia, dia menatap gw seperti orang asing yang baru sekali ia temui. Tatapanya itu loh, judes des des des.. bahkan kalau misalkan gw bandingkan dengan tatapan judes Rena, jelas lebih baik tatapan kak Rena dalam artian masih bisa dimaklumi. Sedangkan tatapan Felisa... bayangkan saat ada cw menatap lu dan lu rasanya pingin banget nempeleng dia. Gak tau kenapa itu yang gw rasakan, mungkin efek dari pertamakali tahu sifat asli seorang Felisa kali ya? Ntahlah..

Quote:


Nanya ke Laras?, kayaknya kalau nanya ke Laras ibarat nanya ke orang linglung. Jawabanya “gak tau, tanya sendiri”, tapi kali ini gw gak mencium bau-bau kebohongan dari Laras. Pertemanan Laras dengan Felisa juga sepertinya sedang agak renggang, tapi kalau informasi dari mata-mata yang ada di kelas Laras dan Felisa, mereka masih seperti biasa cuma jarang terlihat ngobrol. Tidak se intens sebelumnya.

Fiuh... cape gw ngadepin mereka, belum lagi urusan gw dengan Seyla. Ini kok gw jadi kayak korban pembullyan gini sih emoticon-Hammer


Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Spikerock dan 3 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di