CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffbe9c2c820840de3591703/misteri-kematian-ibu-kos

MISTERI KEMATIAN IBU KOS

RULES

[I]- Ikuti perarturan SFTH

- Agan2 dan Sista bebas berkomentar, memberikan kritik dan saran yang membangun.

- Selama Kisah ini Ditulis, mohon untuk berkomentar seputar cerita.

- Dilarang meng-copas atau meng copy segala bentuk di dalam cerita ini tanpa seizin penulis.

INDEKS















Part - 1

Angin dingin berhembus menerpa wajah Kirana, yang tengah berjalan menembus pekatnya malam. Hari ini ia kebagian shift sore, hingga ia pulang ke kos-kosannya mendekati tengah malam. Dipersimpangan jalan langkahnya terhenti, saat netranya menangkap sosok wanita paruh baya yang sedang duduk disebuah halte. Wajahnya terlihat pucat dan sepertinya ia hanya seorang diri.

Kirana menghempaskan tubuhnya di kursi halte. Dengan senyum ramah Kirana coba menyapa. Dan ia kaget saat wanita itu menoleh ke arahnya.

"Bu Asih ?...ibu mau kemana ?, ini sudah tengah malam loh. Ibu sama siapa ?."

Wanita itu ternyata adalah ibu pemilik tempat kos yang Kirana tinggali. Bu Asih tak menjawab, hanya diam terpaku. Wajahnya terlihat sangat pucat. Kirana mengeluarkan sebungkus roti yang sengaja ia bawa dari tempat kerja. Kirana bekerja disebuah toko roti. Disodorkannya bungkusan roti ke arah bu Asih.

"Bu, saya punya roti, tadi saya bawa dari tempat kerja, ibu mau ?."

Karena bu Asih tak bergeming. Kirana menarik kembali roti yang tadi disodorkannya, dan mulai memakannya. Tiba-tiba hidungnya kembang kempis.

"Astaga !!, dari mana datangnya wangi ini, seperti wangi yang biasa dipakaikan ke jenazah," batin Kirana.

"Wangi apa ya bu Asih ?," Kirana melihat ke arah dimana bu Asih tadi duduk.
"Loh..bu Asih kemana ya, tadikan dia disini," gumam Kirana.

Tiba-tiba Kirana merasakan bulu kuduknya meremang, aroma melati semakin kuat menyengat.

"Upss...kemana sih bu Asih nih ?."

******

Kendaraan angkot yang ditunggu akhirnya datang, Kirana langsung naik.

"Ah..mungkin bu Asih sudah pulang duluan," gumamnya.

Wangi menyengat aroma melati masih tercium. Kirana melihat arloji yang melilit pergelangan tangannya. Waktu menunjukan pukul 00.15 tengah malam.

*******

Kirana menghentikan kendaraan saat telah tiba di gang tempat kosnya berada.

"Kiri ya bang !."
"Baik neng."

Pak supir menghentikan laju kendaraannya. Saat ia hendak membayar, pengemudi itu menolak.

"Sudah neng, sudah dibayar ibu itu."
"Ibu yang mana bang ?."
"Itu udah turun duluan."

Kirana bengong saat pengemudi itu menunjuk ke arah jalan masuk gang. Kirana berlari mengejar ibu yang telah membayarkan ongkos angkotnya. Tapi hingga dipertengahan gang, ia tak menjumpai siapapun.

******

Beberapa rumah sebelum ia memasuki tempat kos, ia melihat bendera kuning tertambat di sebuah tiang. Di tengahnya tertulis nama ASIH BINTI FULAN.

Kirana diam terpaku, sendi-sendi tubuhnya bergetar.

"Jadi..bu Asih yang kutemui tadi, itu....itu...." Tubuh Kirana limbung, sebelum akhirnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 36 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agusmulyanti

Part - 5

Kirana terlihat gelisah dalam tidurnya. Malam ini Kirana tidur sendiri, karena Tita pulang kampung, ayahnya dikabarkan sakit keras.

Kirana beranjak dari tempat tidur, saat rungunya mendengar percakapan dari rumah bu Asih.

"Siapa yang malam-malam begini masih ada di luar ?."

Kirana mengintip dari balik gorden, dilihatnya ada dua orang sedang bercakap cakap di depan rumah bu Asih.

"Siapa mereka ?, kenapa mereka ada disana ?."

Kirana perlahan membuka pintu, dan mengendap-endap ke samping rumah bu Asih.

trakkk.., tanpa sengaja kakinya menginjak ranting yang jatuh di halaman rumah bu Asih.
Dua orang yang sedang terlibat pembicaraan, menoleh dan beranjak menjauh. Sepertinya mereka sadar kalau ada yang sedang mengawasi.

*******

Kirana berusaha mengenali dua sosok tadi, tapi pandangannya terhalang oleh hoody dan kaca mata hitam yang dipakai mereka.

"Siapa mereka ?, kenapa gerak gerik mereka sangat mencurigakan ?."

Saat ia tengah berpikir keras, tiba-tiba ada sebuah tangan dingin menyentuh bahunya. Kirana memejamkan mata, nafasnya memburu dan denyut jantungnya seperti berpacu. Ia merasakan hawa dingin berhembus ditelinganya.

Kirana !!!....Kirana !!!, tolonggg ibu Kirana, tolonggg ibu !!, ibu sakit...aakhhhh !!!

"Bu Asiihh !!, ibu kenapa bu ?, bu Asih !!."

Kirana membuka matanya, sepi..., bulu kuduk Kirana meremang, saat dilihatnya sebuah bayangan menghilang dibalik pekatnya malam.

*******

Dengan berlari kecil Kirana kembali ke kamarnya.

brukk, tubuh Kirana terhuyung saat sebuah benda menghantam tubuhnya, sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.

*******

Sinar matahari membangunkan Kirana yang tak sadarkan diri. Kirana membuka matanya, kepalanya terasa sangat sakit.

"Dimana aku?, apa yang terjadi ?."

Kirana mencoba mengingat kejadian yang sudah dia alami, hingga akhirnya sebuah benda membuatnya terjatuh dan tak sadarkan diri.

Kirana bangkit dan melihat sekeliling, alangkah terkejutnya ia, saat mendapati tubuhnya berada di sebuah pemakaman, dan ia tertidur diatas makam bertuliskan Asih bin Fulan.

"Astaghfirullah !!, kenapa aku ada disini ?, siapa yang membawa aku kesini ?."

******

Dengan tubuh terhuyung menahan sakit, Kirana berjalan menyusuri makam yang tersusun rapi.
Tiba-tiba, sebuah suara mengagetkannya.

"Dari mana mbak Kirana ?."

Kirana menoleh, dilihatnya Jarot adik bu Asih sedang berdiri di bawah sebatang pohon.

"Pak Jarot !!, bapak sedang apa ?."

Pak Jarot tak menjawab pertanyaan Kirana. Sebuah arit berkilau tertimpa sinar matahari terlihat berada dalam genggamannya. Kirana merasa jiwanya dalam bahaya, untuk itulah saat pak Jarot melangkah ke arahnya, Kirana berlari menjauh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 16 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di