CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Arsitektur /
All About KPR - Please Read Page 1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013965906/all-about-kpr---please-read-page-1

All About KPR - Please Read Page 1

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 2 dari 501
mantap rumah baru nya agan ichalviking...ane udah subscribe...

kalo boleh tau bank syariah mana aja sih yg menerapkan sistem proporsional bukan Anuitas?? klo boleh minta listnya yah gan..pm jg ga papa..

sebab selama ini ane cuma ketemu bank syariah yg tetep make sistem anuitas..karena itu menurut ane masih banyak bank syariah di kita memang masih syariah-syariahan..

Ane rencana nya akhir bulan ini mau akad nya..doakan lancar dan lancar trus cicilannya ampe lunas yah..
Quote:


kalau apple to apple fixed dan flat rate yang setara itu, mau berapa pun waktu tenornya diujungnya pasti sama persis total yang kita keluarkan ke bank gan.

yang flat rate akan lebih menguntungkan kalau akan dilunasi lebih cepat.

misalkan :

Pinjaman= 100j t
Bunga fix= 8% setara flat= 4.33%
Tenor= 60 bln

Cicilan perbulan sama= 2,027,639
Setelah 60 bulan total dibayar (pokok+bunga) sama2= 100jt + 21,658,366

Pelunasan dipercepat setelah 25 bulan
Fix sisa pokok = 63,109,367
Flat sisa pokok = 58,333,333

Jadi flat itu lebih menguntungkan kalau pelunasan dipercepat

Perhitungannya pakai file simulasi yang udah pernah ane post. emoticon-shakehand
Waduh ane ketinggalan dah pindah rumah baru aja emoticon-Selamatemoticon-Selamatemoticon-Selamat, ini pindah rumah pake KPR kagak emoticon-Hammer2

Btw agan TS makasih ya ijo2nya adem bener dah emoticon-Toast
Quote:


Dapet jatah terakhir Gan emoticon-Big Grin
Silakan bagi2 kalo ada info terbaru...

Quote:


Kalo di Jakarta (Ane keliling Juli 2011) yang fix proportional cuma DKI Syariah Gan...
Ga tau kalo sekarang...

Quote:


Silakan di share disini Gan info terbaru nya...
Semoga direstui Moderator emoticon-Peace
sharing buat syarat tambahan KPR untuk ngebangun rumah:

-fotokopi bukti kepemilikan tanah (sertifikat)
-fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau resi permohonan pembuatan IMB
-bukti pembayaran PBB tahun terakhir
-Rencana Anggaran Biaya (RAB)
*sumber: BNI

-Bank Syariah Mandiri: Dalam RAB, biaya upah pekerja dan keuntungan kontraktor tidak akan dipertimbangkan untuk perhitungan kredit pembangunan karena dianggap bukan komponen "pembelian".
wah,
rumah baru nih.
oiya gw lupa.
ini gw punya file hitungan KPR.
kalo di atas buat KPR syariah.
ini KPR konvensional.

perhitungan KPR konvensional

semoga bermanfaat.

99,99% akurat karena ambil dari bank.
emoticon-Stick Out Tongue

*kalo ada yang g paham silahkan tanya disini ato PM nanti gw jelasin.
kalo di google docs ketika di edit agak lambat berubahnya angkanya.
tunggu beberapa saat.


ini sekalian gw mau share.
kemaren baru SP3K, buat ancar2 temen2 aja nih ya:
ini nilai awalnya dan cicilan:

All About KPR - Please Read Page 1

kemudian ini adalah total biaya pertama:
All About KPR - Please Read Page 1

ini di bank BTN.
emoticon-Angkat Beer
rumah baruemoticon-Big Grin

trid lama di laporkan dong,biar di closed momod.
gak ke sundul2 lagiemoticon-Big Grin



Posted with kaskusBetaQR
Quote:


Quote:


Update page 1.
Makasih buat share nya emoticon-Big Grin

Quote:


Siap laksanakan... emoticon-army
Quote:


Apht gede juga yah emoticon-Bingung
Quote:

wah pantas aja penilaian appraisal rumah dari bank itu kecil dari harga pasaran kalo biaya upah pekerja mungkin jg gk diperhitungkan...
berarti appraisal hanya menilai permeter material, bukan hole in dengan jasa tukangemoticon-Hammer (S)
Quote:


yup.
tapi untung seluruh biaya KPR di tanggung ama developer.
emoticon-Angkat Beer
mungkin ini juga info berguna.

kalau kita nyari info KPR ke sembarang cabang bank, kadang infonya kurang jelas dan kurang lengkap kalau di cabang bank tersebut tidak ada bagian khusus kredit. Lebih baik datangi cabang-cabang "pusat kredit" supaya info lengkap.

berikut info cabang-cabang beberapa bank yang bisa dianggap sebagai "pusat kredit". Daftar ini sangat tidak lengkap dan sejauh ini baru mencakup daerah Jakarta (sekitar Jakarta Selatan).

JAKARTA/SEKITAR
BRI: Cabang Blok M di sebelah Terminal Bus Blok M.
BNI: Cabang Fatmawati di dekat RS Fatmawati (arah Pondok Labu)
BNI Syariah: Cabang Fatmawati (Cilandak)
Bank Syariah Mandiri: Cabang Blok M di seberang pintu keluar Terminal Blok M & Hotel Ambhara
Bank Panin: Cabang Palmerah, Jl Palmerah Utara dekat perempatan Slipi
Bank Permata Syariah: Cabang Bintaro Jaya, di gedung dekat pintu keluar tol Pondok Aren & Bintaro Trade Centre
Bank DKI Syariah: Cabang Arteri Pondok Indah, antara Kostrad dan Masjid Pondok Indah

Tidak menutup kemungkinan ada cabang-cabang lain di daerah lain yang berfungsi sebagai "pusat kredit".
Kemarin habis nyerahin persyaratan ke BNI, moga-moga lolos dan dikasih pinjaman sesuai yang diharapkan...

Biaya appraisal BNI: Rp300 ribu, dibayar ketika pengajuan. Appraisal kira-kira 7 hari kerja sesudah pengajuan.

Proses katanya 14 hari kerja.
Gan, nanya donk Appraisal perlu "ngasih tips" gak yah supaya nilainya sesuai yg diajukan?

Rencana KPR di BCA.
Quote:


Semoga berhasil Gan...

Quote:


Kayanya ngga usah ngasih tips Gan...
Traktir makan siang aja emoticon-Peace

Trus jangan lupa diajak ngobrol tentang potensi lokasi yg akan di appraisal.
Bahwa besok/lusa/bulan depan/tahun depan/10 tahun lagi lokasinya akan jadi hotspot.
Harga tanah dan bangunan akan jadi bla bla bla...

Ane juga ga tau ada pengaruh atau ngga tapi Ane dulu melakukan itu emoticon-Ngakak (S)
agan dkk udah pada tau ada forum baru di kaskus, Perencanaan Keuangan? Di sana ada banyak orang tanya tanya soal KPR. Mungkin kita bisa bantu.
Quote:


Kita ajakin kesini aja kali ya Gan..
Biar makin banyak yang share emoticon-Peace

__________ menuju TKP
emoticon-Ngacir
nambahin dikit ya gan,

sistem perhitungan KPR itu setau saya harus Anuitas, kalo untuk rumah ke 2 atau ruko / gudang / fixed asset lain, baru menggunakan sistem sliding
karena rumah pertama adalah kebutuhan pokok, sedangkan rumah ke 2 dll adalah investasi, anda boleh tanya ke bank tentang ketentuan ini (setau saya BCA)
karena bunga yang dikenakan untuk KPR paling rendah sebanding dengan resiko kredit macet untuk bank yang lebih kecil
sedangkan untuk suku bunga investasi, jauh lebih besar daripada KPR, seingat saya, kalo ATMR (aset tertimbang menurut resiko) untuk KPR cuma 50% dibandingkan kredit investasi / modal kerja (coba yang tau laporan keuangan bank / PBI klarifikasi kalo saya salah)

kalau masalah bunga ma sama aja, semua bank itu kejar target pertumbuhan yang sudah masuk dalam bisnis plan mereka ke BI pada awal tahun, jadi kalo tiba - tiba suku bunga BI turun, ngga serta merta bank bakal kasi turun, apalagi di tambah dengan program fix and cap atau kerjasama developer dengan bank, yang pasti, marketing bank itu semua dibekalin dengan kemampuan negosiasi, jadi saran saya, ngga usah perhatiin mereka, lihat perusahaannya. kalo suatu bank hidup dari deposito, pasti bunga kreditnya ikutan mahal karena ada yang namanya profit margin, tapi kalo itu bank hidup dari tabungan, apalagi giro, pasti bunganya murah, karena bunga deposito bisa sampe 5% dan tabungan hanya 1%, giro malah ngga dikasi bunga, kalo pun ada, jasa giro ngga sampai 1%. nah.. tau darimana bank itu hidupnya dari deposito atau tabungan/giro, dari antrian nasabah di kasir mereka. kalo kasirnya sering kosong melompong, berati banyakan deposito tuh bank, cmiiw

perhitungan mengenai pokok, bunga dan denda, pasti akan diberitahukan secara bank secara detail, dan anda harus menandatangani semuanya untuk persetujuan, namun yang jadi masalah disini adalah, hampir semua nasabah 'buta' akan hal ini, dan marketing bank tidak ingin nasabahnya 'banyak tau', sehingga informasi yang diberikan pasti seminimal mungkin untuk menghindari pertanyaan / masalah yang akan terjadi, yang penting anda sudah tanda tangan, berati setuju dan harus bayar. untuk pelunasan KPR, saya disini menyarankan supaya hal tersebut dapat dihindari, kecuali rumah tersebut akan dipindah tangankan / di jual, karena sistem pembayaran kembali memang dibuat untuk tidak dilunasi lebih cepat (mendingan kalo bunganya mahal, anda bikin surat ke bank, minta direview suku bunganya, sekaligus dilampirkan bukti bahwa suku bunga yang dikenakan jauh lebih tinggi dari bank lain, dan segala macam alasan bahwa bagaimanapun juga bunga harus diturunkan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lain)

untuk take over KPR ke bank lain, saya cuma bisa bilang, itu hal terbodoh yang anda ingin lakukan, KPR ke KPR, anda cuma bagi2 uang anda untuk bayar bunga ke bank lain, tanpa 'menguntungkan' anda sama sekali, cuma mungkin 'meringankan' cicilan anda. kecuali pada bank lain, anda diberikan fasilitas kredit lain berupa modal kerja, sehingga dapat menambah plafond kredit anda dan berguna untuk usaha anda. btw, cara paling mudah untuk meminta penurunan suku bunga adalah dengan cara memacetkan kredit anda (setor di bawah nominal angsuran anda, dimana sistem tidak akan mendebet rekening tersebut karena nominalnya belum terpenuhi), kalau anda sudah kesal dengan pihak bank yang 'menggantung' anda, coba cara di bawah ini, macetkan kredit anda bulan berikutnya, tunggu sampai orang bank telp anda untuk menagih (debt collector cuma bekerja kalo anda sudah macet 6 bulan), jadi biasanya yang telp anda orang marketing (kalo bank kecil, kalo bank gede ya bagian collection KPR), katakan bahwa, anda sedang mengalami masalah keuangan sehingga angsuran tidak terkumpul secara penuh, adanya cuma segini pak, coba nanti saya usahakan .. tunggu 1 - 2 minggu, baru setor lagi kekurangannya. lakukan 3 bulan berturut turut dan pada bulan ke 4, betul2 macetkan kredit anda selama satu bulan, dan dilunasi pada bulan ke 5 sebanyak 2x angsuran. pada masa2 anda di telp oleh petugas bank, siratkan permohonan penurunan suku bunga anda, dan kirimkan surat permohonan penyesuaian suku bunga anda. katakan saja bahwa penurunan suku bunga, sangat berarti untuk pendapatan yang pas2an. kalo anda gaji nya gede, jangan pake cara ini, bank bakal sebodo amad, karena toh anda juga pasti bayar dan bank diuntungkan oleh dendanya.

btw, bank paling alergi kalo disuru eksekusi kredit macet, apalagi yang namanya KPR, karena biaya sita dan eksekusinya mahal banget, belum lagi waktunya lama, sehingga sedikit banyak mempengaruhi neraca keuangan bank, jadi kita harus manfaatkan emoticon-army:

udah dulu ah (takut diciduk aparat) .. semoga info nya bermanfaat

ingat, flat adalah sistem perhitungan bunga dimana bunga di hitung dari pokok awal pinjaman anda (banyak kesalahan tafsir dari orang awam tentang flat, effective, floating, sliding, dll)
info terbaru, peraturan dari Bank Indonesia, maksimal pembiayaan dari Bank adalah 70% dari nilai (appraisal) rumah / jaminan anda


cendol please... *paring paring mas.. cendol mas*
Quote:


Kalo aturan dari BI memang harus anuitas berarti Bank yang Ane pake melanggar aturan emoticon-Takut (S)

Quote:


emoticon-2 Jempol


Quote:


Kalo kasusnya gini gimana Gan ?

Ambil KPR selama 10 Tahun.
Cicilan fix Th. 1 : Rp.78.000
Cicilan Th.2 : Rp.94.000 (mulai floating)

Pada menginjak Th.3 di Take Over ke Bank lain :
Cicilan Th.3 - 10 : Rp. 91.000 (cicilan tetap ampe selesai)
Semua biaya-biaya Take Over dimasukan kedalam hutang.

Kalo Ane pribadi sih pilih di Take Over emoticon-Peace

Quote:


Kalo menurut Ane sih daripada liat besaran bunga atau margin dan sistem hitungan flat atau anuotas mendingan dibandingkan besaran cicilan bulanan yg harus dibayar biar bandinginnya ngga bingung emoticon-Peace

Kecuali kalo dari awal sudah niat akan dilunasi di tengah jalan.
Harus dikalkulasi lebih detail lagi.
Tahun ke berapa akan dilunasinya.

Maksimal pembiayaan 70% berlaku mulai Juni 2012.
Tapi kalo DP kan masih bisa dibuat kesepakatan ama Developer/pemilik rumah.
Dicicil 24 bulan misalnya, biar ringan hehehe... emoticon-Peace

Cendolnya nunggu mateng dulu ya Gan...
tinggalin jejak dulu ah, trit bagus nih emoticon-2 Jempol

siapa tau nanti ada rejeki emoticon-Big Grin
Halaman 2 dari 501
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di