CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7c184cc9518b098e3d62ce/wanita-kejam

WANITA KEJAM

Gurat senja memamerkan keindahannya, langkah kaki ini makin kupercepat, ingat pesan orang tua dulu jika sedang hamil tidak boleh di luar menjelang magrib.

Kudengar ada yang memanggil namaku, oh ternyata mbak Ruti tetanggaku, Alhamdulillah ada teman jalan.

"Dari mana?, buru-buru amat! "

" Dari rumah kakak, tadi macet jadi kesorean deh nyampe sini"

"Eh, tunggu sebentar aku mau nyari rumput itu buat obat"

Jalan yang kami lalui menuju tempat tinggal kami, banyak lahan kosong yang ditumbuhi ilalang, bahkan ilalang itu lebih tinggi dari manusia. Kalau diperhatikan lebih seksama di tengah ilalang itu ada semacam bangunan yang separoh atapnya sudah roboh.

Tiba-tiba mba Ruti memanggilku seraya minta tolong, aku takut jika mrnghampirinya hari sudah menjelang maghrib, dan tempat itu sepertinya angker. Aku sedang hamil muda diliputi gundah, dia terus memanggilku minta tolong.

"Na, tolong kakiku kekilir"

Akhirnya, dengan perasaan takut aku menghampiri, dan membantu dia untuk berjalan.

Brukk...

Kami jatuh berdua, aku merasa mbak Ruti sengaja membuatku jatuh, tapi kutepis jauh-jauh prasangka buruk itu, kami tetangga samping rumah ngga mungkin dia tega.

"Aduh, maaf yah jadi kamu ikutan jatuh" dengan wajah memelas.

"Ngga apa-apa mbak, tolong bantu aku bangun mbak" pintaku.

Dia membantuku berdiri, dan kami jalan melanjutkan perjalanan menuju rumah kulirik sekilas kakinya baik-baik saja.

Sampai di rumah, kubuka pintu dan langsung menuju kamar mandi. Untuk membersihkan badan, selesai mandi terdengar suara adzan dari perumahan seberang, di tempat tinggalku masih sedikit penduduknya jadi belum punya mushola sendiri.

Suamiku belum pulang juga mungkin lembur, Aku Nana wanita umur 20 tahun baru menikah dua tahun dengan mas Yoyo yang berumur 22 tahun dia bekerja di perusahaan sebagai karyawan produksi. Kami memutuskan untuk mencari rumah kredit yang murah dengan resiko berada di pelosok kampung jauh dari keramaian.

Bada isya, mas Yoyo baru pulang dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya, aku menyiapkan makan malam pemberian dari kakakku, waktu pulang dari rumahnya dia memaksaku untuk menerima pemberiannya.
Selesai makan, kami duduk sambil nonton televisi dan berbincang.

"Mas, ayo tidur aku capek" ajakku

"Ayo, kamu tuh sudah jangan maen mulu, dirumah aja" titahnya

"Aku bosan mas, di sini masih sepi tetangga juga mereka pada sibuk" rengekku.

"Ada mbak Ruti, diakan ngga kerja, dari pada bosan maen kerumahnya"

"Engga tahu mas, aku merasa dia sibuk anak-anaknya juga sering ditinggal, dan pandangannya juga aneh, aku merasa tidak nyaman kalau di dekatnya"

"Ada-ada aja kamu, ya udah tidur"

Dia membetulkan dasterku yang tersingkap, "Dek, ini paha kamu kenapa pada biru?" tanyanya.

"Mana?... Astagfirullah, ini kenapa mas? " aku balik bertanya.

" Lah, kok tanya aku! Sakit ngga? "

" Ngga sih, apa karena aku jatuh tadi yah? " lirihku.

" Kamu jatuh di mana? Kok bisa jatuh?... Hati-hati kamu dek! Sini coba mas kasih balsem mungkin besok baikan"

"Tadi sore, waktu turun dari angkot ketemu mbak Ruti, kami jalan bareng, eh mbak Ruti berhenti nyari rumput buat obat katanya, terus kakinya terkilir minta tolong sama aku, akhirnya kami jatuh berdua, anehnya pas jalan lagi kaki dia ga apa-apa tuh mas"

"Ya sudah besok-besok lebih hati-hati kamu dek, lagi hamil loh takutnya kenapa-napa"

"Mudah-mudahan ngga papa mas, ayo tidur" ajakku.

Aku berusaha membuka mata, ketika ada seseorang yang berusaha memegang perut ini, rasanya sakit seperti diremas dan ditusuk dengan kuku jari yang panjang.

Ketika berhasil membuka mata kulihat seorang nenek tua berlalu dari hadapanku, kulihat rambut yang sudah hampir putih semua panjang terurai dan dia sedikit bungkuk, memakai kebaya hijau dan kain jarik. Aku kenapa tidur di dipan ini dan ini tempat apa? Seperti gubuk, sekeliling kulihat tembok dari bambu yang di anyam dan gentengnya daun tebu yang kering. Terdengar suara gesekan pohon bambu yang tertiup angin, dan kucuran air dari dari mata air yang jatuh menimpa ember yang penuh menambah suara air makin kentara.

Dan di mana mas Yoyo, kenapa aku ada disini, mencoba bangun tapi rasanya berat, aku paksakan. Ketika berhasil duduk kulihat banyak darah di kain yang aku pake.

"Ahhhhhh" aku teriak "Mas... Tolong aku" aku menangis terus menangis mencoba memanggil nama mas Yoyo.

"Dek, kamu kenapa bangun! " sambil ia menepuk-nepuk pipiku

" Mas, aku mimpi aneh"

"Istigfar dek, aku ambilkan minum dulu"

Mas Yoyo kedapur, dan ia kembali kekamar memberiku segelas air, akupun meminumnya dan kembali tidur.

Hari sudah subuh, aku bangun kulihat samping tempat tidur mas Yoyo tidak ada mungkin dia sedang salat, aku menuju kekamar mandi mengambil wudhu dan alangkah kagetnya ada bercak merah di celana dalamku.

"Mas Yoyo" teriakku

"Ada apa Dek? " ia menghampiriku yang selesai wudhu.

" Ini mas, kok ada bercak darah di celana dalamku kenapa yah mas? "

" Besok kita kebidan, mungkin pengaruh kamu habis jatuh dek, ya sudah sholat dulu mas sudah bikinin kamu susu, kita sarapan nasi goreng mas yang bikinin"

Aku mengembuskan nafas, membuang semua prasangka buruk semoga tidak terjadi apa-apa dengan janin yang kukandung. Berdoa minta perlindungan sama pemilik segala kehidupan.

WANITA KEJAM

Fotonya nyomot di google pny nenek gayung.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adediana dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nurulnadlifa
Halaman 1 dari 5
Silahkan mampir dan tinggalkan jejak.
Agan yang baik silahkan baca ceritaku baru pemula
masi bsrsambungkah?
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
Quote:


Masih gan ikutin terus yah.. Tinggalkan jejak silahkan
profile-picture
muyasy memberi reputasi
Quote:


aq ikut kmn langkahmu pergi deh...hahahaha
ditunggu sambungannya
emoticon-Ngakak
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi

WANITA KEJAM

Setelah mas Yoyo pergi kerja, aku menyapu rumah dan menanam sayuran di depan rumah, karena rumahku yang belum direnovasi jadi ada lahan kosong buat bercocok tanam, bibit tanaman aku dapet dari kakakku yang tinggal di lain desa.

Perasaan ada yang mengawasiku, bulu kudukku meremang, kutengok kesekeliling ga ada orang, akhirnya kusudahi kerjaan ini segera masuk kedalam dan mengunci pintu.

Sayur ... sayurrrrr ....

"Bu, sayur!"

"Silahkan neng, dipilih masih segar tapi cuman sedikit, ibu ngga berani bawa banyak di sini warganya belum rame" terangnya.

"Iya bu, ini aja kangkung 2 iket sama ayam seperempat kilo, jadi berapa totalannya? "

" Kangkung 2 ribu ayam 8 ribu jadi 10 ribu neng"

"Eh, ada sayur kok aku ngga dipanggil sih" Mbak Ruti keluar sambil mengendong anaknya yang berusia 2 tahun.

"Silahkan mbak, dipilih aku masuk dulu" sopanku

"Eh Na, entar dulu aku mau pergi bisa ngga nitip anakku" tanyanya

"Lah, mbak Ruti mau kemana? Mereka semua, maksudku anak mbakkan ada 3 aku ngga bisa kalau suruh jagain mereka, takut rewel dan mbak lama ngga perginya? "

" Ngga bakalan rewel mereka, kamu lihatin aja dari luar, mereka anteng, aku ngga lama kok cuma ada perlu sebentar"

"Bu neh aku beli nuget aja! "

Dia berlalu tanpa minta persetujuanku," "Ah bodo amatlah" pikirku

Penasaran kembali mengusik pikiranku, sebenarnya jadi pergi ngga sih dia dan kenapa setiap hari pasti pergi meninggalkan anak-anaknya.

Kulihat dari pintu rumah mbak Ruti kebetulan ngga di kunci, mereka sedang nonton televisi anak laki-laki berusia 6 tahun Pras nama anak pertama mbak Ruti kulit sawo matang mata belo kurus tinggi seperti ayahnya, suami mbak Ruti mas Anto namanya, yang kedua Resky 4 tahun badan gendut mata sayu kulit hitam rambut keriting, yang ketiga Davi 2 tahun kulit putih, mata sipit rambut kemerahan.

Kalau dipikir-pikir kenapa ketiga anaknya beda yah dan mereka hampir tanpa kata. Aku belum pernah mendengar mereka bersuara.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lenitan dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Part 2 sudah up... Silahkan baca gan.
profile-picture
.abi memberi reputasi
Quote:


makin horor kyknya.
dikasih link halaman2 ya biar rapih bacanya
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
Quote:


Ok aku masih newbie.. Jadi blum hafal aku berguru dulu.. Makasih suport nya.
profile-picture
.abi memberi reputasi
Masih ada part 3?
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
Nyimak sis... Sekedar saran aja. Menurutku pengenalan diri yang dicantumin terlalu di tengah... Mungkin akan lebih bagus kalo agak di awal aja ya.. Sekedar pertimbangan si.. Soalnya beda org kadang beda selera
profile-picture
profile-picture
nurulnadlifa dan rohannarambe memberi reputasi
Quote:


Masih gan.. Makasih sudah mampir.
profile-picture
galih17 memberi reputasi
Quote:


Ditunggu lanjutannya.. hehe. 😉
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
Quote:


Makasih sarannya nanti kuperbaiki.. Maklum. Emak masih belajar mohon bimbingannya.
Quote:


Emak kerjain tugas rumah dulu.. Nanti mak tulis lagi... Sipp...
Quote:


Iya makde.. Sama sama
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
ngeri juga baca pas malem jumat.. emoticon-Maluemoticon-Malu

jadi berimajinasi sendiri..

emoticon-Takutemoticon-Takut
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
lanjut
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
Quote:


Siap.... emoticon-Cendol Gan

WANITA KEJAM part 3

Kulihat ada sekelebatan bayangan dari dapur kekamar belakang, rasa penasaran membuatku masuk melewati ketiga anak itu, kuedarkan pandangan mencari sosok tadi dimana dia dan siapa dia. Aku merinding segera balik badan dan "Astagfirullah" lirihku kenapa anak-anak itu memandangku dengan tatapan yang aneh mereka seperti bayi yang lapar, aku segera keluar dari rumah mbak Ruti.

Ketika kubuka pintu rumahnya betapa kagetnya aku, mendapati mbak Ruti sedang berdiri di depan pintu.

"Eh, mbak sudah pulang" kagetku

"Loh, kenapa masuk kan aku nitip mereka lihatin aja dari luar" kesalnya

"A_aku, takut mereka rewel" gagapku

Dia segera masuk dan menutup pintu, akupun segera pulang.

Tok tok tok

"Na ... Nana, neh aku buka pintu Na"

"Ya mbak, sebentar"

"Na, neh aku bawain kamu mangga tadi aku beli di pasar inget kamu, biasanya kalau orang hamil kan suka yang asem-asem gitu Na"

"Ngga usah mbak aku kebetulan ngga ngidam"

"Masa kamu tolak sih, aku sudah repot-repot beliin buat kamu, terima dong ngga baik nolak rezeki Na! "

" Baik mbak, makasih "

" Ya gitu dong Na, aku balik yah, dah Na, selamat menikmati hihihi"

*****
"Dek, kamu beli mangga di mana? "

" Oh, itu tadi dikasih mbak Ruti dia beli di pasar katanya mas"

"Ya udah, kamu bikin sambel deh aku kupas mangganya"

"Malem-malem kok ngerujak sih mas"

"Ga apa-apalah, seger kayanya"

Akupun segera membuat sambal, betul juga membayangkan rujak mangga muda malam-malam uh seger. Apalagi waktu mas Yoyo mengupas mangga itu kelihatan daging buahnya mulus dan ranum, hmm aku menelan liurku.

Kres kres kres, suara daging mangga yang dipotong.

"Loh ini apa? mas ini belatung"

"Ih, kenapa banyak belatungnya padahal tadi waktu dikupas kelihatan mulus, coba yang satunya, sama aja belatung semua, buang aja dek"

"Iya, mas"

Hoek hoek hoek

Aku jijik dan langsung muntah melihat banyak sekali belatung di dalam buah mangga itu.

"Neh, kamu minum dulu" sambil tangannya mengoleskan minyak angin ke tengkukku. "Ayo tidur ngga usah dipikirin dek"

"Ya mas"

*****
"Aduh mas, badanku kenapa gatel-gatel dan merah-merah semua" keluhku, bangun subuh badanku merah-merah dan gatal terus kugaruk dan makin digaruk makin menjalar gatalnya.

"Kenapa lagi dek? "

" Ini mas, kenapa badanku lihat deh mas? siang kita kebidan yah, aku juga masih keluar flek takut terjadi apa-apa dengan kehamilan ini" ratapku

"Ya, sekarang kamu sholat subuh dulu nanti aku kasih bedak badan kamu mungkin bisa mengurangi rasa gatal"

Aku beringsut dari tempat tidur menuju kamar mandi sambil terus menggaruk.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
desifatma77 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di