CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
My Diary From My Way()
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57349302582b2e7f798b456a/my-diary-from-my-way

My Diary From My Way()

Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Spikerock dan 95 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rbassb
SESI 84


Quote:


Setelah itu gw langsung bersalaman dengan Friska kemudian ke cwo’nya. And wew… cwo Friska ternyata anak sekolah lain, pantes aja gw gak pernah liat dia disekolah. Tapi yang lucu, cwonya Friska benar-benar pendiam, berbanding terbalik dengan Friska yang bawelnya minta ampun. Gw kira, emang karena baru ketemu jadi cwonya diem aja, tapi emang kata Friska sifatnya kayak gitu, asli cwonya irit omong banget. Dari awal kita ngobrol dia cuma ngeliatin tanpa ikut nimbrung, berbeda dengan Felisa yang aktif nanya. Ya maklum, mungkin karena Felisa dan Friska satu sekolah, apalagi Friska anggota Osis yang ikut jadi panitia Mos.

Gw jadi penasaran bagaimana mereka bisa dekat dan akhirnya mereka pacaran, jangan-jangan… Friska lah yang deketin duluan, atau malah Friska yang nembak emoticon-Ngakak (S). Tapi mereka saling melengkapi menurut gw, ya gimana engga, kalau dua-duanya pendiem atau dua-duanya bawel tentu bakal cekcok atau diem-dieman mulu emoticon-Ngakak (S). Sama halnya dengan gw dan Felisa, Felisa emang pendiam tapi kadang bawel juga plus manja.

Quote:


Akhirnya gw ceritain semuanya secara singkat dan jelas, lagian sepertinya gw juga butuh saran dari Friska tentang masalah gw dan Rena. Abisnya cuma dia aja yang bisa gw mintai pendapat, gak Nisa, atau yang lainya.

Quote:


Setelah itu Friska komat-kamit tanpa suara, tapi gw bisa baca apa yang dia katakan. Yaitu, “Telfon”. Sekali lagi waktu Friska ngoceh panjang lebar, cwonya cuma diam memperhatikan emoticon-Hammer (S), kayaknya gw nemu satu lagi alien emoticon-Ngakak (S) emoticon-Peace

Beberapa saat kemudian setelah Felisa duduk, kami kembali mengobrol. Waktu itu Friska dan Felisa ngobrol dengan topik pembahasanya itu gw emoticon-Nohope. Untungnya Felisa gak nyeritain kekonyolan gw ke Friska.

Quote:


Aduh, sialan gw malah jadi bingung harus ngomong gimana sama Felisa emoticon-Nohope. Lagian Friska juga belum ngasih saran apa-apa mengenai masalah gw, yang ada dia cuma bilang kaya tadi. emoticon-Nohope.

Gw pun menuju kasir untuk membayar makanan ini emoticon-Frown duh.. duh… jebol dah kantong gw. Setelah gw mendengar semua totalnya dan akan menyerahkan uang ke kasir, Felisa sudah mengacungkan uangnya ke petugas kasir duluan emoticon-Nohope. Otomatis gw langsung mencegahnya, apa daya…

Quote:


Bukan apa-apa, tapi muka gw mau ditaro dimana kalau Felisa yang bayar emoticon-Nohope. Lagian kan yang dimintain traktir gw, masa iya dia yang bayar. Ah sumpah gw gak enak banget kalau gini jadinya. Setelah itu Friska dan cwonya pamit duluan, sambil pamit Friska menunjukan ekspresi seolah nyuruh gw ngomong masalah tadi ke Felisa emoticon-Nohope.

……………………..

Setelah itu kami nyari café buat menghabiskan waktu berdua, lagian kita belum ngobrol beduaan karena tadi ada Friska. Nah mungkin saat ini juga waktu yang pas untuk menceritakan masalah Rena, mudah-mudahan endingnya gw gak diputusin Felisa. emoticon-Frown

Quote:


Setelah gw bilang gitu Felisa buang muka tapi gw tau kalau mukanya merona emoticon-Wowcantik. Kalau liat Felisa saat itu gw cuma bisa senyum-senyum sendiri, lucu banget kamu Fel emoticon-Genit
Waktu itu, kopi dan eskrim yang kami pesan datang. Gw nyeruput beberapa seruputan sebelum menceritakan semuanya.

Quote:


Mampus skakmat, kok dia tau emoticon-Nohope gw harus gimana nih? emoticon-Hammer. Asli gw deg-degan abis setelah dengar Felisa bilang gitu. Yampun, seharusnya gw ceritain itu dari kemarin, nyesel dah gw kalau sampai terjadi apa-apa saat ini. emoticon-Nohope

Quote:


Kayaknya ada yang aneh sama nih anak, kok kayaknya dia biasa-biasa aja dan gak marah. Apa belum? emoticon-EEK! apa dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk meluapkan amarahnya? emoticon-Belo bisa-bisa gw kena tampar juga ini mah emoticon-Nohope atau yang lebih buruk lagi, gw diputusin emoticon-Frown

Quote:


Gw ceritakan semuanya, dari awal gw liat Felisa di kata-katain sampai akhirnya gw nuduh Rena nyebarin gosip dan terakhir kena tampar. Tapi, lagi-lagi untuk masalah gw nuduh Rena suka ke gw, sama sekali gak gw ceritain ke Felisa. Gak tau kenapa kayaknya gak perlu sama sekali emoticon-Big Grin
Felisa juga sama sekali tak menyela atau memotong saat gw sedang bercerita, dia hanya memperhatikan gw berbicara dengan serius.

Quote:


Felisa yang tadinya terpaku menatap gw, setelah gw tanya seperti itu dia mengalihkan pandangan ke eskrimnya yang mulai mencair. Ekspresinya yang tadi menunjukan seolah-olah dia biasa aja, kini berubah menjadi tak biasa. Tampak saat itu wajahnya terlihat murung. Jangan-jangan dia gak berani balas perkataan temen-temen sialnya Rena. emoticon-Mad

Quote:


Nah gini nih yang gw gak suka, tadi dia menunjukan ekspresi seolah semuanya baik-baik aja. Lah sekarang kenapa mewek? Bukan maksud gw menganggap dia lemah, tapi gw kurang suka dengan sikap dia yang sok tegar emoticon-Hammer jadi esmosi emoticon-Nohope. Tapi emang cw rata-rata gitu sih, pandai menutup-nutupi, ujung-ujungnya mewek juga emoticon-Hammer (S) emoticon-Peace

Quote:


Bukanya jawab, dia malah nutupin mukanya pake kedua tangan dan lanjut nangis emoticon-Hammer. Lah ini kenapa jadi gini emoticon-Hammer. Asli waktu itu gw gak berani tengok kanan kiri atau melihat ke arah manapun kecuali ke Felisa, gw yakin banyak mata yang melirik keseni emoticon-Hammer.

Quote:


Gw menarik sebelah tangan Felisa yang dia pakai untuk menutupi wajahnya, walaupun agak susah akhirnya gw berhasil meraih tangan kanan Felisa. Bukan tanpa alasan, setelah mendapatkan sebelah tangan Felisa, gw langsung menggenggamnya dengan erat. Yah, kata Andi itu salah satu cara menenangkan cw yang lagi marah atau nangis. Sebenarnya lebih utama peluk langsung kata Andi, yakali gw mana berani di tempat sepi sekalipun, apalagi sekarang yang sedang ramai-ramainya.

Gw menunggu sampai Felisa benar-benar berhenti menangis, ya gak lama sih gak sampai 2 menit dia udah diem. Saat itu gw langsung ngasih tisyu, tapi sebelah tangan gw masih menggenggam erat tangan Felisa. Dia juga ngelap air matanya pakai tangan kiri, sementara tangan kanannya masih gw tawan. emoticon-Hammer (S)

Quote:


Setelah jawaban gw, Felisa kembali menutupi wajahnya dengan tanganya.Tapi hanya sebelah saja, wong sebelahnya masih gw tawan emoticon-Genit. Felisa menutupi mukanya dengan tangan bukan karena mau nangis lagi, tapi kayaknya dia bener-bener meleleh dengan kata-kata gw deh emoticon-Hammer (S) padahal cuma bilang gitu ya emoticon-Hammer (S)

………………………….

Setelah itu kami ngobrol seperti biasa lagi, dan gw gak menyinggung lagi masalah tadi. Cuma gw berpesan ke Felisa agar jangan diem aja kalau ada yang ngomongin yang enggak-enggak, jawab apakek. Tapi walaupun gw bilangin gitu kayaknya itu gak bakalan dia lakuin, maklum lah dia bukan Laras yang bakal cakar-cakaran kalau dia yang ada di posisi Felisa saat itu.

………………………..

Keluar dari café kita masih bergandengan tangan, gw rasa pengunjung café yang tadi melihat Felisa nangis bakal iri abis setelah melihat kami kembali senyum-senyum lagi. Apalagi kecantikan Felisa kembali terpancar dengan senyumanya yang mengembang emoticon-Wowcantik, iri-iri dah lu emoticon-Ngakak (S). Tapi gak tau juga sih, mungkin sebagian mereka yang berumur bakal ngakak sendiri setelah melihat pasangan muda ini dan yang pasti bikin mereka nostalgia dan ingin pacaran lagi emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer (S) emoticon-Peace

……………………….

Saat sedang menuju lantai 1, gw ketemu orang yang tidak di duga-duga dan sangat-sangat gw ingin hindari saat itu. Siapa? Yang pasti bukan Rena apalagi Melani ataupun Nisa. Yaitu kak Lena yang sedang beriringan dengan mas Andri emoticon-Nohope aduh apes banget yak gw ketemu dia disini emoticon-Frown. Setelah melihat dia, gw langsung melepaskan genggaman tangan Felisa, untungnya dia gak merespon apa-apa. Waktu itu gw gak mungkin putar balik karena jarak kami sekitar 15 atau 20 meter, pasti bakal ketauan juga dari belakang. emoticon-Hammer

Dari jarak segitu, kak Lena kayaknya gak liat kami. Mungkin karena sedang ramai-ramainya jadi sedikit-sedikit posisi kami terhalangi pengunjung lain, tapi gak juga sih karena gw sembunyi dibalik punggung orang yang lagi jalan, sementara Felisa di kanan gw jalan sambil tengok barang-barang yang di kanannya.

Quote:


Sumpah gw malu banget pas digituin, bukan hanya ke Felisa tapi ke pengunjung lain yang ngeliatnya gak enak gitu emoticon-Hammer. Emang kak Lena matanya tajem banget dah, sama kayak mulutnya emoticon-Nohope. Felisa yang melihat gw cuma bengong saat gw digituin emoticon-Nohope, lari Fel…. Nanti dia bisa menerkam mu, biarkan aku yang diterkamnya asal kamu selamat emoticon-Hammer (S) emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Kak Lena sepertinya tidak sadar kalau gw datang kesini dengan seseorang, baru setelah Felisa berhenti memperhatikan gw yang sedang teraniaya, mata kak Lena tertuju padanya.

Quote:


Felisa hanya senyum, dan akhirnya gw yang menjawabnya kalau Felisa memang pacar gw. tak lama berselang kak Lena langsung merangkul Felisa sambil bilang gini… “kok kamu mau sih sama dia?” emoticon-Nohope anjritt… kakak kandung rasa kakak tiri emoticon-Nohope

Untungnya Felisa gak jawab malah senyum-senyum, kak Lena pun tak menanyakan itu lagi, malah dia menanyakan apa Felisa sudah makan? Cuma Felisa gw gak ditanyain emoticon-Hammer sudah biasa emoticon-Nohope. Karena memang kami sudah makan, Felisa juga bilang gitu. Sehabis itu kita langsung pamit pulang duluan, sementara kak Lena masih mau muter-muter emoticon-Nohope yang tabah ya mas Andri emoticon-Hammer (S)

~ ~ ~

Setelah gw berpamitan dengan bokap nyokapnya Felisa, gw langsung ijin pulang, lagian gak mungkin juga gw ngobrol lagi disini. Udah malam sih belum, cuma lebih kepada takutnya mengganggu juga, lah orang waktunya istirahat emoticon-Big Grin. Felisa pun mengantar gw keluar….

Quote:


Duar… kayaknya baru aja ketawa-tiwi lagi setelah tadi mewek, malah nanya gituan, mau mewek lagi apa? emoticon-Nohope. Lagian ngapai kamu Fel nanya kayak gitu, gak mood banget jawabnya emoticon-Nohope

Quote:


Quote:


Kali ini rasanya lebih dari ledakan perasaan saat Felisa nanya perasaan gw ke Rena gimana, jujur gw kesal banget saat Felisa bilang kayak gitu. oke waktu pertanyaan pertama gw anggap itu biasa, tapi kalau pertanyaan ke dua, gw rasa Felisa udah mulai curiga yang berlebihan. Lagian dia tau dari siapa kalau gw punya hubungan dengan Melani?, Laras? Kayaknya gak mungkin. Rena? Bisa jadi tuh anak! emoticon-Mad. Ini kalau sampai dia kepo tentang Nisa juga, tau dah gw mau gimana lagi nanggapinya…

Quote:


Felisa terkejut dengan perkataan gw, dia hanya terdiam saat gw bilang gitu. Setelah itu, tanpa pamit gw langsung menggas motor gw dengan cepat. Asli gw kesel abis kalau Melani udah di bawa-bawa, bukan apa-apa dan bukanya gw masih ada perasaan. Emang sih mungkin masih ada perasaan ke dia, tapi lebih banyak kesalnya dari pada rasa kangennya emoticon-Hammer


Quote:
profile-picture
profile-picture
Spikerock dan secretos memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di