CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
[Diskusi] Masalah Umum Xenology
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000000880105/diskusi-masalah-umum-xenology

[Reborn] Xenology....

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 238
mampir dmarih ah...

kekna sepi dhe..

jd sedih jg nih..
banyak data2 di xenology yg bagus2 ga dback up..emoticon-Hammer
aseeeeek xenology idup lg...cuman berwin kgk kliatan yah????sibuk kerja pak berwin??
iya nih... emoticon-Frown

ada ga kaskuser yang punya backup an nya ???
Quote:


Iya, baru pindah kerja, di kantor sekarang gak di kasih akses internet, jadi gak bisa ngaskus. Tp yach memang sibuk sih....

Soal dimensi itu bagus kog kalau buat dibahas, tp sebenarnya kategorinya bukan Xenology.

Harusnya masuk dalam Fisika Teoritikal atau masuk dalam Fisika Partikel ato Quantum.

Dasar pemikirannya sedikit tidak intuitif.....

Ada yang pernah denger mengenai Kucing Schrodinger ?

Nah semua itu berasal dari masalah itu....

Schrodinger cat adalah sebuah Uji Teoritis mengenai fisika quantum. Masalah yang ingin di jawab adalah Sifat dualistik gelombang-partikel dari materi.

Uji cobanya adalah dengan mengasumsikan sebuah kucing yang dimasukan dalam sebuah kota tertutup dimana dialam kota itu ada sebuah tabung racun sianida dan juga sebuah materi radioaktif.

Ketika Radioaktif ini meluruh (decay) maka akan ada sebuah atom terlepas, dan didalam kotak itu juga ada sebuah detektor partikel yang akan menangkap atom yang terlepas itu, jika ada atom yang terlepas maka detektor itu akan men trigger untuk menumpahkan isi botol sianida itu dan meyebabkan sikucing mati.

Ok...masalahnya adalah bagaimana kita observer diluar kotak itu mengetahui apakah kucing yang ada dialam kotak itu mati atau tidak tanpa melihat/membuka kotak itu ?

Ok...sekarang partikel Alpha yang dilepaskan adalam prosed decaying atom adalah sebuah fungsi gelombang-partikel. Dengan kata lain, "Takdir" si kucing "entangled" dengan partikel alpha tersebut.

Partikel Alpa tersebut berdalam dalam sebuah state yang dikenal dengan "Superposisi".

Cara termudah untuk menjelaskan super posisi adalah Partikel itu berada dimana saja sampai "dilakukan pengukuran atasnya" (Measured and pointed).

Untuk menjelaskan masalah super posisi ini, kita harus melakukan suatu uji coba lab yg lain lagi yang sedikit tidak intuitif.

"Double Slit experiment" dan Interferometer experiment.

Untuk menjelaskan kedua percobaan ini kayanya bakal panjang sekali. Jadi coba dibaca2x aja sendiri kalau memang tertarik.

Ok, kita balik ke Schrodinger cat.

Karena sekarang kita tahu bahwa Partikel alpha itu berada dalam state superposisi maka secara matematis kita akan bilang bahwa Partikel alpha itu telah ada dan juga belom ada saat ini.

Karena "Takdir" kucing itu terkait dengan keberadaan partikel ini maka dapat dikatakan secara quantum bahwa state kucing itu adalah Mati dan hidup.

Disini paradoxnya, bagaimana mungkin kucing itu berada dalam keadaan mati dan hidup.

Bayangkan ketika anda melihat sebuah materi, materi itu terdiri dari atom2x dan atom2x seperti elektron memiliki sifat gelombang juga.

Pada dasarnya kita "melihat" sebuah gelombang sinodial (gelombang sinus) bergerak kearah kita. Dan Fungsi gelombang itu collaps ketika kita melakukan pengamatan "observation" dan pengukuran "Measurement" dan Fungsi gelombang berganti menjadi Fungsi partikel.

Fungsi gelombang dari kucing didalam kotak itu belom menjadi fungsi partikel ketika belum ada observer yang mengamati langsung keadaan kucing itu. Ketika ada seorang observer yang mengamati kucing itu maka fungsi gelombangnya akan collaps dan keadaan kucing itu secara fungsi partikel akan diketahui.

Anotasi dari percobaan ini berhubungan dengan masalah dimensi.

Dimensi ke 0 adalah sebuah titik, ini menandakan posisi.

Dimensi ke 1 adalah sebuah garis yang menghubungkan 2 buah titik. dalam bahasa awam kita sebut saja sebuah panjang.

Dimensi ke 2 adalah sebuah cabang diantara garis yang menghubungkan ke 2 buah titik. dalam kehidupan awam kita sebut saja itu sebuah lebar.

Dimensi ke 3 dalah sebuah "lipatan" diantar cabang dan garis. Dalam bahsa awam kita sebut saja tinggi.

Jadi kita memiliki sebuah Lebar, Panjang dan tinggi untuk menyebut sebuah objek "3 dimensi".

Dimesi ke 4 menganggap bahwa 3 objek dimesi ini dianggap sebuah titik, dan garis yang menghubungkan ke 2 titik kita sebut dalam bahasa awam dengan waktu.

Dimesi ke 5 adalah cabang dari 2 titik dalam dimesi ke 4.

Dimensi ke 6 adalah lipatan dari cabang dan garis dalam dimensi ke 5

Dimensi ke 7 jg memiliki asumsi bahwa seluruh kemungkinan yang terjadi didalam dimensi ke 5 dianggap sebuah titik. Dan garis diantara 2 buah titik ini adalah dimensi ke 7.

Dimensi ke 8 adalah cabang dari garis dimensi ke 7

Dimensi ke 9 adalah lipatan dari cabang dan garis pada dimensi ke 8

Dimensi ke 10 mengasumsikan bahwa seluruh kemungkinan yang dapat terjadi pada setiap gelombang dan partikel berada disini dan merupakan sebuah titik.

Jadi totalnya semua ada 11 dimensi.

Dan Dimensi ke 10 inilah yang disebut Super String karena merupakan String yang menghubungkan semua dimensi.

Untuk menjelaskan diatas dimensi ke 6 kayanya agak sedikit sulit.

Tp untuk melihat bahwa ini sebenarnya hanyalah sebuah "iterasi" dari sebuah titik, sebuah garis, sebuah cabang dan sebuauh lipatan.

Bayangkan jika begini.

Jika kita sebagai observer 3 dimensi melihat sebuah objek 2 dimensi bergerak melintasi sebuah paku ulir.

Karena objek 2 dimensi tidak memiliki "awareness" mengenai adanya sumbu Z (kita asumsikan bahwa dia hanya mengenal sumbu x dan y) Maka dia hnaya akan melihat bahwa dia hanya bergerak lurus saja tidak belok2x.

Ini sama seperti ketika manusia tidak mengetahui bumi itu bulat, ketika mereka melintasi lautan, mereka mendeskripsikannya seperti bergerak lurus saja. Padahal sekarang kita ketahui bahwa mereka sebenarnya bergera tidak lurus melainkan melingkar dan apabila ditarik "garis" lurus terus diatas peta mereka maka pada akhrnya mereka akan kembali lagi ketitik semua.

Tentu itu kita ketahui sebagai observer diluar bumi tetapi bagi mereka yang berada dibumi saat itu mereka tidak mengethauinya.

Dimensi juga sama. Kita mahluk 3 dimensi tidak memiliki awareness mengenai bagaimana sebenarnya keadaan dimensi ke 4. Kita menyebutnya dengan waktu, kita merasakan bahwa waktu bergerak linear. Dari point A ke point B.

Tetapi secara matematis dan teoritis, dimensi ini tidak linear melainkan circular. Maka dari asumsi ini lahirlah asumsi bahwa manusia bisa melakukan perjalanan mengarungi waktu (Time Travel).

Berkaitan dengan Super posisi. Karena Dimensi waktu memiliki "Cabang" seperti memiliki "Past" and "Future" dan "possible future" maka Dimensi Ruang jg memiliki "Cabang", dan ini menimbulkan asumsi mengenai adanya Multi-verse dimana berdasarkan teori super posisi maka di multi verse itu juga ada "Diri" kita yang lainnya.

Well....it's a wicked theory....kalau saya bisa gambar ada papan tulis mungkin bisa menjelaskan dengan lebih baik...But jangan dibikin bingung. Implikasi Praktikal dari teori ini hanya adalah Sub-Atomic level.

Kecuali kalau kalian mau membawa pada pendekatan filosofis nya maka implikasinya bisa sampai pada , "Apa itu Realita ?"
profile-picture
androidiot memberi reputasi
bro berwin with human language pliss...(cant believe i said that)
oke gw coba cerna dulu...(it would take a while, a lot of "while")










hehehe setelah berwin ngomong mala jd diem smuanya....
tidak biasanya berwin lgsg marathon dlm penjelasan biasanya ngasih2 teaser dulu....inet-nya langka kyknya
Sedikit mengenai Double Slit experiment....


Sebuah photon ditembakan kearah sebuah lempengan metal yang memiliki 2 celah yang dapat dibuka dan ditutup. Dibelakang kertas itu ada kertas film yang sensitif yang kalau ada photon mengenai celah itu maka akan membuat warnanya berubah menjadi putih.

Percobaan pertama sebuah photon ditembakan, dah celah sebelah kiri ditutup. Hasilnya adalah dikertas foto itu terdapat tanda berwarna putih yang menyerupai bentuk celah sebelah kanan dan persis berada dikanan.

Percobaan kedua jg sama, kali ini sebelah kanan yang ditutup dan hasilya adalah terdapat tanda berwarna putih yang menyerupai celah tersebut.

Sekarang berdasarkan kedua hasil diatas, seseorang mungkin akan berpikir kalau kedua celah itu terbuka maka ketika sebuah Photon ditembakkan, hanya akan membuat sebuah tanda saja, Either disebelah kiri atau disebelah kanan saja atau keduanya

Tetapi yang terjadi adalah pada seluruh bagian kertas foto tersebut terdapat tanda putih diselingin tanda hitam dan putih lagi ?

Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi ?

Sebuah detektor photon dipasang untuk membuktikan bahwa memang hanya sebuah Photon yg ditembakan. Tetapi hasil yang didapat jg sama.

Bagaimana mungkin sebuah Partikel Phton bisa berda pada 2 tempat sekaligus ?

Jawabannya adalah bahwa Photon memiliki sifat gelombang.

Bayangkan jika kita menjatuhkan batu kedalam air, maka akan timbul "Ripple", Photon jg sama. Photon adalah jg sebuah gelombang, ketika 1 gelombang mengenai lempengan metal itu maka hanya gelombang pada bagian celah yang terbuka saja yang dapat terus. Setelah melewati celah tersebut, seolah2x maka akan terdapat 2 gelombang yang jg memiliki "Ripple". Ripple ini akan saling berinteraksi 1 dengna yang lainnya dan menyebabkan difraksi dan interferensi. Ada yang saling menguatkan dan juga ada yang saling menghilangkan.

Bayangkan kalau kita punya ember besar. Lalu kita kasih pembatas yang ada celahnya di tengah2x.

Ketika kita jatuhkan kerikil disisi yang 1 maka akan timbul sebuah "Ripple" dan setelah melewati pembatas tersebut akan ada 2 ripple yg lebih kecil.

Hal inilah yang terjadi pada photon.

Percobaan selanjutnya menambahkan photon detector pada saat photon keluar dari "accelerator" dan jg pada setiap sisi celah. Pada setiap titik ditemukan photon.

Percobaan ini membuat banyak ilmuwan menjadi bingung mengenai sifat materi itu sendiri. Bagaimana mungkin sebuah Photon dapat menjadi 2 buah photon yang jg adalah sama. Karena ketika menggnuakan Detektor, masig2x detektor mendeteksi hanya ada 1 buah photon saja.

Btw, cara sebuah photon detector mengetahui ada photon yang lewat hanyalah dengan menhitung energinya jadi jgn dibayangkan seperti sebuah photo yang menfoto objek. Maka ada beberapa ilmuwan yang merasa detektor ini tidak akurat, but walaupu begitu, uji lab dengan menggunakan hasil dari kertas foto tersebut sudah menunjukan bahwa sebuah Photon yang melewati 2 celah akan memiliki sifat gelombang dan menunjukan bahwa "virtually" terapat 2 atau lebih partikel photon yang melewati celah tersebut. Bahkan berdasarkan pengertian fisika Quantum kata Virtually jg sebenarnya tidak tepat. Memang ada 2 buah photon atau lebih pada saat yang bersamaan yg melewati celah itu.

But....ada 1 filisofi umum yang berasarl dari pemikiran Weiner Heisenberg mengenai Quantum theory. Dia dijuluki "Prince Of Uncertainty."

Bahasa fisikan, "Jika kita ingin mengetahui Kecepatan sebuah partikel maka kita tidak akan pernah dapat memastikan posisinya dan juga sebaliknya jika kita ingin memastikan dimana posisinya maka kita tidak dapat mengukur kecepatannya."

Hal ini merupakan Great Debate of the 20th century antara Albert Einstein-lande vs Bohr-Heisenberg. Einstein memebuat beberapa kesalahan karena memaksakan prinsip bahwa "I cannot believe that God would choose to play dice with the universe." dan Bohr membalas dalam suratnya, "Einstein, Pls don't tell God what to do."

Karena dengan adanya prinsip ini, implkasinya adalah semua hal yang dapat kita ukur merupakan sekumpulan nilai2x Probabilistik dan karenanya semua kalkulasi yang kita lakukan merupakan sekumpulan nilai2x Probabilistik juga sehingga tidak akan pernah dapat dikatakan bahwa suatu hal2x benar2x Deterministik 100 %.

So in human words.... "There is nothing certain in this world, The Only Certain thing is the Uncertainty itself."

Wuihhh.......my brain overheating....nanti dilanjutin lagi.....
haluu
sedikit penjelasan aja, secara garis besar Xenology itu mempelajari apa yaak?

thanks before lho para bro and sis emoticon-Smilie
Quote:


xenology tu pokkoke...semua yg nga pasti ya d kupas d sini...(mitologi, penemuan, dinosaurus, monster, apapun la)

emoticon-Smilie
Quote:


ng.. some things yg beyond belief? bkn ya? kl mengenai sekte2 gitu xenology bkn? emoticon-Big Grin
Quote:


Xenology itu sebenarnya General...

Bisa lebih spesifik seperti Xenobiology.

Banyak orang salah kaprah bahwa Xenobiology itu adalah Astrobiology.

Astrobiology itu mencari kehidupan di luar angkasa sana, baik kehidupan makroskopis ato mikroskopis.

Xenobiology dilain sisi adalah mempelajari biologi yg gak masuk dalam cabang mainstream biology umum seperti Ancient Virus, Atmospheric organism, Extreme Lifeform.

Xenology itu meliputi semua cabang ilmu, ini sebenarnya adalah gray area dari cabang ilmu dan sangat tipis bedanya sama Pseudo-Science.
Quote:


setuju ttg alchemist
Quote:


gw cm punya ampe halaman 54 aja itu jg yg tentang gambar2 patung moainya pd ilang.tapi yang laennya masih ok tuh
Quote:


xenology itu setahu gw mgebahas sesuatu yang misterius, dan belum terpecahkan walau dengan teori-teori ilmiah.
semakin membaca, semakin menarik...

mohon di lanjutkan kuliah nya bro!!! ...
sori baru pertama post nih, waduh data2 xenologi yang dulu bisa dicari dimana ya?
Quote:


wah...

dimohon kesediaannya untuk diposting ulang bro...

ga bakal dituduh repost kok... emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

kalo ada yang punya tentang pembahasan bangsa Maya . tolong diposting yah...

thanks...
@berwin

kira2 kapan yah data2 "xenology" sama "Tahukah Kamu" bisa balik lg?
masih mungkin kan? sayang tuh kalo data2 gitu ilang.. banyak pengetahuan berharga d dalemnya..
Quote:


turut mendukung penuhemoticon-Smilie
@bro berwin
jadi apa itu realita?
Quote:


Realita adalah sekumpulan nilai2x probabilistik yang kamu ukur dan kamu tabulasi sehingga menghasilkan suatu nilai Deterministik.

Realita terjadi ketika Fungsi Gelombang meluruh dan menjadikannya fungsi materi.

Berdasarkan bahasa kesehariannya, Realita adalah apa yang kamu percayai dari apa yang dapat kamu amati.
Halaman 2 dari 238


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di