CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
PETAKA BATU SAFIR [KISAH NYATA]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da869b3a7276809f815df60/petaka-batu-safir-kisah-nyata

PETAKA BATU SAFIR (KISAH NYATA)

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 42
Quote:
Buahahahah ada yg curhat nih ye emoticon-Malu

Kayanya pernah denger tuh kata2,. PANGLIMA TIANFENG emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
viakhalifah dan zaskiarmdn memberi reputasi
Kisah pesugihan yg slalu bikin ane penasaran,..lanjut gan ts..
Quote:
Itulah hebatnya masyarakat +62,. Selalu ada jalan apapun tujuannya emoticon-Cape d...

Siapp nanti ya, lagi ngajak keluarga kecil ane jalan2 dulu lurr
profile-picture
profile-picture
viakhalifah dan ableh80 memberi reputasi
Diubah oleh AllKreatif
Quote:



A man who doesn't spend time with his family can never be a real man...(don corleone)..
Yg jombliz jgn ngiri emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
viakhalifah dan AllKreatif memberi reputasi
Diubah oleh ableh80
Lihat 1 balasan
Balasan post ableh80
Quote:


Ane habis buka gugel, dan ternyata artinya seperti ini

"Pria yang tidak menghabiskan waktu bersama keluarganya tidak akan pernah bisa menjadi pria sejati"

Thanks gugle, berkatmu aku jadi tidak terlihat bodoh emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
viakhalifah dan ableh80 memberi reputasi
Quote:


thanks gugel udah bantu sobat ane
Ane terharu gel emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
viakhalifah dan AllKreatif memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post ableh80
Wkwkwkwkw..
*aslidrama
profile-picture
viakhalifah memberi reputasi

PART 3

RITUAL PEMANGGILAN

PETAKA BATU SAFIR [KISAH NYATA]
sumber gambar : disini

Nenek itu bangun dan masuk kedalam rumah, aku terus memandangi sekeliling rumah ini, sebuah rumah yang berada diantara pohon2 besar. Posisi rumah ini berada di atas tanah yang agak tinggi, disebelah kanan rumah terdapat sebuah kolam yang airnya agak keruh. Tidak berapa lama si nenek keluar dan membawa beberapa gelas berisi minuman

"Ah diminum dulu" kata mbah Bhanu

Kami langsung mengambil sebuah gelas dan meminumnya, walaupun saat itu aku tidak begitu haus, namun untuk menjaga perasaan si mbah akupun meminumnya.

"Siapa namamu tadi?" tanya mbah Bhanu sambil menunjuk kearahku

"Saya Bayu mbah" kataku sambil menundukkan kepala

"Sudah tau semua resikonya?"

"Sudah mbah, saya siap dengan segala resikonya" kataku yang sebenarnya masih teringat wajah anakku

"Nanti malam kita akan mulai, dan kamu juga harus ikut untuk melepas perjanjianmu" kata mbah yang sekarang ucapannya mengarah ke Eko

"Dalem mbah.." kata Eko yang menggunakan logat Jawa halusnya

Waktu berjalan begitu lambat, kami berbincang2 dengan mbah Bhanu, ditengah perbincangan mbah Bhanu lalu pergi, beliau pergi untuk menyiapkan beberapa syarat yang harus ada ketika ritual nanti. Sebelum pergi, mbah Bhanu sempat berpesan agar jangan sekali kali masuk kedalam hutan, apapun yang terjadi. Lalu mbah Bhanu pergi bersama si nenek, tinggal lah aku dan Eko di rumah ini, Eko lalu membaringkan tubuhnya diatas bale bambu yang ada di samping kolam, dan setelah beberapa lama akhirnya dia tertidur. Sementara aku masih asik menikmati keindahan batu cincin yang baru saja aku terima dari Eko kemarin.

Ketika sedang memutar2 cincin, aku melihat dengan jelas seorang anak kecil di seberang kolam, ia memberikan senyum dan menunjuk kearah hutan. Anak kecil yang aku lihat ini seperti anak normal pada umumnya, tidak ada keanehan dalam benakku saat itu. Dia lalu berjalan dan menoleh kearahku sambil kembali menunjuk kearah hutan, tanpa sadar kakiku berjalan mengikuti langkah kaki anak kecil tersebut.

Setelah berada agak jauh dari tempat semula, anak kecil itu menoleh kembali kearahku, lalu terlihatlah wajah aslinya yang menyeramkan, matanya merah dan melotot kearahku, dia tertawa keras sekali sampai terlihat gigi2nya yang berwarna hitam. Aku sangat ketakutan saat itu, aku lalu membalikkan badanku dan berlari sekuat tenaga, sampai dirumah mbah Bhanu aku masih melihat Eko yang sedang tertidur, kemudian tanpa menunggu lama aku langsung membangunkan Eko untuk menceritakan apa yang aku lihat.

Aku menggoncang2kan tubuh Eko yang saat itu posisi tidurnya membelakangiku, ketika badan Eko berbalik, betapa terkejutnya aku karena wajah Eko seperti bangkai mayat yang sudah lama membusuk, terlihat belatung yang berjalan diantara luka2 di wajah itu, kedua matanya bolong dan hanya menyisakan darah yang mengalir dari lubang matanya. Aku lalu pingsan dan tidak sadarkan diri sampai mbah Bhanu membangunkanku.

"Woi Bay.. lu kenapa tadi?" kata Eko yang sudah duduk disampingku

Sekarang aku sedang berbaring didalam sebuah rumah, kondisi rumah ini agak terawat sebenarnya, namun karena bangunan ini terbuat dari ayaman bambu dan letaknya di kelilingi pohon2 besar, tetap saja terlihat angker menurutku. Aku lalu mencoba untuk duduk, dan mulai menceritakan semuanya kemereka

"Mmm,, sudah mbah bilang untuk jangan memasuki hutan, kamu bandel juga" kata mbah Bhanu

Aku tidak menjawab dan terus memegang kepalaku yang masih agak pusing. Mbah Bhanu lalu membawa sebuah tampah yang diatasnya sudah ada bunga2 segar dan seekor ayam hitam yang sudah dalam kondisi mati. Si nenek berjalan mengikuti langkah mbah Bhanu sambil membawa gerabah yang sudah mengeluarkan asap berbau kemenyan.

"Sebentar lagi kita akan mulai memanggil dia" kata mbah Bhanu

Seketika aku sadar, bahwa hari sudah malam. "Sudah berapa lama aku pingsan?" kataku dalam hati. Aku lalu melihat sekeliling, terlihat dari balik jendela langit sudah gelap, dan didalam rumah sudah ada beberapa buah lentera yang menggantung di beberapa bagian dinding rumah.

"Yang itu tolong dimatikan ya nek" kata mbah Bhanu sambil menunjuk sebuah lentera yang menggantung tepat di belakang Eko.

Ketika lentera dimatikan, pencahayaan mulai berkurang, walaupun tersisa satu buah lentera yang masih menyala di dapur. Kami berempat lalu duduk disetiap sudut ruangan yang aku perkirakan ukurannya 3x3 meteran, mengelilingi tampah yang berada ditengah2 ruangan. Terdengar sayup2 suara mbah Bhanu membacakan sebuah mantera yang aku yakin itu adalah logat jawa. Mbah lalu menghentikan manteranya dan berpesan agar jangan ada yang memejamkan mata dan lari ataupun teriak saat apapun hadir ditengah2 kami. Lalu mbah memintaku untuk tetap memakain cincin itu walau rasanya akan panas nantinya.

Mbah lalu kembali membaca mantera2, setelah agak lama aku merasa seperti ada angin yang datang entah dari mana, dan terdengar suara lemparan2 batu dari atap rumah mbah, aku terus berkonsentrasi dan menyiapkan diriku untuk sesuatu yang akan muncul nantinya.

Perlahan asap putih muncul dari tengah2 tampah, lalu kemudian membentuk suatu sosok pocong yang tingginya sekitar dua meteran lebih, kafan yang agak kotor dan sudah tidak berwarna putih itu sangat jelas terlihat olehku. Awalnya aku sangat takut sekali terlebih wajah makhluk ini seperti wajah Eko yang aku lihat sebelum pingsan tadi, busuk dan mengeluarkan darah. Sesekali aku menundukkan kepala karena rasa takut yang masih tersisa didiriku, walaupun aku tau tidak akan terjadi apa2 juga kepada kami.

Setelah agak lama, sosok pocong itu menghilang dan kembali menjadi kepulan asap tebal. Aku kembali mengangkat kepalaku yang sedari tadi agak menunduk, dan masih terdengar sayup2 suara mbah Bhanu membaca mantera. Tidak berapa lama kembali aku merasakan angin yang datang, tapi kali ini udaranya agak hangat, kemudian muncullah satu sosok hitam berbadan besar, makhluk ini memiliki rambut yang panjang dan kuku2 yang panjang, dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, bukan main takutnya aku saat itu. Aku kembali terus mengingat tujuanku datang kesini, aku mau cepat kaya, aku mau cepat kaya...!!

Hembusan nafasnya seakan mengeluarkan bau busuk yang hampir membuatku muntah, lalu tiba2 cincin dijariku terasa panas sekali, seakan akan membuat jariku terbakar. Aku berusaha memberanikan diri untuk tidak memejamkan mata, aku melihat kearah cincin yang aku kenakan ini, cincin ini mengeluarkan asap putih kehitaman, lalu perlahan makhluk itu menghilang dan suasana kembali normal.

Mbah Bhanu menghentikan manteranya, dan terlihat samar2 nenek bangun dari duduknya dan kembali menyalahkan lentera yang tadi padam.

BERSAMBUNG
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasaryo1985 dan 22 lainnya memberi reputasi
Yah ketinggalan cerita, koq makin serem ya bang emoticon-Takut
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post zaskiarmdn
Quote:
bacanya jaangan di kuburan juga sist... emoticon-Cape d...

profile-picture
profile-picture
zaskiarmdn dan viakhalifah memberi reputasi
Nyambung lagi gan.. Mantull 👍
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post rizqikeren
Quote:
Siapp,, tunggu aja ya juragan emoticon-Toast

profile-picture
zaskiarmdn memberi reputasi
Diubah oleh AllKreatif
lanjut atuh...seremmmmmm
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
nyimak
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Mantab 'lur thread ke 4
emoticon-Cool
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
lagi serunya pas cerita pocongemoticon-Ngakak
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Quote:
Sabarrr puh, hari ini ane usahakan terbit part selanjutnya emoticon-Cool

Quote:
Silahkannn emoticon-Shakehand2

Quote:
makasih lurr emoticon-Toast

Quote:
emoticon-Takut

Mantap..
walau ending nya ketebak, sy masih ingin menikmati sensasi tulisannya.

Semoga rayuan kepada narasunber, tidak pernah habis ..

Mantap.
profile-picture
profile-picture
AllKreatif dan anakjahanam721 memberi reputasi
ada lagi lanjutannya gan?
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Quote:
Siappp,, makasih lur emoticon-Toast

Quote:
Ada gan, tunggu aja ya
profile-picture
viakhalifah memberi reputasi
Halaman 6 dari 42


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di