alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57a7f70f12e2579b248b4569/kurikulum---bagian-terlucu-dari-dunia-pendidikan

Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan

Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 11
Quote:


Bener gan, tp terkadang ada profesi tertentu yang sudah pada titik jenuh, jika merasa stagnan, mungkin lebih baik coba profesi lain.

yang teman ane, jadi motivator, kebetulan sekali dia membuka bidang baru, yang belum ada "saingan"nya....
mungkin analoginya, kalo dulu buah naga dianggap buah semak, gak pernah dijual, skrg malah mulai laku di pasaran...

bener gan, setuju banget dgn hawkings...

tp menurut ane sih, ini adalah siklus,
di kompetisi ada di jaman kelangkaan, nantinya di saat semua sudah "maju", era robotik, semua serba otomatis, maka kompetisi akan hilang dengan sendirinya,
penemuan mesin-mesin pertanian, mempermudah panen dan pembibitan dengan otomatis,
teknologi benih unggul yang sedang di-riset negara luar memungkinkan produksi meningkat tajam dalam waktu dan area yang lebih terbatas

di jaman itu, kompetisi memang sudah pasti "sirna"
jgn jauh2 mikirin pendidikan klo org yg mau dididiknya masih sibuk cari makan
bener gan, ada beberapa bagian dalam pendidikan tidak dibutuhkan kalau hanya sekedar cari makan
pendidikan "penuh" hanya dibutuhkan untuk riset kebutuhan masa depan....
Untuk masalah ini, (ane dengar lgs dari salah 1 petinggi dikti, pas kebetulan ada kegiatan di sana, 2005) "emang ada salah dalam sistem pendidikan Indonesia yang semua lebih memilih S1 daripada D4, padahal seharusnya Diploma untuk kerja dan Sarjana untuk riset"
beliau juga bilang "ini masalah muncul dari sistem penerimaan PNS yang lebih menghargai lebih pada S1, akibatnya sedikit sekali yang mau masuk D3"

panjang gan kalo mau dibahas.... emoticon-Ngakak
ini baru lagi informasinya, UN mau dihapus :hopeless

analogi nya...
UN + Kunci Jawaban = Program Diet pakai timbangan rusak
UN Bukan penentu kelulusan = Program Diet, walaupun Berat 200KG tetap dinyatakan kurus
Tanpa UN = Program diet tanpa Timbangan

wacana UN dilimpahkan ke provinsi ? ketika dihandle pusat saja (1sumber), Kunci Jawaban beredar, apalagi dihandle provinsi (35 sumber)

tp ... yang menjabat... yang berhak memutuskan, semoga saja berdasarkan pertimbangan yang terbaik buat masa depan bangsa..emoticon-Toast
Quote:


profesi kerja otot yg akan meningkat banyak klo diksh kompetisi apalagi diksh insentif uang.. dan sebaliknya, ga ada perusahaan inovasi kreatif (kyj google & apple) yg ngasih iming2 uang sebagai insentif, insentif mreka adalah kebebasan tanpa tekanan kompetisi antar sesama kasarnya terserah lo mau apa, tp ini hrs kelar
ane kira agan tau lah riset ini..

ga mungkin full robotik ada untuk produksi klo msh sistem moneter..
didemo buruh ntr emoticon-Ngakak

iyaa bener, universitas ada krn kebutuhan riset.. skrg main ke forum2 curhat nanya jurusan S1 mana yg kerjanya dpt duit banyak emoticon-Wink

ga salah sih, mreka hidup disistem yg emng udh rusak emoticon-Wink

itu lah, ibu no 1 surabaya aja blg klo ga ada UN murid ga afa motivasi blajar
dlm hati, hrsnya motivasi blajar ada krn mreka tau ilmu itu bakal berguna buat hidupnya bkn buat nilai apalagi UN

kesadaran sih yg penting..
motivasi kesadaran yg msh kurang diluaran sana, ane kbtulan juga org coaching emoticon-Wink ttg kesadaran emoticon-Big Grin
Quote:



Mantap gan.. ane sependapat ....
"terserah lo mau apa, tp ini hrs kelar" = Profesionalisme, tidak butuh insentif khusus tp kejelasan, tp gaya berpikir sperti ini masih Minim, jadi mau gak mau masih harus pakai insentif "baru kerja"

" jurusan S1 mana yg kerjanya dpt duit banyak" = hal yang lumrah pada negara yang masih di-posisi "SURVIVING"

"Motivasi belajar yang terbaik adalah rasa ingin tahu" bukan nilai... namun sayangnya ini belum bisa diterapkan di situasi masyarakat yang "pola pikir" yang penting nilai (kaya).... guru SD yang harus nya menanamkan pola pikir "ingin tahu" ini....

yang ane liat skrg, anak-anak banyak yg mikir "buat apa belajar, ntar juga pasti lulus pake kunci jawaban"
apalagi kalau UN nya hilang... waaaa.. gak kebayang betapa indahnya masa-masa sekolah tanpa belajar....
krn, jujur.. situasi real, kesadaran belajar masih belum ada, dan belum dipikirkan untuk ada....

emoticon-No Hope


1 lagi yang mengganjal pikiran ane,
kenapa yah, dunia pendidikan dasar dan menengah selalu dikendalikan oleh orang dari pendidikan tinggi
yang belum pernah jadi guru saja gak boleh jadi kepala sekolah,
nah ini belom pernah jadi guru dijadikan kepala dinas, menteri pendidikan.
emangnya tau "apa kebutuhan guru ?" "apa kendala guru ?"
Pilot mungkin lebih jago dari ojek, tapi.. belom tentu pilot bisa jadi ojek kan ?

ane liat2 ke masa lalu, dari wikipedia, ternyata hanya Ki Hajar Dewantara yang tertulis pernah jadi guru

ane liat, agak riskan, jika Dunia pendidikan dikendalikan oleh politik
Diubah oleh ujianjujur

Well i know exactly that freaking K13
And i think it bullshit
Jam pelajaran english jadi seminggu sekali dan sering guru english ane jarang masuk
And komputer when we get a homework pasti yg ngerjain 1 atau 2 yg lainnya ngopas
Yesh our curriculum is bullshit guys
Bener apa kata ts harusnya di SD belajar ttg tata krama dan lebih menghabiskan waktu sama ortu

Well untk akademik itu yg itung2 ngan mah gampang
Yg susah itu build a freaking character
Need a lot of time to build that

Yap as you can see people nowdays have a bad atitude. Ya karena ga didik dari kecil

Ah sudahlah
And in highschool harusnya langsung sesuai keinginan dan passion mereka

Yap this is Indonesia
emoticon-Toast

Ts kece

emoticon-Recommended Seller
Quote:


yg ane liat di "lapangan", kegagalan pendidikan karakter bersumber dari "buat apa sekolah ?"
ketika siswa merasa "buat apa capek belajar, toh ntar lulus pake kunci jawaban"
guru mulai berpikir "napaen capek ngajar, toh ntar anak2 lulusnya pake kunci jawaban"
dan (kepala) sekolah pun mikir "yang penting anak2 lulus, nilai tinggi, siswa terus bertambah"

nah pertanyaan nya, "masih adakah yang niat belajar ?"
dan mengajar itu gampang, jika siswa mau belajar....
tp mengajar siswa yg tidak mau belajar ? guru bisa "darah tinggi" dan di sanalah munculnya kekerasan di sekolah...
siswa tidak mau buat PR, guru marah, gurupun dilawan

tp yah, gitu lah, yg di atas hanya menerima laporan manis dari yang di tengah...
tidak pernah mengetahui situasi real di bagian bawah....
8 tahun jd kepsek, ane "capek sendiri" melihat situasi yang tidak bakalan bisa diperbaiki dari bagian bawah
dan akhirnya ane memilih untuk keluar dari dunia pendidikan, kembali jadi programmer emoticon-Toast
Halaman 11 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di