alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/tamat-pacarku-kuntilanak

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)


Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie



Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 180 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 32
ANAK INDIGO (part 1)


Sore telah menjelang, Asnawi menggandeng tangan Hayati keluar dari kamar dan berjalan menuju halaman depan kost untuk menaiki mobil. Para penghuni kost lain mendadak heboh melihat Asnawi yang meggandeng cewek cantik keluar dari kamarnya. Begitu mereka turun menuju bawah dan mendekati halaman depan, tampak terlihat Ibu Kost yang sedang melihat-lihat mobil mewah Asnawi dengan terkagum-kagum.

“Bu..Punten...!!” kata Asnawi. Ibu Kost langsung menoleh kearah mereka dan langsung tercengang melihat penampakan Hayati yang sudah di upgrade. “Subhanallah........Nak Hayati kamu cantik banget, siapa yang ngedandani kamu sayang?” tanya Ibu Kost sambil berlinang air mata karena terharu.

“Mas Nawi Buu.....Ibu kok nangis?” tanya Hayati.

“Ibu terharu nak...kamu mengingatkanku sama anakku...huft..huft..kalo dia masih ada, pasti seumuran kamu dan dia pasti kaya kamu ini, cantik...” kata Ibu Kost yang membandingkan Utami dengan Hayati jika masih hidup. Utami yang pada saat itu berada di sebelah Hayati tampak kesal saat mendengarkan perkataan ibunya.”Plisss Buu heloooww..cape deeh...aku selalu ada di sini kali , di deket Ibu....dan jangan bandingin aku sama Mbak Kunti dong..aku kalah telak nih...toket aku kecil banget,coba liat toketnya Mbak Kunti yang super jumbo...keren banget kan...hmmmmm” Utami mulai mengoceh. Mendengar ocehan utami di sebelahnya, Hayati hanya diam saja dan tersenyum.

“punten Buu, aku sama Hayati mau ada acara malam ini di kampus, jadi aku bawa mobil kesini” kata Asnawi.

“Ooh jadi ini mobil kamu Wi...bagus banget yah” kata Ibu Kost takjub.

“hehe..bukan Buu, ini punya temenku....aku cuman minjem aja buat hari ini” kata Asnawi yang kemudian langsung berpamitan kepada Ibu Kost karena mau berangkat. Asnawi dan Hayati mencium tangan Ibu Kost sebelum pergi. Asnawi membukakan pintu mobil untuk Hayati dan mempersilakannya untuk masuk ke mobil terlebih dahulu. Setelah memastikan Hayati duduk dengan nyaman, kemudian Asnawi menaiki mobil dan mulai melaju meninggalkan Ibu Kost dan Utami yang melambaikan tangan kepada Asnawi.

“waahh.......mobilnya bagus banget mas, kursinya empuk, sama AC nya dingiiiin banget”.

“iya dong sayang, harus bagus mobilnya...masa nganter bidadari cantik pake mobil butut..hahaha”

“iihhh..mas gombal lagi deh...eh mas mas...ehhh kampus mas jauh nggak dari sini?”

“ya lumayan, kalo nggak macet mah setengah jam juga nyampe, tapi kan sekarang weekend nih pastinya bakalan macet...ya paling 1-2 jam an lah”

Perkiraan Asnawi tentang kemacetan di Kota Bandung terbukti. Begitu masuk jalan utama, mereka langsung terjebak oleh kemacetan yang cukup parah. Kondisi jalanan di Kota Bandung pada saat weekend memang selalu dipadati oleh para wisatawan dari Jakarta. Setidaknya Asnawi bisa bernapas lega karena Hayati malah sibuk melihat lihat suasana Kota Bandung dikala sore hari, dia sama sekali tidak menghiraukan kemacetan.
Asnawi tampak sudah tidak sabar untuk segera tiba di kampus, dia tidak sabar melihat ekspresi Cascade dan teman-temannya yang tercengang, terutama Merry yang menjadi target utamanya. Asnawi menyimpan rasa sakit hati yang parah terhadap Merry. Merry adalah gadis yang ditaksir oleh Asnawi sejak pertama kali masuk kuliah. Dia berkenalan dengan Merry saat upacara penyambuta mahasiswa baru. Asnawi kala itu secara kebetulan duduk bersebelahan dengan Merry. Awalnya ketika pertama kali berkenalan dengan Merry, Asnawi merasa canggung untuk sekedar memulai obrolan pertamanya dengan Merry, namun berkat sifat bersahabatnya, Asnawi akhirnya bisa menarik perhatian Merry kedalam suatu obrolan yang lebih dalam. Merry adalah mahasiswa jurusan Desain yang kebetulan satu jurusan dengan Cascade. Hal itu menjadi faktor penunjang untuk Asnawi untuk semakin mendekatinya. Selama masa pendekatan dengan Merry, Asnawi juga mendekati 3 gadis lainnya dari jurusan lain. Dia pikir kalau semakin banyak calon maka semakin besar peluangya untuk menjadi pacar. Menurut pemikirannya apabila dia ditolak oleh salah satu kandidat, maka masih ada harapan dari kandidat lainnya. Dari keempat kandidat cewek gebetan Asnawi, Merry lah yang paling berpeluang kuat mejadi pacarya. Hal ini karena Merry seolah memberi harapan besar bagi Asnawi. Mereka bahkan sudah beberapa kali pergi berkencan atau sekadar nongkrong di cafe. Untuk alasan itulah Merry menjadi kandidat terakhir yang ditembak Asnawi setelah mendapat penolakan dari 3 kandidat lainnya. Namun nasib berkata lain, ternyata Merry juga menolak Asnawi dengan cara yang sangat mainstream. Itulah kenapa Asnawi merasa sangat sakit hati oleh Merry dan membuatnya untuk membalas dendam dengan mengajak Hayati ke acara kampus. Tujuan utamanya adalah untuk membuat Merry patah hati dan merasa menyesal karena telah menolak dirinya.

Seiring dengan kondisi lalu lintas yang padat merayap gara-gara adanya lampu merah, Asnawi mulai melamun. Dia membayangkan Merry datang ke hadapan dirinya. di dalam lamunannya, Asnawi tengah berada di sebuah ruangan dan tiba-tiba Merry masuk kedalam ruangan itu.

“oh Adinda ku kenapa engkau begitu tergesa-gesa masuk ke ruangan ini”

“maafkan aku Kakanda, tapi diriku ini mau menyampaikan suatu rasa penyesalan atas penolakan cintamu padaku”

“apa itu Adindaku.... penyesalan apa yang akan kau sampaikan?”

“aku menyesal Kakanda, aku telah menyia-nyiakan kebaikan dirimu padaku....aku menyesal karena mengabaikan pernyataan cintamu.....betapa bodohnya diriku ini melakukan hal yang menjijikan seperti itu.......huft...huft”

“kenapa kamu menangis Adinda?”

“huft...huft...terimalah diriku untuk menjadi permaisurimu wahai Kakanda....”

“huh !!! sudah terlambat Adindaku....diriku sekarang sudah memiliki permaisuri yang jauh lebih baik daripada dirimu” kata Asnawi sambil memalingkan muka dari hadapan Merry sambil melipat kedua tangannya di dada.

“tolonglah Kakanda ku ......aku akan berusaha untuk menjadi baik...sehingga aku juga layak menjadi permaisurimu” kata Merry dengan wajah memelas sambil berlinang air mata.

“maaf Adindaku.....aku tidak bisa mengabulkan permohonan mu” kata Asnawi dengan tampang sok bijaknya.

Merry kemudian membuka beberapa kancing bajunya sampai terlihat jelas belahan dadanya. Asnawi mendadak bengong melihat hal itu.

“akan kubiarkan dirimu melihat kemolekan tubuhku.......tolonglah Kakanda” kata Merry dengan wajah memelas yang menggoda.

“percuma saja kamu melakukan hal itu padaku.........aku tidak akan tergoda” Asnawi kembali berpaling dari hadapan Merry.

“baiklah Kakanda, kalau kamu tetap bersikeras..aku pun demikian” kata Merry yang kemudian membuka seluruh kemejanya dan melemparnya ke lantai. Dia juga melepas celana jeansnya dan hanya menyisakan pakaian dalam berwarna pink. Asnawi kaget dengan apa yang dilakukan Merry di depannya. Tubuh putih, mulus dan langsing Merry membuat mata Asnawi membeku. Merry membuka ikatan rambutnya dan membiarkan rambut sebahunya berkibar dan terurai, kemudian melenggak-lenggok seperti wanita penggoda dengan menggoyangkan bokong dan dadanya secara bersamaan. Dengan wajah manjanya yang menggoda, Asnawi seperti terhipnotis untuk terus menatapnya.

“Tidak semudah Adinda ku........hatiku sudah tertutup untukmu” kata Asnawi yang tetap bergeming tidak bergerak. Merry kemudian membungkuk dan mulai berjalan merangngkak seperti seekor kucing yang ingin dimanja oleh majikannya. Wajah manjanya semakin menggoda Asnawi, perlahan Merry mendekati Asnawi yang tetap bergeming. Akhirnya Merry sampai di depan Asnawi, dia kemudian memeluk kaki Asnawi. Seperti kucing yang sedang cuci muka, Merry menjilati tangannya sampai basah dan mengusapkannya ke pipinya yang putih kemerahan. Hawa panas yang dipancarkan tubuh Merry mulai dirasakan kaki Asnawi, namun dirinya tetap bergeming. Sampai akhirnya tangan Merry mulai meraba-raba paha dan bagian selangkangan Asnawi. Asnawi mulai goyah dengan aksi Merry yang semakin menggila. Keringat dingin mulai mengucur deras dari kepalanya. Merry kemudian mulai meraba sabuk Asnawi dan berusaha membukanya, kemudian dia membuka kancing dan resleting celana Asnawi.

“ADINDA...APA YANG ENGKAU LAKUKAN????” kata Asnawi yang mulai panik.

“aku cuma ingin melayanimu dengan baik Kakandaku” kata Merry yang sedang berusaha menurunkan celana Asnawi. Merry pun mulai melakukan aksi bejatnya terhadap Asnawi tanpa menghiraukan larangan darinya.

“tidaakkk....kamu jangan lakukan ituuu.......tidaaakkkk......kamu bisa mengundang Monster Kyubii ku..tidaaaaaak!!!.......aaahhhhhhh...uoohhhh.....sshhhhh......aahhhhh its good..........................Adinda ku...eeuuuhhh.......kau sangat lihai.....aaaahhhhhhhh...........Suck It Beybeh....Suck It!....uohhhh.....”.

PLAKKKK!!! Tiba-tiba sebuah tamparan keras menabrak pipi Asnawi yang sedang terlena dalam lamunannya, dia langsung sadar dan menoleh ke arah Hayati yang tampak dengan wajah panik.

“kenapa Hayati, kamu menamparku...???”

“itu lampunya udah ijo mas....cepetan maju!!!, tuh mobil yang belakang udah pada marah”

Asnawi langsung menginjak pedal gas dan melaju cukup kencang untuk segera melewati perempatan yang sudah tidak kondusif gara-gara dirinya yang melamun.

“huuhhhh.....untung aja, mereka belum mengeluarkan golok” kata Asnawi sambil mengehla napas lega.

“mas lagi ngapain sih tadi? Ngelamun kok sambil senyam-senyum sendiri” tanya Hayati kesal.

“maaf kunti cantikku...tadi aku ngelamunin kita pas datang ke acara nanti...hehehe” jawab Asnawi ngeles.

“mas itu yah.........nggak bisa ngebohong banget sih, itu liat bagian selangkangan mas” kata Hayati sambil menunjuk ke arah selangkangan Asnawi yang tampak menonjol. “pasti kamu lagi ngelamunin hal yang mesum yah.....??”.

“oopss....hehehehe....maaf Hayati....hehehe....eehh anuuu...aku lagi ngelamunin aksi perang-perangan kita semalem hehehe” jawab Asnawi yang kembali berusaha berbohong dan mendadak berkeringat dingin.

“ooohhhh......kirain lagi ngebayangin yang aneh-aneh” kata Hayati yang disambut dengan aksi cengar-cengir Asnawi.

Suasana mendadak hening, Hayati hanya menatap ke depan tanpa merespon aksi cengar-cengir Asnawi. Tampak raut wajah Hayati yang telihat khawatir akan sesuatu. Melihat hal itu, Asnawi bertanya-tanya dalam hati kenapa Hayati mendadak pendiam.

“Hayati...kamu kenapa? “

“hmmmm..engga apa apa mas”

“kenapa dong kunti cantikku?...................bilang dong sama aku”

“mmmm....aku kepikiran kejadian semalem mas”

“emang kenapa? Kamu nggak suka dengan kejadian semalem?”

“oh enggak mas...suka banget malahan......enak banget, tapiii...aku khawatir”

“khawatir kenapa?”

“aku takut hamil mas....aku masih trauma...”

“buahahahahah.......Hayati...Hayati......kamu lucu deh...hahaha”

“iihhhh mas kenapa ketawa..........aku serius nih!!!” kata Hayati sambi mencubit lengan Asnawi.

“hehehe...abisnya kamu polos banget,...nggak mungkin atuh kamu hamil, kan aku semalem maen aman kunti cantikku”

“maksudnya maen aman gimana...?”

“hadeuuhhh.....masa kamu yang dokter nggak ngerti sih?” kemudian Asnawi membisikan sesuatu ke telinga Hayati.

“oohh gitu toh hahahaha................aman kalo gitu mas” kata Hayati yang merasa lega setelah mendengar penjelasan Asnawi melalui bisikan.

“Hayati....lagipula jika kamu hamil juga, aku siap bertanggung jawab” kata Asnawi

“makasih mas ku...makin sayaaaang deh”.

profile-picture
andir004 memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di