CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffbe9c2c820840de3591703/misteri-kematian-ibu-kos

MISTERI KEMATIAN IBU KOS

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 5
update dong teh es
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ijin gelarin kasur sambil nunggu update an..
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Part - 5

Kirana terlihat gelisah dalam tidurnya. Malam ini Kirana tidur sendiri, karena Tita pulang kampung, ayahnya dikabarkan sakit keras.

Kirana beranjak dari tempat tidur, saat rungunya mendengar percakapan dari rumah bu Asih.

"Siapa yang malam-malam begini masih ada di luar ?."

Kirana mengintip dari balik gorden, dilihatnya ada dua orang sedang bercakap cakap di depan rumah bu Asih.

"Siapa mereka ?, kenapa mereka ada disana ?."

Kirana perlahan membuka pintu, dan mengendap-endap ke samping rumah bu Asih.

trakkk.., tanpa sengaja kakinya menginjak ranting yang jatuh di halaman rumah bu Asih.
Dua orang yang sedang terlibat pembicaraan, menoleh dan beranjak menjauh. Sepertinya mereka sadar kalau ada yang sedang mengawasi.

*******

Kirana berusaha mengenali dua sosok tadi, tapi pandangannya terhalang oleh hoody dan kaca mata hitam yang dipakai mereka.

"Siapa mereka ?, kenapa gerak gerik mereka sangat mencurigakan ?."

Saat ia tengah berpikir keras, tiba-tiba ada sebuah tangan dingin menyentuh bahunya. Kirana memejamkan mata, nafasnya memburu dan denyut jantungnya seperti berpacu. Ia merasakan hawa dingin berhembus ditelinganya.

Kirana !!!....Kirana !!!, tolonggg ibu Kirana, tolonggg ibu !!, ibu sakit...aakhhhh !!!

"Bu Asiihh !!, ibu kenapa bu ?, bu Asih !!."

Kirana membuka matanya, sepi..., bulu kuduk Kirana meremang, saat dilihatnya sebuah bayangan menghilang dibalik pekatnya malam.

*******

Dengan berlari kecil Kirana kembali ke kamarnya.

brukk, tubuh Kirana terhuyung saat sebuah benda menghantam tubuhnya, sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.

*******

Sinar matahari membangunkan Kirana yang tak sadarkan diri. Kirana membuka matanya, kepalanya terasa sangat sakit.

"Dimana aku?, apa yang terjadi ?."

Kirana mencoba mengingat kejadian yang sudah dia alami, hingga akhirnya sebuah benda membuatnya terjatuh dan tak sadarkan diri.

Kirana bangkit dan melihat sekeliling, alangkah terkejutnya ia, saat mendapati tubuhnya berada di sebuah pemakaman, dan ia tertidur diatas makam bertuliskan Asih bin Fulan.

"Astaghfirullah !!, kenapa aku ada disini ?, siapa yang membawa aku kesini ?."

******

Dengan tubuh terhuyung menahan sakit, Kirana berjalan menyusuri makam yang tersusun rapi.
Tiba-tiba, sebuah suara mengagetkannya.

"Dari mana mbak Kirana ?."

Kirana menoleh, dilihatnya Jarot adik bu Asih sedang berdiri di bawah sebatang pohon.

"Pak Jarot !!, bapak sedang apa ?."

Pak Jarot tak menjawab pertanyaan Kirana. Sebuah arit berkilau tertimpa sinar matahari terlihat berada dalam genggamannya. Kirana merasa jiwanya dalam bahaya, untuk itulah saat pak Jarot melangkah ke arahnya, Kirana berlari menjauh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 16 lainnya memberi reputasi

Part - 6

Kirana berjalan mengitari halaman rumah bu Asih. Di halaman belakang Kirana berjumpa dengan mang Dadang yang tengah mengarit rumput.

"Sore mbak Kirana," sapa mang Dadang.
"Sore mang. Lagi ngarit mang ?."
"Iya mbak, rumputnya sudah tinggi, kalau tidak di arit, takut ada ular."

Kirana menatap mang Dadang yang tengah sibuk dengan aritnya. Lalu dengan ragu, Kirana bertanya,

"Mang kalau malam, di rumah bu Asih ada yang tidur gak ?."
"Nggak mbak, kosong. Kalau siang saya dan istri saya paling yang masuk ke dalam, biasa... bersih-bersih. Ada apa to mbak, koq tumben mbak Kirana nanya gitu."
"Oh..eh..gak apa-apa mang, hanya tanya."

Mang Dadang menghentikan aktivitasnya. Perlahan ia berdiri dan menatap tajam ke arah Kirana.

"Mbak Kirana, sebaiknya mbak jangan terlalu banyak ingin tau, apa yang seharusnya tidak perlu kita tau."
"Maksud mamang ?," tanya Kirana heran.

Belum lagi tanyanya terjawab, tiba-tiba..

prangg, suara benda pecah terdengar dari rumah bu Asih.

"Pergilah !!, ujar mang dadang dengan intonasi marah.

"Tapi kenapa mang ?."
"Pergi kataku !!."

Kirana bergegas pergi. Kirana begitu takut melihat sorot mata mang Dadang.

"Ada apa sebenarnya ini, kenapa mang Dadang begitu marah."

********

Kirana menimang-nimang gawainya.

"Mas Bram kemana sih ?, kenapa seminggu ini gak bisa dihubungi."

Saat ia tengah gelisah, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Kirana membukanya dan ..

"Astaghfirullah, apa ini ?, siapa yang melakukan semua ini ?."

Seekor ayam hitam dipenuhi darah segar, tergeletak di depan kamarnya.
Kirana berlari keluar, dan melihat keseluruh sudut halaman, tidak ada tanda-tanda kehadiran seseorang disana, sepi, hanya gemerisik suara angin yang bergesekan di dedaunan.

Dengan rasa takut, Kirana kembali masuk kedalam kamar kosnya, dia tak mau mengambil resiko berada di luar sendirian.

*******

tuut...tuuuttt....tuttt

"Mas angkat dong hpnya mas!!, angkat !!."
"Hallo," terdengar suara diujung sana.
"Hallo mas !!, mas !!..tolong aku mas !!, tolong aku. Aku takut !!."
"Hallo ini siapa ?," terdengar nada heran diujung sana.
"Oh ma..maaf bu. Ini Kirana bu. Bu mas Bram ada?."
"Bram gak ada nak, sudah seminggu ia pergi, dia gak bawa hp. Tadi Anto yang hidupin hpnya, ada apa nak?, kenapa kamu teriak-teriak ?."
"Ibu !! tolong Kirana bu, Kirana takut."
"Ada apa Kirana ?, Kamu dimana ?, kirim alamatnya nak, nanti ibu suruh Anto kesana."

Dengan gugup Kirana menshare lokasi. Kirana bersembunyi disudut kamar, tubuhnya bergetar hebat. Ayam hitam yang tergeletak tak bernyawa didepan kamarnya, membuat jantungnya seperti berhenti berdetak. Keringat membasahi kening dan tubuhnya.

*******

tok..tok...tok

"Mbak !!, buka pintu mbak !."

Suara ketukan dipintu terdengar perlahan. Dengan tubuh gemetar Kirana berjalan mendekat, dan mengintip dari balik gorden. Anto adik Bram terlihat berdiri disana.

"Anto !."
"Iya mbak ini aku."

Kirana membuka pintu dan menghambur ke arah Anto.

"Siapa yang melakukan semua ini mbak ?."
"Mbak gak tau dek, tadi ada yang mengetuk pintu, pas mbak buka sudah ada ini."
"Keterlaluan !!. Ini gak bisa dibiarkan mbak."
"Kalo gitu, malam ini tinggal di rumahku saja mbak. Aku gak mau ada apa-apa sama mbak Kirana."

Kirana mengangguk. Dengan tergesa Kirana mengambil tas dan baju kerjanya. Dikuncinya pintu kamar dan pergi dengan Anto.
Dari balik gelapnya malam empat pasang mata mengawasinya menghilang di kejauhan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agusmulyanti

Part - 7

Bram berjalan tergesa masuk ke dalam kamarnya. Di depan kamar hampir saja ia bertubrukan dengan Anto.

"Astaghfirullah !!, ngagetin gua aja lu bang. Kapan dateng bang ?."
"Sory dek !, abang baru sampe."

Bram langsung masuk ke kamarnya, dan terlihat mencari-cari sesuatu.

"Lu cari ini bang ?," ujar Anto sambil menunjukan gawai di tangannya.

Bram memandang heran ke arah Anto.

"Koq ada di elu dek ?."
"Iya kemarin gua denger gawai lu bunyi, pas gua lihat, taunya mbak Kirana telfon."
"Kirana ?."
"Iya..untung gue angkat bang, dia ketakutan. Gua samperin ke kosannya, trus gua ajak pulang ke sini. Dia kesian banget bang, emang ada apa sih bang di kosannya ?."

Bram tak menjawab, matanya mencari-cari Kirana.

"Sekarang Kirananya dimana ?."
"Kerja bang, tadi gua anter ke kantornya disuruh ibu."

Bram manggut manggut.

*******

Kirana merapikan meja yang berantakan, hari ini ia pulang agak sedikit telat.

"Na !!, mau gue anter," sapa Roy. Roy adalah laki-laki yang pernah mengutarakan cinta padanya, tapi Kirana menolaknya.
"Makasih Roy, aku naik angkot saja."
"Yakin !, udah malam loh ini."
"Iya Roy gak apa-apa."

********

Kirana menyebrangi jalan kecil, sedikit berlari menuju halte.

"Malam ini dingin banget," gumam Kirana.

Kirana duduk menunggu angkot yang lewat.
Tak berapa lama sebuah sepeda motor berhenti di dekatnya.

"Selamat malam mbak, sedang nunggu apa ?," laki-laki dengan wajah terbungkus helm menyapanya.

Kirana diam, lalu berdiri dan siap untuk berlari.

"Mau aku antar mbak ?," ujar laki-laki itu sambil membuka helmnya.
"Mas Bram !!," seru Kirana sambil menghambur kearahnya.

Bram tertawa saat Kirana memukul tubuhnya.

"Udah dong marahnya, yuk aku antar pulang."

Kirana langsung naik dan duduk di jok belakang motor.

"Kamu kemana mas, seminggu gak ada kabar berita."
"Aku tugas keluar kota sayang."
"Tapi kenapa hp nya gak dibawa."
"Yaitu ketinggalan, mau balik lagi gak mungkin. Aku tau pas dah di kereta."

Sepanjang jalan Kirana menceritakan semua yang terjadi di rumah bu Asih.

"Untung ada Anto yang nolong aku mas, kalau nggak, nggak tau aku."
"Yasudah, sekarang kan sudah aman. Tita juga sudah balik kan ?."
"Tita ?, emang Tita udah balik ?, koq mas tau?," tanya Kirana dengan wajah heran.

Bram terdiam sejenak sebelum menjawab.

"Tadi saat aku sampai rumah, aku langsung cari kamu. Aku ketemu Tita, dan kata Tita kamu gak ada."
"Oh gitu."

Bram menepikan sepeda motornya di depan kamar kos Kirana. Lampu kamar terlihat menyala. Dari balik gorden terlihat seseorang memperhatikan mereka berdua.

"Mas langsung pulang ya, mas capek."
"Gak mampir dulu mas ?,.biar aku buatin kopi."
"Gak usah sayang, udah malam, gak enak sama orang, nanti dikira kita ngapa-ngapain lagi."

Kirana merasakan adanya kejanggalan dari sikap Bram, biasanya selarut apapun Bram selalu mampir dan menemaninya sekedar mengobrol.

"Ada apa sama mas Bram, akh mungkin mas Bram capek kali," Kirana menepis pikiran buruk yang mulai merasuki otaknya.

********

Kirana mengetuk pintu. Tak berapa lama pintu terbuka. Tita sudah berdiri dengan senyum yang terlihat aneh dimata Kirana.

"Ta..kamu udah balik."
"Iya Na, tadi pagi. Aku tanya mang Dadang, katanya kamu dari kemarin gak ada di kamar. Kamu kemana Na?."
"Oh iya, aku nginep di rumah teman. Sepi Ta, gak ada kamu."

Kirana melihat koper tersandar di sudut kamar.

"Kamu mau kemana Ta ?."
"Aku mau pindah Na."
"Loh..koq kamu gak bilang sih. Koq mendadak gini."
"Iya aku minta maaf Na. Bibi aku minta aku untuk tinggal sama mereka. Maafin aku ya Na."

Kirana diam terpaku, entahlah terlalu banyak kejadian aneh yang terjadi akhir-akhir ini, sehingga membuat ia tak bisa berpikir jernih.

******

Kirana berjalan ke luar kamar, sementara Tita telah tertidur lelap.

"Ada apa sebenarnya ini ?, mengapa semua kejadian ini begitu tiba-tiba."

Saat Kirana tengah berdiri melamun, Kirana melihat sosok perempuan yang sangat dikenalnya berjalan terhuyung melintas di depannya.

"Bu Asih !!, itukan bu Asih," gumam Kirana dengan tubuh bergetar.

Sosok itu tiba-tiba jatuh terjerembab. Kirana reflek berlari kearahnya.

"Bu Asih !, ibu gak apa-apa ?."
"Tolong ibu Kirana."

Betapa terkejutnya Kirana saat ia hampiri, wajah itu bersimbah darah, dan

Astaghfirullah !!, sebuah pisau tertancap di perutnya.

Kirana berteriak meminta pertolongan

"Tolong...toloong..tolonnngggg."

Tubuh Kirana tersentak saat sebuah tangan menepuk pipinya.

"Na !..Kirana !!, Kirana bangun!."

Kirana membuka matanya. Keringat mengucur deras di dahinya.

"Na !, kamu ngimpi apa ?. Ada apa sih Na ?, cerita ke aku !."

Kirana menggelengkan kepalanya, entahlah seperti ada kekuatan yang melarangnya untuk menceritakan isi mimpinya pada Tita.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agusmulyanti
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Trit baru nih, ijin gabung ya..
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lanjut gan.. Bram dan tita mencurigakan nih..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amafauzan640 dan 3 lainnya memberi reputasi
Ijin gelar tiker
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ternyata Bu Asih mengetahui rahasia bram sama tita
profile-picture
profile-picture
senja87 dan agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ada yg gk beres nich dg bram & tita....
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
nitik ah
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ningalin 👣👣
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
( . )


yg penting dah ninggalin jejak biar gampang nyarinya
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bener2 misteri,,,hmmm....belum ada titik terang
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Benar-benar sebuah misteri...sampai kapan update nya cerita inipun juga sebuah misteri tersendiri
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nitip sendal dulu, yok TS semangat updatenya ditungguin
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Malah mungkin saja Bram + Nita pelalunya. Bisa saja terjadi. Semakin banyak yg menebak2, yg nulis cerita nya senyum2 aja nih sambil nanti ada kejutan si cwrita selanjutnya.
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan jiyanq memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Mas Bram oh Mas Bram.... Tita oh Tita...
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ninggalin jejak dulu
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lanjoot
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 2 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di