CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6170e24eedac2f7a123e75e3/agafia-lykova-perempuan-yang-hidup-menyendiri-di-belantara-siberia

Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia

Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Seorang perempuan Rusia bernama Agafia Lykova tidak berinteraksi dengan dunia luar selama lebih dari 40 tahun. Orang tuanya adalah anggota sempalan sekte Gereja Ortodoks Rusia yang dikenal sebagai Penganut Kepercayaan Lama. Sekte tersebut memisahkan diri dari gereja pada abad ke-17. Keluarga tersebut menjadi sasaran penganiayaan agama dari rezim Bolshevik Stalin. Karp Lykov, pemimpin keluarga, menyadari situasinya tidak dapat dipertahankan ketika saudaranya dibunuh oleh Komunis Soviet.

Smoky, Pahlawan Amerika Berkaki Empat di Perang Dunia II

Daripada melawan dan balas dendam, dia memutuskan untuk memindahkan semua keluarganya. Karp, istrinya bernama Akulina dan dua anak mereka melakukan perjalanan dari kampung halaman mereka di Rusia Barat ke dalam hutan belantara Siberia dekat perbatasan Mongolia. Perjalanan itu menempuh waktu dua minggu, dengan dua anak dan seluruh keluarga membawa barang sebanyak yang mereka bisa, perjalanan mereka menjadi lebih lambat.
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Mereka membawa pakaian di punggung, alat tenun kecil, roda pemintal, dua panci besi, beberapa peralatan dan benih serta perlengkapan menjahit. Medannya terjal dan mereka harus mendaki dengan ketinggian 6.000 kaki di Pegunungan Sayan, dengan cuaca yang tidak bersahabat. Suhu rata-rata di Siberia adalah minus 4 derajat Celcius.


Pada tahun 1933, suatu kota tercatat memiliki suhu serendah minus 68 derajat Celcius. Cuaca terburuk yang harus mereka hadapi adalah bertahan di suhu sekitar minus 40 derajat Celcius, dengan tinggal di gubuk dengan satu kamar tanpa perabotan dan lubang api darurat, tidak banyak melindungi mereka dari hawa dingin yang membekukan. Matahari memberikan sedikit kehangatan di seluruh jendela yang lebarnya hanya beberapa centi meter.
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Keluarga itu bertahan hidup dengan memakan kentang dan jamur liar, tetapi kemudian ada lebih banyak mulut yang harus diberi makan pada tahun 1940 ketika Dimitri lahir. Itu adalah keadaan yang sangat sulit. Mereka hidup tanpa air bersih maupun penerangan listrik. Dimitri akan keluar berburu, sementara kebun kecil mereka hanya menghasilkan cukup selama tiga bulan dalam setahun. Pada tahun 1961, ketika sebagian besar tanaman mereka mati, memaksa mereka untuk memakan tanaman kentang liar, daun, dan kulit pohon.


Pada suatu hari mereka terpaksa memakan sepatu mereka sendiri yang terbuat dari bahan kulit binatang. Daripada membiarkan anak-anak mereka kelaparan, Akulina memilih merasakan kelaparan sampai akhirnya meninggal. Alkitab adalah satu-satunya buku di rumah itu. Begitulah cara Dimitri dan Agafia belajar membaca. Jika pakaian mereka rusak, mereka harus memperbaikinya. Ketika sepatu mereka rusak, mereka membuat sepatu dari kulit dan kayu.
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Selain beruang dan rubah yang berkeliaraan mencari makanan, terkadang pemburu yang tersesat juga akan melewati tempat mereka. Ketika Soviet memulai program luar angkasa, jalur pendaratan roket langsung melewati gubuk milik Lykov. Agafia berusia 17 tahun ketika dia melihat puing-puing roket yang jatuh dari atas langit.


Pada tahun 1978, sebuah tim geologi dan sebuah helikopter yang sedang mencari cadangan minyak melihat hunian yang terisolasi itu. Ini menandai interaksi pertama yang dilakukan Agafia dan Dimitri dengan seseorang yang bukan dari anggota keluarga mereka. Keluarga Lykov diberi informasi tentang peristiwa dunia di luar sana. Semua terkejut mengetahui bahwa ada Perang Dunia Kedua dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman. Meskipun mendengar tentang kemajuan dan perkembangan di luar sana, keluarga Lykov tidak berniat meninggalkan rumah Siberia mereka. Mereka juga enggan menerima hadiah dari tim geologi yang telah menjadi teman mereka.
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Garam adalah barang pertama yang diterima keluarga tersebut, dan setelah itu, secara mereka perlahan menerima barang-barang lainnya. Pada usia 35 tahun Agafia, untuk pertama kali dalam hidupnya, dia mencoba merasakan susu dan roti. Keluarga Lykov menyadari bahwa para pengunjung kemungkinan menyelamatkan hidup mereka dengan menyediakan barang-barang berguna seperti pakaian, biji-bijian, pisau, dan bahkan senter yang dioperasikan dengan baterai.


Sayangnya, hanya tiga tahun kemudian, ketiga saudara kandung Agafia meninggal. Jurnalis bernama Vasily Peskov mempopulerkan kisah keluarga tersebut ke dunia luar dan pemerintah mengundang mereka untuk mengunjungi seluruh negeri. Bertentangan dengan keinginan ayahnya, Agafia pergi untuk bepergian selama sebulan. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Agafia melihat begitu banyak hal yang asing seperti kuda, mobil dan bus.
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Ketika dia ditawari kesempatan untuk bergabung dengan masyarakat kota, jawabannya adalah sederhana "tidak, terima kasih." Agafia senang bisa kembali ke kehidupan sederhananya di pegunungan. Tak lama setelah itu, ayahnya meninggal.


Saat itu awal tahun 1988, Agafia Lykova tinggal sendirian di salah satu lingkungan paling keras di Bumi. Pejabat pemerintah setempat mengawasi kesejahteraannya, melakukan pengiriman makanan dan kebutuhan pokok. Dia telah meninggalkan hutan belantara beberapa kali untuk mengunjungi anggota keluarga yang sebelumnya tidak dikenal dan dia juga menerima pengunjung sesekali, yang membawakan koran komunitas Kepercayaan Lama. Tetapi sebagian besar, orang-orang meninggalkannya sendirian. Saat usianya memasuki 70an, Agafia mengisi harinya dengan memasak, meramu makanan, memancing, dan memotong kayu bakar.
Agafia Lykova, Perempuan Yang Hidup Menyendiri di Belantara Siberia
Dengan bantuan dari orang lain, gubuk satu kamar tidurnya telah diganti dengan serangkaian bangunan yang menyediakan ruang yang cukup untuk kambing, ayam, serta anjing dan kucing peliharaannya. Ketika Lykova merasa kesepian, dia membaca Alkitabnya yang sudah berusia 400 tahun.


KOLEKSI THREAD MENARIK

Quote:
profile-picture
nite.hime memberi reputasi
Diubah oleh ashibnu
wah ane paling seneng kalo lihat orng bikin thread kek gini gan emoticon-Bedug
idola ane emang ini nih mantaaap emoticon-Angkat Beer
btw kapan yah kita bisa belajar kaya gitu :goyang
bumi udah tua gan banyak hal hal yg bisa dipelajarin emoticon-shakehand
seru banget gan pembahasannya menarikk emoticon-rose
ane pengen banget kek gitu gan ente gitu dah emoticon-Perancis
mau buat thread begini gan biar rame hehe emoticon-Angpau
sumbernya ko diane gabisa diklik ya gan? emoticon-afro
indo susah maju gan padahal bisa banget kaya gitu emoticon-rainbow
bantu up gan sampe ht emoticon-norose
nganggur asal banyak duit gpp gan emoticon-army
btw kapan yah kita bisa belajar kaya gitu :banggapakebatik
Berarti foto diambil saat pertama bertemu dengan tim geologi... apa mreka g heran liat benda aneh yang bisa menduplikasi image mereka emoticon-Sundul
Hmmm
Klo inget Siberia , ane inget film Saint Seiya, jagoan si Ping Ho, dengan jurus debu2 intan (butiran es) kemudian mewarisi baju besi emas Aquarius dari gurunya.
ada video national geographicnya kan ini? emoticon-flower
kyknya aku pernah nonton deh yg wanita hidup di hutan wild siberia gitu. pas musim dingin itu gimana bisa ngelewatinnya.

btw ini yg komen di trit isinya yg di autobanned semua dong
Wanita yang sangat kuat dan pejuang dalam kehidupan.
Betah ya


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di