CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e79fd2d65b24d29f02bada4/pelet-orang-banten

Pelet Orang Banten

Tampilkan isi Thread
Halaman 60 dari 71
dari pada nangis mending lanjutin cerita aja gan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gan.. kapan apdet lagi
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan papahmuda099 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Di tunggu lanjutan kisahnya om , baru kelar estafet baca kisahnya inget mantan ane yg kena pelet juga, emoticon-Sorry
ane nyerah krn kurang ilmu & gak punya skill utk duel & milih mundur, btw kl dr sudut agan mah udh istri, ya hrs tempur smpe titik darah penghabisan emoticon-Shakehand2

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
gaaannn... apdeeetttt... emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan papahmuda099 memberi reputasi
Belum ada update nih...
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan papahmuda099 memberi reputasi
Kentangnya mulai busuk gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan papahmuda099 memberi reputasi
Malem Minggu ya biasa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Menunggu malam Minggu Dengan update dri pahmudemoticon-tempted
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Menunggu update
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Sudah saatnya apdet bree
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Ngantuk beud brai ... nunggu update nggak updet updet ... emoticon-Cendol (S)
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan papahmuda099 memberi reputasi
Udah mau ujan bre... Lom update juga
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan papahmuda099 memberi reputasi
Teror Alam Gaib







Sedikit demi sedikit, pandangan mataku mulai mengabur. Bukan karena aku ingin pingsan, tapi akibat dari air mata yang mulai memenuhi kedua mata ini.

Dan ya, aku mulai menangis.


Aku menangis layaknya anak kecil yang hilang dari ibunya.

Saat itu, aku merasakan bahwa aku sendirian. Tak ada tempat yang bisa aku mintakan untuk berlindung.

Disaat aku sudah pasrah dan sedikit lagi berputus asa. Tiba-tiba, sebuah pemikiran muncul dikepalaku.

"Apakah ini mimpi?" Aku berpikir seperti itu karena kadang aku memang mengalami kejadian Lucid dream, atau tersadar dalam mimpi.

Disaat aku mulai berpikir seperti itu, isak tangisku mulai mereda.

Aku lalu mencoba untuk mengingat saat-saat aku mulai tertidur sore tadi.

"Ah, mungkin saja ini mimpi pas aku tidur tadi," kataku dalam hati.

Berpikiran sampai disitu, keyakinan dan keberanianku mulai tumbuh dengan cepat seperti bunga bermekaran.

Aku lalu dengan cepat menghapus sisa-sisa air mata dan sedikit ingus dihidung mancungku.
emoticon-Malu

Setelah memejamkan mata sejenak, aku lalu menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras. Berusaha mengenyahkan perasaan takut yang masih sedikit ada didalam diriku.

Setelah debar jantungku mulai kembali normal, perlahan, aku mulai berani membuka mata.

"Jreeng,"

Sosok pocong itu masih tetap berdiri disana. Kedua matanya tetap mengawasiku. Tapi, mulutnya kini tidak terbuka lagi. Mulutnya sudah tertutup.

"Asu," aku kembali memaki pelan.

Meskipun aku yakin bahwa ini adalah mimpi. Tapi bree...tetep aja serem banget itu pocong.
emoticon-Takut

"Jangan takut...jangan takut...jangan takut," aku mencoba mensugesti diriku sendiri dengan berucap sedikit keras.

"Ini mimpiku, jadi, akulah yang berkuasa disini," kataku lagi.

Aku perlahan-lahan mulai bangkit berdiri. Aku lalu memandangi pocong itu.

"Aku harus bisa berpikir bisa mengalahkannya. Karena ini hanya mimpi, maka dia juga hanyalah bayanganku saja. Jadi...,"

Aku langsung mencoba berlari kearahnya.

Awalnya memang sangat sulit. Karena memang, faktor ketakutanku kepada makhluk itu tidaklah bisa hilang sepenuhnya.

Tulang dan sendi-sendi kaki ditubuhku terasa kaku dan masih lemas saat kugerakan. Tapi aku tetap mencoba memaksakan kehendak.

Maka, dengan gerakan lari yang sedikit tertatih-tatih, aku berlari kearahnya dengan pikiran yang bercampur aduk antara berani dan takut.


Dan, setelah jarak antara ku dengannya sudah dekat,aku lalu melompat dan menerjang kearahnya sambil berteriak...

"Jangan panggil aku anak kecil, pamaann!"

(entah kenapa kata-kata itu yang keluar)
Lalu,

"Bruak!"

Tendangan kedua kakiku sukses mendarat ditubuh pocong itu. Ia terdorong dan terlempar ke belakang dan jatuh berguling-guling diatas tanah.

Sedangkan aku sendiri juga ikut jatuh di tanah. Tapi, aku sebisa mungkin segera berdiri. Takut pocong itu kembali muncul di depanku.

"Ngiiing...,"

Sepi.

Tak ada pergerakan dari pocong yang kutendang tadi.

Kulihat tubuh putihnya masih saja terbaring diatas tanah. Wajahnya tak bisa kulihat dikegelapan malam. Yang pasti, setelah aku menunggu beberapa saat, tubuhnya masih tetap saja diam terbaring disana.

Setelah beberapa saat, aku lalu bergerak mundur. Dan saat jarak kami sudah jauh, aku segera kembali berjalan.

Tapi, aku kembali terhenti.

"Tunggu, kalau ini mimpi, biasanya kalau aku lari, gerakan lariku akan jadi lambat, seperti slow motion. Tapi ini kok enggak sih. Enteng-enteng aja," pikirku.

Untuk lebih jelas, aku lalu berlari sedikit. Dan benar saja, lariku sangat enteng. Malah lebih enteng dari biasanya saat aku joging di pagi hari saat hari Minggu.

"Ini kayaknya bukan mimpi deh,"

Dan saat aku berpikiran sampai disitu, tiba-tiba saja dari arah depan, atau mungkin samping, terdengar suara men-ciap anak ayam diantara suara-suara hewan kecil dihutan ini.

Hanya satu ekor.
Pelet Orang Banten

Dan dari suaranya, sepertinya dekat.

"Ciap...ciap...ciap,"

"Masa sih ada anak ayam...," Baru saja aku berpikir sampai disitu. Mendadak muncul sebuah ingatan. Ingatan tentang perkataan bapak.

"Kalau ada suara anak ayam ditempat yang ganjil, coba perhatikan baik-baik. Kalau suara anak ayam itu dekat, artinya bahaya itu masih jauh. Namun jika sebaliknya, suara anak ayam itu menjauh, maka sesungguhnya bahaya itu sudah dekat denganmu. Dan, saran bapak adalah, kamu sebaiknya lari atau mencari tempat untuk bersembunyi, Nang."


Jantungku kembali dipompa.

"Deg..deg..deg..deg,"

Berdegup kencang dan cepat.

Aku lalu mencoba memperhatikan dari mana datangnya suara anak ayam itu. Dengan sedikit memejamkan mata, aku berusaha berkonsentrasi pada sumber suara.

Setelah beberapa saat, Tak ada hasil. Nihil. Karena suara anak ayam itu seperti menggema ditengah hutan ini.

"Ciap...ciap...ciap!"

Suara itu masih terus terdengar disekitarku.

"Aduh, bagaimana ini?" Tanyaku pada diri sendiri.

Dan disaat aku tengah kebingungan, tiba-tiba suara anak ayam itu menjauh!

"ciap...ciap...ciap,"

"Mampus," ujarku.

Aku langsung menengok ke kanan dan kiri. Mencoba mencari tempat untuk bersembunyi. Hanya ada pohon-pohon besar disekitarku.

Lalu, tanpa berpikir lebih lama, aku segera berlari kesebuah pohon yang lumayan besar dan bersembunyi diantara akar-akarnya yang cukup besar.
Pelet Orang Banten

Aku bersembunyi diantara akar-akarnya itu.

Dengan jantung yang berdebar-debar, aku mencoba untuk menajamkan mata dan telingaku.

Sepi.

Masih lengang.

Hanya suara-suara hewan malam saja yang masih terdengar.

Lalu...

"Slep,"

Hening.

Tak ada suara apapun. Suara hewan malam seperti jangkrik dan sebangsanya menghilang.

Pikiranku langsung berkata agar aku harus meningkatkan kewaspadaan sekarang. Karena bahaya sudah mulai mendekat.

Dan, ala yang aku duga memang benar adanya.

"Srak...srak...srak,"

Aku mendengar seperti suara langkah kaki yang menyeret sesuatu, berjalan dari kegelapan malam menuju tempatku bersembunyi.

Dari nada ada suaranya, makhluk atau apapun itu, berjalan seperti tertatih-tatih. Karena suara "srak...srak-nya" itu seperti tersendat-sendat.

Dan suara itu makin lama makin mendekat.
emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut

Aku sebisa mungkin berusaha untuk mengecilkan suara nafasku yang memburu seiring dengan mendekatnya suara langkah kaki tadi.

Dada ini, mungkin bisa pecah akibat hentakan keras yang berasal dari debaran jantungku.

"Dug...dug...dug...dug,"

Aku menekan dadaku dengan keras, berusaha untuk menahan. Takut suara jantungku terdengar oleh sosok pemilik dari suara langkah kaki itu.

Mulutku juga tak berhenti untuk berdoa membaca semua doa yang yang bisa aku pikirkan dan yang terlintas di otakku.

Aku juga waktu itu heran dengan ketakutanku yang sangat amat itu. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, sudah semingguan ini aku terus-menerus diteror dan bahkan beberapa kali masuk ke dalam alam gaib. Dan meskipun aku memang ketakutan, tapi aku tidak merasakan setakut sekarang.

Kalau diingat-ingat lagi, memang waktu kemarin-kemarinnya, saat aku mengalami hal-hal gaib, aku memang ditemani oleh seseorang. Juga karena faktor keinginanku untuk membantu istriku.

Seperti contohnya waktu di kebun Abah. Meskipun mendapat teror gaib, aku bisa melewatinya karena ada soleh waktu itu. Dan juga karena aku bertekad untuk membantu istriku.

Kemudian sewaktu aku berada di tanah Cirebon, di tempat guru bapak. Aku masuk dalam gaib, ditemani oleh Bapak.

Jadi, selama ini selalu ada yang menemani dan juga tekad kuat untuk menyelamatkan istriku.

Tapi sekarang, aku sendiri. Istriku sudah selamat. jadi memang aku tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk bisa menghadapi hal ini.

"Ya Allah tolong selamatkan aku," pintaku berdoa dalam hati sambil memejamkan mata.

Parahnya, saat aku memejamkan mata sehingga pandanganku gelap gulita. Indra pendengaran ku malah semakin sensitif. Sehingga suara-suara yang tadinya tidak bisa ku dengarkan, malah gini bisa terdengar jelas di telingaku.

Ada banyak suara di sekitarku.

Selain suara langkah kaki yang seperti menyadari sesuatu, aku juga bisa mendengar suara tawa khas dari kuntilanak, yang keberadaannya entah ada di mana. Lalu ada juga suara seperti desahan-desahan berat yang kudengar dari arah depanku. Pokoknya, saat itu aku merasakan bahwa banyak suara-suara aneh yang mengelilingi tempatku bersembunyi.

mereka semua seolah-olah sengaja berganti-gantian bersuara untuk membuat mentalku tambah down.

Dan hal itu memang berhasil.

Aku sungguh sangat lelah.

Rasanya tubuhku sudah mulai di ambang batasnya. Aku mulai merasa lemas, kepalaku seperti berputar-putar di dalam ruang yang hampa. Meskipun aku masih memejamkan mata, tapi dimataku semua pohon dan juga makhluk-makhluk yang asing terlihat seperti berputar-putar membuat jalur spiral.

Dan saat sebentar lagi aku akan ambruk, tiba-tiba di benakku muncul sesosok tubuh dengan balutan gaun panjang yang melambai-lambai tertiup angin. Rambut panjangnya tergerai kesamping, matanya yang berwarna biru menatapku dengan tatapan mata yang sejuk.

Sosok ini seolah menahan dadaku agar aku tidak roboh ke depan. Kemudian dari mulutnya keluar sebuah suara.

"Jangan tuan kalah dengan semua ini. Ada saya di dalam diri tuan yang dimasukkan oleh bos, sewaktu dirumah si bos,"

Aku memandang sosok cantik itu dengan tatapan mata yang sedikit sayu.

Kemudian seperti ada kilas balik di depanku.

Disana aku melihat waktu aku berada di rumah bapak beberapa hari yang lalu. Saat aku menginap di rumah akibat pingsan sewaktu keris Bapak berkelahi dengan makhluk kiriman Sukirman. Lalu saat aku tengah tertidur di rumah bapak, aku diuji oleh Bapak dengan sosok genderuwo. Dan setelah aku berhasil menghajarnya, aku diberikan sebuah pegangan oleh Bapak. Sehingga aku bisa mengeluarkan sebuah tinju yang bisa melukai para makhluk gaib.

Mataku kemudian terbuka lebar demi melihat kilas balik itu.

Kesadaranku kini pulih seutuhnya.

Didepanku, kini benar-benar ada sesosok perempuan cantik yang sepertinya memang pernah aku lihat disuatu tempat.

Aku memandang sosok cantik itu dengan tatapan tajam.

"Jadi, kamu khodam keris milik bapak?" Tanyaku.

Sosok cantik itu mengangguk dengan tersenyum.


Entah karena aku melihat senyum jin yang menawan itu, ataukah karena sebab yang lain. Tiba-tiba muncul sebuah keberanian untuk tidak tinggal diam dengan keadaanku sekarang.

Dengan bekal yang kupikir cukup untuk melawan mereka, apalagi aku juga didampingi oleh sosok khodam keris milik bapak, aku segera bangkit berdiri dengan mengepalkan kedua tanganku.

Sosok jin perempuan itu juga berdiri dihadapanku.

Untuk sesaat aku saling bertatapan muka dengannya. Bukan untuk melihat dan mengagumi kecantikannya, melainkan untuk melihatnya kalau ia benar-benar ada.

Untuk membuktikan keyakinanku sekali lagi.

Dengan memejamkan mata, aku berusaha untuk kembali mengingat sensasi sewaktu aku mengeluarkan tinjuku yang bisa mengalahkan jin milik bapak.

Perlahan namun pasti, aku bisa merasakan ada sesuatu yang aneh muncul dipertengahan perutku.

Sebuah hawa yang sedikit hangat muncul disana.

Didalam bayanganku, hawa yang muncul tadi lalu kupikirkan sebagai sebuah gumpalan awan yang berdiam diperutku. Lalu, gumpalan awan itu perlahan-lahan aku pecah sedikit dan kuarahkan menuju kedua tanganku.

Berhasil!

Aku bisa merasakan kedua tanganku menghangat.

Aku lalu membuka mata.

Aku bisa melihat sebuah senyum yang muncul diwajah khodam didepanku.

Lalu, perlahan namun pasti, sosok khodam itu mengabur lalu berubah menjadi asap keputihan dan masuk kedalam tubuhku.

Tepat saat seluruh asap yang berupa perwujudan dari jin khodam tadi masuk kedalam tubuhku. Aku langsung merasakan tubuhku berubah menjadi sangat enteng.

Kini, keyakinanku serta keberanianku sudah 100%.


Kemudian, dengan mengucap bismillah, aku mulai melangkahkan kakiku. Bersiap untuk bertempur melawan apapun yang ada dibalik pohon tempatku bersembunyi tadi.





***
profile-picture
profile-picture
profile-picture
beqichot dan 47 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tegang campur ngakak kalau baca tulisan gan TS yang satu ini, meski cerita horor tapi ada selipan humornya juga. Kerenlah pokoknyaemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Ane kira Ts akan melakukan hal yg sebelumnya saat tidur bareng poci.emoticon-Malu
makasih updatenya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Malam minggu ada kamu....
emoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Naah gitu dong barbar kwkwkw , kapan lagi ya kan baku hantam sama jin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
papahmuda099 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kadang klokita sedang kalut... Tidak terpikirkan bahwa kita punya jalan keluar dr masalah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bauplunk dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ternyata dibalik pohon ada kebun kentang
profile-picture
papahmuda099 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 60 dari 71


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di