KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
My Diary From My Way()
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57349302582b2e7f798b456a/my-diary-from-my-way

My Diary From My Way()

Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anangmarg15 dan 95 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rbassb
SESI 33


Keesokan harinya atau lebih tepatnya hari selasa, saat itu gw sedang berjalan melewati koridor sekolah, saat itu gw menuju ke arah kantin karena Sandy dan Dion dkk sudah menunggu disana. Suasana saat itu masih ramai seperti biasanya karena sebelum pihak sekolah mengumumkan kapan pembagian rapot, maka para siswa pun masih standby disekolah. Tapi ada yang sesuatu yang berbeda pada hari itu, yaitu sikap mereka(siswa/i) seperti mengintimidasi gw dengan tatapan yang enggak banget dan bisik-bisik satu sama lain.
Setibanya dikantin masih ada beberapa anak yang berlaku sama seperti dikoridor tadi. Ntah ada apa dengan mereka, gw gak ngerti apa maksudnya.

Quote:


Gw langsung menoleh kebelakang. Melani berjalan melewati gw tanpa menoleh sedikitpun ke arah gw, tapi tatapannya lurus menatap ke arah meja dipojokan yang ternyata di duduki oleh kak Rena.

Quote:
Melani mengguyurkan jus yang dibawanya tepat dikepala kak Rena :kaget seisi kantin langsung hening dibuatnya. Ntah apa yang membuat Melani melakukan hal macam itu, jujur gw bener-bener kaget dengan perbuatan Melani saat itu soalnya jelas sekali Melani kalau berhadapan sama kak Rena udah kayak tikus yang takutnya setengah mati dikejar kucing. Tapi aneh, sekarang semua itu seperti kebalikan dari mereka.
Apa respon yang diberikan kak Rena? Ntah apa dia sama gilanya dengan Melani, saat itu kak Rena hanya menatap Melani tanpa mengeluarkan satu patah katapun emoticon-Hammer.

Quote:


Saat Melani pergi matanya sempat menatap ke gw dengan tatapan kesal, maksudnya apa? gw kurang tau. Kejadian saat itu bikin gw bener-bener bingung sebingung-bingungnya. Saat itupun gw seperti teman-teman lainya yang masih terbengong dengan kejadian itu, ntah roh halus mana yang merasuki Melani sampai dia berani berbuat seperti itu.
Setelah terkena siraman maut dari Melani, kak Rena langsung meninggalkan kantin dengan temannya. Gw agak khawatir takutnya dia sakit lagi karena terkena siraman Es dibagian kepala.

Quote:


Kami kembali membahas kegiatan-kegiatan nanti saat liburan, padahal liburan aja belum tapi udah pada repot mikirin ini itu dan tau naik kelas apa engga emoticon-Ngakak (S).
Sehabis dari kantin gw langsung menuju kelas Melani. Ntah kenapa gw gak ngejar Melani saat setelah kejadian dia nyiram kak Rena, dan malah hanya menonton tanpa tergerak sedikitpun dan abis itu malah lanjut ngobrol emoticon-Peace yah.. ngga tau kenapa.
Setibanya didepan kelas Melani, gw langsung tengok sana tengok sini mencari keberadaanya.

Quote:


Benar saja, tak jauh dari sana berdiri seorang Melani yang sepertinya sedang menunggu angkutan umum.

Quote:


Waktu itu gw langsung melepaskan gengaman gw karena kaget dengan nada bicara Melani yang benar-benar gak seperti biasanya, apalagi itu pertamakalinya Melani membentak gw. Dia benar-benar bukan seperti Melani yang gw kenal, Dimana Melani yang sikapnya dewasa dan lemah lembut itu?. Gw ngerasa Melani bersikap seperti layaknya kak Rena.
Setelah itu gw hanya terbengong melihat angkot yang dinaiki Melani menjauh sampai hilang dari pandangan gw. waktu itu mungkin terlintas banyak sekali pertanyaan dalam benak gw tentang apa penyebab dari keanehan Melani.
Apa karena saat kejadian tadi gw cuma diem aja?, apa karena dia udah denger berita gw dikerjain?, atau..... apa ada yang bilang aneh-aneh ke Melani?.. begitu banyaknya pertanyaan sampai gw lupa untuk nyebutin satu per satu.

* * *

Hari itu hari pengambilan Rapor sekaligus penentuan kenaikan kelas, dan Alhamdulliah gw naik ke kelas dua plus mendapat peringkat ke 3. Sandy pun naik kelas tapi ada satu pelajaran yang harus menempuh jalur remedial emoticon-Ngakak (S). sedangkan Nisa?, gak usah dijelasin kalau hubungannya dengan akademis soalnya dia pasti naik kelas dan pasti dapet peringkat, saat itu dia peringkat 1 serta nilainya tertinggi untuk angkatan kelas 1 emoticon-Belo.
Walau demikian ada hal yang bikin gw gak bisa tersenyum lepas, ya.. Melani. Sejak kejadian waktu itu Melani benar-benar menghilang dari hari-hari gw. Tak satupun pesan atau telepon gw dibalas, bahkan gw sempat kerumahnya tapi kak Nessa lah yang keluar dan bilang Melani lagi gak ada dirumah.
Dan mungkin kejadian hari inilah yang akan berbicara.
Setelah pengambilan rapor gw langsung menuju kelas Melani, karena saat itu ingin sekali gw bercerita panjang lebar tentang kenaikan kelas gw dan kegiatan saat liburan nanti apalagi setelah beberapa hari gw gak ketemu maupun berhubungan lewat telepon.
Saat sampai di kelas Melani, gw langsung mencari Melani yang ternyata sedang mengobrol dengan teman sekelasnya. Saat itu Melani sudah melihat kedatangan gw dan langsung menghampiri gw.

Quote:


Waktu itu gw bener-bener shock atas apa yang Melani katakan, “Pura-pura” katanya? Semua yang udah kita jalani dan semua yang pernah kita alami bersama itu cuma kepura-puraan? Atau apa yang dibilang kak Rena semuanya benar agar gw menjauhi Melani. Melani Oktavia jika itu benar hanya sandiwara, mungkin dia cw yang benar-benar pantas mendapatkan penghargaan pemeran drama terbaik di dunia.
Dan saat itupun bisa dibilang gw percaya gak percaya dengan apa yang Melani katakan, agak percaya karena ekspresi yang dia tunjukan benar-benar meyakinkan soalnya setau gw cw biasanya bakal nangis atau seenggaknya terlihat dari mata atau gestur tubuh saat dia berbohong, tapi sebaliknya dengan yang diperlihatkan Melani begitu meyakinkan.
Disatu sisi gw hampir sepenuhnya gak percaya sama apa yang dia katakan karena gw udah melewati hari-hari gw sama dia... “Melani”, otomatis gw bisa merasakan semua perasaan yang mungkin tertuang saat itu.
Ntah rasanya saat itu benar-benar bisa dibilang sakit yang tak berdarah emoticon-Peace, mungkin lebay tapi itulah yang gw rasakan saat itu.

* * *

Minggu sore gw cuma diam dikamar sambil belajar atau melakukan kegiatan lain, dan sesekali gw menengok hp siapa tau ada telfon atau sms dari Melani. Walau setelah kejadian kemarin gw masih mengirimkan pesan ke Melani setidaknya perhatian-perhatian yang sebelumnya sering gw lakuin, walau belum ada respon dari dia.

Quote:

~ ~ ~

Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
anangmarg15 dan 3 lainnya memberi reputasi
profile picture
khrisnaji
newbie
njir sandiwara nya buset
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di