alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59ee0b71902cfe8b0f8b4568/diary-mata-indigo---season-3--the-next-level

DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL

ONCE AGAIN…. WELCOME TO MY THREAD


DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL
Pict by Rido Irdam


Thread ini adalah thread lanjutan dari Thread sebelumnya DIARYMATA INDIGO SEASON 2 : Sebuah Cerita Lanjutan Indigo Interdimensional

DIARY MATA INDIGO SEASON 3 : THE NEXT LEVEL

Cerita Season 3 kali ini bercerita tentang pengalaman sesudah kuliah dan memasuki dunia kerja. Penulis pada season 3 ini akan lebih banyak menambah bumbu-bumbu fiksi sebagai pembungkus pengalaman yang pernah ada. Tentu saja dengan tetap mengedepankan prinsip "Fiksi Rasa Real" daripada "Real Rasa Fiksi". Tentu saja semua nya diambil dari apa yang dihasilkan oleh penglihatan seseorang yang bisa melihat “mereka”. Mereka yang tak kasat mata. Mereka yang berada di alam sebelah. Mereka yang sering disebut dengan hantu, jin, siluman, roh, makhluk halus atau arwah.

Istilah indigo adalah sebutan bagi mereka yang memiliki kemampuan indra keenam, dan dalam thread ini khusus hanya membahas tentang pengalaman Indigo Interdimensional, bukan indigo yang lain. Indigo Interdimensional adalah salah satu kemampuan Indigo dimana seseorang bisa melihat, mendengar bahkan berkomunikasi dengan makhluk halus atau penghuni alam sebelah.

Isi thread ini murni berbagi cerita dan pengalaman dan sama sekali tidak bicara tentang pengertian atau pemahaman tertentu. Bagi orang yang mungkin punya pemahaman atau pengertian yang berbeda dipersilahkan. Tapi yang jelas hal-hal itu tidak akan direspon

Penulis tidak mengharapkan komentar yang menimbulkan perpecahan, apalagi yang berbau SARA, akan tetapi jika ternyata ada juga yang berkomentar demikian, maka semoga mendapatkan hidayah dan semoga orang tersebut semakin dimulikan dan dan ditinggikan derajatnya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Terlepas nanti ada syarat dan ketentuan berlakunya atau tidak.

Selebihnya ane cuma bisa mengucapkan, selamat menikmati.

Enjoy….

DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL
by Rido Irdam

PS :

Untuk memudahkan dan karena Diary ini terdiri dari beberapa part ane sediakan link nya. Dengan rendah hati ane juga tidak lupa menghimbau untuk membudayakan komeng bagi Agan & Sista. Cendol bila Agan & Sista ikhlas, rate jika berkenan, bata mohon ditiadakan emoticon-Blue Guy Smile (S)
emoticon-Blue Guy Smile (S) emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Maaf Agan


Part 1 : DMI 3 - Prolog

Part 2 : DMI 3 - Misteri Gudang Tembakau 1

Part 3 : DMI 3 - Misteri Gudang Tembakau 2

Part 4 : DMI 3 - Misteri Gudang Tembakau 3

Part 5 : DMI 3 - Misteri Gudang Tembakau 4

Part 6 : DMI 3 - Misteri Gudang Tembakau 5

Part 7 : DMI 3 - Misteri Gudang Tembakau 6

Part 8 : DMI 3 - Kembali Ke Pak Sam 1

Part 9 : DMI 3 - Kembali Ke Pak Sam 2

Part 10 : DMI 3 – Siap kah Kau Untuk Jatuh Cinta Lagi?

Part 11 : DMI 3 - Bocah Astral

Part 12 : DMI 3 - Mendua Dalam Astral

Part 13 : DMI 3 - Indahnya Mendua

Part 14 : DMI 3 - Pertempuran 1

Part 15 : DMI 3 - Pertempuran 2

Part 16 : DMI 3 - Dead End

Part 17 : DMI 3 - Not Alone

Part 18 : DMI 3 - Berperang Kembali 1

Part 19 : DMI 3 - Berperang Kembali 2

Part 20 : DMI 3 - Berperang Kembali 3

Part 21 : DMI 3 - Kemenangan

Part 22 : DMI 3 - Pagelaran Wayang di Merapi

Part 23 : DMI 3 - Jagad Gumelar

Part 24 : DMI 3 - Harus Memilih

Part 25 : DMI 3 - Good Bye

Part 26 : DMI 3 - Restu

Part 27 : DMI 3 - Legenda Raden Rangga

SIDE STORY :

PULANG 1

PULANG 2

MEMBUKA MATA KETIGA PART 1

MEMBUKA MATA KETIGA PART 2

MEMBUKA MATA KETIGA PART 3

TANGISAN ARWAH 1

TANGISAN ARWAH 2

TANGISAN ARWAH 3

TANGISAN ARWAH 4

HILANG 1

HILANG 2

GERBANG DIMENSI IMOGIRI 1

GERBANG DIMENSI IMOGIRI 2

Jon Sansiro Story :

Story 1 : Gundul Pringis


Penampilan Perdana di TV, di Acara KERAMAT INews

Sebuah acara bertema kan penelusuran tempat-tempat angker dan keramat. Menguak misteri-misteri yang tersimpan di dalamnya. Bersama paranormal dan host-host kece. Tayang setiap hari SABTU dan MINGGU, pukul 20:30 WIB. Hanya di channel INEWS

Kalau ketinggalan programnya nggak usah khawatir, subscribe channel youtubenya : https://www.youtube.com/channel/UC5c...H0tQ3l49G-_rtw

Ini penampakan pertama Mas Yus dalam episode Keramat :

1. Misteri Gedung Biru Kalimalang - Bekasi



2. Setan dilarang masuk - Bioskop Atoom Citeureup



3. Misteri Sinden Marni - Studio Alam TVRI Depok



4. Misteri Sumur 7- Sumur 7 Beji Depok



5. Pastur Tanpa Kepala VS Nenek Gayung - Makam Jeruk Purut



7. Jangan Fitnah Setan - Bekas Pabrik Ciputat





Anda bertanya Indigo Menjawab. Sekali-sekali coba bikin konten di youtube. Isinya tentang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke Instagram diarymataindigo09. Penasaran? Klik Linknya....
Jangan lupa like nya :







[/QUOTE]



Coba bikin video dan blusukan ke sebuah daerah yang lumayan bikin keringat dingin, di daerah Bangunjiwo Bantul
Bersama Tito dan Mas Fajar Sungging (Ilustrator Buku Dimensi Ketiga Next Level




Sebuah tulisan dari mas Kris : Fakta-Fakta Tentang Diary Mata Indigo


PRE ORDER


PRE ORDER DIMENSI KETIGA NEXT LEVEL

Bagi teman-teman yang ingin melakukan Pre Order Novel Dimensi Ketiga Next Level (Part 2) alias Novel Dimensi Ketiga Part 2, sudah bisa melakukan Pre Order

Harga Pre Order : Rp 75.000 – Belum termasuk Ongkir

[*]DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL
[/list]

Bagi yang mau melakukan Pre Order, caranya adalah sebagai berikut :

1. Follow Instagram diarymataindigo09

2. Tulis NAMA, ALAMAT PENGIRIMAN, dan NOMOR TELEPON pada bagian DM (Message langsung) ke diarymataindigo09

3. Nanti untuk konfirmasi Ongkir akan dijawab via DM tersebut.

4. Transfer Pembayaran ke Rek BCA No 037 234 5240 atas nama Nanung Prasetyo A

5. Kirim Foto Bukti transfer Pembayaran melaui DM (Message langsung) ke diarymataindigo09

6. Pemesanan akan dicatat dan kemudian didata sampai memenuhi quota pemesanan

7. Buku akan dikirimkan maksimal 10 hari setelah pemesanan karena akan ditandatangani oleh Penulis

8. Konfirmasi pengiriman akan dilakukan setelah barang akan dikirim.

Bagi yang belum memiliki buku Dimensi Ketiga Part 1, juga dapat melakukan pemesanan dan mendapatkan paket harga spesial

Satu Paket Buku Dimensi Ketiga Part 1 dan Part 2 mendapatkan Paket harga spesial : Rp 115.000

Yang ingin membeli Buku Dimensi Ketiga Part 1 secara satuan diberikan harga spesial : Rp 44.000

Seluruh Buku yang dibeli lewat Pre Order ini dijamin BER TANDA TANGAN

Keuntungan membeli Buku Dimensi Ketiga The Next Level a.k.a Dimensi Ketiga Part 2:
[list]
[*] Tidak perlu pakai kuota internet, ya iya laaaahhhhh.....

[*] Bagi yang ingin melihat ilustrasi Yowan, Peperangan Pasukan Utara Vs Selatan, Kalanetra dan Kalanagri, Humanoid para Naga, dapat menyaksikan nya di Buku Novel Dimensi Ketiga Part 2 ini. Karena Buku novel ini dilengkapi dengan ilustrasi yang digambar oleh kawan Fajar Sungging (Komikus Godam) dan kawan Novianto Wibisono. Thanks berat buat mereka berdua yang sudah berani menghadapi gangguan-gangguan gaib demi menggambar dan menuangkan isi novel tersebut ke dalam bentuk gambar. You’re Rock

[*] Ada beberapa part cerita di Novel yang tidak diceritakan di Thread Kaskus yang akan berhubungan dengan Diary Mata Indigo Season 3 yang ada di Kaskus

[*] Bahasa yang ada di Novel sudah melewati proses editing sehingga akan lebih mengasyik kan dan nyaman untuk dibaca. Enjoyable pokoknya.....

[*] Bertanda tangan asli penulis

[*] Buku ini bisa menjadi kado atau hadiah bagi orang tersayang

Dan yang bagi yang memesan antara tanggal 14 April 2018 s.d 18 April 2018 akan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik berupa kaos GRATIS yang dicetak terbatas (limited). Akan tersedia 3 buah kaos dengan dua pilihan warna (Hitam & Putih) bagi 3 orang pemenang. Pemenang akan diundi pada tanggal 20 April 2018 dan akan dihubungi langsung oleh Penulis untuk penyerahan / pengiriman hadiah nya

DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL

DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL


DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL

DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL

Tunggu apa lagi? Ayo Pesen Sekarang Juga
Quote:



Quote:


Cek Juga karya ane yang lain ya Gan..

DIARY MATA INDIGO SEASON 1

DIARY MATA INDIGO SEASON 2

EKSPEDISI KRAMAT - HIDDEN STORY

DARK SIDE INDONESIAN FAIRYTALE


BUAT TAMBAH PENGETAHUAN :

1. Melihat Hantu Tanpa Mata Ketiga / Indra Keenam

2. Kenali Jenis-Jenis Distorsi Pada Anak Indigo

3. Thread Kaskus yang jadi Novel

4. Gunung-gunung yang memiliki Pasar Setan

5. 5 Fakta yang jarang orang ketahui tentang Pocong

Quote:


Quote:


Quote:


DIARY MATA INDIGO - SEASON 3 : THE NEXT LEVEL
by Rido Irdam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kur00ni dan 31 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jeniussetyo09
Halaman 1 dari 165
loh gan yus bikin thread baru
itu yg sangkuriang gmana lanjutaannya gan?
masih kentang nih

BTW pertamax ane amankan
emoticon-Peace
Diubah oleh skywest
Wih ada lanjutannya nih. Mantap gan....
Ane pembaca dari yang season 1 nih hehe.....
Prolog - DIARY MATA INDIGO 3

Derai air mata bercampur dengan kepanikan. Suara teriakan, jeritan dan lolongan bercampur memenuhi malam. Angin mistis tiba-tiba berhembus menggoyang daun-daun pepohonan yang ada di sekitar dusun Sukajadi. Menimbulkan suara kemeresak daun yang seperti menggaruk malam sunyi. Dengan penerangan seada nya Rokib dan Juned setengah berlari, bergegas menuju rumah Wak Fajar. Mereka yakin dari sanalah suara teriakan lolongan yang bercampur dengan suara tangis itu berasal. 2 penjaga malam yang lebih senang disebut Kamnas dari pada satpam kampung itu berlari berkejaran.

Langkah kaki mereka yang tergesa-gesa ditingkahi lolongan anjing yang tiba-tiba bersahutan di kejauhan. Menyusuri jalan desa satu-satu nya yang diapit rumah-demi rumah penduduk di kanan kirinya. Rumah-rumah kecil yang sebagian besar berbahan kayu itu beberapa satu-persatu tampak mulai menghidupkan penerangan nya kembali. Tampaknya para penghuninya juga terbangun karena mendengar suara kegaduhan serta jeritan yang asalnya sedang dicari oleh Rokib dan Juned.

Rumah Wak Fajar ada di ujung jalan Kampung. Rumahnya sedikit lebih besar dan lebih bagus dari rumah penduduk yang lain. Halaman nya luas tanpa pagar, dan banyak ditumbuhi pepohonan seperti pohon Randu Alas, Pohon Nangka serta rumpun bambu. Menunjukkan status sosial ekonominya yang lebih tinggi dibanding penduduk desa yang lain. Padahal dulu Wak Pajar hanya petani upahan yang kerja nya mengerjakan sawah dan ladang orang. Namun semenjak menikahi seorang wanita yang tak jelas asal-usulnya bernama Ningsih, kehidupan Wak Fajar mulai berubah. Kekayaan seakan tiba-tiba datang mengetuk pintu rumahnya, dan uang yang dimilikinya seakan tak kunjung habis. Sampai saat ini bahkan sawah yang dimiliki Wak Fajar sudah puluhan hektar.

Pepohonan dan rumpun bambu yang ada disekeliling rumah Wak Fajar bergoyang keras. Ada angin kencang yang berhembus dari dalam rumah. Entah dari mana asalnya. Rokib sampai memegangi kupluk warna merah yang ada di kepalanya. Tubuhnya memaksakan diri melawan hembusan angin yang menerpa. Pintu rumah Wak Pajar terbuka lebar. Suara kegaduhan yang berasal dari dalam semakin menjadi-jadi. Suara tawa keras ngikik yang mengerikan, bercampur dengan jerit tangis Andi, anak Wak Fajar yang masih kecil. Suara Wak Fajar sendiri malah terdengar panik. Berteriak seperti mengucapkan sebuah bahasa yang tidak jelas

Rokib dan Juned bergegas masuk ke dalam.
Sampai didalam kedua nya disambut oleh sebuah pemandangan yang mendirikan bulu roma. Sangking mengerikan nya tubuh mereka hanya kaku terdiam, menyaksikan pemandangan yang ada dihadapan mereka. Tanpa sedikitpun bereaksi untuk berusaha menolong Wak Fajar.

Di ruang tamu yang cukup luas dan sebenarnya tampak mewah untuk ukuran warga desa, tampak Wak Fajar dengan satu tangan tampak berusaha memegangi lengan dan tubuh Ningsih. Tangan nya yang satu tampak berusaha menancapkan sebuah benda seperti pasak kecil ke kepala Ningsih. Sementara Andi yang masih kecil berumur 8 Tahun memeluk kaki Ibu nya sambil menangis pilu.

“Ibuuu…..Ibuuuu……”, teriak Andi sambil menangis menyayat.

Sementara Ningsih tampak berontak sejadi-jadinya. Rambutnya yang biasa tertutup hijab kini tampak mengembang panjang terurai kemana-mana. Wajahnya berubah pucat tirus, dengan warna abu-abu gelap seperti lebam mayat. Matanya mendelik melotot mengerikan, diikuti dengan Bola mata nya yang terus bergerak-gerak ke kiri dan ke kanan, seakan hendak keluar dari rongga nya. Tubuhnya berubah menjadi semi transparan, dan perlahan tampak mulai terangkat dari lantai. Ningsih saat ini tampak sudah berubah menyerupai sesosok KUNTILANAK.

Kaki Rokib dan Juned tanpa sadar bergoyang gemetaran. Pemandangan yang ada di hadapan mereka benar-benar membuat tubuh mereka kaku tak bisa bergerak. Padahal dalam pikiran mereka sudah sedari tadi ingin lari tunggang-langgang kabur dari situ. Sayangnya otak mereka seakan tidak mampu memerintahkan kaki mereka untuk lari

“HIHIHIHI….HIHIHIHI…..LEPASKAN AKU FAJAR!!!!.....HIHIHIHI….HIHIHI…..”. Suara tawa ngikik itu berasal dari Ningsih. Itu bukan suara tawa yang wajar. Mengingat saat ini Ningsih sendiri tampak meronta-meronta dan berusaha melepaskan diri dari Fajar dan pelukan Andi.

Telapak tangan Ningsih melengkung kuat. Kuku-kuku di jari tangan nya tampak hitam memanjang. Masih berusaha berontak dari dekapan Wak Fajar dan Andi sejadi-jadinya. Tangan nya mengayunkan cakar yang bertubi-tubi ke tubuh Wak Fajar. Menimbulkan luka goresan lebar disekujur tubuh dan wajah Wak Fajar. Darah mengalir merembes membasahi pakaian yang melekat di tubuh Wak Fajar. Tampak sangat menyakitkan dan perih.

Namun Wak Fajar tampak tak perduli. Tanpa menyerah masih terus berusaha menancapkan benda serupa pasak kecil yang digenggam nya ke ubun-ubun Ningsih.

“AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH!!!!!!!...................”, Dengan satu kali sentakan tangan Wak Pajar berhasil menancapkan benda itu ke ubun-ubun Ningsih. Membuat Ningsih berteriak kesakitan dan melolong panjang menyayat.

Ningsih meronta keras, sampai membuat Wak Fajar dan Andi terlempar. Sebuah kabut asap tipis menyelubungi tubuh ningsih. Degup jantung Wak Fajar perlahan-lahan reda. Tangan nya masih berusaha memegang Andi yang sudah tidak sabar ingin menghambur ke arah ibu nya. Sampai akhirnya kabut asap tipi situ menghilang. Menyisakan tubuh Ningsih yang tampak tergolek di lantai. Wajah Ningsih sudah berubah kembali menjadi sedia kala. Tampak cantik dan mempesona seperti biasa. Tidak lagi menyerupai sosok kuntilanak seperti sebelumnya . Perlahan-lahan siuman, tersadar dan membuka mata nya yang lentik.

“Alhamdullilah…..”. Spontan Wak Fajar mengucap syukur. Untung dirinya masih sempat menancapkan Paku itu sebelum Ningsih berubah sepenuhnya menjadi setan kuntilanak yang tidak dapat disentuh secara fisik. Untung ada waktu sekitar 10 menit memang sebelum kekuatan paku itu benar-benar hilang.

Andi menghambur ke arah Ibu nya. Sementara Rokib dan Juned masih beristiqfar dan melihat ke arah Ningsih seakan tidak percaya. Masih bingung dengan ihwal kejadian yang barusan terjadi. Wak Fajar akhirnya menyadari kehadiran dua satpam desa yang tertegun di depan pintu rumahnya. Rokib dan Juned pasti menyaksikan peristiwa yang barusan. Sesuatu yang sebetulnya dirahasiakan dan tidak boleh diketahui oleh siapa pun kecuali oleh Andi anak semata wayangnya. Wak Fajar pun berpikir, haruskah dirinya menghabisi Rokib dan Juned seperti hal nya orang-orang yang mengetahui rahasia nya tentang Ningsih…….




Mulutku menguap membaca akhir paragraf pada buku cerita yang sedang kubaca. Mataku sedikit berair. Sepertinya agak lelah membaca. Buku yang kubaca itu berjudul HIKAYAT PAKU KUNTILANAK. Sebuah buku yang tidak sengaja Aku beli dari seorang penjaja buku di terminal Giwangan.

Saat hendak berangkat tadi, penjaja buku itu menawarkan buku-buku yang dijualnya padaku. Aku lihat buku-buku yang dijualnya hanya seputaran buku-buku panduan sholat, Kesehatan, dan beberapa majalah. Saat Aku bertanya, “Ada buku cerita nggak Pak?”, dirinya langsung mengangsurkan sebuah buku bersampul gelap dengan tulisan merah darah berjudul Hikayat Paku Kuntilanak itu tadi.

Bis yang Aku tumpangi melaju lancar di jalanan. Saat ini Aku sedang bergerak menuju sebuah daerah di Jawa Timur bernama Bojonegoro. Setelah sekian lama menganggur akhirnya Aku diterima disebuah perusahaan di Surabaya. Perusahaan ini bergerak dalam bidang Agrobisnis penanaman tembakau, yang merupakan anak perusahaan sebuah perusahaan rokok yang cukup terkenal. Wilayah kerja nya diseputar wilayah Jawa Timur. Berhubung masih karyawan baru, Aku diwajibkan mengikuti kegiatan orientasi yang intinya mengikuti proses alur tembakau mulai dari pembibitan sampai dengan menjadi rokok siap jual.

Namanya juga butuh kerja, apa pun kerja nya ya Aku ambil saja. Walaupun posisi kerja yang saat ini kuterima agak sedikit melenceng dengan disiplin ilmu yang Aku ambil semasa kuliah. Yah disyukuri saja. Yang jelas saat ini Aku sudah diterima kerja sebagai staf HRD, dan punya kesempatan berkarir. Setidaknya Aku saat ini sudah bukan pengangguran lagi.

Bis yang Aku tumpangi berbelok ke arah sebuah rumah makan. Saat melirik jam, ternyata sudah pukul 19:00. Kernet Bis mengatakan penumpang diberikan waktu kira-kira sejam untuk makan malam dan beristirahat sejenak. Aku pun turun untuk sekedar melakukan peregangan. Capek juga selama 4 jam duduk terus. Perjalanan juga masih panjang. Masih kira-kira 2 jam lagi.

Seperti biasa sebelum menyentuh makan malam, aku lebih suka “mengobservasi” lebih dahulu restoran yang Aku datangi dengan indra keenamku. Aku mulai membuka Mata Ketiga ku. Sekedar ingin mengetahui apakah restoran yang kumasuki ini menggunakan penglaris atau tidak. Kemampuan Mata Ketiga ini Aku dapatkan karena memang sejak kecil Aku bisa melihat “Mereka”. “Mereka” yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Mereka yang tak kasat mata, yang dalam bahasa sehari-hari disebut hantu, jin, setan, arwah, siluman, makhluk gaib dan lain sebagainya. Mereka yang menghuni alam sebelah. Alam yang berdampingan dengan alam manusia.

Aku seorang Indigo, dan kemampuan Indigo ku adalah Indigo Interdimensional. Artinya Aku mampu melihat, mendengarkan bahkan berkomunikasi dengan “mereka”. Aku mendapatkan kemampuan ini karena waktu bayi, Aku pernah mengalami mati suri. Orang yang pernah mengalami mati suri, roh nya pernah menginjak alam orang mati. Seharusnya yang sudah menginjak alam orang mati, roh nya tidak akan bisa kembali lagi. Namun karena roh ku ternyata kembali ke tubuhku, hasilnya Aku jadi bisa melihat alam lain

Awalnya Aku merasa stress dan frustasi karena kemampuan ku ini. Bahkan Aku sempat berusaha menghilangkan kemampuan ku ini dengan tirakat khusus. Ternyata tirakat yang kulakukan tersebut bukannya menghilangkan kemampuan yang kumiliki, tetapi malah memberikan kemampuan lebih untuk mengendalikan nya. Sewaktu-waktu Aku butuh dan ingin melihat makhluk gaib, maka Aku tinggal berkonsentrasi untuk membuka dan mengaktifkan mata indigo ku. Dan jika memang sedang tidak ingin maka Aku tinggal menutupnya dan Aku tidak akan melihat “mereka”. Sejak saat itu Aku menyebut kemampuanku ini dengan sebutan “Mata Ketiga”, karena Aku menganggap kemampuan ku ini seperti mata yang bisa Aku buka dan tutup sesuai dengan kemauanku.

Selain memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan penghuni alam lain, Aku juga bisa melihat dan menangkap residual energi masa lalu. Residual energi itu dalam penglihatankan akan terlihat seperti film yang di putar ulang di hadapan ku. Kemampuan menangkap residual energi ini terus berkembang, dan saat ini sampai dengan tahap Aku mampu mencari dan melacak benda atau sosok yang memancarkan energi gaib. Untuk menggunakan kemampuan ini, Aku harus berhati-hati. Karena kemampuan ini akan sangat menguras tenaga dan menimbulkan kelelahan berat.

Banyak hal yang telah terjadi yang kualami karena memiliki kemampuan seperti ini. Satu hal yang tidak pernah Aku lupakan adalah Aku harus bertempur dan bertarung dengan Orang yang Aku sayangi hanya karena kami berdua adalah manusia Indigo. Pertama kalinya Aku mengetahui bahwa ada manusia indigo selain diriku. Yang ternyata adalah seorang wanita yang sangat cantik dan membuatku jatuh hati. Tapi sekaligus harus memulai sebuah peperangan antara dua pasukan besar yang memimpin bangsa halus di seputaran wilayah Kota Y*gy*.

Kejadian yang tidak pernah bisa Aku lupakan. Kejadian pertempuran besar tak kasat mata antara Pasukan Utara yang dipimpin oleh 9 Tetua Merapi dengan Pasukan Selatan yang dipimpin oleh Nyi Penguasa Selatan. Sebuah pertempuran habis-habisan yang membunuh para khodam raksasa. Sebuah peperangan yang membuat akhirnya Aku dan dia harus terpisah, dan saling melupakan. Yowan, Huff.. . pahit rasanya bila harus mengingatnya.

Untungnya Aku punya seorang guru. Dia bernama Pak Sam, seorang guru Anthropologi. Pak Sam,seorang praktisi Supranatural. Aku dan Pak Sam dipertemukan benar-benar sebagai guru dan murid, tidak hanya di sekolah namun juga dalam kehidupan. Pak Sam banyak membimbing dan membantu ku melewati masa-masa sulit karena kemampuan indra keenam ini.

Diri nya juga banyak membantu ku untuk bangkit pasca peperangan itu. Dirinya juga membantu agar pihak penguasa utara, dan pihak penguasa selatan bisa berdamai lagi. Sejenak Aku teringat pada nya. Aku dengar Pak Sam sudah tidak mengajar lagi di sekolah itu, alias sudah pensiun. Jujur, dari sejak lulus kuliah sampai saat ini. Aku belum pernah secara fisik hadir datang sowan ke rumah nya lagi.

Pikiranku kembali kepada tujuan nya semula. Aku harus cepat, kalau tidak nanti jam istirahat makannya keburu habis dan bis akan berangkat lagi. Saat membuka mata ketiga ku, selera ku langsung turun. Aku melihat banyak sekali anak-anak kecil berkepala plontos dan berambut kuncung berlarian di tempat itu. Kulit mereka pucat berwarna abu-abu, dan bola mata mereka seluruhnya berwarna putih. Tanpa ada titik hitam nya. Kuping mereka mencuat ke atas. Mereka berlarian berseliweran melewati kaki ku. Kadang mengencingi makanan dan lauk-lauk yang ada disitu. Berak di gelas atau piring yang ada di situ. Naik ke atas meja dan memasuk kan tangan atau kaki mereka ke dalam makanan yang sedang dilahap atau dimakan oleh para tamu. Jelas bukan hal yang bisa menggugah selera makan ku saat itu.

Untung ada warung di depan restoran itu. Aku lihat diwarung itu menyediakan Pop Mie. Aku lalu meminta segelas air panas pada yang empunya warung untuk memasak Pop Mie itu. Jadilah segelas Pop Mie itu makan malam ku. Sambil menunggu waktu istirahat makan malam selesai aku melanjutkan membaca buku novel tadi. Seru juga cerita nya. Seseorang memiliki sebuah mustika bernama Paku Kuntilanak yang bisa mengubah Kuntilanak menjadi manusia, kemudian menikahi nya dan memiliki anak. Selama paku itu tidak dilepas, Kuntilanak itu akan hidup sebagai manusia dan menjadi istri yang baik lagi penurut. Buku yang benar-benar cocok untuk imajinasi seorang jomblo yang doyan klenik.

Sopir Bus akhirnya menyuruh seluruh penumpang untuk naik. Akhirnya Bis pun melanjutkan perjalanan nya. Selama sisa perjalan Aku malah tertidur, sampai akhirnya Bis memasuki terminal Bojonegoro. Sampai juga diriku di Kota Bojonegoro. Sebuah kota kecil yang saat itu terasa asing bagi ku. Aku sempat celingak-celinguk memperhatikan sekeliling, sebelum akhirnya memutuskan untuk naik ojek menuju tempat yang tuju.

Aku lalu menunjukkan kertas berisi catatan alamat sebuah Mess kepada tukang ojek yang ada dekat situ. Tukang ojek itu langsung paham. Harga untuk upah ojek sepakat di 10.000 rupiah saja. Sesampainya di alamat Mess yang Aku tuju Aku sempat terhenyak sedikit. Suasana nya benar-benar “sesuatu” banget. Ada sekitar 5 bangunan Aku lihat ada di situ, dan semua nya adalah bangunan tua. Ada 4 gudang tembakau di situ. 3 Gudang besar menjulang dan 1 gudang kecil. Satu lagi adalah bangunan Mess nya. Suasana sekeliling nya benar-benar sepi. Walaupun berhadapan dengan sebuah jalan besar tetapi, jalan itu sama sekali jarang dilewati kendaraan. Bagian halaman dekat gerbang Mess ada ditanami rumpun bambu yang rimbun. Tanpa membuka mata ketiga saja Aku bisa merasakan hawa para penghuni nya yang tak kasat mata. Setidaknya ada sekitar 6 sampai 7 makhluk ada disitu dari berbagai jenis.

Satpam gudang menyambutku dan membuka kan pintu. Aku pun dipersilahkan masuk ke dalam. Mess nya Aku lihat cukup besar. Bentuk bangunan nya memanjang. Ada ruang tamu yang lumayan luas dengan 2 sofa, persis di depan sebuah pesawat televisi. Di dekat ruang tamu ada sebuah meja makan yang langsung terhubung dengan pantry atau dapur. Aku lihat di sebelah ruang tamu ada lorong yang langsung menghantarkan ke kamar-kamar Mess. Aku lihat ada sekitar 4 pintu, berarti ada sekitar 4 kamar di sana. Aku lihat jarak antar pintu agak jarang, berarti ruangan yang ada di dalam pintu cukup luas. Perkiraan ku bisa menampung 3 tempat tidur, lengkap dengan kamar mandi di kamarnya

“Hei… Mas nya anak baru juga ya?”. Sebuah suara menyambutku ketika Aku masuk. Seseorang sebayaku menggunakan kopiah berkaca mata mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan. Ada janggut tipis yang menghiasi bawah dagunya.

“Panggil saja Yus”, Aku pun mengulurkan tanganku untuk menyambut jabat tangan nya.

“Habibi”. Kami pun berjabat tangan erat. Habibi mengatakan kalau dia juga baru sampai dari tempat tinggalnya di Sidoarjo sekitar 2 jam yang lalu.

“Jadi ada berapa orang yang ada di Mess Mas Habibi?”. Tanyaku pada nya.

“Cuma 4 orang kok. Satu lagi mandi. Barusan sampai juga. Satu lagi sedang tidur”. Jawab Habibi santai. Aku agak terkejut. Mess seluas dan sebesar ini hanya diisi 4 orang. Idealnya menurutku Mess seluas ini seharusnya diisi 8 sampai 10 orang. Apalagi bangunan setua ini.

Aku sendiri karena memang dasarnya sensitif pada hal-hal tak kasat mata, walaupun tanpa membuka mata ketiga bisa merasakan hawa-hawa yang kurang enak disekitarku. Tapi Aku berniat tidak ingin terlalu mengeksplorenya sekarang. Ini hari pertama. Masih banyak waktu besok. Apalagi mungkin Aku akan ada di sini sampai 6 bulan ke depan

Habibi mempersilahkan ku untuk mandi dan bersih-bersih dulu. Setelah mandi dan segar, Aku dan Habibi mengobrol santai di ruang tamu. Ternyata ada 1 orang lagi bernama Slamet yang berasal dari Malang. Usianya seumuran denganku dan Habibi. Slamet pun ikut mengobrol santai bersama kami di ruang tamu sambil menonton TV. Slamet orang nya ceplas-ceplos. Rambutnya cepak tipis dan raut muka nya bersih dengan mata yang tipis.

Sedang asyik-asyik nya mengobrol tiba-tiba telingaku menangkap adanya suara-suara yang kurang lazim. Awalnya Aku mendengar ada seperti suara Mic pengeras suara yang diketuk atau dipukul kemudian berdenging, “Dug..dug..dug…dug….ngiiingggg”.

Aku pikir, siapa yang mau tes mic malam-malam begini. Aku lihat jam sudah menunjukkan jam setengah sebelas lebih. Aku bertanya pada Slamet dan Habibi, apakah mereka juga mendengar suara Mic yang dipukul dan berdenging itu. Slamet dan Habibi hanya menggeleng. Sementara Aku yang penasaran mencoba menajamkan pendengaran.

“Suwarti…..Suwarni…… Warjo…..Prawiro…..”. Aku lalu mendengar seperti suara orang memanggil nama-nama. Seperti sedang mengabsen. Nama yang dipanggil sepertinya puluhan. Siapa yang memanggil? Kenapa nama-nama itu dipanggil?

Aku lalu bertanya pada Habibi, apakah ada mesjid yang menggunakan pengeras suara dekat-dekat sini. Habibi menggeleng. Mesjid terdekat berjarak sekitar 1,5 Km dari Mess. Aku rasa juga tidak mungkin suaranya bisa terdengar sampai kemari. Habibi dan Slamet mulai memandangku aneh. Hal itu wajar karena mereka belum mengerti tentang kemampuanku yang tidak biasa ini.

Suara orang mengabsen itu akhirnya berhenti. Berganti dengan suara orang seperti mengeluh dan merintih. Aku jadi mulai makin penasaran. Tetapi untuk membuka Mata Ketiga secara serta merta sepertinya kok Aku ragu. Hati kecilku seperti melarang dan mengatakan belum saat nya. Aku pun berusaha tidak memperdulikan apa yang kudengar itu. Aku pun berusaha menyembunyikan kegelisahan ku pada Slamet dan Habibi, lalu kembali berusaha larut dalam obrolan kami.

Sampai akhirnya waktu menunjukkan Pukul 24:00 dan kami pun putuskan untuk berangkat tidur. Walaupun jumlah kamar di Mess ini banyak, tapi Aku Habibi dan Slamet memutuskan untuk tidur sekamar. Lagipula supaya kami lebih akrab satu sama lain. Malam itu tidurku lumayan nyenyak. Anehnya Aku merasa seperti tidur saja, tanpa bermimpi.

Keesokan pagi nya Aku,Habibi dan Slamet dibangunkan oleh kehebohan yang ditimbulkan oleh Satpam yang menjaga di depan Mess. Pagi itu Satpam Mess menemukan seseorang yang dengan nyenyaknya tidur tepat di bawah rumpun bambu yang ada di depan Mess. Orang nya sendiri ketika sadar malah bingung kenapa bisa pindah dari kamar ke bawah rumpun bambu itu. Orang itu adalah penghuni Mess keempat yang ada bersama ku, Slamet dan Habibi. Nama nya Anas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kemintil98 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jeniussetyo09
Wah bang yus bikin tread lagi..
Ikutan nyimak dipejwan yak
wah mantap nih kisah baru
profile-picture
tabiler123 memberi reputasi
njir kota gua tuh mas. kuat lho gaib nya. meski gak sekuat jogja atau Banten
Keren gan yus ,kentang nya jangan lama lama yak
Jejak dulu mas yus..

Akankah ada yowan disini?
Akhirnya muncul juga cerita selanjutnya bang yus... Absen di pejwan ahh..
Wah iki mas yus sing dienteni critane, ditunggu kelanjutane mas
Ijin nongkrong di mari
akhirnya meluncur juga thread ke 3 yus

semangat update gan yus
wah seri k 3 nih,ikut nongkrong ah
Wah wah yg ketiga, akhirnya yg ditunggu tunggu.. Semangat terus
profile-picture
roridande memberi reputasi
Woow thread baru emoticon-Cool

Ijin mantau gan yus emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh fandy15beckz

page

page one uyyee
mejeng di ts legend... di bukmak mas boleh ya emoticon-Leh Uga
lhaaa iiiniiii....
wahh bang yus bikin trit baru lagi nih

ijin gelar karpet bang yus emoticon-Malu (S)
sip, akhirnya :3
Halaman 1 dari 165


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di