CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57a7f70f12e2579b248b4569/kurikulum---bagian-terlucu-dari-dunia-pendidikan

Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan

Pernah merasa Kurikulum-nya kok gak nyambung ? yang dipelajari kok gak penting (buat anda) ?

Kondisi yang terasa "janggal" ini sudah cukup lama, contoh ...

Ketika TK dilarang belajar CALISTUNG, tapi Buku pelajaran Kelas 1 SD sudah penuh dengan materi yang memaksa siswa sudah bisa CALISTUNG sejak awal. Candaan yang tersisip dalam kurikulum yang menunjukan tidak adanya "kesepakatan" antar bagian.

Ketika siswa kelas 4 SD mulai diajarkan ttg Saluran Eustachius ?
Apakah mereka akan Paham ? atau sekedar dihapal ?
Lucunya, Mungkin sampai tamat SMApun, kita tidak perlu mengingat istilah tersebut ... kecuali calon dokter

Pemerintah juga melakukan Penghapusan Pelajaran Komputer di K13, yang justru dilakukan di tengah era serba teknologi....?


di saat Thailand serius menghadapi MEA, dengan mempelajari bahasa tetangga, K13 kita malah mengurangi jam belajar Bahasa Inggrispada K13. dan menambahkan jam Olahraga dan Seni

Pendidikan Matematika menjadi masalah di SD, sementara di SMA bukankah masalah terbesar justru adalah tentang karakter siswa ?
bukankah, harusnya "Karakter lebih mudah dibentuk saat SD?"
bukankah, hampir tidak mungkin merubah karakter siswa yang sudah SMA ?
mengapa tidak dipindahkan saja, sampai kelas 2 SD, gantikan matematika dengan pendidikan karakter,
dan biarkan Materi Matematikanya diundur 2 tahun.
karena memaksakan matematika di usia dini akan menimbulkan ketakutan pada siswa itu sendiri.


Kita sangat berharap pemerintah dapat melakukan perubahan kurikulum, sehingga lebih tepat sasaran dan sesuai dengan usia anak.

Pernah terlintas, Seandainya saja :
Spoiler for Seandainya Kurikulum disusun begini...:

Atau dengan model kurikulum 2080 yang seperti ini :
Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan

Quote:



Kondisi Kurikulum saat ini terlihat seperti disusun berdasarkan "Ketersediaan Kompetensi Guru" sesuai dengan jurusannya masing-masing
Jurusan perkuliahan yang ada, disediakan sesuai dengan kurikulum yang telah ada.
dan mungkin ini yang membuat pemerintah Menyusun Ulang Kurikulum berdasarkan Kebutuhan, bukan "Ketersediaan"

Migrasi ke K13 juga dilakukan pemerintah karena,
Kemampuan Math - Literacy - Science Siswa INDONESIA rendah (padahal nilai UN tinggi)
Nilai UN Tinggi = "Kurikulum Indonesia berhasil diserap siswa", Pemerintah lupa ada "KUNCI JAWABAN"
Test PISA gagal = Siswa tidak bisa
Kesimpulan = Kurikulum tidak sesuai

Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan


Spoiler for Sejuta Paket - Berantas Kunci Jawaban:


thread lainnya :
Benang Kusut Dunia Pendidikan
Kurikulum - Bagian Terlucu dari dunia pendidikan
Luhut Minta agar koruptor tak dipenjara, Pendapat anda ?Pentingkah Sekolah ?
Kekerasan di Sekolah, Siapa yang salah ?
Kendalikan mimpi dengan Posisi Tidur
Diubah oleh ujianjujur
Halaman 1 dari 11
Lucunya gimana bray.. emoticon-Nohope

yang diajarkan bukan yang dibutuhkan

Quote:


banyak materi yang di ajarkan tidak dibutuhkan di dunia kerja/kuliah....
terlalu luas namun tidak terpakai...
berulang-ulang seperti kehabisan bahan materi...
bahkan kadang guru pun tidak bisa menjawab, apa manfaat kita pelajari suatu materi ...

kurikulum yang ada "berpihak pada otak kiri", tergambar pada rapor yg beredar saat ini...

dan lucunya lagi ....
ketika pindah ke Kurikulum 13 yang isinya tidak berbeda jauh daripada KTSP 2006...
seperti permen yang ganti kemasan.......
Apakah ada perbedaan "hasil" K13 dgn KTSP ?

Kenapa tidak ada yang benar2 memikirkan-nya ?
1. Karena hasil perubahan bidang Pendidikan baru terasa 12 tahun yg akan datang (yg dipuji Presiden lain), sementara bangun jembatan, hasilnya (pujian) langsung nampak,
2. karena pengambil keputusan tidak pernah mengajar dari TK sampai SMA/SMK
bahkan harusnya pernah rasakan jadi dosen dan pengusaha yang menerima "hasil" pendidikan dasar
3. Lulus 100% jadi target utama, dan tolak ukur keberhasilan Pendidikan di Indonesia, bukan tentang daya serap hasil lulusan ke dunia kerja/kampus

dan yang jelas "kurikulum" yang ada sekarang "tidak tajam" dan "tidak dipedulikan"

Padahal Kurikulum merupakan inti dari pendidikan d sebuah negara....
jatuh bangun-nya sebuah bangsa, sangat tergantung dari apa yg dpelajari rakyatnya...

KOREA, mungkin....
Yang memiliki kelebihan Otak Kiri, menciptakan teknologi canggih (SAMSUNG LG)
yang memiliki kelebihan Otak Kanan, mendesain nya..., menjadi Artis...

dan bukankah itu berasal dari pendidikan dan kurikulum di negara nya ?
Tidak memaksakan seni pada "otak kiri"
Tidak memaksakan matematika pada "otak kanan"
ini yang harusnya diatur dalam kurikulum, bukan sekedar "ADA"
Ane agak setuju sih, tapi menurut ane anak makin gede makin berat kalo disuruh belajar (utk kalangan sd ya). Ane ngalamin sendiri ngajar bimbel, ada anak yg udah kelas 2 baca aja susah, begitu diajarin malah bebel banget tu anak ktnya susah. Sbnernya kalo baca tulis ngitung sih emang bagusnya dr TK, jdi kalo mulai dibiasain dan dilatih dr kecil, pas udah SD dia gak kagok klo ngeliat tulisan. Trus juga anak kecil itu kemauan belajar nya masih tinggi, jadi masih bisa kita tuntun buat blajar. Kalo udah gedean dikit udah mulai males biasanya anak2 mah. Ini jg kan nantinya ngefek buat dia kedepannya, ya gak?
Quote:


Situasi sekarang Kurikulum terlalu memaksakan "anak bisa calistung" sejak dini,
hasilnya, anak merasa "takut" krn ortu sering marah2 di rumah, guru juga bawaan nya kesal liatin anak gak bisa - bisa...
tp seandainya saja kurikulum dirubah, Calistung dimulai di kelas 2 SD, di saat otak sudah tumbuh dengan lebih baik, mungkin tidak ada lagi guru yang kesal, dan murid gak ketakutan belajar.....

tp yang jelas, kurikulum saat ini terlalu membuang waktu untuk materi yang gak pada tempatnya....

dan smua kembali ke yang di atas.... hehehe
syelalu tergugah kalau ad yg singgung2 dunia pendidikan emoticon-Toast mari diskusi.. hehe
mulai dari mana ya?emoticon-Traveller
sekolah kita sekolah manusia pak.. hehe
waktu pertama kali ngajar, idealisnya sy begitu kalau dibenturkan dengan pandangan sy trhadap kurikulum..

ngapain belajar, pelajaran yg ga disukai? hehe

kalau perlu tiap mata pelajaran dibuat ringkas istilahnya kalau sekarang dibuat per tema..

pengalaman sy mengajar belum dalem2 amat sih pak.. tp ky nya sdh bisa disimpulkan..

mau apapun kurikulumnya, yg paling penting itu guru nya..

karena guru itu segalanya buat siswa..

dibandingkan menyerap ilmu nya, yg sy perhatikan dan amati (tanpa penelitian) anak2 cenderung meniru sikap yg ada dalam diri sang guru..

misal, bagaimana membudayakan anak mau baca, kalau anak2 gak pernah ngeliat gurunya lg baca..

contoh kasus yg lain.. bagaimana mau mendisiplinkan anak, kalau kita sbg gurunya lebih sering datang terlambat dibanding anak2..

ya contoh2 kasus itu jd bahan introspeksi sy pribadi.. dan alhamdulilah..

hipotesis sy mendekati diterima, krn ketika sy lg pegang buku, kadang anak2 tanya buku apa itu pak? tentang apa?

atau ketika sy datang ke kelas tepat waktu, anak2 heran, dan yg datang terlambat pun merasa malu..

hehe

ya guru itu adalah budaya..

btw tugas dimana pak TS?
Berbahaya kalau sudah mengambil spesialisasi saat masih anak-anak, karena anak-anak itu minatnya selalu berubah-ubah.

Contohnya ane nih, waktu SD ane minatnya Astronomi karena ane sering membaca ensiklopedia Astronomi anak-anak. Saat SMP minat ane berubah jadi Matematika karena guru ane asyik banget waktu ngajarin Matematika. Saat SMA minat ane berubah lagi menjadi Fisika dan Biologi. Tapi saat kuliah ane memutuskan mengambil jurusan Ilmu Komputer.

Minat ane waktu sekolah dulu, yaitu Astronomi dan Fisika, sudah gak ane minati lagi saat kuliah karena di tingkat perguruan tinggi ternyata ilmunya sangat kompleks. Ane masih minat Biologi meski ane lulusan Ilmu Komputer. Dan pelajaran Biologi yang ane pelajari saat di sekolah dulu ternyata sangat bermanfaat karena bisa ane padukan sebagai topik riset saat kuliah, riset ane adalah mengenai software kedokteran.

Banyak ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa cabang ilmu, dan ahli-ahli ilmu gabungan ini biasanya sangat dicari di industri. Contohnya ya, ilmu gabungan dari Ilmu Komputer itu antara lain:
Ilmu Komputer + Elektro = Teknik Komputer
Ilmu Komputer + Manajemen = Sistem Informasi
Ilmu Komputer + Fisika = Sains Komputasi
Ilmu Komputer + Biologi = Bioinformatika
Ilmu Komputer + Kedokteran = Informatika Medis
Ilmu Komputer + Bahasa = Komputasi Linguistik
Ilmu Komputer + Psikologi = Kecerdasan Buatan

Beberapa ilmu gabungan yang terkenal lainnya:
Biokimia = Biologi + Kimia
Astrobiologi = Astronomi + Biologi
Mekatronika = Mesin + Elektro
Ekonofisika = Ekonomi + Fisika!

Bayangkan kalau semua anak-anak hanya fokus belajar satu bidang ilmu saja saat sekolah. Tak akan ada ahli-ahli di bidang ilmu gabungan tersebut.

Dan bayangkan jika baru saat dewasa minat anak berubah karena ternyata di tingkat yang lebih tinggi ilmunya terlalu sulit menurutnya, mereka harus mengulang lagi mempelajari minatnya mulai dari level SD, SMP, sampai SMA. Dan bagaimana jika setelah dia mempelajari itu semua minatnya kemudian berubah lagi?

Ane dulu waktu SMA minatnya Fisika karena saat SMA ilmu Fisikanya belum terlalu kompleks. Saat kuliah ane menyadari bahwa mata kuliah Fisika terlalu kompleks buat ane, sehingga ane memutuskan mengganti minat ane menjadi Ilmu Komputer dan kuliah di jurusan tersebut. Apakah ane harus mempelajari Matematika dan Ilmu Komputer lagi dari level SD? Tentu tidak. Seandainya saat kuliah ane mengganti minat ane lagi menjadi Biologi, apakah ane harus mengulang mempelajari Biologi tingkat SD? Tentu tidak kan. Makanya mempelajari banyak hal saat sekolah itu lebih aman dari resiko "salah jurusan". emoticon-Big Grin
Diubah oleh bujanglapuk.
Quote:


Luarbiasa pak, pasti ENTE jadi guru idola di sekolah,
kalau anak sudah tertarik seperti gt, harusnya mereka "manut"... haha

Proses membuat siswa bisa meniru guru yang di-idola kan akan menjadi penentu masa depan sang anak ....emoticon-Toast
Quote:



Mantap gan...
emang sebenarnya, penjurusan harusnya dilakukan di saat anak2 diperkirakan sudah cukup "stabil" untuk memilih...

tp saat ini, kelihatannya SD saja sudah menjelaskan terlalu banyak dan malah jadi beban bagi siswa, karena terlalu luas...
bukannya menjadi tertarik dengan pelajaran tertentu, malah anak-anak jadi ketakutan, dan merasa dirinya bodoh....
Harusnya disesuaikan lagi oleh pemerintah....
Diubah oleh ujianjujur
Quote:



ah masih belajar pa TS.. emoticon-Salaman

btw dines dimana skrg?
dah gak dinas lagi skarang... bisa sakit jantung kalo kelamaan dinas

mo jadi pedagang ajah..... jualan obat jujur... hahaha emoticon-Salaman
waktu sd.. ga ada minat apapun. Selain dapat nilai pas diatas 5 sdh puas... waktu smp... sedikit minat fisika dan biologi.... dan belum pandai mengarang. Kecuali ngarang jawaban essai.... waktu lulus smp di paksa masuk jurusan teknik otomotif.... padahal minat ke peralatan elektronika.... setelah lulus stm.... kebetula informatika lg booming dan bsi berbiaya terjangkau... masuk ke teknik komputer... tp ga ngerti cara nyolder... akhirnya sekarang jadi kepo ttg cara phising
ga ngerti pendidikan deh
Quote:


wah. sama gan....
ane jurusan teknik komputer juga, nyolder gak pernah rapi. ....
pas kerja malah nyasar ke dunia pendidikan...emoticon-Hammer2
Quote:


Ilmu yang dipelajari saat sekolah itu luas tapi gampang. Sedangkan ilmu saat kuliah itu sempit tapi sulit.

Ibaratnya jika setiap bidang ilmu memiliki 10 Bab. Saat sekolah kita belajar 10 bidang lebih banyak tapi hanya mempelajari Bab ke-1 saja. Sedangkan saat kuliah kita hanya mempelajari satu bidang ilmu tapi mempelajari Bab ke-2 sampai Bab ke-10.
Quote:


ane pernah ngajar les anak kelas 5 sd, dan isi materi pelajaran biologi utk anak kelas 5 sd sudah tentang pubertas,
ane mesti jelasin ke anak tentang ciri manusia yang memasuki masa puber (cowok dan cewek)
karna pengen tau sianak nanya "apa itu mentruasi" "kenapa begitu" dll
ampun gan, ane nyerah emoticon-Hammer2 ane ga sanggup jelasin yang begituan ke anak kecil.
mungkin ini juga termasuk salah satu pemaksaan kurikulum.
ato "jangan-jangan" karna metari ini anak-anak jadi lebih agresif dengan konten pornografi?
mungkin karena penasaran mereka cari sendiri konten-konten yang menyangkut ciri-ciri pubertas itu.
yah sepertinya, penyusunan nya agak gimana gitu..
tidak pada waktunya, dan tidak pada tempatnya...
kenapa masalah "pubertas" tidak diajarkan oleh orang tua masing-masing aja yah ?emoticon-Cape deeehh
pelajaran pas sd yg menurut ane gak penting.. manusia pertama yang mendarat dibulan emoticon-Big Grin... sama itu tuh "planet" pluto
negara sudah melaksanakan tugasnya untuk pendidikan
balitbang dan puskur telah menyelesaikan dan mengembangkan terus kurikulum berdasarkan UU sisdiknas tentang biasnya kurikulum terrjadi karena sekolah diberi wewenang penuh membuat kurikulum dengan rambu rambu yang kurang mengikat (KTSP) jadi gak usah heran munculnya "kelucuan kelucuan pendidikan" mulai dari munculnya buku buku referensi aneh, sampai munculnya sekolah sekolah aneh karena dunia pendidikan sudah didelegasikan wewenangnya ke daerah.

mengembalikan wewenang kurikulum ke pusat sudah dilaksanakan walau babak belur dengan memunculkan kurikulum 2013 semua yang sudah merasa ikut mengendalikan pendidikan di indonesia terhenyak karena kepentingannya terganggu kurikulum 2013 di tabrak sana sini yang penting harus batal dilaksanakan
betapa tidak:

munculnya KI 1 menjadikan siswa sesuai dengan amanat UU sisdiknas yaitu tujuan pendidikan nasional. Beberapa orang atau kelompok mencoba untuk mengkaburkan nilai nilai ketuhanan di generasi muda indonesia yang notabene sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan YME. moral agama dan moral adat semakin dijauhkan dari siswa kita diganti dengan moral universal ( moral yang selalu mengikuti perkembangan budaya) moral universal sekarang perempuan bercelana pendek dimuka umum adalah biasa bisa jadi nanti telanjang adalah biasa jka telanjamg sudah jhadui budaya.

dengan K 2 siswa dikembalikan lagi ke fitrahnya yaitu bermasyarakat.
munculnya egoisme siswa karena budaya juga, moral "ketuhanan YME" tidak menghendaki itu. moral adat juga tidak menghendaki sifat anarkhis, tidak teposeliro, tidak saling menghargai.

denagn adanya K 1 dan K 2 maka sulitlah beberapa orang atau golongan untuk menghancurkan moral bangsa (moral ketuhanan dan moral adat )

jadi inilah perbedaan KTSP dan kurikulum 2013
sulit melaksanakn kurikulum 2013 ? ya jelaslah mengubah main set sekarang untuk dikembalikan ke tujuan pendidikan indonesia sesuai dengan pasal 3 UUsisdiknas. butuh waktu untuk mendidik karakter.

untuk desain K 3 dan K 4 ulasan TS bisa diusulkan ke puskur depdikbud
cmiiw

Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di