Pukul 5 pagi. Hari masih gelap, tapi suara samar deru mesin dan klakson kendaraan sudah terdengar. Kadang berselisih, dengan kumandang adzan subuh yang bersahut-sahutan. Gue duduk di lantai kamar, menghadap ke arah lemari pakaian dan koper kecil yang dalam kondisi terbuka. Walau terlihat berantakan
“…Kami bersedia melakukan kompensasi berupa extra story atau…” Tambahnya. Belum selesai Sinta bicara, si wanita perwakilan agensi memotong “Kompensasi nggak akan balikin impresi yang sudah buruk, Mbak,” “… Kita butuh komitmen. Kalau Nad nggak bisa fokus, mungkin kami perlu tinjau ...
https://s.kaskus.id/images/2026/02/19/6448808_20260219120513.jpg Sebelum memulai, yuk kita sama-sama berdoa buat teman-teman yang lain. Teman-teman yang sakit semoga segera disembuh tanpa ada sakit lagi setelahnya. Yang lagi nganggur semoga cepat mendapat pekerjaan halal tanpa kurang usahanya. Y
Siang itu, matahari bersinar lebih terik dari biasanya. Gua baru saja kembali dari makan siang di belakang kantor bersama dengan beberapa rekan. Ponsel gua berdering, layarnya menampilkan nama seorang sepupu yang tinggal nggak jauh dari rumah Nyokap. “Kenape?” Tanya gua, membuka percakapan. ...
Gua lupa. Gua lupa kapan tepatnya. Setelah menunggu berjam-jam karena satu-satunya televisi yang kami punya dipakai Ines untuk menonton serial televisi favoritnya. Akhirnya, tiba giliran gua; bermain game. Jam menunjukkan pukul 10 malam saat Ines menyusul Abang (Kami memanggil anak sulung kami de...
Tim anestesi sudah memulai kerja mereka 45 menit sebelumnya. Serenata kini dalam anestesi total dengan intubasi. Ventilator mengatur laju napas, sementara alat pemantau tekanan darah, saturasi oksigen, suhu, dan end-tidal CO₂ terus memberi data real-time melalui layar monitor berbeda. Gua membe...
“Hai sayang… Sekarang kamu bisa menangis dipelukanku. Kamu bisa menemaniku tertawa. Kamu bahkan bisa meringis saat aku mencubit lenganmu…” Terdengar suara Fira berbisik seraya membelai kepala. Gua membuka mata dan menatap ke arahnya. Belaiannya terhenti, ia lalu tersenyum. “Eh pinter ya...
Setelah tiga hari di London, kami kembali ke Jakarta. Kota yang seperti biasa; padat, gaduh, dan hangat. Bedanya, sekarang gua nggak lagi sendiri. Gua menyambut Jakarta dengan pemandangan yang sama, tapi dengan rasa yang jauh berbeda. Kami memutuskan tinggal di rumah Lian, walau Nyokap terlihat cuk
Kami beristirahat sejenak sambil menikmati ikan panggang yang Lian pesan dari seorang warga lokal saat baru tiba tadi. Setelah selesai makan, kami berbincang di beranda kabin duduk di kursi kayu panjang sambil menikmati pemandanga Fjord sore yang mengaggumkan. Sesekali ia membetulkan posisi selim...
Satu per satu persiapan pernikahan kami beres. Ya, nggak banyak memang yang harus disiapkan karena prosesi hanya akan dilakukan di KUA. Nggak ada resepsi megah dengan tamu ratusan sampai ribuan orang. Nggak ada gegap-gempita lagu romantis yang dibawakan penyanyi khas pernikahan. Bahkan nggak ada ...
Ada keraguan di dalam hati untuk bercerita tentang pertemuan dengan sosok yang seharunya gua panggil ‘Papah’ ke Nyokap. Alasannya adalah gua masih merasa takut cerita gua nantinya mungkin menyakiti hatinya. Tapi, seandainya gua nggak bercerita dan tiba-tiba ‘orang itu’ datang di momen per...
Lalu hening, nggak ada kata yang terucap. Yang terdengar hanya samar dentuman besi dan mesin gerinda. “Hah?” “Dia anak Bapak. Ibunya bernama Ana. Dulu kalian... sempat bersama. Tapi lalu Bapak pergi…” “Saya... saya pikir mereka udah nggak mau ketemu saya lagi…. Dia mau apa? saya ngg...
Malam itu, gua dan Nyokap tengah duduk di sofa sambil menonton seria drama korea. Tepat saat ada momen di mana si karakter utama menikah, tiba-tiba Nyokap nyeletuk; “Itu orang nikah nggak ngasih tau orang tuanya deh, Gimana sih…” “Ya kalo di sana normal kali begitu. Kalo di sini, di Indon...
Gua baru saja pulang dari sanggar dan langsung menuju ke kamar, mandi lalu berganti pakaian. Saat tengah mengambil camilan di kulkas, tanpa sengaja mata gua tertuju ke arah sink di dapur. Terlihat beberapa cangkir kotor yang belum di cuci. Gua mengernyitkan dahi dan menggumam sendiri; “Abis ada...
Gua berdiri. Melangkah pelan mendekat, lalu duduk tepat di sebelahnya, di bangku beton yang sama. Kali ini ia nggak menghindar, hanya terdiam. Gua mencoba bertahan untuk nggak langsung memegang tangannya, hanya bicara; “Kalau dunia ini terlalu ramai, aku akan tetap mencari kamu. Bahkan di tenga...
Di sekeliling gua, dalam ruangan yang sama, tampak beberapa pasien lain terpisah oleh dinding kaca transparan dan tirai biru pucat. Samar terdengar helaan napas berat dari arah kanan. Seorang pria tua, juga terhubung dengan ventilator. Dengung pelan dari alat pernapasannya bergema seperti suara m...