CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
My Diary From My Way()
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57349302582b2e7f798b456a/my-diary-from-my-way

My Diary From My Way()

Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 95 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rbassb

SESI 111



Quote:


Obrolan kami terhenti saat makanan yang kami pesan tiba, 2 mangkuk ramen menghangatkan suasana malam ini yang ntah dari kapan diguyur hujan. Yoi, malam ini malamnya para pasangan muda mudi. Mungkin kalau Rena gak ngajak keluar gw gak bakal disini atau sekedar ngapel kerumah Rena, alasanya apalagi kalau bukan memberikan dia waktu istirahat.

Tapi ya gitu tuh bocah ngeyel banget minta jalan, dan waktu gw sampe rumah dia pun dia agak bete karena gw bawa mobil. Dia pinginya naik motor, karena selain menghindari macet, dia juga lagi pingin keluar sambil momotoran. Dan.. firasat gw terbukti dengan derasnya hujan malam ini, seandainya kami naik motor, dan hujanya sampai malam. Mau gak mau gw harus maksa Rena pulang naik taksi, walaupun ribut pasti terjadi. emoticon-Ngakak (S)

Quote:


~ ~ ~

Quote:


Karena saking keselnya gak gw tanggapin pernyataanya, gak ngerti aja sama dia yang kayak gini malah dibercandain. Kalau seandainya beneran gw ngelakuin taruhan itu dan nembak Putri, dia pikir perasaan dia gimana? Sumpah dah kalau bukan Rena udah gw tinggal balik waktu dia ngomong kayak tadi.

Pokoknya saking keselnya, sampai dia ngajak pulang pun gw masih diem. Dia sampai bayar sendiri dikasir gw pun masih diem, padahal di sela-sela kesalnya gw, waktu dia bayar dikasir ingin rasanya berlari nyerobot dia biar gw aja yang bayar. Waktu keluar dari resto dan jalan menuju parkiran, Rena menggandeng tangan gw. Lagi-lagi karena gw masih kesal, gw biasa aja, intinya gw gak bales genggaman tanganya. Sampai dalam mobil…

Quote:


Gw hanya fokus melajukan mobil keluar parkiran tanpa jawab pertanyaan dia, dan dia pun kembali diam setelah pertanyaanya tak di jawab. Beberapa menit suasana di dalam mobil sangat sunyi, hanya terdengar lalu lalang suara kendaraan.

Quote:


Sampai muncul lagi sepatah kata yang membuat gw harus menepikan mobil dengan sangat hati-hati, gw masih cukup kaku nyetirnya. Jadi jangan pikir waktu gw marah, gw ngebut kayak pembalap F1. Gak nyenggol kendaraan lain aja udah syukur alhamdullilah. emoticon-Hammer (S)

Gw meremas stir sebelum akhirnya gw blak-blakan…

Quote:


~ ~ ~

Quote:


Gw mengangguk pelan, tentu saja hati gw semakin terbuka dengan kata-kata Rena barusan. Jujur gw simpati dengan keadaan Seyla, tapi gw enggak, atau belum kepikiran sampai kesana. Tambah lagi gw sadar kalau Rena benar-benar menyayangi Seyla, dan gw rasa kata “kakak” seperti yang Seyla katakan sangat cocok untuk menggambarkan Rena saat ini.

Quote:


Btw, untung waktu itu gw gak bilang, “Siap Putri”. Gak kebayang kalau gw mengucap kata itu, pasti bakal ada babak baru buat berdebat, dan gw gak jadi pulang.
Di jalan gw masih kepikiran kata-kata Rena tentang Seyla, dan gw masih terkagum-kagum karena sifat Rena yang begitu peduli. Yah tentu dibalik sifat dia yang bisa dibilang bar-bar untuk seorang cw, tapi itu semua gak ada artinya dengan sifat aslinya yang membuat semua orang yang tahu pasti meleleh, terutama cwo.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 26 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di