ada yang menyumbang dari mana pun sih diterima aja. tapi yang salurkan cukup pemadam kebakaran aja, lebih terpercaya.
ada hitungan teknisnya untuk cegah longsor. juga bagaimana urusi sistem pembuangan air & DAS supaya nggak banjir. kalau soal penebangan hutan, harusnya memang buat hutan industri sendiri. cuma boleh tebang yang ditanam sendiri. otomatis kan pasti atur tuh waktu penanaman supaya bisa panen terus.
reuni show of force yang gagal hasilkan impresi media karena tertutup bencana sumatera. zaman sudah canggih, tinggal pakai webinar aja bisa kok kalau cuma mau sekadar kumpul2 dengar orang ceramah atau doa bareng.
mau tau itu kuliah sampai sejauh itu kampusnya akreditasi apa? wong yang dari daerah yang dituju aja kalau masih bisa masuk ke kampus2 di jawa berbondong2 ke jawa.
dengan rel yang ada, nggak akan bisa secepat itu, paling jadi 135 menit non stop full speed. lebih cepat dari itu dijamin anjlok.
dipikir pesawat sipil itu bisa terbang diam2 dari LN terus mendarat di sembarang bandara? ada transponder & terdeteksi radar...
pasir ditambang, nanti dibuat tembok pencegah tsunami dengan dana dari pajak rakyat. proyek lagi... pasir yang dipakai ya dari lokasi yang sama :D
kayak zaman orba. tapi nggak usah pakai perusahaan asing, lokal aja sanggup kok. apa aja yang kacau diurus pemerintah, serahkan ke swasta. kota acak2an diurus pemerintah, diurus swasta kayak PIK atau BSD jadi bagus. kalau perlu, urusan pajak aja diswastakan. biaya lebih rendah, hasil lebih bagus.
kalau nggak setuju ya jangan berkunjung atau lewat ke sana. ini negara demokrasi, bukan negara agama. sekarang patung, besok yang beda keyakinan aja nggak boleh ada.
di sana banyak aktivitas bisnis. pegawai2nya mau naik apa kalau nggak ada transportasi publik? JORR barat aja transjkt-nya jarang2 & pakai bus kecil. jadi penuhnya kayak sarden. ada 3 rusun bersebelahan dengan penghuni lebih dari 20 ribu orang aja nggak dilewati transjkt.
harusnya sampai dukuh atas, kalau sampai manggarai yang ada cuma buat stasiun manggarai terlalu padat. jakbar belum kebagian apa2 nih, daerah naga jadi dianaktirikan...
pesawat sipil itu pasti pakai transponder & terlacak radar. jadi omong ada pesawat bisa wara wiri ke bandara privat tanpa ketauan itu omong kosong.
bahan pangan memang nggak kena pajak. tapi kalau rumah, sulit untuk nggak kena pajak karena terkait penguasaan lahan.
sektor riil makin jeblok. orang makin cari barang yang murah. makanan aja yang penting masih ada rasanya & kenyang.