CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de0d5ec337f9364df2d12f0/pencarian-belum-usai-true-story---season-3

Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3

Tampilkan isi Thread
Halaman 36 dari 114

Kadang Konyol Juga

“Oy Nin. Gue lagi ada urusan sama Emi. Kenapa emangnya?”

“Nggak apa-apa kak, hati-hati dijalan.”

Gue pun mengantarkan Emi sampai kekostannya. Nggak lama sampai dikostannya, Emi menyuruh gue masuk ke kamarnya, sementara dia naik kelantai atas kostan untuk mengambil jemurannya.

Gue langsung tiduran dikamar kostannya yang rapi, dan wangi. Penataan ruangan kecil ini cukup enak dilihat. Pastinya bikin nyaman kalau dipakai untuk belajar yang butuh ketenangan.

Setelahnya Emi masuk kekamar. Gue kelaparan dan akhirnya meminta tolong Emi untuk membuatkan sepiring mie goreng dan kopi. Nggak masalah lah kopi sachetan juga yang penting gue kenyang. Haha.

Kami pun menikmati malam itu sambil santai makan mie, ngopi dan ngobrol-ngobrol ringan soal jejepangan. Gue juga memperlihatkan video-video manggung gue jaman-jaman dulu masih aktif ngeband sampai saat terakhir gue ngeband sebelum benar-benar berhenti.

“Lo vakum dua tahun lalu kan?” tanya Emi.

“Iya, gue cuman manggung dua kali di tahun itu. Eh bukan, ini empat tahun lalu. Ini panggungan di kampus tetangga. Tau kan lo?” jawab gue.

“Sebentar. Empat tahun lalu kampus itu? Tolong lo jangan bilang kalo lo Guest Star utama di kampus itu. Tolong!” kata Emi.

“Lebay lo. haha. Iya gue jadi guest star utama. Kenapa emangnya?”

“Firzy. Gue dateng ke acara itu. Gue ngehina band Guest Star yang manggung di acara itu. Firzy, gue ngetawain dan ngehina Guest Star yang tampil di acara itu. Karena, band itu manggung pakai kemeja kotak-kotak dan celana jeans. Beda sama band lainnya. Udah gitu mana vokalisnya kayak kang pijet bersertifikat deket rumah gue, segala make kacamata item sama topi. Tolong yakinin gue, itu bukan lo, Zy. Bukan band lo.”

“Mi. Gue pingin bangs*t-bangs*tin lo nih sebenernya karena ngehina gue yang make kacamata item sama topi. ANJ*NG amat gue dikata kang pijet! Tapi itu emang gue.”

Lalu gue membuka file video dan foto ketika gue manggung diacara tersebut. Emi terlihat kaget dengan foto dan video yang dia lihat. Sambil senyum-senyum nggak jelas juga dia lihat pemandangan yang ada dilaptop tersebut.

“Itu gue, Zy. Di video itu, tepat di depan panggung. Itu ada gue.” Emi menyetop video sejenak.

Dia menunjuk ke salah satu penonton gue yang ada dibawah panggung, persis didepan gue. pakai baju warna dominan hitam dan merah.

Gue bingung dengan kebetulan ini. Emi bahkan udah ada didalam video band gue. Wah ini sih tanda-tanda nggak sangat nggak wajar. Terlalu banyak kebetulannya.

Lalu berlanjut ke panggungan gue yang di Radio Kota dua tahun lalu.

“Video ini diambil sama mantan gue dulu. Apa lo juga ada di sini, Mi?” kata gue.

“Fotonya yang sekarang lo pake di cover Facebook lo kan?” tanya Emi.

“Iya, yang jadi awal pembuka obrolan kita dulu.”

“Gue dateng kesini, sama mantan gue. Dia suka banget sama Dir en Grey, Zy. Band lo satu-satunya band yang coverin Dir en Grey kan hari itu?”

“Iya. Cuman band gue yang coverin Dir en Grey.”

“Mantan gue headbang di depan panggung bareng orang-orang yang nontonin band lo berarti. Gue juga ada di situ tapi gue ga ikut headbang. Gue abis ketemu sohib gue soalnya. Sohib gue ikutan dance cover di sana.”

Dance cover? Mi, sebut nama sohib lo itu barengan sama gue. Gue mau sebut nama temen gue yang jadi dance cover di sana juga.”

Seingat gue, dance cover saat itu hanya satu-satunya. Nggak ada lagi dance cover lain.

“Satu. Dua. Tiga.” Gue memberi aba-aba.

“Dinar!” kata gue dan Emi berbarengan.

Gue diam sesaat. Gue merasa sangat terharu. Harusnya gue sudah bertemu dengan Emi dari jaman dulu. Dari empat tahun lalu. Bahkan teman dia adalah kenalan gue juga. Sempat ada rasa juga lagi sama dia. Dinar, apa kabar dia sekarang ya?

“Kita harusnya udah ketemu dari empat taun yang lalu. Terlalu banyak kebetulan di hubungan ini Mi. Emi gue nggak tau mau ngomong apa lagi. Gue nggak pernah ngerasa selega dan seterharu ini selama ini. Gue ketemu cewek yang selama ini gue cari. Gue ketemu cewek yang seharusnya udah gue temuin Tahun dari dulu. Rencana Tuhan begini banget buat kita, Mi.”

Gue memeluk erat Emi lalu gue rebahkan ke kasur. Posisi kami udah rebahan dikasur dengan berpelukan.

“Mi. Tuhan kalau udah punya rencana itu indah.”

Emi hanya diam aja sambil kemudian tidur di dada gue. gue hanya membayangkan sambil tersenyum sendiri. Terlalu banyak kebetulan.

Dari mulai dulu upgrading di himpunan, terus ketemu di grup facebook himpunan yang ternyata dia kelola. Kemudian kebetulan kami adalah junior senior dikampus yang nggak pernah satu kampus selama kuliah, eh malah dipertemukan karena hobi jejepangan yang sama bertahun-tahun kemudian.

Terus ada lagi pas manggung di kampus tetangga, eh ternyata dia ada di dokumentasi video manggung gue. kemudian dua tahun setelahnya, mantannya dia ikutan headbang ketika gue manggung, dan gilanya, teman dia adalah teman gue juga.

Gue yakin ini sih nggak kebetulan. Ini emang rencana Tuhan buat gue dan Emi, pikir gue. Gue dan dia pun terlelap.

Subuh jelang pagi, gue mengantarkan Emi ke pelataran parkir bus yang akan membawanya ke fieldtrip. Gue melajukan motor gue dengan kecepatan sedang.

Menjelang dekat ke bus yang terparkir, Emi meminta gue untuk diturunkan agak jauh. Gue berpikir, sekalian aja biar pada tau ini, daripada nanti ribet kan.

Biarin aja pada tau sekalian daripada si anj*ng-anj*ng teman Emi yang suka pada asumsi ini, termasuk si Uun, berhenti untuk berspekulasi terus.

Gue memberhentikan motor tepat didepan bis. Gue yakin semua orang yang ada didalam bus memperhatikan gue dan Emi. Gue kemudian sengaja mengecup kening Emi sebelum dia naik keatas bus. Mampus tuh teman-temannya.

“Gue digosipin playboy kan? Gue dibilang jalan sama banyak cewek kan? Makanya mereka nggak ada yang rela gue deketin lo kan? Mulai sekarang gue buktiin kalo yang gue seriusin cuma lo.”

Emi teriak-teriak kayak nggak terima. Tapi bukannya risih gue malah lucu liat tingkahnya dia ini. Berasa dapat lawakan pagi-pagi buta. Haha. Kemudian dia disuruh naik oleh temannya.

Dari situ gue kemudian bersiap untuk kembali ke ibukota, karena harus melanjutkan pekerjaan gue. sebelum gue benar-benar fokus untuk menyetir motor, gue chat Emi dulu dengan rangkaian lirik lagu ‘Jodoh Pasti Bertemu’ nya Afgan.

--

Proyek baru yang gue kerjakan cukup rumit ternyata. Dan harus membutuhkan tenaga ahli yang menguasai line mesin-mesin untuk sebuah manufaktur. Gue nggak punya kenalan.

Akhirnya gue menghubungi Feni yang udah lama banget nggak gue hubungin. Seperti biasa, dia surprise banget dapat telpon dari gue. ternyata Feni udah resign. Feni lagi hamil anak pertamanya. Gue ikut senang dengan kabar ini.

Walaupun udah resign, karena emang jaringan pergaulannya kuat, dia punya kenalan yang bisa memenuhi kriteria untuk proyek terbaru gue ini. Sosok ini udah bapak-bapak banget ternyata. Haha. Nggak masalah sih sebenarnya. Yang penting kan kinerjanya. Apalagi dia udah berpengalaman puluhan tahun untuk menangani urusan mesin-mesin manufaktur ini.

Orang ini ketika pagi gue hubungi, sorenya langsung datang ke kantor gue. dia biasa terima job diluar pekerjaan tetap dia. Orangnya sangat humble. Belakangan gue tau ternyata dia pernah kerjasama dengan kantor Papa dulu. Tapi gue nggak ngaku kalau gue adalah anak Papa. Gue hanya berdalih tau perusahaan yang pernah dipimpin Papa dulu, dan pernah bekerja disalah satu anak perusahaannya.

Dunia emang sesempit itu ya. sama seperti hubungan gue dan Emi. Gue udah yakin banget kalau Emi adalah orang yang tepat buat gue. Terlalu banyak kebetulan dalam hidup gue yang terkoneksi dengan dia secara nggak sengaja. Mau melanglang buana kemanapun, tetap aja ada momen ketemunya.

Gue sudah merencanakan untuk pembagian tim serta tugas-tugas lainnya yang akan dia kerjakan. Setelah meeting sekitar satu jam, kami membubarkan diri. Gue langsung cabut dari kantor karena malas kejebak macet. Gue mau pulang kerumah orang tua gue. Gue mau jemput Emi besok.

Sampai dirumah, Dee sempat menelpon gue dan menanyakan kabar gue. ujung-ujungnya dia meminta tolong agar dibelikan dan dikirimkan parfum refill. Awalnya gue yang oke-oke aja, jadi agak malas memenuhi permintaanya. Tapi yaudah lah gue turutin aja daripada ribet kan.

Gue jujur aja sebenarnya udah malas berurusan dengan Dee lagi. Tapi dia masih berusaha untuk menghubungi gue. Gue yang nggak mau ribut-ribut memilih untuk mengiyakan aja.

Selain dari Dee, Nindy sempat chat dan menanyakan ada urusan apa antara gue dan Emi. Gue nggak kasih tau secara detail, hanya aja gue emang sedang dekat dengan Emi.

Setelah gue bilang seperti itu, intensitas chat gue dan Nindy benar-benar berkurang drastis. Sepertinya Nindy memilih untuk mundur. Bagus kan kalau begitu. Jadi nggak ada yang coba mengganggu urusan gue dan Emi.

Tinggal sekarang teman-teman si Emi aja ini gue perlu tau kenapa mereka kok kayak mempengaruhi Emi supaya nggak dekat dengan gue. padahal juga gue nggak kenal dengan mereka, begitu juga sebaliknya.

Kecurigaan gue terhadap istilah yang gue buat sendiri ‘the power of katanya’ ini yang menyebabkan teman-teman Emi jadi berasumsi yang aneh-aneh terhadap gue. Gue nggak ambil pusing awalnya. Tapi ketika Emi yang selalu aja jadi berubah sikap ketika jauh dari gue, gue jadi curiga. Ini pasti ada pengaruh omongan teman-temannya.

Apalagi dulu hubungan gue di facebook sempat terputus karena adanya intervensi dadakan dari Debby. Dia mendadak masuk ditengah wall to wall antara gue dan Emi.

Jika gue mau pakai sistem untung rugi, ya mending si Debby gue kerjain dulu lah. Gue garap aja dulu. Toh dia juga pasti mau diapa-apain. Mungkin dengan sukarela kali. Tapi gue nggak sebegitu gampang kayak gitu. Ada perhitungan terlebih dahulu.

Nah yang dulu gara-gara sempat telponan doang aja ceritanya ketika sampai ke Emi nggak seperti kenyataannya. Malah gue dibilang ngajak jalan dia. Haha. Bumbunya banyak bener. Sakit emang cewek-cewek jaman sekarang.

--

Hari Emi pulang sudah tiba dan gue pun berniat langsung menjemputnya, nggak usah pakai konfirmasi dulu. Gue udah ada didekat kampus aja dulu baru gue bilang ke dia kalau gue akan menjemput dia.

Waktu udah menunjukkan pukul 20.00 malam. Bis nggak lama datang. Gue menunggu sama beberapa orang lain, kebanyakan cowok, mungkin pacar-pacar anak-anak bangs*t itu kali.

Setelah sekitar sepuluh menitan anak-anak ini turun bis, gue nggak melihat Emi. Jadi gue memutuskan untuk naik keatas Bis.
Dia ternyata masih di bis. Dia duduk di samping kiri pandangan gue, dideretan supir.

“Mi.” kata gue singkat.

“Jangan ketawain gue.”

“Lho? Ke….ANJ*NG! LO KENAPA SARUNGAN BEGITU? WAHAHAHA.”

“BACOT! NGGAK USAH NGETAWAIN GUE! BURU BALIK!”

Gue ketawa nggak berhenti-berhenti melihat pemandangan nggak umum ini. Masa si Emi sarungan? Dia abis fieldtrip apa ngeronda? Hahaha.

“NGGAK MAU GUE, LO JALAN KAKI AJA KE KOSAN LO BIAR PADA NGELIATIN LO SARUNGAN! GUE GA MAU ANGKUT ORANG SARUNGAN BEGITU, LO PASTI DUDUK MIRING KAN? NANTI ‘PERABOTAN’ LO SEMRIWING TERBANG-TERBANG TERTIUP ANGIN! MASUK ANGIN MASUK ANGIN DAH LO! MAMPUS! HAHAHA.”

“Terus aja ketawa. Biar puas. Hmm. Kalo lo nggak nganterin gue ke kostan naik motor, lo bakalan kehilangan kesempatan buat ngeliat ‘perabotan’ gue loh. Gue di dalem sini kan langsung daleman aja.”
Wah dia malah ngegodain gue. Haha. Nantangin rupanya dia.

“Ayo naik, EMERGENCY PULANG KE KOSTAN!” kata gue bersemangat.

“FIRZY BIJI! GILIRAN DIGITUIN AJA BARU MAU PULANG LO!”teriak Emi.

Gue hanya tertawa terus sepanjang perjalanan menuju kostannya. Iya, pemandangan ini lucu banget. Udah mukanya komikal, kelakuannya absurd. Tapi beginilah yang gue rasakan. Senang aja ada perpaduan kecerdasan otak kiri dan kanan yang sangat seimbang.

Anak cerdas dan pintar biasanya kalem, cupu, baca buku mulu. Lah ini boro-boro kalem. Bocor parah anaknya. Haha. Nggak nyangka absen dia dikelas itu ketiga dari atas.
Gue cuma bisa bilang luar biasa bisa ketemu sama anak satu ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lenduy dan 33 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
👏👏👏👏👏
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
yes bab selanjutnya ada yang mantap mantap kayaknya nih.. emoticon-Ngacir2emoticon-Leh Uga
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Timelinenya kejar2an sama tread sebelah, akankah bisa jadi satu timeline yg smaa
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
ga kebayang nh modelan pas nemu lagi sarungan... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan kutrik999 memberi reputasi
bang biji. ngakak parah.
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
emi kenapa bisa sarungan om? emoticon-Wakaka
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Bikin ngakak terus pas baca yg emi sarungan... ada2 aja kelakuan... emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan mamateee memberi reputasi
Diubah oleh nyahprenjak
Balasan post yanagi92055
Dee masih pantang menyerah dan emi semakin dekat dengan bang biji alias siki alias ija wkwkwkwk

Emang pacaran atau temenan sm cewek absurd itu asyik banget om, ane tuh ngerasa dianggap ada gitu dan apa adanya, gausah jaim jaiman dan pencitraan (hobi pejabat jaman sekarang nih mulai dari kepala desa sampe presiden)
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
Yaelah kata orang lagi, heran sama followers lo gannn haha
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
semngat updatenya opah masih di pantau nih wkwkwk
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Balasan post IzyMom020
@IzyMom020 sering ketemu di thread emi.. sis ini..
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan IzyMom020 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
Bukan smpt ada rasa lg lo Ja sm Dinar... orng smpt main rocky dan senam gunung kembar kan? sblm Dee dtng ke kosan? wkwkw.. feeling lu untung tepat Gan.. gak exe saat itu.. kalau.. exe.. berabe... ke gap sm Olivia Jensen.. haha
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Quote:

Ngakak di bagian ini. Ujung-ujungnya jadi kang parfum refill jugaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan DanyMartadinata memberi reputasi
Quote:


Nggak pesen sekalian lu dis ?minyak jafaron lu kan habis
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan adorazoelev memberi reputasi
Quote:


Misik putih dia mah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Hahaha mau ngakak ini ntar gue gak dibukain pintu, kalo nggak ngakak ntar gue yg cepirit
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan adorazoelev memberi reputasi
Quote:

Sotoy lu, itu kan minyak paporit elu maremoticon-Malu
Quote:

Ini minyak buat apaan om?emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan DanyMartadinata memberi reputasi
Quote:

Oke fix! Lu tidur diluar malem iniemoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan DanyMartadinata memberi reputasi
Halaman 36 dari 114


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di