CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e79fd2d65b24d29f02bada4/pelet-orang-banten

Pelet Orang Banten

Pelet Orang Banten



Assalamualaikum wr.wb.


Perkenalkan, aku adalah seorang suami yang saat ini tepat berusia 30 tahun. Aku berasal dari Jawa tengah, tepatnya disebuah desa yang masih termasuk kedalam wilayah kabupaten P.

Aku bekerja disebuah BUMN sebagai tenaga outsourcing di Tangerang kota.


Sedangkan istriku adalah orang sumatra berdarah banten. Istriku ini, sebut saja namanya Rara, bekerja disebuah pabrik kecil di daerah tangerang kabupaten sejak akhir tahun 2016. Istriku, karena memiliki pengalaman bekerja disebuah pabrik besar di serang, banten. maka ia ditawari menduduki jabataan yang lumayan tinggi dipabrik tersebut.


Dan alhamdulillah, kami sudah memiliki seorang anak perempuan yang saat ini sudah berusia 8 tahun. Dikarenakan kami berdua sama-sama sibuk dalam bekerja, berangkat pagi pulang malam, jadi semenjak 2016 akhir, anak semata wayang kami ini, kami titipkan ditempat orang tuaku di Jawa sana.


Oya, sewaktu kejadian ini terjadi (dan sampai saat ini), kami tinggal disebuah kontrakan besar dan panjang. Ada sekitar 15 kontrakan disana. Letak kontrakan kami letaknya tidak terlalu jauh dari pabrik tempat istriku bekerja. Jadi, bila istriku berangkat, ia cukup berjalan kaki saja. Pun jika istirahat, istriku bisa pulang dan istirahat dirumah.


Oke, aku kira cukup untuk perkenalannya. Kini saatnya aku bercerita akan kejadian NYATA yang aku alami. Sebuah kejadian yang bukan saja hampir membuat rumah tangga kami berantakan, tapi juga nyaris merenggut nyawaku dan istriku !

Aku bukannya ingin mengumbar aib rumah tanggaku, tapi aku berharap, agar para pembaca bisa untuk setidaknya mengambil hikmah dan pelajaran dari kisahku ini
emoticon-Shakehand2

Bismillahirahmanirohiim...

*



Senin pagi, tanggal 10 februari 2020.


Biasanya, jam 7 kurang sedikit, istriku pamit untuk berangkat bekerja. Tapi hari ini, ia mengambil cuti 2 hari ( Senin dan selasa ), dikarenakan ia hendak pergi ke Balaraja untuk melakukan interview kerja. Istriku mendapatkan penawaran kerja dari salah satu pabrik yang ada disana dan dengan gaji yang lebih besar dari gaji yang ia terima sekarang.


Karena hanya ada 1 motor, dan itu aku gunakan untuk kerja, ia memutuskan untuk naik ojek online saja.


Awalnya aku hendak mengantarnya
emoticon-Ngacir tapi jam interview dan jam aku berangkat kerja sama. Akhirnya, aku hanya bisa berpesan hati-hati saja kepadanya.


Pagi itu, kami sempat mengobrol dan berandai-andi jika nantinya istriku jadi untuk bekerja di balaraja.

"Kalau nanti bunda jadi kerja disana, gimana nanti pulang perginya ?" kataku agak malas. Karena memikirkan bagaimana aku harus antar jemput.

"Nanti bunda bisa bisa ajak 1 anak buah bunda dari pabrik lama, yah," jawab istriku, "nanti dia bunda ajak kerja disana bareng. Kebetulan rumah dia juga deket disini-sini juga."

Wajahku langsung cerah begitu tahu, kalau aku nantinya tidak terlalu repot untuk antar jemput.

"Siapa emang, bun?" tanyaku, "Diki?"

Diki adalah salah satu anak buah istriku dipabrik ini. Diki juga sudah kami anggap sebagai adik sendiri. Selain sesama orang lampung, juga karena kami sudah mengenal sifat anak muda itu.

"Bukan," jawab istriku.

Aku langsung memandang istriku dengan heran.

"Terus siapa?"

"Sukirman, yah. Dia anak buah bunda juga. Kerjanya bagus, makanya mau bunda ajak buat bantu bunda nanti disana."

"Kenapa bukan diki aja, bun?" tanyaku setengah menuntut.

Istriku menggelengkan kepalanya.

"Diki masih diperluin dipabrik bunda yang lama. Gak enak juga main asal ambil aja sama bos. Kalo kirman ini, dia emang anak buah bunda. Kasihan, yah. Dia disini gajinya harian. Mana dia anak udah 2 masih kecil-kecil lagi." Istriku menerangkan panjang lebar.

Aku akhirnya meng-iyakan perkataannya tersebut. Aku berfikir, "ah, yang penting aku gak susah. Gak capek bolak balik antar jemput. Lagian maksud istriku juga baik, membantu anak buahnya yang susah."

"Ya udah, bun. Asalkan jaga kepercayaan ayah ya sayang," aku akhirnya memilih untuk mempercayainya.


Jam 09:00 pas, aku berangkat kerja. Tak lupa aku berpamitan kepada istriku. Setelah itu aku berangkat dengan mengendarai sepeda motor berjenis matic miliku.


Waktu tempuh dari kontrakanku ketempat kerja sekitar 40-50 menit dengan jalan santai. Jadi ya seperti biasa, saat itu aku menarik gas motorku diantara kecepatan 50 km/jam.


Tapi tiba-tiba, saat aku sudah sampai disekitaran daerah Jatiuwung. Motorku tiba-tiba saja mati
emoticon-Cape deeehh


"Ya ampun, kenapa nih motor. Kok tau-tau mati," kataku dalam hati.


Aku lalu mendorong motorku kepinggir. Lalu aku coba menekan stater motor, hanya terdengar suara "cekiskiskiskis...," saja
emoticon-Ngakak


Gagal aku stater, aku coba lagi dengan cara diengkol. 


Motor aku standar 2. Lalu aku mulai mengengkol.


Terasa enteng tanpa ada angin balik ( ya pokoknya ngemposlah ) yang keluar dari motor.


"Ya elah, masa kumat lagi sih ini penyakit," ujarku mengetahui penyebab mati mendadaknya motorku ini.


Penyebabnya adalah los kompresi
emoticon-Cape d... Penyakit ini, memang dulu sering motorku alami. Tapi itu sudah lama sekali, kalau tidak salah ingat, motorku terakhir mengalami los kompresi adalah sekitar tahun 2017.


Lalu, entah mengapa. Aku tiba-tiba saja merasakan perubahan pada moodku. 


Yang awalnya baik-baik saja sedari berangkat, langsung berubah menjadi jelek begitu mengalami kejadian los kompresi ini.


Hanya saja, aku mencoba untuk bersabar dengan cara memilih langsung mendorong motorku mencari bengkel terdekat.


Selama mendorong motor ini, aku terus menerus ber-istighfar didalam hati. Soalnya, gak tau kenapa, timbul perasaan was-was dan pikiran-pikiran buruk yang terus melintas dibenak ini.


"Astaghfirullah...Astaghfirullah...semoga ini bukan pertanda buruk," kalimat itu terus kuulang-ulang didalam hati.


Alhamdulillah, tak lama kemudian, aku menemukan sebuah bengkel. Aku langsung menjelaskan permasalahan motorku.


Oleh si lay, aku disarankan untuk ganti busi. Aku sih oke-oke saja. Yang penting cepet beres. Karena aku tidak mau terlambat dalam bekerja.


"Bang, motornya nanti lubang businya aku taruh oli sedikit ya," kata si lay itu padaku. Lalu lanjutnya, "nanti agak ngebul sedikit. Tapi tenang aja, bang. Itu cuman karena olinya aja kok. Nanti juga ilang sendiri."


"Atur aja bang," kataku cepat.


Sekitar 5 menit motorku diperbaiki olehnya. Dan benar saja, motorku memang langsung menyala, tapi kulihat ada asap yang keluar dari knalpot motorku.


"Nanti jangan kau gas kencang dulu, bang," katanya.


"Oke,"


Setelah membayar biaya ganti busi dan lainnya. Aku langsung melanjutkan perjalananku.


Aku sampai dikantor telat 5 menit. Yakni jam 10:05. Jam operasional kantorku sudah buka. Aku langsung menjelaskan penyebab keterlambatanku kepada atasanku. Syukurnya, merek mengerti akan penjelasan ku. Hanya saja, kalau nanti ada apa-apa lagi, aku dimintanya untuk memberikan kabar lewat telepon atau WA.


Aku lalu, mulai bekerja seperti biasa lagi.


Jam menunjukan pukul 12:00 wib.


Itu adalah jam istirahat pabrik istriku. Aku lalu menulis chat untuknya. Contreng 2, tapi tak kunjung dibacanya. Aku lalu berinisiatif untuk menelponnya. Berdering, tapi tak diangkat juga.


"Kemana ini orang....," kataku agak kesal.


"Ya udahlah, nanti juga ngabarin balik," ujarku menghibur diri.


Jam 13:30 siang, disaat aku hendak melaksanak ibadah solat Dzuhur. HPku berdering. 


Kulihat disana tidak tertera nama, hanya nomer telpon saja.


"Nomer siapa nih," desisku.


Awalnya aku malas untuk mengangkatnya.


Tapi sekali lagi nomer itu meneleponku.


Dan, entah kenapa jantungku tiba-tiba saja berdetak lebih cepat. Hatiku langsung merasakan ada sesuatu yang tidak menyenangkan akan aku dapatkan, bila aku mengangkat telpon ini.


Dengan berdebar, aku lalu menekan tombol hijau di HPku.


"Halo, Assalamualaikum...," jawabku.


"Halo, waalaikumsalam...," kata si penelpon.


"Maaf, ini siapa ya ?" tanyaku.


"Ini saya, mas. Sumarno," jawabnya.


"Oh, mas Sumarno," kataku.


Sumarno adalah laki-laki yang diserahi tanggung jawab untuk mengawasi dan mengurus kontrakan tempatku tinggal.


"Ada apa ya, mas ?" tanyaku dengan jantung berdebar-debar.


"Maaf mas sebelumnya," jawab mas Sumarno.


Aku menunggu kelanjutan kalimat mas Sumarno ini dengan tidak sabar.


Lalu, penjaga kontrakan kami ini melanjutkan ucapannya. Ucapan yang membuat lututku lemas, tubuhku menggigil hebat. Sebuah ucapan yang rasanya tidak akan terjadi selama aku mengenal istriku. Dari sejak kami berpacaran sampai akhirnya kami menikah.


Mas Sumarno berkata, "Mbak Rara berduaan sama laki-laki didalam kontrakan sekarang. Dan pintu dikunci dari dalam."



***



Part 1

Pelet Orang Banten


terima kasih kepada agan zafin atas bantuannya


Quote:




Part 2

Teror Alam Ghaib


Quote:






*
profile-picture
profile-picture
profile-picture
intannsptr dan 152 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh papahmuda099
Halaman 1 dari 37
lanjutkan bos ku
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noprirf dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Masih proses bre emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hsk31 dan 3 lainnya memberi reputasi
belom tamat kah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noprirf dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Blom bree...emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
noprirf dan zafinsyurga memberi reputasi
Si Muka Anjing




"Mbak Rara berduaan sama laki-laki didalam kontrakan sekarang."


"Deg !"


Mendadak kepalaku pusing, kaki serasa lemas, dengkul seperti kopong. 


Tak kuat menahan beban, aku langsung duduk di kursi panjang milik mall.


"Halo...mas ?" suara mas Marno masih terdengar di HPku.


Dengan agak gagap akupun menjawab, "i..iya, mas."


"Terus gimana nih, mas ? Warga sudah mulai ramai didepan kontrakan. Saya masih bisa menahan supaya warga tidak ada yang masuk kedalam kontrakan. Tapi saya gak tau, sampai berapa lama saya bisa menahan mereka," ucapnya dengan nada kecemasan.


Otaku dipaksa untuk berpikir keras. Aku lalu mengambil sebuah keputusan dengan tergesa-gesa.


"Tahan supaya jangan sampai warga masuk kedalam kontrakan, mas. Saya akan segera pulang secepat mungkin. Bilang aja sama warga disitu. Masalah ini akan ditangani secara kekeluargaan oleh saya. Suaminya."


"Oke, mas. Tapi tolong cepat ya," ujar mas Marno 


"Satu jam dari sekarang saya akan sampai dirumah, mas," kataku cepat. Secepat detak jantungku. 


Setelah memutuskan sambungan telfon. Aku langsung bergegas masuk kedalam kantor. Lalu aku segera menemui pimpinanku.


"Pak, mohon maaf. Bisa bicara sebentar," pintaku ke pak Vincent. Atasanku dikantor.


Pak Vincent sejenak menatapku bingung. Namun, mungkin karena melihat raut wajah dan juga nada suaraku yang tak seperti biasanya. Diapun segera menghentikan pekerjaannya.


Setelah kami berhadapan berdua, aku langsung berkata, "Maaf, pak. Saya izin untuk pulang kerumah sekarang juga."


Pak Vincent mengerutkan alisnya, "lho, memangnya ada apa ?"


"Ada laki-laki lain yang berani masuk kedalam rumah saya, pak. Dan sekarang pintu dikunci dari dalam oleh istri saya." kataku tanpa tedeng aling-aling.


Aku sudah tak sempat untuk memberikan alasan lain lagi. Otakku seolah buntu. Yang terpikirkan olehku sekarang adalah, bagaimana caranya agar aku bisa cepat sampai dirumah sekarang juga.


Mendengar alasanku, pak Vincent langsung mengizinkan aku untuk pulang. Tak lupa ia berpesan.


"Hati-hati dijalan. Jangan mengambil keputusan dengan hati yang panas. Sabar ya, pak." 


Sejenak nasehat itu masuk kedalam kepala. Tapi nasehat itu seolah lenyap tak pernah aku dengar.


Setelah mendapatkan izin, aku segera menyambar tas dan menyiapkan kunci motor.


Sepanjang jalan pulang, jantung dan hatiku terasa sakit. Sungguh aku tak pernah menyangaka, orang yang selama ini aku kenal luar dalam, orang yang aku percayai 1000%. Tega dan bisa berbuat hal seperti itu.


"Ya Allah...apa salah dan dosaku, sampai-sampai kau menimpakan ujian ini dikehidupanku," keluhku diatas motor yang melaju diatas 70 km/jam.
emoticon-Ngacir


Disepanjang jalan itu, aku terus mencoba berfikir positif. Mencoba mereka-reka apa penyebab hal ini terjadi. Tapi, semakin aku berfikir, semakin sakit hati ini.


Dan, sampailah aku ditikungan terakhir sebelum sampai dikontrakkan yang kami tinggali.


Kulihat, disana sudah banyak warga setempat dan ada beberapa yang aku yakini sebagai karyawan pabrik tempat istriku bekerja. Tapi, kulihat pintu kontrakan sudah terbuka.


Suara motorku membuat orang-orang menoleh ke arahku. Melihat kedatanganku, mereka memberiku jalan untuk lewat. 


Setelah sampai didepan kontrakan, aku segera mematikan motorku. Kubuka helm yang aku kenakan. Dan, yang pertama aku lihat adalah sosok wajah yang asing, wajah yang belum pernah aku lihat sebelumnya. 


Wajah seorang laki-laki berusia 30 tahunan keatas, dengan jenggot dan brewok tipis menghiasi wajah tenangnya.


Ya, ia kulihat duduk dengan tenang. Tak ada lukisan rasa takut diwajah dan gestur badannya. Dengan santainya ia duduk bersandar ditembok rumahku. Padahal, warga sudah banyak yang berkumpul untuk menyeretnya keluar.


Hatiku berdebar tajam, ketika ia malah tersenyum melihat kedatanganku.
emoticon-Salam Kenal


Sontak emosiku bangkit.
emoticon-Marah


Helm, yang sedianya akan aku letakan diatas jok motor, langsung aku niatkan untuk kuletakan dengan keras diwajah busuknya.


Tanpa melepas sepatu dan jaket, aku langsung melompat masuk kedalam rumah dengan posisi helm yang siap aku hantaman diwajahnya.


Tapi, ternyata didalam kontrakan sudah ada beberapa orang yang berjaga.


Tubuh dan tanganku langsung mereka tahan.


Lalu terdengar ucapan lembut, 


"Sabar, pak....sabar, istighfar ...,"


Aku menoleh. Kulihat bang Boim, satpam pabrik tempat istriku bekerja yang ternyata membisikiku tadi.


Aku mencoba untuk beristighfar beberapa kali. Urat-uratku yang tadinya menegang langsung agak lemas.


Merasakan bahwa tubuhku sudah tidak menegang lagi, perlahan-lahan mereka mulai melepaskan pegangan mereka.


Aku lalu melangkah masuk kedalam rumah. Disana, selain duduk si bajingan itu, ada istriku dengan mata sembab duduk disisi yang berlawanan.


Setelah menata hati dan pikiran. Aku lalu meminta orang-orang yang berada didalam rumah untuk segera keluar. Diantarnya juga terdapat mas Marno, penjaga kontrakan ini.


Setelah mereka semua pergi, untuk menjaga situasi, aku lalu menutup pintu. Dan duduk diantara istriku dan laki-laki bajingan ini.


"Ayah....," terdengar rintihan istriku memelas.
emoticon-Mewek

Aku tidak memperdulikannya.


Aku menatap laki-laki itu lekat.


Sebuah senyum masih tercetak diwajah anjingnya itu.


"A, maaf," laki-laki itu berkata.
emoticon-Nyepi


"Maaf apa ? Memang kamu mempunyai salah kepadaku ?" tanyaku dalam.


Ia menunduk. Diam.


Aku lalu menoleh kepada istriku.


"Siapa laki-laki ini ?" tanyaku tajam.


"Sukirman..."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
holywater21 dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh papahmuda099
Lihat 1 balasan
ijin nenda gan 😁
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Quote:


Silahkan bre, jangan lupa bawa cemilan sendiri ya emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Diubah oleh papahmuda099
Jejaka dulu dah emoticon-Hammer panjang beud tulisan nya emoticon-Mad btw gw orang banten nih emoticon-Embarrassment
profile-picture
zafinsyurga memberi reputasi
Quote:


😁Btw ane paling benci sama yg namanya selingkuh, bapak ane jg suka selingkuh, ane sempet ngga mau nikah karna takut dpet laki yg mirip kayak bapak ane, eeh ngga taunya Allah ngasih kekuasaannya kalo ngga semua laki2 sama kayak bapak ane
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sagutumbuk dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Sebelumnya maaf ya gan. Ane bukannya mau menjelek-jelekan orang banten. Tapi ini hanya kisah yg ane alamin dan kebetulan diranah banten emoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Nayowan1 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Yup betul sekali sist. Gak semua laki2 seperti itu. Tinggal kitanya aja yang sebisa mungkin jangan salah pilih emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Jejak gan..ikut berdukaa..btw ane orang cikupa gan.ane tinggal di t*lagas**i
profile-picture
zafinsyurga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jejak dulu deh , btw apa lebih baik nama tmpt dan orang terkait di sensor aja gan emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
zafinsyurga dan papahmuda099 memberi reputasi
lanjuttt gan
profile-picture
profile-picture
adorazoelev dan zafinsyurga memberi reputasi
Dulu sekitar tahun 2013-2014 ane lupa tepatnya. Ada juga kejadian aneh menurut saya dan kawan kawan. Tetapi karena memang bukan ranahnya jadi kami tidak bisa suuudzon.

Jadi ada anak cewek seangkatan pacar saya (sekarang istri) yang sama sama PKL disebuah lembaga. Cewek ini bisa dibilang cukup cantik dan pintar. Dengan segala nilai plus tersebut wajar banyak yang suka, akan tetapi doi konsen dikuliahnya. Seiring berjalannya waktu pacar saya sering cerita kalau temennya sebut saja Ria suka menghilang di tengah tengah PKL. Padahal Ria ini bukan tipe anak tukang bolos atau ngilang. Kadang didapati Ria di toilet cewek dengan wajah tanpa ekspresi. Sering Ria ini seperti tidak mengenali teman teman sekampusnya. Bahkan sering jika dipanggil tidak ada respon. Ternyata setelah diamati Ria ini sering ke gep dengan salah satu cowok cleaning service instansi tersebut. Bahkan mulai bolos untuk keluar dengan cleaning service sebut saja ahmad. Parahnya pernah anak anak liat ria ini mandi dengan pakaian lengkap ditoilet tempat mereka PKL. Kadang menangis sendiri akan tetapi ketika ditanya ada masalah apa, ria ini seperti tidak mengenali teman temannya sendiri. Semakin hari frekusensi bolos dan menghilang ditengah PKL semakin sering dan pada akhirnya Ria dijemput keluarganya untuk pulang.

Disini ane gak mau suudzon dan memang ane sendiri gak ngerti soal pelet dan ciri cirinya. Akan tetapi perubahan mendadak sikap doi agak aneh untuk hal yang normal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adorazoelev dan 10 lainnya memberi reputasi
Quote:


Masukan diterima gan emoticon-Salam Kenal
Untuk nama semuanya ane palsukan. Tapi tempat, ane gak sebutin secara langsung. hanya samar2 saja. Ini ane sengaja, biar rasa emosional ane sewaktu nulis jadi lebih berasa karena kembali mengingat kejadian ini.
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Diubah oleh papahmuda099
Quote:


Kalau sekiranya agan tahu tempat ane, mohon silent aja ya gan emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Quote:


Bahaya juga itu bree emoticon-Wow
profile-picture
zafinsyurga memberi reputasi
Izin ninggalin jejak ya gan. Ane bukan org yg percaya ginian. Tp seneng bacanya gan. Jgn kentang ya
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Ijin masgan, ane baca ntr klo udah tamat, hehehe
profile-picture
profile-picture
zivano1 dan zafinsyurga memberi reputasi
Halaman 1 dari 37


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di