alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/tamat-pacarku-kuntilanak

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)


Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie



Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 180 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 47
RUMAH BARU RATIH
part 1


Pagi hari datang dengan membawa hawa hangat akibat terpapar sinar surya yang tersenyum di balik gunung Tangkuban Perahu. Hari Natal tahun ini adalah hari yang paling luar biasa yang pernah dialami Asnawi seumur hidupnya. Diawali dengan pernyataan Mommy Cascade dan Bi Asih yang dilanjutkan dengan kemunculan Syarifah, kemudian acara pekenalan pacar misterius Cascade yang ternyata seorang siluman buaya dan habis itu diwarnai dengan pertarungan hebat antara Hayati vs Cascade yang diakhiri oleh Bi Asih. Setelah Bi Asih menang, beberapa kejadian aneh masih saja menimpa Asnawi dengan pernyataan mengejutkan dari Syarifah yang ingin dijadikan pacar gelap oleh Asnawi dan semua kejadian hari itu ditutup dengan hantaman kancing baju Hayati yang terbang melesat dan membentur kening Asnawi sampai pingsan.

Asnawi terbangun dari tidurnya. Dia menatap kearah plafon rumah untuk mengingat kejadian saat dirinya dihantam kancing terbang. Beberapa saat kemudian Asnawi merasakan sebuah keanehan, dia merasa ada 2 tangan yang melingkar diatas perutnya dan juga merasakkan hembusan napas dari arah kanan dan kirinya yang mengenai telinga. Asnawi kemudian menengok ke kanan dan kirinya, ternyata dia samping kanannya ada Cascade yang tengah terlelap dan di samping kirinya ada Hayati yang juga terlelap. Kedua tangan mereka melingkar diatas perut Asnawi. Sontak Asnawi jadi super kaget, dia langsung mengecek bajunya. Ternyata pakaian nya masih lengkap dengan tak ada satupun kancing yang terbuka. Dia kemudian mengecek pakaian Cascade yang juga masih lengkap, kemudian dia mengecek pakaian Hayati yang juga sama lengkap, namun kancing di bagian dadanya sudah copot dan sedikit terlihat bagian belahan dadanya. “syukurlah, gue nggak diapa apain sama kedua cewek ini, cuman tidur bareng doang” gumam Asnawi dalam hati. Untuk beberapa saat, Asnawi membayangkan bagaimana nikmatnnya memiliki 2 istri yang cantik dan cinta damai. Dirinya mulai memikirkan penawaran yang diajukan Mommy Cascade yang menyuruh untuk berpoligami dan diberi modal untuk usaha. Tapi bayangan indah itu tiba tiba pudar ketika secara tiba tiba dia melihat Bi Asih di dalam angan angannya. Sebenarnya Asnawi juga menyayangi Bi Asih sebagaimana dia menyayangi Hayati dan Cascade. Akan tetapi hubungannya dengan Bi Asih yang terselubung, harus memaksanya untuk menjaga rahasia terhadap semua orang.

Asnawi kemudian mencium kening Cascade dan Hayati, setelah itu dia beranjak dari tempat tidur dan berdiri. Dia melihat pemandangan indah yang ada di depan matanya, yakni ketika Hayati dan Cascade tiidur bareng di ranjang yang sama dengan penuh kedamaian. Asnawi membayangkan seandainya setiap hari dia bisa melihat pemandangan seperti itu. Setelah selesai dengan angan angan indahnya, Asnawi kemudian pergi keluar kamar untuk pergi ke dapur. Dia merasakan suatu keanehan terjadi pada tubuhnya, dia merasa sangat kelaparan dan kelelahan ditambah lutut yang terasa sangat lemas. Asnawii berjalan terhuyung-huyung menuruni tangga, setelah itu dia pergi ke dapur untuk mencari makanan.
Saat tiba di dapur, ternyata di sana ada Bi Asih yang sedang membersihkan dapur. Asnawi pun merasa senang ketika melihat Bi Asih. Asnawi langsung menyapa Bi Asih dan duduk di sebuah kursi yang menghadap ke meja dapur.

“selamat pagi Bi.....”

“eh ada si aden udah bangun, pagi juga den..gimana den semalem? Aden ngarasa enak nggak?”

“maksud Bibi apa? Emang semalem aku abis ngapain?...setahu aku, semalem aku tuh pingsan gara-gara kepala kebentur kusen”

“ah masa sih lupa den.........aden tuh semalem abis begituan sama neng Hayati dan non Cascade sekaligus”

“masa sih Bi? Enggak ah....Bibi ngimpi kali....aku nggak ngapa ngapain sama mereka, baju ku masih utuh ni Bi, baju mereka juga sama...nggak ada yang kebuka”

“ih ari si aden nggak percaya ke Bibi.....Bibi tuh liat semalem den di kamar non Cascade, aden lagi asik begituan sama mereka berdua...malah Bibi juga diajakin sama non Cascade buat gabung...yah maklum semalem non Cascade sama neng Hayati lagi pada mabuk berat, jadi pada nggak waras.....Bibi langsung menolaknya den...yah walaupun Bibi pengen juga sih hahahaha”

“wah serius nih bi?”

“iya atuh den, masa Bibi boong......”

“waduh berarti semalem .....huft..huft...hiks”

“lho..lho..kenapa nangis den? Harusnya aden seneng dong”

“enggak Bi....aku nggak sedih, aku cuman nggak nyangka aja, pantesan badanku lelah banget terus dengkulku juga lemes....aku .....huft..huft”

“iya den nggak apa apa.....Bibi minta maaf yah den, semua gara gara Bibi yang pake jurus pamungkas remas toket buat menghentikan mereka, jadinya mereka sange dan gila......aden jadi kena batunya”

“nggak usah minta maaf Bi......kalo nggak ada Bibi waktu itu, Hayati sama Cascade pasti udah saling bunuh....”

“iya den.....”

“Bi...apa Bibi nggak cemburu liat aku bagituan sama Hayati dan Cascade sekaligus?”

“ya cemburu sih den, tapi yah...mau gimana lagi...aku cuman bisa nahan perasaan, den kapan mau maen ke rumahku lagi? Ntar aku masakin makanan Turki yah”

“makasih yah Bi....hehe”

Asnawi memegang tangan Bi Asih yang berada di atas meja. Mereka pun saling bepandangan untuk beberapa saat sambil melontarkan senyum keindahan. Bi Asih melihat ada seseorang yang mendekati mereka, ternyata orang itu Hayati. Tidak ingin Hayati cemburu dan curiga melihat dirinya berpegangan tangan dengan Asnawi, Bi Asih kemudian mengabil pisau dapur dan langsung menikam tangan Asnawi. Asnawi langsung berteriak kesakitan dan Bi Asih masih tetap memegang tangannya yang berlumuran darah.”

“aduh den, makanya hati hati atuh kalo ngupas apel.....ketusuk jadinya” kata Bi Asih sambil menutup luka Asnawi dengan tisue. Hayati langsung berlari mendekati mereka. Awalnya Asnawi sangat kaget dan bertanya tanya kenapa Bi Asih tiba tiba menusuk tangannya dengan pisau, tapi setelah melihat kedatangan Hayati yang tidak disadarinya, Asnawi langsung mengerti.

“aduh, mas Nawi kenapa?” tanya Hayati.

“ini neng, si aden lagi ngupas apel, kepeleset...nusuk tangannya sendiri neng” jelas Bi Asih sambil memegang apel yang mau dikupas.

“kasihan banget.....huft..hutf...makanya hati hati mas” kata Hayati yang ikut mengelap darah di tangan Asnawi.

“ayo neng cepetan obati den Nawi, eneng kan calon dokter, kasihan dia” perintah Bi Asih.

“iya Bi, .......ayo mas, kita di ruang depan aja ngobatinnya” kata Hayati.

Hayati dan Asnawi pergi menuju ruangan depan untuk penanganan luka. Ketika Asnawi beranjak pergi, dia kembali curi curi pandang sama Bi Asih. Bi Asih tampak mengedipkan mata kanan nya ke Asnawi sambil tersenyum. Hayati dan Asnawi duduk di sebuah sofa di ruang tengah. Hayati mengeluarkan sebuah botol yang berisi cairan ungu dan dia memerintahkan Asnawi untuk menengadahkan tangannya yang terluka. Hayati meneteskan cairan itu ke atas luka Asnawi. Tampak Asnawi meringis kesakitan ketika cairan itu mengenai lukanya, beberapa menit kemudian luka asanawi secara perlahan mulai hilang dan akhirnya benar benar hilang tanpa bekas sedikitpun. Asnawi sangat terpukau dengan hal itu.

“waw....apa yang kamu lakukan Hayati?....cairan apa itu? Apa itu cairan perawan?”

“bukan mas, ini cairan keringat badak cula satu...ini obat baru mas ku, lebih hebat dari cairan perawan, semalem, Cascade juga aku kasih obat ini dan sekarang tubuhnya udah mulus lagi mas...nggak ada bekas lukanya”

“oohhh....hebat banget yah hehehehe........kamu memang pintar kunti cantikku hehehe” kata Asnawi sambil mecubit kedua pipi Hayati.

“ihh! Mas nih...hehehe aku jadi Geer nih aaaahhhh” kata Hayati yang tersipu malu. Dia memukul mukul pundak Asnawi sebagai tanda geernya.

“Hayati, apa semalem kamu dan Cascade memperkosaku?”

“hmmmmm.. eee...ee ...engg...enggak dong mas, mas kok ..be..be..bber..berpikiran gitu sih”

“oh enggak enggak...soalnya badanku lelah banget sama dengkul lemes”

“oalah...itu efek pingsan kali mas....semalem kan mas pingsan...mmm...mmm.. gara gara aku hehehehe”

“hmmmmm.........tapi aneh juga yah hehehehe, yaudah deh aku percaya”

“yesss....!!! syukurlah...hahaha”

“hah....kenapa kamu seneng banget??”

“ooopss...hehehe nggak mas, aku cuman seneng mas nggak kenapa napa semalem, aku sempet takut mas gegar otak”

“ooohhh....kirain apa...hahaha”

Hayati nyaris kelepasan membuka rahasia tentang kebejatan dirinya dan Cascade yang dilakukan kepada Asnawi semalam. Dirinya langsung mendadak salah tingkah di depan Asnawi. “kenapa mas Nawi bisa tahu apa yang aku sama Casey lakuin semalem yah? Jangan jangan mantra penghapus ingatan Casey gagal nih?” gumam Hayati dalam hati.

“Hayati, semalem kamu dikasih duit sama Mommy... sekitar 50 juta, sekarang kita ke bank yuk, nyairin cek nya”

“oalah!! Gede banget mas ku.......mau diapain mas duit sebanyak itu?”

“mmm...bingung yah...pake nyewa apartemen aja gitu yah, buat kita tinggal bareng disana”

“nggak mau ..... aku udah betah banget tinggal di kosan mas....disana ada Utami dan Ratih...gimana kalo dibeliin mobil aja mas”

“nggak bakalan cukup dibeliin mobil mah....hmmm”

“kalo dibeliin kambing aja gimana mas?”

“hmmm....boleh boleh....ide bagus tuh..sekalian aku beli daging aja yang banyak yah buat stok makanan kamu”

“waahhhh.........iya mas...makasih banget mas ku..huft..huft”

Hayati sangat senang bukan kepalang mendengar ide Asnawi untuk nyetok daging buat makanannya. Mata kuningnya tampak berkaca kaca. Hayati langsung memeluk Asnawi.

“kita pulang sekarang yuk”

“kita pamit dulu mas sama Casey”

“yaelah...gausah lah...Cascade tuh kalo tidur kaya orang mati, susah dibangunin”

“tapi mas....Casey ngasih aku baju banyak banget, musti diambil dulu mas dikamarnya”

“oke deh...hayu ke kamar Cascade dulu”

Asnawi dan Hayati pergi ke kamar Cascade untuk mengambil baju yang sudah dihibahkan Cascade. Tampak Cascade yang masih tertidur lelap, tengah berbaring diatas tempat tidurnya. Asnawi mencoba membuktikan kepada Hayati kalau Cascade itu tidurnya seperti orang mati. Dia teriak teriak di depan Cascade dan membuat suara kegaduhan, namun Cascade tidak terganggu sama sekali dan tetap terlelap. Karena kebiasaan buruk Cascade yang susah bangun, maka Mommy memerintahkan Bi Asih untuk membangunkan Cascade setiap pagi. Asnawi tidak tahu bagaimana cara Bi Asih membangunkan Cascade setiap pagi, mungkin pake cara cara diluar nalar seperti dia menghentikan pertarungan Hayati vs Cascade atau ada metode lain. Bi Asih selalu punya banyak cara untuk berbuat sesuatu, dia sangat jenius. Hayati mengambil sebuah tas yang besar dengan isi baju baju yang pastinya sangat bagus dan mahal. Mereka pun akhirnya pergi dari rumah itu. Tidak ketinggalan Asnawi dan Hayati berpamitan kepada Bi Asih yang masih sibuk masak di dapur, kemudian mereka juga berpamitan kepada Mommy selaku tuan rumah yang kala itu dia sedang duduk dan ngopi bareng syeikh Abdullah di beranda taman depan. Lagi lagi Mommy kembali mengingatkan Asnawi untuk menerima tawarannya yang sangat menggiurkan dan Asnawi membalasnya dengan senyuman saja.

........
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan andir004 memberi reputasi
profile picture
Araka
Mantap. Lanjut gan.....
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di