Bapak Pendiri Negara Amerika, Alexander Hamilton benar-benar tokoh penting dalam catatan sejarah bangsa itu. Kisah berdirinya negara Amerika, tak lepas dari Alexander Hamilton yang mulanya mempunyai kehidupan sederhana sampai berhasil menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan.
Baru-baru ini namanya terucap di bibir orang-orang melalui film musikal Disney yang berjudul Hamilton, baik dengan cara yang positif maupun kontroversial. Tapi apa yang membuat sosok Hamilton ini menjadi tokoh populer dalam sejarah Amerika? Berikut adalah 10 hal yang perlu diketahui tentang bocah yang asli kelahiran Karibia dan menjadi sukses di Box Office Broadway.
Quote:
Pendidikan Informal

Untuk orang terpelajar yang nantinya menjadi Sekretaris Pertama Departemen Keuangan, mungkin mengejutkan mendengar Hamilton tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Itu disebabkan karena orang tuanya, James dan Rachel tidak menikah secara resmi secara hukum. Beruntung bagi Alexander muda, keluarganya memiliki perpustakaan lengkap yang tampaknya dimanfaatkan sepenuhnya.
Quote:
Mahir Menulis

Semua yang dia baca mengarahkan pada pencapaian sastra seumur hidupnya. Tulisan pertamanya menarik perhatian dunia dengan deskripsi tentang badai di St Croix pada 1772. Hamilton menerima beasiswa ke Universitas Columbia New York atau yang kemudian dikenal sebagai King’s College.
Tulisannya bersifat politis dan pribadi. Hubungannya dengan George Washington menghasilkan karya dalam sebagian besar pidato perpisahan Washington. Sementara itu, dia juga menulis puisi cinta untuk calon istrinya Eliza Schuyler. Bahkan Eliza sangat menyukainya, dia meletakkan puisi itu di dalam tas kecil dan menggantungnya di lehernya.
Quote:
Kapten Tertua Angkatan Darat AS

Hamilton juga menjadi legenda karena keterlibatannya dalam Perang Revolusi Amerika. Dalam perang tersebut dia menjadi kapten Batalyon 1, Artileri ke-5, Divisi Infanteri 1. Pengalaman panjang dengan membawahi unit tentara reguler tertua. Dia tidak pernah menghindar dari pertempuran. Selama peperangan dia terlibat dalam delapan pertempuran terpisah. Tujuh di antaranya antara terjadi pada tahun 1776 dan 1778, ketika dia menjadi letnan kolonel dan ajudan George Washington.
Quote:
Bekerja Untuk George Washington

Kombinasi dari pemikir hebat dan ahli taktik menjadikannya teman yang penting untuk George Washington. Kecakapan menulis dan keterampilan militer Hamilton, membantunya dalam menjadi ajudan Washington, dan membangun reputasinya dalam masyarakat era Revolusi.
Namun, duduk di belakang meja sebagai ajudan bukan keinginan Hamilton untuk mengambil pengalaman yang berharga. Dia mengundurkan diri pada 1781 dan lebih memilih untuk terjun langsung melanjutkan pertempuran di Battle of Yorktown.
Quote:
Teman Sekaligus Musuh Aaron Burr

Hamilton terkenal karena duelnya dengan berakhir kematian Aaron Burr, pengacara saingannya yang kemudian malah menjadi Wakil Presiden, pasangan itu terkadang putus nyambung. Orang-orang sangat tertarik pada dua tokoh yang dihormati itu, membuat mereka menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan saat berkolaborasi di ruang sidang.
Pada tahun 1800 mereka berdua membela kasus Levi Weeks, seorang tukang kayu yang dituduh bersalah atas pembunuhan Gulielma Sands. Bersama dengan Brockholst Livingston, Hamilton dan Burr membersihkan namanya. Itu adalah kolaborasi hebat yang tercatat secara resmi dalam sejarah Amerika.
Quote:
Mendukung Negara Bagian Vermont

Selama pertempuran sengit memperebutkan status Vermont, Hamilton mengungkapkan perasaannya. Ketegangan antara Negara Bagian New York yang beroperasi di bawah keputusan Raja George III dan warga New Hampshire meletus, dengan Vermont akhirnya diakui sebagai negara bagian sendiri pada tahun 1791.
Penyelesaian itu bergantung pada Hamilton, yang mampu menjadi ujung tombak perjanjian. Dia memperdebatkan kemerdekaan Vermont di Senat, baginya prospek Vermont yang dikuasai Inggris mengancam keamanan Amerika.
Quote:
Menulis Federalist Papers

Tanpa Alexander Hamilton, Konstitusi tidak akan diratifikasi. Dia adalah kekuatan pendorong di balik Federalist Papers, yang diterbitkan antara 1787-1788. Hamilton dilaporkan bertanggung jawab atas 51 dokumen. Bekerja sama dengan James Madison dan John Hay, dia membuka jalan menuju persetujuan resmi.
Quote:
Menerima Pesan Terakhir George Washington

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Hamilton membantu menyusun pidato perpisahan Washington. Dia juga menjadi penerima surat terakhir mantan Presiden tersebut. Washington memberikan dukungannya di balik gagasan Hamilton tentang Akademi Militer. Dalam sebuah surat tahun 1799 yang menjadi surat terakhir Washington, mengatakan kepada Hamilton bahwa keputusan seperti itu akan menjadi yang paling penting bagi negara ini.
Quote:
Pendiri New York Post

Cocok untuk penulis terkenal, Hamilton mendirikan salah satu publikasi Amerika yang paling terkenal pada tahun 1801. Didirikan untuk mempromosikan Partai Federal, dia berusaha menjegal Thomas Jefferson melalui media cetak. Motif Hamilton memulai surat kabar itu tidak sepenuhnya bersifat filantropis. Dia menggunakan New York Post untuk mendorong agenda politiknya.
Dia menggunakan bakatnya selama berurusan dengan Jefferson. Keduanya bentrok ketika dia menjabat sebagai Sekretaris Pertama Departemen Keuangan. Perseturuan mereka meninggalkan jejak yang langgeng dalam politik Amerika. Perbedaan antara keduanya membantu pembentukan partai politik pertama di negara itu.
Quote:
Menginspirasi Teddy Roosevelt

George Washington bukanlah satu-satunya orang di Gedung Putih yang menilai kemampuan Hamilton. Tak lebih juga seorang Presiden Theodore "Teddy" Roosevelt yang melihatnya sebagai referensi wajib untuk setiap kandidat presiden yang akan datang. Roosevelt sangat terpesona oleh semua hal yang dilakukan Hamilton. Dalam benak Teddy, Hamilton adalah negarawan Amerika paling brilian yang pernah hidup, memiliki kecerdasan paling tinggi dan paling tajam pada masanya. Pujian yang tinggi terlontar dari mantan Panglima Tertinggi itu.
Banyak tokoh pendiri negara Amerika yang memang mempunyai kisah menarik. Salah satunya Alexander Hamilton yang sampai diadaptasi oleh Disney menjadi film musikal. Pria dengan intelektual yang tinggi itu memang pantas untuk mendapatkan tempatnya di Box Office Broadway.