alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/tamat-pacarku-kuntilanak

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)


Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie



Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 179 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 43
RATU DRAMA



Asnawi dengan semringah berjalan membawa sepiring daging kambing yang meggunung keluar dari dapur menuju tempat Hayati berada. Asnawi merasa kalau ungkapan sayangnya ke Bi Asih adalah suatu spontanitas yang berasal dari hati. Asnawi mulai bimbang dengan keadaan yang menimpanya sekarang. Dalam kurun waktu beberapa jam saja, sudah ada dua cewek yang menyatakan cintanya dan siap untuk berbagi kasih dengan Hayati dan rela menjadi yang kedua. Seandainya mereka berbicara seperti itu sebelum dirinya bertemu dengan Hayati, mungkin dirinya tidak akan bimbang. Walaupun Hayati itu adalah kuntilanak, tapi dia berhasil meyakinkan hati kecil Asnawi untuk mencintai dan menyayanginya seperti seorang manusia sungguhan. Asnawi juga mencari cara untuk kembali menghidupkan Hayati menjadi manusia, namun hasilnya selalu gagal. Dia tidak mungkin bisa melawan takdir Tuhan.

Asnawi mendekati meja tempat Hayati berada dan dia melihat suatu keanehan yang terjadi. Hayati tengah dikerubuti oleh 3 cowok bule ganteng yang sepertinya dikenali oleh Asnawi. Tampak Hayati ngobrol akrab dengan mereka. Melihat hal itu, hati Asnawi mendadak memanas. Dia mulai terbakar cemburu pada Hayati. Akhirnya Asnawi pun mempercepat langkahnya.

“helloo guys....how are you tonight?” tanya Asnawi kepada 3 cowok bule itu.

“oh you are Asnawi? “

“hells yeah brothers...hahah”

“oh jesus...you looks different right now dude....how are you?”

“I’m fine thank you.....Merry christmas for all of you guys....”

Mereka pun saling bersalaman dan pelukan. Daniel, Sam dan Marcus adalah sepupu Cascade yang berasal dari kota San Fransisco. Usia mereka sama dengan Cascade karena lahirnya hanya berselang beberapa hari saja.

“by the way...have you met my girlfriend?” tanya Asnawi sambil menunjuk ke arah Hayati yang tengah duduk.

“oh is she your girlfriend?” tanya Sam

“of course dude....she’s mine”

Ketiga sepupu Cascade tampak terdiam dan merasa malu. Soalnya sebelum Asnawi datang, mereka bertiga tengah menggoda Hayati.

“oh...ummm....forgive us dude...” kata Sam yang mendadak salah tingkah dengan diikuti oleh Daniel dan Marcus

“okay....I know” kata Asnawi sambil ngangguk-ngangguk.

Mereka pun segera bergegas pergi meninggalkan Hayati dengan salah tingkah. Asnawi dengan wajah kesalnya menyimpan piring berisi tumpukan daging kambing di hadapan Hayati dan duduk di sebelahnya. Hayati heran melihat sikap Asnawi.

“mas..mas...kenapa?......lagi marah yah?”

“enggak..!!...lagi kesel ajah”

“hahahahahah.....cie...cie...kenapa mas ku sayang?

“hmmm...kenapa sih kamu jual murah banget?...bule-bule itu tadi pada ngegodain kamu..kok kamu malah kegeeran digodain mereka?”

“heheheheh.......abisnya mereka ganteng-ganteng mas...heheh........mas cemburu yah?”

“huh...aku nggak cemburu..... aku nggak suka aja kamu digodain mereka”

“hahahahaha.....mas ku tuh yah emang beneran cemburu....aku seneng banget kalo dicemburuin sama mas..hahaha”

Hayati kemudian merangkul Asnawi kemudian mengacak-acak rambut dan mecubiti pipinya. Hayati sangat gemas dengan tingkah cemburunya Asnawi.

“aww...aw.....aw.....sakit euy sayang....aw..” kata Asnawi yang berusaha melepaskan rangkulan Hayati.

“hahaha......biarin ah mas...aku gemes banget...hehehe” Hayati pun akhirnya melepaskan rangkulan gemasnya dan kembali duduk. Sementara Asnawi sibuk merapikan kembali rambutnya yang berantakan.

“tadi tuh.. aku cuman ngucapin selamat natal sama mereka mas.... tapi aku pake cara Bi Asih ngucapinnya....langsung deh mereka nyamperin aku”

“maksudmu pake kedipan mata?”

“iya mas betul sekali....hehehe”

“hmmmm.........pantes mereka langsung bernafsu godain kamu.....nih daging kambing guling spesial buat kamu, udah dipotongin sama Bi Asih biar kamu gampang makannya”

“oohhh....makasih banget mas ku....mas baik banget...muahh” Hayati langsung nyosor mencium pipi Asnawi.

Dia kemudian bersiap siap untuk memakan daging itu, mata kuningnya mulai berbinar melihat daging kambing yang dibakar dengan tingkat kematangan 65 % dan disajikan dengan potongan potongan kecil yang siap santap. Tidak hanya itu, daging kambing buatan Bi Asih selalu disajikan dengan siraman saus barbekyu yang hangat dan wanginya yang sangat menggoda, sehingga membuat siapapun yang melihatnya akan medadak lapar.

Hayati dengan penuh semangat langsung mengambil daging itu dengan tangannya, namun dengan cepat Asnawi langsung menepuk tangan Hayati untuk mencegahnya. Hayati langsung terdiam dengan aksi Asnawi.

“tunggu dulu Hayati....kamu makannya jangan kaya gitu....pake garpu atau sendok dong, kan udah aku ajarin”

“hehehe....maaf mas ku....aku udah nggak kuat”

Akhirnya Hayati mengambil sebuah garpu di sebelah kanannya. Dia mulai menusuk satu potong daging itu dan mulai memakanya.

“waahhh.....mas.....ini daging enak banget...aku sampe terharu...huft..huft”

“hehe...iya Hayati...daging ini dibikin sama Bi Asih”

“waaahhh...hebat banget yah Bi Asih, aku pengen deh kaya Bi Asih, udah cantik jago masak lagi, aku pengen ngebahagian mas ku sama masakanku”

“emang kamu nggak pernah belajar masak pas masih hidup?”

“enggak pernah mas ku...aku terlalu sibuk belajar dan pacaran..terus aku keburu mati deh”

“hmmm...masa sih nggak pernah banget...masak air pun nggak bisa juga?”

“hahaha...ya bisa dong mas masak air mah...aku nggak sebodoh itu juga keleess”

“kiraiinn??..hahahahhahah”

Hayati melanjutkan makannya dengan sangat lahap dan Asnawi menikmati pemandangan Hayati sedang makan. Asnawi paling senang melihat Hayati makan, karena cara makannya yang sangat lucu dan selalu belepotan disana sini seperti orang yang kelaparan 3 hari nemu makanan. Sesekali Asnawi mengelap pipi dan bibir Hayati yang penuh dengan saus barbekyu dengan serbet.

Tiba-tiba secara sayup-sayup, Asnawi mendengar suara cewek yang memanggil dirinya. Asnawi langsung menengok sekeliling untuk megetahui siapa yang memangil dirinya. ada seorang perempuan muda cantik khas Bandung dengan memakai hijab warna biru langit dengan hiasan bunga-bunga menghampirinya dengan senyuman manis. Dia adalah Syarifah. Nama lengkapnya Syarifah Azzahra. Dia adalah sepupu Cascade dari garis keturunan Cimahi. Asnawi sangat pangling melihat penampilan baru Syarifah, sepertinya Syarifah telah resmi berhijrah dengan mengubah penampilanya menjadi lebih muslimah. Ketika dulu Syarifah tidak pernah memakai hijab dan selalu berpakaian mini, bisa dibilang dia termasuk cewek badung. Dilahirkan dan dibesarkan di keluarga kaya membuat dirinya menjadi sosok yang sangat hedonis dan senang berpesta.

Asnawi pertama kali bertemu dengan Syarifah ketika dia pacaran dengan Cascade. Waktu itu Syarifah masih duduk di kelas 2 SMP. Saat itu, Syarifah sedang ikut menginap di rumah Cascade. Syarifah sangat dekat Cascade, dia sering datang kerumah Cascade untuk sekedar bermain, mengerjakan PR bersama dan yang paling sering dilakukan oleh mereka adalah belanja di Mall dan makan-makan. Dari situlah Asnawi mulai akrab dengan Syarifah. Kadang Syarifah suka ikut nimbrung ketika Asnawi dan Cascade berkencan. Dan menurut Asnawi itu sangat menggangu.

Ketika putus dari Cascade, Asnawi sempat PDKT dengan Syarifah, bahkan Asnawi sudah beberapa kali pergi berkencan dengan Syarifah, namun semua itu terhenti karena Cascade sangat tidak setuju kalau Asnawi berpacaran dengan saudaranya. Dia tidak mau Asnawi memacari keluarganya termasuk Bi Asih yang notabene bukan dari keluarganya, tetapi sudah dianggap kakak oleh Cascade. Memang Cascade sangat menyebalkan akan hal itu, disisi lain dia memutuskan Asnawi tanpa sebab, tapi disisi lain dia sepertinya tidak rela Asnawi berpacaran sama orang lain. Asnawi sering bingung dengan sikap Cascade yang seperti itu, dirinya masih yakin kalau Cascade masih sayang tapi dia nggak mau megungkapkannya, seperti ada sesuatu yang melarang dirinya melakukan itu.

“halo Aa.....apa kabar....udah lama euy nggak ketemu yah” sapa Syarifah.

“eehhh ada Ceuceu....Alhamdulillah Ceu sehat aku mah...Ceuceu kabarnya gimana?” tanya balik Asnawi kepada Syarifah sambil bersalaman.

“Alhamdulillah A....pangestu” jawab Syarifah.

Asnawi kemudian berdiri dan berjalan melewati Hayati yang tengah makan. Dia langsung mengenalkan Hayati kepada Syarifah.

“nih Ceu..kenalin yah, ini pacar aku” kata Asnawi. Hayati langsung menghentikan makannya kemudian berdiri dan langsung berkenalan dengan Syarifah sambil menyalaminya.

“hai...namaku Hayati...salam kenal” kata Hayati.

“namaku Syarifah salam kenal juga...hehe” kata Syarifah.

Akhirnya mereka bertiga duduk di kursi. Syarifah duduk di sebelah kanan Hayati dan Asnawi kembali ke tempat duduk awalnya di sebelah kiri Hayati.

“wah...si Aa pinter euy nyari pacar..hehe...si Teteh meuni cantik banget yah..hehehehe” kata Syarifah sambil memandangi Hayati. Hayati tampak tersipu malu.

“Aing Gitu Loh!!..............Jelek-jelek gini aku disukain cewek-cewek cantik hahahaha” kata Asnawi sombong.

“ihh...mas ku..aku jadi malu nih..hihih...makasih yah Syarifah, tapi aku nggak cantik juga kali, masih kalah sama kamu hehe..kamu juga cantik banget malam ini” kata Hayati yang merendah.

“ahhh....si Teteh mah bisa aja..hehe..aku jadi Geer nih” kata Syarifah denga ekspresi imutnya.

“hahaha...Syarifah lucu juga yah” kata Hayati.

“wah...Teh Casey kayanya bakal nyesel nih udah putusin Aa, soalnya Aa udah dapet penggantinya yang labih cantik hahahahaha” kata Syarifah.

“iya nih kayanya bakalan gitu ..... tapi dia tuh udah punya cowok dan malem ini dia mau ngenalin cowoknya itu sama aku dan Hayati”

“ah emang Teh Casey udah punya cowok gitu yah?...perasaan aku mah enggak deh A, pas putus sama Aa dulu aku belum pernah denger dia cerita tentang cowok lain”

“tuh kan bener kecurigaan ku makin kuat nih, Cascade lah yang nggak bisa move on dariku...hahaha”

“iya kali A, Teh Casey masih cinta Aa”

Mendengar obrolan Syarifah dan Asnawi yang membahas tentang Cascade yang masih mencintai Asnawi, membuat Hayati merasa terusik. Dia hanya diam dan ikut senyam senyum nggak jelas. Hayati berpikir kalau Asnawi tidak sepenuh hati mencintai dirinya, melainkan membagi rasa cintanya itu juga kepada Cascade. Terlepas dari hal itu, Hayati tetap sadar diri kalau dirinya itu bukan manusia seperti Cascade, jadi dia sangat memaklumi jika Asnawi membagi cintanya kepada Cascade. Namun hati kecil Hayati tetap saja berkecamuk tebakar rasa cemburu. Ini meupakan sebuah konflik batin yang harus dirasakan oleh Hayati.

“oh iya Ceu, kamu kuliah dimana sekarang? Udah mau semester dua yah?” tanya Asnawi.

“aku kuliah di UNP*D Aa, di jurusan kedokteran...iya sekarang mau masuk semester 2” jawab Syarifah.

“wah kebetulan dong Ceu, nih pacarku yang cantik ini juga kuliah di kedoteran juga..dia udah KO-AS lho..hehe...betulkan Hayati?

“betul banget mas ku....aku udah jadi dokter KO-AS tinggal beberapa tahap lagi lah untuk diangkat jadi dokter umum...hmmmm..... tapi sayang banget Syarifah aku gagal jadi dokter, soalnya aku keburu meninggal....” kata Hayati yang langsung di tepuk paha nya oleh Asnawi sabagai kode untuk tidak bilang yang sebenarnya kepada Syarifah.

“hah!!.... apa teh udah meninggal??”tanya Syarifah yang terheran-heran.

“oops...maksudnya ceu, Hayati udah meninggalkan tempat praktek dokternya itu ... hehehe ... be .. be .. betulkan sayang?” kata Hayati dengan sangat cepat dan gemetar.

“iya mas ku...hehehe....maafin yah tadi aku salah ngomong, aku ninggalin tempat praktekku dan mutusin buat berhenti” jelas Hayati.

“aduh Teh...!! kenapa nggak diterusin? Sayang banget Teh tinggal dikit lagi ” tanya Syarifah.

“aku udah nggak punya biaya lagi Syarifah...bapakku bangkrut ...hiks..hiks...aku...aku...hiks...hiks...aku jadi ngundurin diri jadi calon dokter...hiks”Hayati pun kemudian menangis, Syarifah mendadak iba kepada Hayati dan langsung memeluk erat Hayati. Syarifah juga ikut menangis. Asnawi sangat kagum dengan kemampuan akting Hayati yang berhasil membuat Syarifah ikut menangis. Hayati mengacungkan jempol kepada Asnawi ketika dirinya berpelukan dengan Syarifah. Asnawi pun tersenyum melihatnya.

“udah..Teh..cup..cup..cup...aku juga ikut sedih nih....udah jangan dipikirin lagi Teh” kata Syarifah sambil mengusap air mata yang membasahi.

“makasih Syarifah...kamu udah peduli sama aku..”

“iya Teh...aku ngerti perasaan Teteh kaya gimana...Teh..BTW, apa Teteh masih ingat pelajaran-pelajaran kuliah nggak?”

“yaiyalah masih dong....hehehe..yah walaupun aku udah nggak belajar puluhan tahun, tapi inget lah”

“hahahah...si Teteh nih seneng becanda..masa udah puluhan tahun nggak belajar hahahahaha”

“iya beneran Syarifah...”

“okeh.....okeh lah...aku percaya sama Teteh hahaha....”

Asnawi sempat tegang mendengar Hayati sudah puluhan tahun tidak belajar, namun sikap Syarifah yang tidak percaya dan menganggap omongan Hayati sebagai bercandaan, membuat dirinya merasa lega.

“Teh...ajarin aku dong...kaya privat gitu lah..yah..yah..plisss, nanti aku kasih honor deh...”

“euuhhhh...boleh boleh..hehe...kamu serius mau ngegaji aku?”

“serius atuh Teh, cingcay itu mah....”

“oke setuju yah....hahahahaha”

“siyap Teh....Teh tempat privatnya mau dimana? Di rumah Teteh aja yah biar santai...trs no WA Teteh berapa?”

“huft..huft..aku nggak punya rumah Syarifah...aku juga nggak punya hape...bapakku udah bangkrut terus meninggal semantara mamaku pergi nikah sama pria lain yang kaya dan nelantarin aku ... hiks .. hiks ... aku selama ini numpang hidup di rumah kost mas Nawi....hiks”

Mendengar perkataan Hayati yang kembali berakting, Syarifah kembali iba dan ikut menangis. Asnawi pun mendadak merasa sedih dan ikut meneteskan air mata, walaupun Asnawi tahu kalau Hayati itu cuma berlagak seperti ratu drama tapi hal itu tetap membuatnya sedih.

“udah dong Teh...jangan nangis..hiks..hiks..aku jadi sedih lagi” kata Syarifah sambil kembali memeluk erat Hayati dan ikut menangis. Asnawi pun juga akhirnya menangis melihat tingkah laku mereka yang sangat mengharukan.

“Teh..udah huft...huft.. udah yah, nanti aku kasih hape yah buat Teteh...huft...huft”

“makasih banget yah Syarifah...kamu yang terbaik...huft..huft”

Akhirnya mereka pun menghentikan tangisannya dan langsung disambung dengan sesi obrolan serius. Mereka membahas bagaimana suasana di dunia kedoteran. Mereka juga mambahas beberapa pelajaran yang ada di jurusan kedokteran yang sama sekali tidak dimengerti oleh Asnawi. Asnawi hanya diam dan sesekali memakan kue yang tersedia di meja. Asnawi tak habis pikir melihat Hayati yang mempunyai skill akting yang luar biasa. Dia sangat berbakat menjadi seorang aktris dan sangat berpotensi mendapat piala Oscar. “gila..dimana yah, Hayati bisa belajar jadi ratu drama gitu yah?...dia bisa sangat mudah menggaet om om tajir melintir buat diperdaya nih dengan akting kaya gitu..hmmmm...gue juga jadi ikutan nangis liatnya” gumam Asnawi dalam hatinya.


..............................................................

LANCROTKAN CARLITOS emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan andir004 memberi reputasi
profile picture
romandhoni
Akhirnya tahu siapa tokoh Syarifah. Hayati berbakat main FTV tuh, kira2 judulnya apa ya, Kunti Cantik sepertinya bagus 😃
Keep update
profile picture
indahmami 
jujur ngeri tp it's ok .
emoticon-Smilie
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di