CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa Patagonia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db23817c820843d5e2abadd/kisah-ferdinand-magellan-bertemu-dengan-suku-raksasa-patagonia

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa Patagonia

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa Patagonia
Manusia selalu penasaran oleh apa yang ada di luar cakrawala dunia. Ketertarikan ini telah mendorong manusia untuk menjelajahi dan memahami planet bumi sejak dahulu kala dan banyak penjelajah telah berani mendorong melewati batas cakrawala untuk menemukan sesuatu dan menaklukkannya. Banyak catatan tentang petualangan dan kisah-kisah sejarah yang mengejutkan dari orang-orang tentang suatu makhluk yang aneh. Beberapa di antaranya masih misterius dan membingungkan sampai sekarang, salah satunya adalah keberadaan manusia raksasa.


Salah satu kisah raksasa yang paling menarik dan dikenal luas bisa ditemukan dalam kisah penjelajah asal Portugal, Ferdinand Magellan. Antara tahun 1519 dan 1522 Magellan memulai perjalanannya yang sangat terkenal itu. Ekspedisi Spanyol untuk mencari rute tercepat menuju Kepulauan Maluku di Indonesia, yang pada akhirnya menjadi misi mengelilingi dunia untuk pertama kalinya.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa Patagonia

Magellan mempimpin lima kapal dengan pelayaran mereka melintasi samudera luas sampai ke tanah jauh Patagonia, di ujung selatan Amerika Selatan.  Di sinilah ekspedisi Magellan akan menemukan pemandangan yang agak membingungkan. Mendekati pantai Patagonia mereka melihat seseorang bertubuh besar sedang menari bertelanjang dada di pantai sambil melemparkan debu di kepalanya. Seorang anggota kru kemudian dikirim untuk mencoba berkomunikasi dengan raksasa misterius itu. Setelah tiba di pantai, kru itu mulai meniru gerakan dan perilaku eksentrik raksasa itu dalam upaya komunikasi.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa PatagoniaMereka konon memberi makanan dan minuman untuk makhluk besar itu, dan raksasa itu ketakutan ketika melihat sebuah cermin. Magellan dan orang-orangnya akhirnya bisa melakukan kontak dengan suku tersebut. Perlahan Magellan dan awaknya mendapatkan kepercayaan dari raksasa selama beberapa minggu, bahkan mereka sempat makan dan berburu bersama. Sayangnya, para awak kapal menolak menangkap beberapa dari mereka untuk dibawa pulang. Tetapi di duga ada dua dari raksasa yang ditangkap namun tidak selamat dari perjalanan panjang yang mengerikan ke Spanyol. Jadi, mereka tidak kembali dengan membawa bukti nyata tentang raksasa Patagonia.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa Patagonia

Kisah-kisah raksasa mulai berkembang, dan Patagonia menjadi identik dengan citra wilayah suku raksasa oleh penjelajah lain. Begitulah popularitas kisah para rakasasa bermula dari nama daerah itu. Patagonia, berasal dari penyebutan Magellan untuk makhluk itu, Patagones, yang berasal dari bahasa Spanyol "Pata" berarti "Kaki", lalu membuat penyebutan untuk sebuah daerah, Patagones yang berarti “Tanah Kaki Besar".


Kisah-kisah raksasa misterius yang hidup di seberang lautan luas di suatu negeri eksotis yang jauh, benar-benar membangkitkan rasa penasaran para penjelajah lain saat itu. Hal itu membuat semakin meningkatnya laporan lain tentang raksasa Patagonia  yang mulai berdatangan dari penjelajah lain di tahun-tahun berikutnya.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa PatagoniaPada tahun 1579, kepala kapal Sir Francis Drake, Francis Fletcher, menulis tentang para raksasa ini, yang tingginya sekitar 3 meter. Pada tahun 1590-an penjelajah Anthonie Knivet juga mengklaim bahwa selama perjalanannya di Patagonia dia telah melihat beberapa mayat raksasa, yang diperkirakan tingginya sekitar 4 meter. Dan ada catatan lain dari penjelajah Inggris William Adams, yang mengklaim bahwa ekspedisinya diserang oleh penduduk asli yang luar biasa besar ketika mengelilingi Tierra del Fuego. Perjumpaan semacam itu semakin memicu desas-desus bahwa Patagonia memang tanah raksasa.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa PatagoniaPada 1615, penjelajah Belanda Willem Schouten dan Jacob Le Maire mengaku menemukan kuburan misterius yang penuh dengan tulang dan sisa-sisa makhluk aneh yang tingginya sekitar 3,5 meter. Pada 1766 ada laporan lain dari Laksamana John Byron, yang telah mengelilingi dunia di atas kapal Dolphin yang menemukan suku pribumi besar di Patagonia yang berukuran rata-rata sekitar 2 meter sampai 4 meter.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa PatagoniaPada tahun-tahun berikutnya, rumor tentang para raksasa Patagonian mulai mereda ketika informasi yang lebih realistis terungkap, seperti catatan dari perjalanan Byron yang dirilis pada 1773, di mana tertulis bahwa penduduk asli yang mereka temui tingginya hanya 180 cm, yang memang cukup tinggi untuk saat itu, tetapi masih jauh dari yang dikabarkan 2 meter hingga 4 meter.


Diperkirakan bahwa para penjelajah mungkin benar-benar menemukan suku Patagonian yang disebut Tehuelche, yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata, biasanya melebihi 180 cm dan bisa mencapai lebih dari 200 cm. Suku Tehuelche akan menjulang lebih tinggi dari sebagian besar penjelajah Eropa saat itu, yang biasanya mempunyai tinggi di kisaran 170 cm.

Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa PatagoniaTidak jelas apa memang benar ada suku raksasa di Patagoni. Kisah-kisah semacam itu telah memudar seiring berjalannya waktu, dilupakan karena tanpa adanya bukti nyata. Sulit untuk memastikan berapa banyak dari kisah-kisah ini yang nyata atau palsu, sebagian besar dibiarkan berspekulasi dan bertanya-tanya apa yang para penjelajah ini lihat di sana di daerah-daerah yang belum dipetakan di planet ini. Apakah para raksasa itu nyata atau tidak? Rumor tentang para raksasa yang pernah berkeliaran di dunia adalah sesuatu yang menggoda dan akan membiarkan imajinasi semua orang berkembang untuk jangka waktu yang lama.


KOLEKSI THREAD MENARIK

Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ashibnu
Halaman 1 dari 5
reserved... nice story of a history
profile-picture
ashibnu memberi reputasi
Ane sukak pengetahuan...
emoticon-Merdeka
profile-picture
ashibnu memberi reputasi
bagus nih wawasannyaemoticon-Peluk
profile-picture
ashibnu memberi reputasi
Yaaa begitulah gan informasi yg sifatnya sejarah lisan, kemungkinan bisa dilebih lebihkan dan bisa juga dikurang kurangin.
Apalagi selama ini belum ada bukti otentiknya wkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eggnostick dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Magaji agan-agan semua udah mampir
profile-picture
servesiwi memberi reputasi
Quote:


Harus HT nih...
emoticon-Kaskus Banget
sejak dulu manusia memang suka melebih-lebihkan emoticon-Cool
Tierra del Fuego?
Kisah Ferdinand Magellan Bertemu Dengan Suku Raksasa Patagonia
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
siapanya Ferdinand Delesep ya akhiemoticon-Maaf Agan
sungguh mengejutkan, tapi memang ada pastinya manusia tinggi diatas 2 meter.
wew...
gede gede yaaa emoticon-Wow
profile-picture
quebec memberi reputasi
Pembual
emoticon-Leh Uga
profile-picture
keenan09 memberi reputasi
Kerreeen gaaan nais info emoticon-Ngakak
Hal begini menambah info tapi sepi komenemoticon-Malu
Quote:


kalau tidak ada bukti itu namanya isu atau desas desus, jika memang ada sebenarnya gampang membawa bukti untuk dibawa ke kapal misalnya bawa contoh tulang belulang yang bisa di teliti, tapi nyatanya tidak ada dan tidak pernah dilakukan artinya itu benar-benar isu yang disebarkan secara masif, tujuannya bisa untuk apa saja salah satunya agar ada yang mau membiayai penjelajahan dunia melalui laut dalam rangka mencari sumber daya alam yang saat itu butuh biaya besar dan bersifat spekulasi, kalau di masa modern saat ini seperti hal nya penyebaran isu tentang makhluk alien dan ufo tujuannya tentu agar ada pembiayaan untuk meneliti ruang angkasa dan untuk biaya terbang ke bulan atau ke tempat lainnya di luar angkasa..it's all about money dudemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lou.fei dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh barulangit
Semakin mendekati kutub semakin lemah gravitasi bumi, semakin mendekati ekuator semakin kuat. Itulah mengapa orang sini pendek pendek.
emoticon-Leh Uga
profile-picture
jagotorpedo memberi reputasi
Ane kira, raksasa itu yang tingginya 10 meter, gan. Hihi. Ternyata tinggi 2 meteran bisa disebut raksasa jugaemoticon-Leh Uga
Diubah oleh rezaagustin
berarti belum ditemukan bukti ya falid ya, misal tulang belulang dari para raksasa itu
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di