CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/tamat-pacarku-kuntilanak

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)

[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK

Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
Polling
426 Suara
Siapakh Karakter Favorit Agan ? 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 231 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
Halaman 1 dari 84
BAGIAN 1
TUGAS BESAR

Hari Selasa 14 November 2017, Asnawi, Febri dan Eka pergi ke daerah irigasi cimanuk untuk menyelesaikan tugas besar mata kuliah Irigasi di lapangan. Asnawi, Febri dan Eka adalah mahasiswa teknik sipil semester 7 di sebuah universitas negeri di Bandung. Selama beberapa bulan terakhir mereka sering mengunjungi tempat itu untuk mengambil data teknis tentang irigasi yang mereka teliti. Mereka juga harus berpacu dengan waktu karena lokasi irigasi yang mereka teliti berada di daerah Cimanuk yang terkenal sangat angker. Selama waktu penelitian, mereka tidak pernah sekalipun berada di lokasi itu sampai malam karena mereka tahu bahwa tempat itu terkenal sangat angker. Jalan menuju ke irigasi cimanuk cukup sepi, meskipun mereka selalu lewat pada siang hari.

Tidak terasa Hari mulai malam. Febri dan eka langsung berkemas membereskan peralatan dan mdimasukan ke dalam tas ransel mereka, namun tidak dengan Asnawi, dia masih tetap sibuk mengerjakan tugasnya. Asnawi sudah pernah mengambil kuliah ini 2 kali dan kali ini dia tidak mau sampai gagal dalam menyelesaikan tugas besar.

“Wi, udahan yu, kita pulang,”ajak Febri sambil bergegas memasukan peralatan ke dalam tas. Asnawi malah asyik mengerjakan penghitungan hasil penelitian.

“ ayo Wi, kita pergi, nnti setan setan disini keburu keluar “ ajak Eka yang sudah berada diatas motor dan siap meluncur.

“ kalian duluan aja, gue mau beresin dulu, kagok yeuh” kata Asnawi sambil terus menulis dan tidak mengacuhkan Febri dan Eka.

“ woy serius nih? Ntar lo diculik ama setan, lo kan paling penakut diantara kita bertiga” kata Febri

“Kita ga tanggung jawab”

“ udah kalian pergi aja, gue lebih takut kalo tugas laknat ini ga selesai, gue harus ngulang lagi semester depan” tegas Asnawi memandangi mereka sambil mengernyitkan dahi.

“yaudah bro, kita duluan yah, hati2 di belakang lo ada kunti lagi liatin , hahahahaha” teriak Eka sambil menjalankan motornya berboncengan dengan Febri.

Mereka pun pergi meninggalkan Asnawi sendirian, “dasar kampreett….” Kata Asnawi yang kembali menulis catatan dari hasil penelitiannya. Bebrapa menit kemudian matahari pu mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Di sekitar lokasi sama sekali tidak terdengar suara adzan magrib karena jauh dari wilayah perkampunga warga.

Malam semakin larut, keadaan di sekita Asnawi berada mulai terjadi banyak kejadian-kejadian aneh yang dimulai dengan suara-suara lolongan anjing , benda jatuh, bahkan sesekali terdengar tangisan perempuan hingga suara anak kecil yang sedang ketawa-ketawa seperti saat sedang bermain. Asnawi terus melanjutkan mengerjakan tugasnya tanpa menghiraukan kejadian aneh tersebut. Bagi Asnawi jauh lebih mengerikan gagal tugas dibanding bertemu dengan setan.

“Alhamdulillah, akhirnya beres juga nih tugas besar” Asnawi berbicara sendiri sambil menngeliat menghilangkan pegal.

“merinding ya, mending gue buru-buru pergi dari tempat ini” gumam Asnawi dalam hati sambil memasukan semua peralatan ke dalam tas. Dia lari menuju tempat motor terparkir dan langsung manyalakan motor mio nya dan langsung tancap gas pergi meninggalkan lokasi itu.

Suasana malam sangat horror, jalanan yang sangat sepi dan banyak pohon pohon rindang di pinggir jalan ikut meperparah keadaan. Asnawi tidak berani menengok kiri-kanan, dia hanya memandang lurus kedepan saat menjalankan motornya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rendy8est dan 37 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 2
GARA-GARA ANJING

Jalan dari lokasi irigasi Cimanuk menuju keramaian kota cukup jauh sekitar 15 km, namun karena sangat angker dan sepi Asnawi merasa kalo jalan ini panjangnya 100 km. Motor mio nya terus digeber biar capat meninggalkan daerah itu. Di depan terdapat tanjakan yang sangat angker, konon katanya disana sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh sosok kuntilanak yang selalu muncul disana. Jantung Asnawi semakin berdtak kencang dan berusaha melawati tanjakan itu dengan sangat cepat dan berharap tidak melihat kuntilanak yang sering dibicarakan orang. Akhirnya motor pun melewati tanjakan itu dengan selamat, dan terus melaju dengan lancar, Asnawi senang bisa melewati tanjakan itu namun ketika kesenangannya belum berakhir, tiba tiba dia melihat ada sosok wanita memakai gaun putih berjalan dipinggir jalan. Seketika Asnawi pun makin takut dan yakin wanita itu adalah kuntilanak. Dia langsung tancap gas, namun rasa penasaran yang besar membuat dia menoleh ke arah sosok wanita tersbut. Dia ingin meyakinkan bahwa sosok itu adalah kuntilanak. Ketika menoleh kearah wanita tersebut, tiba-tiba ada seekor anjing melintas ke tengah jalan, Asnawi kaget dan banting stang menghindari anjing itu dan langsung terpelanting jatuh ke jalan. Motor Asnawi jatuh dan terperosok ke semak-semak dipinggir jalan. “AANJIIIING…” raung Asnawi ketika badannya jatuh ke jalan, berguling-guling hingga akhirnya kepalanya terbentur dengan keras pada sebongkah batu.

Badan Asnawi lemas, terlentang di pinggir jalan, pandangan mata mulai kabur, dan rasa sakit mulai menjalar keseluruh tubuh dari ujung kaki ke kepala. Darah mengucur deras dari pelipis menganak sungai di pipi dan mengalir ke jalanan. Asnawi setengah sadar dan ditengah pandangan yang mulai kabur, dia mulai melihat sosok wanita tadi menghampirinya. Sayup sayup dia mendengar suara wanita itu “ mas, kamu ga apa-apa?, aku tolongin mas”. Asnawi merasa lega karena wanita itu manusia bukan kuntilanak seperti yang dia pikirkan. Asnawi berpikir kalau kuntilanak pasti tidak akan menolong dan akan langsung mengabil jiwanya. Asnawi pun pingsan.

Wanita itu pun langsung menolong Asnawi, badan Asnawi diseret dan disandarkan ke sebuah pohon besar, terus wanita itu pun membersihkan luka Asnawi dan mengobatinya.

Beberapa menit kemudian, Asnawi mulai sadar, dia kaget dirinya sudah dalam posisi duduk dan bersandar ke batang pohon. Dia juga kaget luka lukanya sudah dalam keadaan bersih. Luka sobek di pelipis kanan kepalanya tampak sudah dijahit dan diolesi oleh betadine dan begitupun dengan luka di kakinya pun sama.

“ mas sudah sadar? syukur atuh akhirnya mas sadar juga, aku dari tadi was-was liat keadaan mas…hihihih” terdengar suara wanita dari belakang pohon.

Asnawi selintas kaget dan senang, dia membayangkan ditolong oleh wanita cantik, dari suaranya pun tedengar manis. Ketika wanita itu mendekat, secara perlahan Asnawi menoleh kebelakang perlahan dan dia melihat wanita itu.

..................................................

profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 33 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
lanjut gan emoticon-Big Grin
Lanjutinlah gan....kentang lagi mahal
ikutan nyimak ya gan emoticon-Takut
BAGIAN 3
TERNYATA WANITA ITU

“SETAAAANN….KUNTIIIIII……………..AARRRRGHHHH!!!!!!!!” seketika Asnawi langsung berteriak, kaget dan berusaha untuk lari.
Wanita itu berambut hitam panjang terurai, muka putih pucat, senyum menyeringai, raut wajah senyum tapi sangat menyeramkan. Matanya berwarna kuning terang, sebelah kanan bola matanya keluar dari rongga mata dan menggantung ke pipi, yang sebelahnya nya lagi menatap Asnawi dengan tatapan kosong.

Asnawi bergegas langsung berdiri dan lari ke arah motornya, namun apa daya keadaan kakinya yang terluka akibat kecelakaan membuatnya terjatuh dan kesulitan untuk berdiri lagi.

“mas mau kemana?...jangan jalan dulu, kaki kamu masih sakit,…sini mas aku tolongin…..” kata kunti sambil melayang mendekati Asanawi yang merangkak untuk terus mendekati motornya yang terparkir di pinggir jalan.

“pergiii…sana jangan ganggu gue, kaditu siah….” teriak Asnawi

“mas…hihihihihi” tawa kunti

“anjiisss malah ketawa ……………….pergiiiiii” teriak Asnawi sambil merangkak menjauhi pohon tadi dan kemudian dia menengok kebelakang tubuhnya dan melempar batu pada Kunti kemudian Kunti itu hilang seketika .

“ untung dia udah ilang” Asnawi bernapas lega.

Asnawi bernapas terengah-engah sambil duduk menghadap kearah pohon tempat dia tadi bersandar. Dia melihat-lihat keadaan di sekelilingnya Sesaat dia merasa baru bangun dari mimpi buruk. Asnawi berusaha untuk menggerakkan kakinya dan berusaha berdiri. Butuh waktu lima belas menit bagi Asnawi untuk berdiri.

“akhirnya gue bisa berdiri, saatnya gue pulang”. Ketika dia membalikan badan, tiba tiba sosok Kunti itu muncul di depannya.

“ mau pergi kemana mas….”Kata Kunti dengan senyum menyeringai dan wajah pucat menyeramkan.

Melihat hal barusan, Asnawi langsung pingsan, badannya jatuh ke tanah dengan kencang .

“yaah pingsan lagi, padahal aku kan Cuma nanya.” Kata kunti geleng-geleng kepala. “terpaksa aku harus mengankat dia lagi ke pohon, mana berat lagi…..uuhh” keluh Kunti sambil mengangkat badan Asnawi kembali ke tempat tadi dan berusaha memnyandarkannya dengan nyaman kemudian membersihkan lukanya lagi.

Beberapa menit kemudian Asnawi mulai sadar namun ketika melihat dihadapannya ada kunti, Asnawi kembali pingsan. Setidaknya Asnawi pingsan 3 kali sampai akhirnya kunti jadi sangat kesal. Dia membaringkan badan Asnawi di atas tanah dan menempatkan kepalanya diatas pangkuan kunti. Kunti itu mulai mengelus-elus rambut Asnawi kemudian dia memijat kepalanya. Beberapa menit kemudian Asnawi mulai membuka mata kembali dan berteriak kencang karena melihat dirinya tengah berbasring di pangkuan sang kuntilanak. Dengan cepat Kuntilanak itu pun menutup mulut Asnawi dengan tangannya. “Sssstttt…jangan berisik, aku lagi mijitin kepala kamu biar relaks” bisik sang Kuntilanak. “ aku akan buka mulut kamu, tapi kamu harus tenang yah jangan teriak, nanti bakalan mengundang setan- setan yang lain”.
Asnawi menganggukkan kepalanya dan Kunti itu pun menyingkirkan tangannya dari mulut Asnawi. Asnawi takut bukan kepalang, dia harus berbaring diatas pangkuan kuntilanak dengan kondisi seluruh badan sakit gara-gara kecelakaan. Tubuh Asnawi bergetar karena merasakan dingin yang menjalar dari kepalanya. Dia serasa tidur dengan bantal es karena paha kuntilanak itu sangat dingin. Karena sudah tidak kuat lagi menahaan rasa takutnya Asnawi pun mengompol di celana. Dia pasrah dengan keaadaan yang dialamainya, dia tidak bisa berdiri apalagi berlari.

“apa yang lagi kamu lakuin ke aku ? .....ampun kunti, jangan ambil jiwa aku……jangan makan otak ku ...........ampuunn, aku belum khawin” Asnawi memelas.

“hihihihi......tenang.!!....aku lagi mijitin kepalamu biar rileks....lagian siapa yang mau ngambil jiwa dan makan otak kamu? Emangnya aku zombie...?” kata kuntilanak santai. ”Aku tuh lagi nolongin kamu…..tolong jangan panggil aku Kunti namaku Hayati, oke”. Kata Hayati sambil tersenyum dengan bola mata kanan yang masih menggantung di pipi. Ekspresi Asnawi ketika melihat hal itu sangat ketakutan, namun ketika Asnawi mendegar nama kuntilanak itu, dia langsung tertawa.

“kenapa kamu tertawa...?” kata Hayati heran.

“nama kamu...hehehe....itu kaya nama yayasan punya bapa aku..hahaha...yayasan Hayati...” ujar Asnawi yang dengan ekspresi yang lebih santai. “ iya bapak aku kan dokter, doi punya yayasan sunat gratis yang bernama Hayati..........hahaha”. Hayati terdiam mendengar hal itu dan kelihatan malu karena ditertawakan Asnawi.

“ okeh Hayati, Maafin aku…...udah ngetawain kamu....tapi tolong mata kamu benerin dulu, aku mau muntah nih” kata Asnawi dengan wajah mualnya.

“ oh iya maaf mas…..hihihi abisnya udah tuntutan pekerjaan”. Hayati langsung memasukan kembali bola matanya kedalam rongga mata. Setelah matanya kembali normal mulai terlihat wajah Hayati yang cantik tapi banyak bekas-bekas luka dan kulit pucatnya. Tapi bagi Asnawi sudah dianggap mendingan daripada melihat wajahnya yang sebelumnya. “kenapa mas??....kok jadi bengong” tanya Hayati setelah melihat Asnawi yang Cuma bengong melihat perubahan wajahnya.

“ohh..engga kok Hayati, aku Cuma liatin wajah kamu ternyata cantik yah hehehe, oh iya namaku Asnawi….” Kata Asnawi sambil bangkit dari posisi berbaringnya kemudian duduk berhadapan dengan Hayati dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Hayati pun tersenyum dan menyambutnya dengan baik, tangan putih Hayati dengan kuku berwrna hitam dan panjang langsung menyalami tangan Asnawi dengan Erat. Tangannya halus sekali dan dingin.

“Makasih banget yah Hayati atas pertolongannya , ngomong-ngomong kenapa kamu menolongku? Kan bisa aja kamu langsung mengambil jiwa aku pas aku mati .” Tanya Asnawi

“iya mas awalnya pas liat mas kecelakaan aku mau ngelakuin itu tapi pas ngedeketin dan liat muka mas, aku jadi teringat sama pria yang aku cintai dulu semasa aku hidup.” Jawab Hayati lengkap.

“jalan ini memang sangat angker mas, disini tempat kerjaku, aku suka nakut-nakutin manusia yang lewat dan bahkan aku mengambil jiwa mereka yang kecelakaan disini, tapi buat kamu pengecualian hihihih “ kata Hayati diikuti dengan tawa khas kuntilanaknya. “ kamu bukan manusia biasa, energi kehidupan mu sangat besar sehingga pas aku ngedeketin mas, tubuhku langsung menyerap banyak energi itu dan aku jadi bisa menyentuh tubuh mas dan bahkan aku mengankat mas dari jalan kesini” Kata Hayati. “kok merinding yah dengernya...” kata Asnawi dengan ekspresi ketakutan.

“memangya energi kehidupan itu apa?” Tanya Asnawi

“ energi yang dipancarkan manusia, energi itu bisa aku serap dan menjadi kekuatan. Itulah makanya aku jadi bisa memegang benda fisik yang ada” jawab Hayati yang memperhatikan kaki Asnawi yang tampak terluka. Hayati kemudian mengambil pembalut dan memasangnya di kaki Asnawi .Hayati selesai mebalut kaki Asnawi dan dia berpindah ke samping kanan Asnawi kemudian duduk kembali. Mereka duduk memunggungi jalan dan menghadap ke arah jurang. Tampak dihadapan mereka hutan yang cukup luas tersinari oleh cahaya bulan yang benderang. Sesekali kelelawar melewati di atas kepala mereka. Asnawi masih ketakutan tapi rasa penasaran akan Hayati lebih besar dan mengalahkan rasa takut itu.

“maaf Hayati, kamu kok bisa ngobatin aku, ngejahit luka sama membalut kaki aku yang terluka, apa kamu semacam dokter hantu? hehehe” Tanya Asnawi

“hihihihi, dokter hantu….mas nih bisa aja” Hayati ketawa terbahak-bahak

“ semasa hidup aku adalah mahasiswa kedokteran mas, pas aku mati, aku lagi jadi dokter KO-AS ” Jelas Hayati

“ooh pantesan kamu bisa ngobatin aku, hehe,…” kata Asnawi takjub

“mas, kamu dokter yah? Di motor kamu ada kotak p3k lengkap bgt peralatannya?”

“ah engga, aku cuman mahasiswa teknik, bapak, ibu sama kakak ku yang dokter mah, aku selalu di doktrin sama mereka harus selalu ada kota p3k di kendaraan”. Jelas Asnawi

“waah hebat mas, kenapa mas ga ikut ortu mas? Jadi dokter? Asik loh kuliah kedokteran hihihih” Tanya Hayati.

“aku takut liat darah Ti aku gabisa jadi dokter, aku aja tadi liat kamu dengan mata menggantung itu, aku langsung mual” jawab Asnawi

“kalo liat ini juga bikin mas mual juga yah hihihihhi” kata Hayati yang tiba tiba Hayati memunggungi Asnawi dan memperlihatkan punggunya yang bolong dan berlumuran darah. Seketika Asnawi langsung muntah banyak. Hayati tertawa terbahak-bahak, Asnawi pun kesal.

“Yaelah fakkkk …….oooeeeekhh.....sekalian aja tempelin ke mukaku punggumu...biar puasss” gumam Asnawi sambil muntahn”cieeee marah euy...nanti cepet tua loh...hihihih”Hayati menertawakan asanai sambil nepuk-nepuk pundak Asnawi.

“BODO AMAT...!!!!” kata Asnawi berusaha kembali duduk dan Hayati yang langsung menegakan posisi duduk Asnawi yang tadi sempat tersungkur dan muntah-muntah.

“ maafin aku mas, aku orangnya suka bercanda ” kata Hayati dengan tatapan memelasnya sepert kucing yang minta dimanja oleh majikannya, Asnawi pun akhirnya luluh hatinya melihat tatapan mata kuning Hayati yang berbinas-binar.

“kamu tuh ya jail banget” kata Asnawi sambil membersihkan sisa muntahan di mulutnya.“oh iya Hayati, aku berhutang budi padamu, gimana aku harus membalasnya” Tanya Asnawi serius.

“ ga apa apa mas, aku iklas ko menolong mas, malah aku bahagia bisa ketemu mas yang bisa nemenin aku sekarang dan ngobrol-ngobrol malem mini” jawab Hayati

“maaf yah Hayati, ngomong-ngomong kamu matinya kenapa? Kenapa bisa gentayangan?tanya Asnawi.

Hayati pun langsung terdiam, raut wajahnya berubah jadi sedih dan mengeluarkan air mata.

“aku dibunuh mas sama pacar aku, aku dilempar ke jurang.” Jawab Hayati

“kenapa pacar kamu jahat banget ngebunuh kamu?” Tanya Asnawi

Tiba-tiba ekspresi ahayti menjadi murung dan mendadak suasana yang sudah cair menjadi kelam.“dia menghamili aku mas dan gamau bertanggung jawab, aku….aku……hiks..hiks” Hayati mulai menangis dan menundukan wajahnya hingga tertutup oleh rabut hitamnya.
Asnawi dengan spontan merangkul pundak Hayati dan tangan Asnawi memegang dagu Hayati, menegakkan kembali kepala Hayati yang tadi tertunduk lesu. Asnawi lalu mengusap air mata yang membasahi pipi Hayati dan dan memandang mata kuning Hayati yang berkaca-kaca. “maaf Hayati, aku ga bermaksud bikin kamu sedih….maafin aku..sudahlah jangan dinget-inget lagi” kata Asnawi yang berusaha menghibur dan tampil keren. Hayati pun langsung memeluk erat Asnawi. Tubuh Hayati sangat dingin, Asnawi menggigil karena dingin yang mulai menjalar ke seluruh tubuh Asnawi. Asnawi pun mendorong badan Hayati untuk menjauh dari tubuhnya. “ Hayati pelukan nya jangan lama-lama, kamu dingin banget…..”kata Asnawi kedinginan.

“ maaf mas….hihihi udah lama banget aku ga meluk orang” Hayati tersipu malu.

“ aku janji akan menemukan mayat kamu dan menguburkannya dengan layak……biar kamu ga gentayangan lagi...kamu tahu ga tempat kamu mati dimana? ”tanya Asnawi.

“aku gatau mas dimana aku mati, ………….lagian sakarang mayat aku pasti tinggal tulang dan sebagian udah jadi tanah” jawab Hayati.
“ Gapapa Hayati, mari kita cari tahu bersama…………janji yah”kata Asnawi sambil menjulurkan jari kelingking dan mengajak Hayati untuk salam kelingking sebagai ikatan janji.

“ iya mas…….” Hayati menyambut salam kelingking itu.

Suasana malam semakin larut, sinar rembulan mulai menyelimuti tempat itu. Mereka berdua sedang asyik mengobrol, saling melempar candaan, ketawa bareng, memandang langit yang cerah dan dan menggambar pola pola rasi bintang, di tengah sepinya malam. Malam itu adalah malam yang tak bisa dilupakan Asnawi, berawal dari malam yang horror berubah menjadi malam yang paling romantis dan mengerikan seumur hidupnya bersama seorang KUNTILANAK.

Asnawi melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 3 pagi. Asnawi kaget sampai lupa waktu gara-gara asyik ngobrol dengan Hayati.
“waduh udah jam 3 aja, aku musti pulang nih ke Bandung, ga kerasa ngobrol sama kamu” kata Asnawi

“iya mas,…………..ayo aku bantu jalan ke motor, kaki mas kan masih luka” kayta Hayati sambil membantu Asnawi berdiri dan membopongnya ke tempat motor berada.

“badan kamu tinggi banget yah…..heheheh sepantar sama aku” kata Asnawi heran.

“ aku kan melayang mas, ga napak bumi” jawab Hayati. Setelah sampai, Asnawi langsung naik motor dan meyalakan mesin.
“mas, boleh ga aku ikut kamu, aku takut disini?” pinta Hayati ke Asnawi.”kenapa kamu takut disini, kan kamu mahluk yang paling menakutkan disini..hehehe”. Hayati mendekati Asnawi untuk membisikan sesuatu ke kuping Asnawi.” Aku takut sama bos ku, soalnya aku telah membangkan dan tidak mengambil jiwa mas.” Bisik Hayati. Asnawi terdiam dan mulai berpikir kenapa Hayati bisa setakut itu sama bosnya, memangnya bosnya itu siapa? Apakah lebih mengerikan dari kuntilanak.

“yuukkk…….kamu duduk di balakang sini” Asnawi pun mengajak Hayati pulang ke Bandung. “serius mas...?” kata Hayati dengan mata kuningnya yang berbinar-binar.

” Iyalah masa aku bohong, tapi ada satu syarat mutlak” kata Asnawi serius.

“apa itu mas?”

“kamu harus janji ga lagi nakutin orang dan janji engga ngambil jiwa orang yang ga berdosa lagi yah”

“emmm.....oke mas aku janji...hihihih”.

Hayati sangat senang bukan kepalang, wajahnya merona merah. Motor pun malaju dengan pelan menuju Bandung dengan Hayati duduk dibelakang Asnawi. Hayati berpegangan pada pinggang Asnawi.

........................................................

Maaf baru update, kemaren ane abis dinas lapangan mencari sesuap nasi.........emoticon-Peace emoticon-Peace emoticon-Peace
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 35 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
lanjutkan gan, janganlah kau menanam kentang disini....
lancrotkan lur .
Ane tandain gan

lancrotkan
BAGIAN 4
CEWEK CANTIK

Motor melaju pelan melintasi jalan dari Garut menuju Bandung, rasa sakit yang menjalar di tubuh Asnawi tidak mengurangi semangatnya untuk pulang ke Bandung. Disepanjang jalan Asnawi hanya diam saja tidak sedikitpun berbicara kepada Hayati, Asnawi merasa canggung, takut dan tidak percaya kalau ada kutilanak yang ikut dibonceng. Di tengah jalanan sepi yang dingin Asnawi mulai menggeber lagi motornya supaya melaju dengan kencang agar cepat sampai ke rumah sebelum matahari terbit.

Ketika melintasi jalan Nagreg, disana mulai banyak orang yang melintas pake motor dan mobil, Asnawi mulai terganggu oleh para pengendara motor lainnya yang bilang kalau ada kunti ikut di belakangnya, bahkan ada yang teriak-teriak, baca ayat kursi dan Tahlil dan nunjuk nujuk tangan mereka ke arah Asnawi sambil teriak” KANG...!! eta aya jurig ngilu dibonceng....lailahailallah.....”. Asnawi berusaha untuk tidak menghiraukannya dan pura-pura tidak melihat apa-apa. Sampai di Rancaekek akhirnya Asnawi menyerah dengan teriakan-teriakan itu dan menepi ke pinggir jalan.

“ayo kita turun dulu dari motor, kita masuk ke gubuk itu” kata Asnawi sambil turun dari motor dengan susah payah. Hayati langsung membopong tubuh Asnawi untuk membantunya berjalan ke dalam gubuk itu dan duduk di sebuah bangku panjang. Hayati duduk di sebelah Asnawi.

“Hayati, matahari makin Nampak, di jalan udah banyak orang yang neriakain aku kalo ada kunti di belakang motor aku.”kata Asnawi mengeluh
“coba kamu bisa ga ngerubah wajah kamu biar ga nyeremin,? Minimal berubah ke wajah kamu pas sebelum mati, bisa ngga….” Kata Asnawi.
“oke mas, aku coba yah….hihihi”kata Hayati senyum.

Hayati langsung menundukan kepalanya kebawah dan membiarkan rambut panjangnya menutupi seluruh wajahnya. Dia menggelengkan kepala dengan cepat sampai beberapa kali , akhirnya dia dengan cepat mengangkat lagi kepalanya hingga rambutnya mengibas ke atas dan mengenai wajah Asnawi.

“ADUUUHH…..” teriak Asnawi karena terkena kibasan rambut Hayati.

Wajah Hayati mulai terlihat dan berubah sangat drastis 180 derajat. Ternyata wajah asli Hayati sangat cantik, kulitnya halus dan putih, hidung mancung, pipi agak tembem dikit, dagu lancip dan tidak berwajah pucat lagi. Terdapat lesung pipit di wajahnya yang membuat wajahnya semakin cantik ditambah senyumannya yang manis dilontarkan ke Asnawi.
Melihat kecantikan wajah Hayati, Asnawi diam seribu bahasa matanya melotot sampe keluar air mata saking terharunya dan mulutnya membuka dikit.

“mas…..mas….sadar mas…sadar “ Hayati berusaha menyadarkan Asnawi yang membatu.

“iya…iya aku sadar……..Subhanallah kamu cantik buanget Hayati….kaya malaikat yang jatoh dari langit…” kata Asnawi terpukau

“tapi baju kamu masih kaya kunti, jelek, kumal dan penuh bercak darah kering…..bisa juga ga kamu ganti gitu!!” komentar Asnawi

“ bisa dong mas……hihihihihi” Kata Hayati sambil ketawa.

Hayati memegang bagian depan baju dan kemudian menariknya kedepan. Sinar terang langsung keluar dari tubuh Hayati sampai-sampai Asnawi menutup matanya karena silau. Asnawi kembali membatu seperti tadi ketika melihat baju baru yang melekat di tubuh Hayati. Hayati ternyataa memiliki badan yang sangat bagus pinggul dan buah dada yang besar ,perut kecil dan postur tubuh yang cukup tinggi. Hayati juga menampakkan bentuk kakinya yang menapak bumi. Hayati dibalut dengan dress putih ketat sehingga meperlihatkan lekuk tubuh indahnya dengan renda yang membentuk alur bunga dari bagian dada sampai perut, tangan panjang yang melebar dibagian ujungnya dan terlihat jelas belahan dadanya. Sungguh baju yang sangat elegan dan sexy pikir Asnawi yang kembali terdiam menjadi patung setelah melihat perubahan Hayati yang super luar biasa.

“mas…mas…..sadar…sadar……hidung kamu keluar darah tuh……………hihihihihih”kata Hayati berusaha menyadarkan Asnawi lagi.
“ oh iya maaf..hehe” kata Asnawi sambil mengusap darah yang keluar dari hidungnya.

“mas, kok liatnya ke dada aku terus sih kan muka aku diatas…” kata Hayati kesal.

“eehh iya maaf Hayati, aku hanya menikmati keindahan bajumu , baju kamu sangat bagus banget desainnya sangat elegan dan jaman now banget kaya hasil design Ivan Gunawan”. Kata Asnawi ngeles.

“ternyata kamu bisa berubah jadi cewek cantik…kenapa ga dari tadi sih…pas pertama kita ketemu tadi, kan aku gausah ketakutan apalagi sampe aku ngompol dicelana” kata Asnawi kesal.

“ maafin mas….abisnya mas ga minta itu tadi hihihihih..........mas ngompol yah” tanya Hayati sembari melihat ke arah celana Asnawi yang masih basah dan bau pesing. Asnawi langsung menutup bagian yang basah dengan tangan dan ekspresi wajah yang memerah karena malu.
“coba kamu puterin badan kamu..aku pengen liat” perintah Asnawi.

Hayati memutar badan namun ternyata bagian punggunya masih terdapat lobang besar yang berdarah. Asnawi kembali merasa mual.
“aarrgg……punggung kamu masih bolong “ kata Asnawi sambil menutup mulut menahan muntah.

“ini pake tas ransel aku aja biar ga keliatan” Kata Asnawi sambil memberikan tas ranselnya ke Hayati. Hayati langsung mamakai tas ransel itu dan lubang di punggunya tidak terlihat lagi.

“nih aku ada kacamata, aku pakein yah biar mata kamu ga jatuh sembarangan lagi…” kata Asnawi sambil memakaikan kacamata ke Hayati. Mata kuning indahnya seakan akan menyinari hati Asnawi yang kala itu sangat bahagia melihat Hayati.

“ nah kan tambah cantik mirip Mia Khalifa….hehehehe” kata Asnawi.

“ Mia Khalifa siapa mas??.....” Tanya Hayati

“ah engga engga…………..bukan siapa siapa kok hehehehe” kata Asnawi sambil berusaha mangganti topik pembicaraan.

Asnawi dan Hayati kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Asnawi kembali dibopong oleh Hayati untuk berjalan ke motor.
Sepanjang jalan Asnawi kembali merasa kembali terganggu, kali ini dia terganggu akibat para pengendara motor lain terutama pria pada menggoda Hayati, bahkan ada yang ngajak dia untuk pindah motor. Asnawi makin kesal setelah mendengar Hayati malah merespon mereka dengan muka bahagia. Rasanya ingin cepat sekali sampai ke rumah. Asnawi makin tancap gas motornya.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 24 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
gas terus gan, jangan sampe kasih kendor nih thread
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
BAGIAN 5
PENGHUNI TER-SHOLEH


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan sambil menahan ngantuk dan rasa sakit di sekujur tubuh, akhirnya mereka sampai ke kostan tempat Asnawi tinggal. Ketika motor mau memasuki sebuah gerbang yang cukup besar, Hayati turun dari motor dan membuka pinti gebang yang terbuat dari papan kayu jati. Asnawi pun melaju perlahan ketempat parkir dan memastikan mesin motor dan berusaha untuk turun dari motor. Hayati dengan cepat langsung menyambar tangan Asnawi dan kembali membopong badan Asnawi untuk membantunya berjalan.

Kostan tempat tinggal Asnawi sangat besar, terdapat 24 kamar kos yang terbagi kedalam bangunan dua lantai. Kamar Asnawi berada di lantai 2 dan posisinya berada di pojok dekat dengan kamar mandi.Sementara Asnawi dan Hayati berjalan perlahan terdengar suara emak-emak yang cukup keras memanggil Asnawi. Suara itu berasal dari dalam rumah kost dan makin terdengar semakin mendekat.

“Asnawi….Asnawi…kamu kenapa? Kok baju kamu kotor banget terus kepala kamu banyak luka” Tanya ibu kost yang sangat khawatir melihat kondisi Asnawi.

“kecelakaan bu….saya jatuh dari motor” jawab Asnawi.

“lah ini siapa nih….cantik banget…pacar kamu yah Wi??”kata Ibu Kost sambil menunjuk kearah Hayati.

“engga bu…cuman teman..hehe..dia yang nolongin aku.. namanya Hayati” jawab Asnawi malu-malu

“ehh bagus dong kalo kamu jadi pacarnya Asnawi, dia penghuni ter-sholeh disini, dia rajin ke Masjid, ga pernah telat bayar kost sama ga pernah bawa cewek ke kostan…” ujar Ibu kost sambil tangannya nepuk-nepuk pundak Asnawi.

“aahh si Ibu bisaa aja….hehe……..aku ga sesholeh itu juga kali” kata Asnawi tertunduk malu lalu tertawa-tawa kecil.

“andai aja anak ibu masih ada, pasti ku jodohin sama kamu Wi” kata Ibu Kost.

“emangya anak ibu kemana?” Hayati menyela pembicaraan Ibu Kost.

“anakku meninggal…dek Hayati…kecelakaan” Jawab Ibu Kost

“maafin aku bu…..aku ga maksud membuat ibu sedih”

“gapapa kok dek….hehe..oh iya rumah kamu dimana?”Tanya Ibu Kost

Hayati seperti kebingungan dan beberapa saat dia kelihatan bingung.“rumah Hayati di Jakarta bu……..kebetulan lagi maen ke Bandung” Asnawi menjawab pertanyaan Ibu Kost dengan mantap. Hayati itu ngangguk-ngangguk mempertegas jawaban Asnawi.

“selama di Bandung kamu tinggal dimana dek?” Tanya Ibu

“eehhh aku tinggal sama as…”

“Astrid bu Astrid…….ya kan Hayati..” Asnawi menjawab dengan cepat dan memotong pembicaraan Hayati. Hayati kaget dan mengangguk lagi.
Akhirnya mereka pun sampai ke depan pintu kamar kost Asnawi, Asnawi lalu membuka kunci pintu dan membukanya. Hayati membopong Asnawi sampai berbaring di kasurnya. Ibu Kost berdiri di depan pintu kamar Asnawi sambil melihat Hayati membantu Asnawi. Kamar Asnawi cukup berantakan dengan banyak buku kuliah yang berserakan diatas karpet berwarna biru di pinggir kasur. Karpet itu berbulutebal dan empuk. Di depan kasur terdapat LED TV yang terpasang di dinding sehingga Asnawi dapat menonton tv sambil berbaring di tempat tidur. Kamar Asnawi cukup luas, di pinggir pintu masuk terdapat meja belajar. Diatas meja terdapat lampu belajar, laptop dan beberapa buku yang tersusun rapi di pojok. Ada juga beberapa mainan action figure dari karakter-karakter anime, kebanyakan karakter cewek seksi. Di bawah meja terdapat sebuah rak buku yang penuh dengan koleksi komik manga yang tersusun rapi. Setelah membaringkan Asnawi, Hayati membereskan buku yang berserakan dan menyimpannya dengan rapi di atas meja.

“eh kalian pasti lapar yah…ibu lagi masak banyak nih ..” tawar Ibu Kost.

“makasih banget..ibuuu…..aku lapar banget” jawab Hayati semangat.

“jangan bu…jangan repot-repot ………….Hayati biar sm saya aja makan nanti” kata Asnawi yang langsung memotong pembicaraan Hayati.
“maaaasss…………..plisss”Hayati memohon kepada Asnawi dengan wajah memelasnya. Terlihat kedua ,mata kuningnya berbinar-binar. Asnawi merasa kasihan akan tetapi malu juga karena merepotkan Ibu kost.

“gapapa Nawi, ibu masaknya banyak banget kok, ibu ambilin sekarang yah…………tunggu yah” kata ibu kost sambil melontarkan senyum kearah Hayati. Ibu kost pun berjalan ke luar menuju rumahnya untuk mengambil makanan untuk Hayati dan Asnawi. Hayati loncat-loncat kegirangan sampai sampai semua badanya ikut bergetar terutama bagian buah dadanya yang besar bergerak naik turun. Asnawi yang awalnya malu menjadi salah focus melihat Hayati jingkrak-jingkrak dan malah menikmati pemandangan indah sambil senyum-senyum sendiri.
“horeeee…..akhirnya bisa makan lagi…….asiiikk”. kata Hayati sambil Jingkrak, namun dia seketika menghentikannya karena melihat Asnawi bengong lihat dirinya yang jingkrak-jingkrak dengan darah mengucur lagi dari hidung Asnawi.

“mas….hidung kamu bedarah lagi tuh..ihihihhi” kata Hayati sambil menunjuk kearah hidung Asnawi. Tawa khas kunti Hayati seakan-akan langsung menyadarkan Asnawi dari kebengongan mesumnya.

“oops….maaf..hehehehehe” kata Asnawi sambil menyapu darah yang mengucur dari hidungnya.

“kenapa sih mas, tiap liat aku dalam wujud asli suka bedarah aja idungnya”. Tanya Hayati sambil membenarkan posisi kacamatanya yang tadi hampir jatuh dan membuka tas ransel di punggungnya kemudian menyimpannya diatas lemari. Bolong di punggunya kembali terlihat jelas saat Hayati memunggungi Asnawi untuk menyimpan tas ransel, Asnawi mendadak mual. “kayanya efek kecelakaan deh ..hehe, aduh Hayati itu punggung kamu bisa ditutupin ga, soalnya bahaya nih kalo sampe keliatan sama ibu kost, “jawab Asnawi sambil melempar sebuah kemeja kearah Hayati. Hayati langsung menyambar kemeja itu dan langsung memakainya.

“nah, begitu lebih baik….heheh” kata Asnawi lega

“ngomong-ngomong kamu suka makan juga, kan kamu setan…kirain setan ga butuh makan? Tanya Asnawi.

“suka dong mas, aku suka banget makan daging…….hihi”jawab Hayati dengan tawa khas kuntinya lagi

“gatau juga sih mas pas jaman aku masih hidup aku itu vegetarian, tap pas udah jadi setan aku cuman bisanya makan daging doang”.

“ooh pantes atuh….banyak tukang sate yang sering digodain sama kunti” kata Asnawi mengangguk-angguk.

“iya mas soalnya cuma tukang sate yang punya daging dan berkeliaran malem-malem”

“tapi aku ga pernah godain tukang sate mas….aku sukanya godain kamu…hahahaha” kata Hayati ketawa.

“kok aku jadi merinding ya ……………hmmmmm” kata Asnawi mendadak merinding

Ibu kost pun kembali dengan membawa nampan yang penuh dengan makanan. Ibu kost langsung menurunkan piring-piring dari nampan ke atas meja belajar. Ada daging paha kambing besar, nasi 2 piring, tahu tempe dan sambal kecap semangkuk.

“wah banyak sekali bu makanannya, hehe” kata Asnawi yang berusaha berjalan menuju meja.

“iya nih, ibu bikin kambing guling…soalnya anak anak ibu mau pada datang kesini” kata ibu kost.

Tiba tiba Hayati langsung menyambar paha kambing itu dan langsung memakannya dengan super lahap. Asnawi dan ibu kost langsung bengong dan terheran-heran melihat Hayati makan daging seperti orang yang sudah tidak makan selama seminggu.

“hati-hati dek makannya, nanti kamu mati keselek loh…”kata ibu kost berusaha memperingati Hayati.

“nyam..nyam..gapapa kok bu…aku kan udah meninggal…”kata Hayati sambil mengunyah daging dan langsung dipotong lagi pembicaraanya oleh Asnawi.”maksudnya meninggalkan rumah bu…hehehe” .

“ maaf ya bu, temenku ini kaum dhuafa jadi jarang nemu daging…paling tiap idul adha dia suka makan daging..hehehehe” kata Asnawi sambil menepuk-nepuk punggung Hayati yang sedang duduk di kursi yang sedang makan daging untuk memberikan kode bahwa jangan bilang kalau dia sudah mati.

“ooh gitu toh, kasihan banget ya…yowis ibu tinggal dulu yah, ibu mau beres kamar buat anak-anak ibu nanti” kata ibu kost
“makasih banget bu buat makanannya..”kata Asnawi
Ibu kost pun kembali kerumahnya dan Asnawi segera menutup pintu kamarnya. Asnawi masih terheran-heran dengan nafsu makan Hayati yang dangat mengerikan.

“yah..aku cuman makan sama tahu tempe doang dong kalo gini mah” kata Asnawi sambil mengambil tahu dan tempe kemudian disimpan di atas nasi. Asnawi pun kembali duduk diatas kasur untuk mulai makan. Hayati tidak menghiraukan ocehan Asnawi dan terus melahap paha kambing itu sampai tinggal tulang.

.......................................................

profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
itu kepala hayati dikasih paku aja biar jadi manusia
profile-picture
alifmnurr memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ringan gan tapi seru aja dibacanya,,,,nice pokoknya
mirip yg cerita kami dan senyum pucatmu
Quote:


Jangan gan kasian, pake trisulanya poseidon aja gan biar jadi manusia seutuhnya.
emoticon-Shakehand2
numpang lapak gan..
jir anti mainstream nih cerita. lanjutkan gan!

ringan tapi enak dibaca
BAGIAN 6
TERBAKAR CEMBURU


Sudah dua hari Asnawi tidak berangkat kuliah karena masih sakit, sekarang kakinya sudah tidak bengkak dan Asnawi perlahan sudah bisa berjalan lagi. Hayati tinggal di kamar kost Asnawi. Awalnya Hayati ingin tidur bersebelahan dengan Asnawi di atas kasur, namun Asnawi menolaknya karena bukan muhrim dan beda alam juga, akhirnya Asnawi menyuruh Hayati tidur di karpet bawah. Asnawi memberikan bantal dan selimutnya untuk Hayati.

Pagi-pagi Asnawi terbangun, dia langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi. Terlihat Hayati yang masih lelap tertidur dengan posisi mengahadap kearah tempat tidur Asnawi. Hayati tidak pernah melepas kacamata nya sedetikpun sejak dipasangkan oleh Asnawi waktu itu, bahkan ketika tidur pun kacamatanya tetap terpasang.

Sesudah dari kamar mandi Asnawi kembali masuk ke kamar dan duduk di kursi. Dia memandangi Hayati dari atas kursi. Hayati masih memakai kemeja Asnawi ketika tidur sehingga menutupi luka bolong di punggungnya sehingga Asnawi tidak merasa mual melihat punggung Hayati. Lima menit berselang terjadi keanehan pada tubuh Hayati. Tubuhnya mulai memudar dan berubah menjadi transparan. Asnawi kaget melihat tubuh Hayati yang memudar dan menjadi transparan, bahkan kacamata dan baju kemeja Asnawi yang dipakai Hayati juga ikut memudar dan transparan. Melihat hal itu, Asnawi mengambil cermin kecil yang menggantung di dinding untuk meliihat bayangan Hayati dan ternyata refleksi bayangan Hayati pada cermin menjadi hilang. Asnawi juga mencoba melihat Hayati dengan menggunakan kamera smartphone miliknya dan hasilnya juga tidak ada Hayati dalam gambar kamera. Ketika Asnawi terus mengutak atik smartphone nya, Hayati mulai terbangun.

“hoaaaammm……………” Hayati menguap dan kaget melihat Asnawi merekam dirinya dengan smartphone.

“ih..mas ngapain motoin aku pas tidur….??”

“pasti mas lagi nunggu baju aku nyingkap ke atas yah biar mas bisa ngintip…iihh…dasar otak mesum” kata Hayati sambil membenarkan bagian bawah gaunnya yang terbuka ke atas sehingga terlihat jelas bagian paha Hayati.

“engga Hayati, bukan itu aja sih yang aku lakuin…..oops” kata Asnawi langsung menutup mulutnya karena keceplosan.

“tuh kan bener……ih mas jahat deh..”kata Hayati langsung mendekati Asnawi dan memukul-mukul manja pundak Asnawi.
“coba liat deh badan kamu, udah memudar dan trasnparan” kata Asnawi.

Hayati mulai melihat kedua tangannya lalu memutar-mutar badanya seperti penari balet untuk melihat seluruh badannya menjadi trasnparan lagi. Baju kemeja dan kacamata yang dipakai oleh Hayati pun ikut menjadi transparan.

“wah aku sekarang udah bisa mode gaib lagi mas”kata Hayati

“aku udah bisa mengendalikan energi yang aku serap dari kamu mas” .Hayati mulai mempraktekan perubahan wujud dari gaib menjadi ada seperti bohlam lampu yang nyala-mati-nyala-mati saat dimainkan anak kecil untuk. Asnawi takjub melihat hal itu.

“kalo kamu dalam mode gaib, lantas kenapa aku tetap bisa lihat kamu” Tanya Asnawi bingung

“itu mungkin karena energi kita saling terhubung”

“ah mana mungkin kita kan belum pernah berhubungan badan”

“dasar otak mesum!!, bukan itu maksudku,….pas aku pertama kali nyentuh kamu kayak ada medan energy yang saling terhubung” jelas Hayati.
Ketika Hayati selesai menjelaskan tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuklah dua orang laki laki dengan cepat sambil teriak. “Nawii………lo kenapa? Gapapa lo?” kata Febri dan Eka yang langsung masuk dan mendekati Asnawi untuk berpelukan.

“katanya lo kecelakan Wi,….lo jadi ga diculik sama Kuntilanak nya?”kata Eka

“woy….ketuk dulu dong kalo mau masuk kamar orang” kata Asnawi kesal

“ah biasanya juga gitu kan, emang lo lagi ena-ena sama cewek? Aaah….palingan lo nonton bokep di kosan…hahahahaha”kata Eka

“sianjing…..!!!” kata Asnawi yang langsung pindah duduk dari kursi ke kasur Febri dan Eka tidak melihat Hayati yang dalam keadaan mode gaib. Mereka berdua melewati dan menembus tubuh Hayati yang berdiri di depan Asnawi seperti angin. Kemudian mereka berdua duduk diatas karpet dan mulai mendengarkan

“cerita nya panjang bro, “ kata Asnawi

“sok lah gue penasaran euy…” kata Febri semangat

“jadi malem itu gue pulang sekitar jam 9 an , kondisinya udah horror banget….banyak suara suara benda jatuh, suara cewek ketawa, lolongan anjing dan suara desiran air di irigasi”

“pasti suara cewek itu kuntilanak” potong Eka dengan semangat

“bukaan….ada yang lebih serem lagi” kata Asnawi

“udah gitu gue langsung pulang, motor gue digeber supaya cepet-cepet keluar dari daerah itu,”

“pas udah lewat tanjakan yang angker … tiba tiba dipinggir jalan ada cewek lagi jalan sendirian pake baju putih rambut hitam panjang terurai.” Kata Asnawi sambil mengekspresikan kengeriannya.

“terus gue menoleh kearah cewek itu, tiba tiba di depan motor ada anjing melompat, motor gue langsung oleng dan jatuh. Kepala gue kebentur batu. Pas mau pingsan gue ngeliat cewek yang tadi itu jalan dan mendekati”

“tuh kan bener lu pasti ketemu kunti, terus lu diapain sama kunti itu? Dimakan” kata Eka

“ga di makan sih, tapi kunti itu malah nolongin gue” jawab Asnawi

“hahahahaha….yang bener lu…masa iya kunti nolongin” kata Eka dengan ekspresi tidak percaya

“beneran bro, dia nolongin, mukanya serem banget punggungnya juga bolong” Asnawi melanjutkan

“wah itu mah sundel bolong yang rangkap jabatan sebagai kuntilanak juga” kata Febri

“dan sehabis nolongin gue kunti minta balas jasa, dia menempel terus kaya materai, menghantui gue tiap hari dan ngikutin sampe ke kosan , bahkan sekarang kunti itu ada di dalem kamar ini liatin kalian” kata Asnawi sambil mendramatisir .

“ah yang bener loh, ga percaya gue…hehe”kata Eka sambil badanya gemeteran

“itu buktinya badan lo gemeteran….lo takut kan?” Tanya Asnawi

Hayati membuka kemeja asanwi dan melemparnya ke belakang badan merek. Febri dan Eka langsung loncat dan kaget karena tiba tiba ada yang ngelempar baju kearah mereka.

“tuh dia mulai marah sama lu berdua karna ga percaya…itu baju gue tadinya menggantung dibalik pintu” kata Asnawi sambil menunjukan baju kemejanya yang dilemparkan Hayati tadi. Febri dan Eka kembali duduk dan mereka berdua pura pura tegar dan berani.
“ah itu paling jatoh kena angin….hahahaha”kata Febri sombong.

“kalo bisa mana dong kuntinya …tampakin diri di depan kita “ kata Eka dengan nada menantang.
“hati hati loh dia marah….dia gamau disebut kunti, nama dia Hayati” kata Asnawi memperingati mereka.
Hayati membuka kacamatanya dan duduk diantara Eka dan Febri, Hayati mengubah lagi wajahnya jadi menyeramkan dengan bola mata yang menggantung.

“iya mas………namaku Hayati” kata Hayati yang tiba tiba menampakan diri diantar Eka dan Febri.

“SSSSEEEEETTTTAAAAAAAANN……….!!!!!!!” Teriak Eka yang langsung berdiri dan lari kea rah pintu dan terbentur kepalanya dengan keras pada kusen pintu sampai Eka terjengkang dan pingsan. Begitu juga Febri begitu melihat Hayati ada di sebelahnya langsung pingsan.
Asnawi dan Hayati langsung tertawa terbahak-bahak melihat Febri dan Eka pingsan. Hayati menyeret tubuh Eka dan Febri sampai mereka berdua bersandar di kasur. Asnawi langsung mencipratkan air ke muka mereka dan seketika mereka langsung siuman.

“setaann….setaaann…” teriak Febri sambil menunjuk kearah Hayati yang berdiri di samping Asnawi

“ampuunn jangan bunuh kami,” Eka memohon kepada Hayati

Hayati malah ketawa dengan suara kuntinya dan membuat mereka semakin takut.

“gue juga udah bilang apa…………..kunti itu ngikutin gue kemari”tegas Asnawi dengan raut wajah puas

“ampun Wi….ampunn…….maafin gue yang udah ninggalin lu sendirian” kata Febri memelas.

“oke deh hahahahah gue maafin…kalian lucu tadi ….hahah”Asnawi tertawa terpingkal-pingkal.

“Hayati …kamu balik lagi ke bentuk normal lagi ya” perintah Asnawi
.
Hayati pun langsung berubah lagi ke bentuk normalnya dan kembali memakai kacamata. Febri dan Eka langsung melongo dan takjub melihat wujud Hayati yang berubah menjadi cewek super cantik.

“MIA KHALIFAA………….!!!!!” gumam Eka dan Febri bersamaan.

“sebenernya siapa sih mia khalifa itu, kok kalian sama kayak Asnawi nyebut nama itu pas liat aku “ kata Hayati

“dia itu semacam malaikat yang diturunkan dari langit untuk membuat kami kaum pria bahagia” jawab Eka yang masih memandang wajah Hayati . matanya keluar air mata saking terharunya.

“betul…betul….jawaban yang pintar bro” kata Asnawi sambil ngangguk-ngangguk. Hayati terdiam, namun wajahnya merona merah karena malu mendengar perkataan Eka yang sedang menggoda Hayati. Hayati kemudian duduk di hadapan Eka, dia berusaha mencari tahu siapa itu Mia Khalifa.

“apakah Mia Khalifa itu pacarnya mas nawi?” tanya Hayati serius.

“hhahahahah...........ngimpii..!!!!hahaha” jawab Eka sambil tertawa terbahak-bahak.

“sampai kiamat pun ga bakalan si Asnawi pacaran sm Mia Khalifa...hahaha, dia tuh JOMBLO kelas Berat” kata Febri mempetegas jawaban Eka.

Hayati ikut tertawa terbahak-bahak, Asnawi mulai kesal sendiri. Terlihat muka Asnawi memerah dan mulai menatap tajam ke Febri.

“lu juga pada jomblo kampret....!!!!” teriak Asnawi sambil nunjuk ke Febri.

“Hayati, kenapa sih kamu bisa ngikutin Asnawi?. Emang ga ada cowo lain gitu yang lebih ganteng?” tanya Febri.

“hihihi....abis nya mas Nawi baik banget ke aku terus dia juga pemberani”jawab Hayati

“Cieee cieeee..............cowok baik gitu loh hahaha” kata Eka sambil tepuk tangan.

“pemberani dari Hongkong?..Asnawi paling penakut diantara kita bertiga”kata Febri

“coba kalo aku ketemu nya sama mas Febri malem itu, pasti mas Febri bakal kabur duluan ...hihihihi” kata Hayati.
“ya kalo kamu nampakin nya kaya sekarang mah, aku ga bakalin lari....tanya Eka betul ga?” kata Febri sambil nunjuk ke Eka yang mengangguk-angguk.

“aku pas ketemu mas nawi dalam wujud yang mengerikan tadi loh mas, malahan lebih serem lagi...awalnya sih takut mau kabur tapi akhirnya dia mau menerima aku apa adanya” kata Hayati

Asnawi merasa tersanjung mendengar Hayati membelanya didepan teman-temannya yang berusaha mencari kelamahan Asnawi.
“tapi pas pertama ketemu mas Nawi pingsan 3 kali dan ngompol dicelana bahkan sampe sekarang mas nawi masih suka mual kalo liat punggung aku..hihihihhih”kata Hayati sambil nunujukin punggungnya ke Asnawi.

Asnawi langsung menutup mulut nahan muntah sementara Febri dan Eka tertawa terbahak-bahak. Tampak raut muka kesal ditunjukan Asnawi ke Hayati, namun dia tidak menghiraukannya dan melanjutkan obrolan lucunya bersama Febri dan Eka. Asnawi berdiri dan beranjak ke meja belajar untuk membaca komik dan membiarkan Hayati, Febri dan Eka larut dalam obrolan yang bisa dianggap tidak berguna bagi Asnawi. Selagi baca komik, Asnawi dapat mendengar apa yang mereka obrolkan. Kebanyakan adalah ocehan gombal Eka kepada Hayati. Hayati menyambut baik jurus-jurus gombal Eka malah balik menggoda Eka. Asnawi merasa aneh kenapa hatinya marah dan gelisah ketika mendengar rayuan gombal Eka kepada Hayati. Padahal dia sama sekali tidak punya perasaan apapun terhadap Hayati bahkan logikanya terus menolak untuk jatuh cinta kepada Hayati. Mereka memang beda alam dan tidak seharusnya untuk bersatu dalam cinta, namun hati kecil tetap berkata lain. Asnawi terus merasakan panas akibat terbakar cemburu terhadap Hayati.

“bukannya ini udah jam 1, sana ...kalian pergi kuliah deh, gue pusing euy pengen tidur” kata Asnawi.

“yaaah bro, elu mah ngerusak suasana aja, pake ngusir ” kata Eka.

“mas-mas kalian harus dengerin mas nawi yah, kalian harus kuliah biar masa depan kalian cerah...betul tidak??”kata Hayati dengan senyum manisnya dan mata kuningnya yang bersinar.

Febri dan Eka terdiam melihat Hayati bilang begitu lantas mereka pun langsung bergegas kemudian mencium tangan Hayati seperti anak-anak sd yang mencium tangan ibu guru sebelum masuk kelas.

“kita pergi dulu ya bro....GWS yah” kata Febri sambil bersalaman kepada Asnawi.

“maafin kita ya bro...kita ga ada maksud rebut cewek lu” kata Eka.

“Hayati buka cewek gue.....!!!!! ”kata Asnawi ngegas.

Febri dan Eka pun pergi sambil dadah-dadah ke Hayati. Asnawi masih duduk di kursi sambil baca komik. Hayati merasa tidak enak melihat Asnawi kesal gara-gara dirinya. Hayati pun mulai menghibur Asnawi.

“mas nawi kenapa marah....?”tanya Hayati

“engga ...kok aku ga marah”

“mas nawi cemburu yah..............hihihihihih” tanya Hayati diikuti dengan tawa kuntinya.

“engga, ngapain aku cemburu ke kamu, kan kita ga pacaran” jawab Asnawi

“cieeee......mas itu ga pandai berbohong yah hihihih” kata Hayati

“udah deh, aku mau mandi ah udah 2 hari ga mandi......bau serigala nih badan.”kata Asnawi sambil mengendus badannya sendiri
Asnawi pun mengambil handuk dan bergegas pergi ke kamar mandi sementara Hayati tiduran diatas kasur Asnawi dengan wajah yang semringah dan kadang senyum-senyum sendiri. Hayati menganggap Asnawi cemburu pada dirinya dan itu membuat Hayati senang karena cemburu adalah tanda cinta.

...................................................................
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 7
HANTU DI KAMAR MANDI

Gemercik air yang berjatuhan dari shower ke lantai membuat suara berisik di dalam kamar mandi. Asnawi menggosok seluruh badannya dengan sabun yang cukup banyak dan membersihkan luka jahitan dari noda darah yang mengering di pelipisnya dengan hati-hati. Dalam pikiriannya, Asnawi terus memikirkan kenapa dirinya harus marah ketika melihat Hayati dirayu oleh Eka, dan kenapa juga Hayati senang banget ketika tahu Asnawi marah pada dirinya karena cemburu. Jangan jangan Hayati menaruh perasaan cinta kepada Asnawi. Pertanyaan itu langsung terpintas di pikiran Asnawi begitu saja. Asnawi pun langsung bergidik ketakutan karena membayangkan dirinya berpacaran dengan kunti apalagi sampai berhubungan badan dengannya.
Shower pun dimatikan Asnawi mengambil handuk dan digosokannya ke seluruh badan agar kering. Setelah kering handuk tersebut disarungkan ke pinggang Asnawi untuk menutupi bagian bawah tubuh.
Setelah mandi Asnawi bercermin mencukur kumis tipisnyanya. Cermin tampak tertutup oleh uap air dan Asnawi membersihkannya dengan menggosok tangannya ke cermin. Tiba tiba terihat sosok perempuan berambut sepundak warna hitam, wajah yang tidak jelas, sorot mata tajam memandang ke Asnawi melalui refleksi bayangan di cermin. Asnawi langsung kaget, dia berlari ke luar kamar mandi dengan cepat dan handuk yang melilit di pinggangnya tersangkut pintu kamar mandi. Asnawi lari dalam keadaan bugil menuju kamarnya dan dengan cepat membuka pintu. Hayati kaget dan berteriak sambil menutup kedua matanya dengan tangan ketika melihat Asnawi masuk ke kamar dengan tanpa sehelai benangpun. Asnawi dengan cepat menyambar sarung yang menggantung di kursi untuk menutup auratnya dan berlari ke arah Hayati sampai menembusnya dan meringkuk di pojok sambil ditutupi oleh selimut.
“kenapa mas...........kok mas tega sih ngeliatin burungya ke aku”kata Hayati yang masih menutup mata.
“ada setan di kamar mandi...serem banget.....”kata Asnawi yang masih gemetaran.
Hayati pun langsung berdiri dan membuka matanya, kemudian dia melayang keluar hingga menembus tembok untuk melihat hantu apa yang telah mengganggu Asnawi.
Beberapa menit kemudian Hayati kembali lagi ke kamar dengan memegang tangan hantu yang menggangu itu.
“ini mas hantu yang gangguin kamu tadi..?”kata Hayati tersenyum
Ternyata sosok hantu yang dibawa Hayati adalah gadis muda, tubuhnya hanya ditutupi sehelai handuk yang disarungkan menutup tubuh dari dada sampai paha seperti orang yang baru beres mandi. Wajahnya nya ternyata cantik, imut-imut dan berkulit putih. Rambutnya hitam sepundak tampak kelimis basah. Di lehernya terdapat bekas luka jeratan tali sehingga Asnawi langsung bisa menyimpulkan bahwa hantu itu mati karena gantung diri. Hantu itu sepertinya sangat takut dengan Hayati, tampak raut wajahnya yang terlihat kengerian ketika dibawa oleh Hayati ke kamar Asnawi.
“ampun mbak kunti......aku ga bermaksud mengganggu Asnawi”kata hantu imut itu sambil memohon mohon kepada Hayati untuk melepaskan tangannya.
Hayati pun melepas pegangannya dan menyuruh hantu imut itu duduk di kursi, kemudian Hayati duduk di kasur. Asnawi segera beranjak dari pojok kasur kemudian bergeser dan duduk disamping Hayati.
“ampun mbak kunti, aku takut banget sama mbak, apalagi mbak ini sundel bolong juga” kata hantu imut melihat ke arah Hayati dengan penuh kengerian. Hayati hanya ketawa mendengar hal itu.
“ini Hayati, dia baik kok, dia sudah tobat ga akan menakutin orang lagi......”kata Asnawi sambil menepuk bahu Hayati. Hayati tersenyum ke arah hantu imut itu.
“oh iya, kok kamu bisa tau namaku? Kamu ini siapa?”tanya Asnawi.
“namaku Utami, aku anak ibu kost.........aku tau semua penghuni kost disini bahkan sampe dalem banget” jawab Utami.
“sampe dalem maksudnya gimana?” tanya Hayati
“iya aku tau banget semua tentang Asnawi, sampe apa yang dilakuin Asnawi setiap hari pun aku tau, misalnya dia sering *Sensor* tiap hari di kamar mandi.....” jawab Utami
“sssstttttt................” kata Asnawi yang langsung memotong pembicaraan Utami. Utami pun langsung terdiam seribu bahasa.
“emang *sensor*tuh apaan?”tanya Hayati kebingungan.
“oh itu semacam olahraga yang aku lakuin sebelum mandi, yaah kayak sit up, squat dan push up”jawab Asnawi dengan cepat sambil mengedipkan mata kanan ke arah Utami sebagai kode jaga rahasia. Utami mengangguk-angguk saja ketika Asnawi menjawab pertanyaan Hayati.
Asnawi beranjak dari kasur untuk mengambil baju di lemari. Asnawi bertelanjang dada dan hanya memakai sarung untuk menutupi daerah pribadinya Dia memunggungi Hayati dan Utami yang masih tetap di posisi awalnya.
“eh kamu anak bungsu ibu kost yah? “tanya Hayati
“iya mbak...emang kenapa?”Utami balik nanya.
“kata ibu kost kalo kamu masih hidup, kamu mau dijodohin sama mas Nawi” kata Hayati sambil menunjuk ke arah Asnawi yang sedang sibuk memilih baju.
“hahahah...ogah aku mah...apalagi aku mah udah tau apa sering Asnawi lakuin”jawab Utami santai.
“jangan geer euy....lagian aku juga gamau dijodohin sama kamu, wajah aja cantik dan imut tapi liat tuh dada kamu rata kaya triplek...ga menarik banget kaya LOLI” kata Asnawi dengan santai.
“iya yah....kok dada aku rata yah” kata Utami sambil melihat dadanya yang rata. Raut muka Utami langsung berubah menjadi sedih. Utami kemudian melirik ke arah dada Hayati dan langsung memegang dan meremasnya.
“dada mbak kunti gede banget sih, pengen deh aku kaya gini.....bisa ga mbak disumbangin ke aku?” kata Hayati sambil meremas-remas buah dada Hayati. Hayati merintih dan mendesah ketika buah dadanya di remas-remas Utami, mendengar Hayati yang mendesah Asnawi langsung balik badan dan melihat Hayati yang sepertinya sedang menikmati dada diremas oleh Utami. Asnawi hanya terdiam membatu meihat pemandangan itu, keringat dingin mulai mengucur dari kepala hingga ujung kaki.
“aaahhhhhh.....udah dong tami megangnya, aku nggak kuat kalo digituin lama-lama” kata Hayati sambil memegang kedua tangan Utami untuk menghentikan aksi remas-remasnya.
“susu gede tuh ga bisa disumbangin, itu udah anugrah dari Tuhan...betul kan mas....?”kata Hayati.
Hayati kaget ketika melihat ke arah Asnawi. Asnawi terlihat seperti patung hanya bengong melihat Hayati. Darah mengalir deras dari hidung Asnawi.
“mas...mas.....sadar..itu darah mas banyak keluar dari hidung!!!!” kata Hayati sambil melempar sebuah handuk ke muka Asnawi. Asnawi kaget dan langsung sadar. Dia langsung mengelap darah yang keluar dari hdiungnya memakai handuk yang dilemparkan tadi.
“iya maaf...maaf...aku mau pake baju dulu di kamar mandi” kata Asnawi tersipu malu dan badannya yang masih gemetaran.
“kenapa harus dikamar mandi mas dibajunya....udah disini aja, toh aku udah liat mas telanjang tadi” kata Hayati dengan suara manjanya yang seakan menggoda Asnawi untuk membuka sarungnya. Ekspersi wajahnya yang sangat genit dengan menggigit bibir bagian bawahnya membuat Asnawi seakan meleleh. “seksi sekali.....oh my god..”gumam Asnawi dalam pikirannya yang takjub melihat Hayati ditambah lagi Utami yang berdiri di sebelah Hayati yang hanya berselimut handuk juga memandang Asnawi dengan penuh keseksian. Asnawi berpikir ini adalah godaan iman terkuat dalam hidupnya. “ astagfirullah.......kenapa ini? Ada Mia Khalifa dan Tsubasa Amami di kamar dan menggoda ku” kata Asnawi dalam pikirannya.
“ayo mas....aku kan sering liat juga kamu di kamar mandi” kata Utami dengan ekspresi imutnya yang makin memperparah ujian bagi asnaw.
“TIDAAAAKKKK..........”teriak Asnawi yang langsung lari keluar kamar menuju kamar mandi.
Hayati dan Utami tertawa terbahak-bahak. Mereka puas sEkali mengerjai Asnawi sampai hampir pingsan. Utami tiba – tiba meraih tangan Hayati dan menciumnya.
“makasih yah mbak kunti, hari ini udah bikin aku bahagia banget, sudah lama aku ga sebahagia ini bisa ketawa-ketawa bareng” kata Utami.
“ iya tami, aku juga sama baru kali ini ngerasain bisa ketawa lepas”
“mbak kunti, boleh ga aku jadi adik mbak, selama ini aku kesepian banget ga punya siapa-siapa” tanya Utami dengan tatapan memelasnya.
“iya sayang..............kamu boleh jadi adek aku..hihihihihih” kata Hayati.
Utami pun di peluk oleh Hayati. Hayati merasa senang sEkali karena ada hantu lainyang bernasib sama sepertinya dan bisa diajak berteman.
“sekarang kita akan menggoda mas nawi sampe pingsan yah..hihihihih”kata Hayati dengan penuh semangat.
“siap......aku seneng banget ngerjain Asnawi..hehehehe”.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 24 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 84


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di