KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
My Diary From My Way()
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57349302582b2e7f798b456a/my-diary-from-my-way

My Diary From My Way()

Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
seiya2016 dan 94 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rbassb
SESI 52



Quote:


.....................

Brak... Denis memukul meja..
Quote:


Gw dan Denis langsung menuju pedagang dikantin, dan saat itu gw melewati meja yang ada Laras, Felisa dan kak Rena. Waktu itu Laras lagi asik ngobrol sama kak Rena sedangkan Felisa sedang makan sambil memperhatikan mereka ngobrol, dan waktu gw lewat Felisa tersenyum ke arah gw sedangkan Laras kayak pura-pura gak liat kalau gw lewat emoticon-Nohope ntah kalau kak Rena, tau apa engga kali pas gw lewat soalnya posisi dia membelakangi gw.
Laras...Laras... dari kecil ngebuntutin gw mulu, udah SMA masa iya mau ngebuntutin gw terus emoticon-Nohope.

............................

Quote:


2x melamun, padahal waktu itu kayaknya gw gak lagi mikirin apa-apa, apalagi mikirin Nisa. Ntah kenapa kayaknya nyaman aja buat bengong emoticon-Hammer (S)
Setelah selesai ngobrol, gw langsung kembali ke kelas sedangkan yang lain pada main basket atau Rehan yang lebih memilih pacaran. Karena cuaca yang masih mendung gw lebih nyaman di dalam kelas buat ngelanjutin baca dan ngedengerin musik.
Sampai di kelas beberapa dari teman-teman yang cwo malah molor emoticon-Nohope ada juga yang lagi ngerumpi terutama cw-cw, Nisa keliatanya masih diluar sana sama Chandra. Seyla emoticon-Belo masih terpaku sama bukunya, ntah dia kalau istirahat kemana kali, soalnya gw gak pernah liat dia dikantin atau mungkin di perpus? Hmm... ntahlah, gw juga udah jarang ke perpus.
..............................
Hmm... lama kelamaan gw bosen juga rasanya, dan ntah kenapa gw perhatikan Seyla masih sama seperti tadi yaitu masih sibuk dengan bukunya. Kalau dilihat dari samping Seyla lucu juga dengan kacamata dan rambutnya yang dikuncir emoticon-Smilie.
ntah berapa lama Seyla mendadak jadi obyek yang menarik untuk gw perhatikan, dan Seyla pun masih asik membaca sampai.. tiba-tiba matanya seperti setan menoleh ke arah gw emoticon-Nohope.
serius, serem banget dah emoticon-Hammer. kenapa gw bilang seperti setan?, karena badanya gak gerak dan masih dengan posisi yang sama tapi bola matanya yang tiba-tiba melirik ke arah gw dan itu sama kayak yang ada di film horor emoticon-Hammer. Btw.. sadar juga ya dia kalau diperhatikan kayak gitu emoticon-Hammer (S) emoticon-Big Grin.
Untungnya gw gak salting, jadi dengan santai gw melirik kembali ke arah novel gw emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer (S) dan setelah beberapa detik gw baru menoleh lagi, dan ternyata dia kembali melanjutkan bacaannya. Fiuhh... selamat emoticon-Wowcantik

.............................

Kriiinggg..... bel pulang berbunyi dan gw langsung memasukan novel dan headset ke tas, terus memeriksa laci adakah yang tertinggal.

Quote:

Duh resiko punya temen anak pinter tapi kayak orang gak punya sopan santun emoticon-Hammer
Gw pun membuka secarik kertas tersebut.

Quote:


Anjirr.... nih anak bener-bener gak bisa di ajak diskusi dah, tiba-tiba aja ngasih alamat rumah dan nyuruh gw dateng kesitu tanpa ada basa-basinya emoticon-Hammer. Jangan lu pada ngarep tadi pas dia nanya “minggu ada acara atau engga” gw mikirnya dia ngajak keluar, jalan atau main emoticon-Bata (S). Mudah-mudahan aja minggu besok beneran gw gak ada acara.
Setelah itu gw langsung ke gerbang karena Dion dkk kayaknya udah pada nunggu disana.
Di koridor gw melihat Sandy sedang berjalan sendirian.

Quote:


Saat sedang asik mengobrol dengan Sandy, tiba-tiba Dion ngebody gw dan gw terpental kedepan brukk......
Gila.. udah badan segede gaban, malah ngebody gw yang tergolong menang tinggi aja emoticon-Nohope
Saat itu gw terpental kedepan dan kalian tau gw nubruk siapa?... gw nubruk kak Rena! emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown
Waktu itu dia gak jatuh, tapi..... keliatanya dia menjatuhkan sebuah novel dan novel itu jatuh tepat di genangan air emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown Saat itu matanya seolah berkata (gw bunuh lu!!) emoticon-Hammer

Dan saat itu juga menoleh ke arah Sandy dan Dion, hebat... hebat.... hebatnya bukan main, mereka berdua malah lari dan hampir menghilang dari padangan gw karena udah saking jauhnya. Keren ga? Seorang Dion yang notabenenya bisa dibilang calon pentolan disekolah, cukup sering keluar masuk ruang BK karena hobinya yang suka berantem, bisa ngacir tanpa peringatan saat berhadapan dengan kak Rena? emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S) Sandy juga, bisa bikin Cyntia nangis tapi alahh.... mereka berdua cwo kacangan emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S)

Waktu kejadian itu sih suasananya gak begitu ramai soalnya sebagaian siswa udah ada yang pulang duluan dan sebagian lainya masih didalam sekolah, meskipun begitu kami berdua jadi perhatian siswa yang ada saat itu emoticon-Frown

Jujur gw bingung mau ngelakuin apa, sampai beberapa detik setelah bolak-balik memandang novel yang udah basah kuyup dan kak Rena yang udah siap menghajar gw ditempat emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown
Gw pun berdiri dan mengambil novel yang terjatuh tepat di genangan air itu. Hmm.. matilah gw, sebagian besar halamanya sudah basah dengan air. Dikeringkan pun gak mungkin karena bukunya jatoh di genangan yang airnya kotor, jadi kering tapi jelas gak layak baca emoticon-Frown

................. gw menarik nafas dalam-dalam, semoga saja dengan udara baru yang gw hirup otak gw bisa berfikir untuk menemukan solusi dari masalah ini.

Quote:


Gw langsung menarik lenganya dan..... baru sadar saat gw sudah didalam angkutan umum, kalau gw masih menggandeng tangan kak Rena emoticon-Hammer. Itupun gw sadar karena kak Rena melotot dan melihat tangannya emoticon-Hammer, anjir malu banget gw. udah gitu di angkot isinya ibu-ibu semua lagi emoticon-Frown.
Jadi setelah berfikir keras, tiba-tiba sebuah ide melintas untuk mengganti buku kak Rena dengan buku baru. Makanya gw mau ngajak dia ke toko buku.

Sebenernya sih gak ngajak, bisa dibilang lebih ke arah pemaksaan karena gw narik tangan dia secara paksa untuk mengikuti gw emoticon-Hammer (S) dan untungnya dia gak ngelawan alias diem aja emoticon-Big Grin. tapi gak tau juga deh dia ngelawan apa engga, soalnya gw agak lupa-lupa ingat kalau dia nyoba ngelepasin tanganya yang gw tarik hmm,... ntahlah.
Sampai di depan sebuah mall, kami turun dari angkot. Saat hendak menyebrang jalan, gw kembali menggandeng tangan kak Rena, bukan modus loh emang kebiasaan gw aja. Soalnya kalau pergi-pergian sama Laras gw mau gak mau harus megang tangan dia, terutama pas menyebrang jalan. Lagian waktu itu yang mau nyebrang cuma gw dan kak Rena.

Saat gw menggandeng tanganya, kak Rena sempat melihat ke arah gw, tapi gw gak peduliin dan langsung menyebrang. Gak tau deh apa perasaan dia saat gw gituin, mungkin kesel kali. Yah dari pada terjadi sesuatu yang engga-enggak kan?
Didalam mall gw terus berjalan menuju ke toko buku yang biasa gw kunjungi, tapi gak ngeggandeng tangan kak Rena loh ya. Kalau gw gandeng terus bisa lebam pipi gw ditabok sama dia emoticon-Hammer.
Suasana di mall saat itu terbilang cukup ramai, mungkin karena weekend kali ya dan banyak juga anak-anak sekolah yang berkeluyuran. Untungnya gw make sweater jadi gak begitu keliatan anak sekolah walaupun celana gw masih celana seragam emoticon-Hammer (S).

Saat sedang berjalan gw menoleh kesamping, lah... mana nih anak emoticon-Confused
Gw menoleh kebelakang, dari jauh gw melihat dia berhenti dan menatap gw dari sana.
Jangan-jangan dia gak tau kalau sebenarnya gw mau ngajak dia ke toko buku emoticon-Confused. Haduh.. kacau emoticon-Hammer emoticon-Hammer emoticon-Hammer
Gw pun kembali dan menghampirinya.

Quote:


Kami cuma saling tatap-tatapan.

Quote:


Setelah beberapa meter gw kembali menoleh kebelakang, dan kak Rena masih terdiam juga terlihat bingung. Tapi setelah gw berhenti dan menatapnya lagi, dia sepertinya menuruti perkataan gw karena satu per satu langkah kakinya mulai mendekati gw.
Sesampainya di toko buku, gw langsung muter-muter mencari buku yang sama dengan buku yang gw jatuhkan tadi. Dari rak ke rak gw telusuri berharap ada buku yang sama dengan buku kak Rena, haduhhh.... mudah-mudahan ada emoticon-Frown. Sekitar 10mnt lebih gw mencari-cari sampai gw benar-benar takut kalau itu buku gak ada emoticon-Hammer, ntah gimana nasib gw kalau tuh buku gak ada disini emoticon-Frown emoticon-Frown

Quote:


Fiuhh... akhirnya ketemu juga, ntah novel isinya apaan kali itu soalnya gak jelas juga dari covernya, genre apa sih? Romance kah?. Ah bodo amat... yang penting dapet walaupun harganya bener-bener nyekek leher gw emoticon-Nohope.
Untung 100x untung, gw bawa duit lebih karena niatnya mau latihan sama Dion dkk. Cuma gak untung juga sih, atau dibilang gw buntung karena ulah mereka berdua emoticon-Nohope.

Quote:


Fuhhh.... akhirnya tuntas juga masalah gw emoticon-Big Grin. setelah sekitar 5 menitan menunggu, kak Rena pun menghampiri gw dengan beberapa novel ditanganya.

Quote:


Saat kami hendak keluar toko buku, shittttt........ Melani emoticon-EEK!

Melani hendak masuk ke toko buku, jadi kami pas banget papasan sama dia. Melani sempat tertegun saat melihat kami berdua, tapi dia langsung lanjut masuk ke dalam tanpa ragu-ragu. Ini pertamakalinya gw melihat Melani setelah terakhir pada saat Mos berlangsung, dan saat dia masuk kedalam toko buku meninggalkan kami. Gw masih bengong sampai kak Rena mendorong gw pelan.

Gak tau kenapa gw mendadak bad mood, padahal masalah gw baru aja kelar eh... udah dapet masalah baru lagi emoticon-Nohope. ntahlah gw rasanya jadi lemes, mau pulang malah jadi males.

Quote:


Gw pun mengikuti kemana langkah kaki kak Rena, dan ntah mau makan dimana dia?. Saat sedang berjalan mengikuti kak Rena, gw ngeliat Chandra dan Nisa yang lagi makan di resto cepat saji emoticon-Nohope. ya Tuhan, cobaan apalagi ini?, Saat itu Chandra melihat gw berjalan dan langsung melambaikan tangannya. Gw pun menghampirinya walaupun sebenernya males buanget, lagian pas gw menghampiri mereka, keliatanya Nisa kayak gak enak gitu ke gw.

Quote:

Makasih kak, makasih banget... selain udah nolak permintaan Chandra, terimakasih juga udah ngajak makan di resto ramen kesukaan gw emoticon-Genit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
seiya2016 dan 3 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di