CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef5ab568d94d02010018bb2/lyudmila-pavlichenko-lady-death-yang-meneror-tentara-nazi-di-perang-dunia-ii

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II
Kali ini ane ingin membahas tentang peran perempuan dalam membantu Uni Soviet memenangkan perang melawan Jerman Nazi. Sosok penembak jitu wanita terhebat sedunia yang bernama Lyudmila Pavlichenko, yang membunuh ratusan prajurit Jerman dalam Perang Dunia II. Berapakah jumlah korban yang sebenarnya? Mari kita ketahui bersama dalam trit ane kali ini.
Selama perang habis-habisan melawan Nazi pada Perang Dunia II. Uni Soviet mengerahkan hampir semua sumber daya yang mereka miliki. Semua dikerahkan untuk kebutuhan perang. Bukan hanya laki-laki saja yang mengangkat senjata, para perempuan pun banyak yang ikut bertempur. Tentunya sesuai dengan kebutuhan di garis depan.

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II

Tentara Merah Soviet memang sangat membutuhkan banyak orang, termasuk para perempuan. Mereka biasanya ditempatkan di sejumlah pos. Kebanyakan diperbantukan sebagai tenaga medis bagi para prajurit Soviet yang terluka. Baik itu sebagai dokter maupun sebagai perawat. Dan banyak juga yang memilih menjadi pilot pesawat tempur dan gerilyawan atau partisan yang menghadapi pasukan Jerman secara langsung. Ada ribuan perempuan yang direkrut Tentara Merah untuk menjadi penembak jitu atau sniper. Diantara para sniper perempuan yang populer adalah Lyuba Makarova, Roza Shanina dan Letnan Junior Ziba Ganiyeva.

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia IISekarang mari kita bahas secara khusus tentang salah satu seorang penembak jitu wanita yang sangat hebat dari Uni Soviet yang bernama Lyudmila Pavlichenko. Dia membunuh ratusan tentara Nazi dan memegang rekor sebagai sniper wanita paling mematikan. Wanita kelahiran Juli 1916 ini dinobatkan sebagai sniper perempuan yang paling mematikan dengan korban di pihak tentara Nazi Jerman mencapai 309 orang.

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II

Wanita bernama lengkap Lyudmila Mikhailovna Pavlichenko ini berasal dari Ukraina yang sebenarnya adalah seorang mahasiswi jurusan sejarah di kota Kiev sebelum Jerman menginvansi Soviet pada Juni 1941. Dan dia menjadi salah satu wanita yang paling awal ketika mendaftar menjadi sukarelawan perang. Dia tak ragu meninggalkan kuliahnya demi bisa bertempur di medan peperangan Perang Dunia II di Front Timur. Pavlichenko sebenarnya direkomendasikan untuk menjadi perawat saja tetapi dia menolak dan bersikukuh ingin menjadi seorang penembak jitu. Lagipula semenjak kuliah dia memang menyukai dan mengikuti kegiatan menembak. Disitulah kemampuannya diasah dan menjadi teror mengerikan bagi tentara Nazi Jerman.

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II

Senapan yang dia gunakan adalah jenis Tokarev SVT-40 dengan teleskop. Dia dengan cepat menjadi mesin pembunuh yang efektif. Pada Mei 1942 jumlah korbannya telah mencapai hampir 287 orang. Dan pada Juni 1942 angkanya telah mencapai 309 orang, termasuk 36 diantaranya sniper Jerman. Jumlah membunuhnya bahkan lebih banyak ketimbang sniper populer Vasily Zaitsev. Vasily yang terkenal ketika di pertempuran Stalingrad ini hanya berhasil membunuh 225 tentara musuh. Karena itulah, Pavlichenko dijuluki sebagai Lady Death.

Lyudmila Pavlichenko, Lady Death Yang Meneror Tentara Nazi di Perang Dunia II

Ketenaran Lyudmila meningkat pesat dan menjadikannya incaran para sniper Jerman. Pada Juni 1942 dia terluka akibat terkena ledakan mortir. Setelah dirawat intensif dia dilarang untuk bertempur lagi karena popularitasnya yang sangat tinggi sehingga Soviet tidak mau kehilangan pahlawannya ini. Beberapa penghargaan yang diraihnya diantaranya adalah medali Hero of The Soviet Union dan 2 medali Order of Lenin serta beberapa medali penghargaan lainnya. Dia menjadi salah satu dari 500 sniper perempuan yang bertahan hidup hingga perang usai dari total 2000 sniper pada awal perang. Lyudmila Pavlichencko meninggal pada Oktober 1974 di usia 58 tahun. Posisinya di tingkat elit sniper dunia masih bertahan hingga sekarang.


KOLEKSI THREAD MENARIK

Quote:

profile-picture
kafir.resistant memberi reputasi
Diubah oleh ashibnu
cantik sih tapi tsadist
lho kok bisa hapal gitu jumlah korbannya emoticon-Belo
tiap ngebunuh diitungin? emoticon-Amazed
Keren juga ya, ini ga ada yang tertarik jadiin kisahnya jadi film nih? keknya keren kalo diadaptasi jadi film


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di