CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Cerita Pejalan Mancanegara /
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eed9c15f4ae2f427311ff30/fr-solo-backpacker-keliling-eropa-16-hari-dengan-budget-di-bawah-10-juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta


Ini vlognya, silakan ditonton gaes emoticon-Kiss

Salah satu destinasi impian buat saya adalah Eropa. Tapi karena Eropa terkenal mahal, jadi saya simpan mimpi itu di dalam hati aja. Ngebayangin ngabisin uang puluhan juta cuma buat jalan-jalan beberapa hari itu kayaknya kok sayang banget ya.

Tapi karena tahun-tahun belakangan ini mulai banyak banget maskapai full-service yang bikin promo flight ke Eropa, mimpi itu jadi berasa gak mustahil. Banyak maskapai macam Emirates, Qatar Airways, bahkan Garuda Indonesia yang jual tiket promo ke Eropa seharga 6 sampe 9 jutaan aja buat PP dari Jakarta ke salah satu kota di Eropa, dari harga awal tiket PP yang semula bisa menembus belasan juta rupiah per penumpang.

Nah, kalo maskapai full-service aja ngasih promo sampe segitu, apa kabarnya dengan maskapai low-cost macam AirAsia dan teman-temannya?

Akhirnya kabar gembira datang sekitar April 2019. Karena saya langganan banyak newsletter dari berbagai maskapai, saya jadi dapet email informasi promo dari salah satu maskapai low-cost milik Singapura: Scoot Airlines. Promonya menggoda banget. Tiket sekali jalan dari Jakarta-Singapore-Berlin dijual cuma 1,6 juta rupiah! Jauh lebih murah dibanding kalo kita mau travelling ke Indonesia Timur. Untuk pulangnya, Scoot juga nawarin rute lain, yaitu Athens-Singapore-Jakarta seharga 2,1 juta rupiah. Jadilah akhirnya saya ambil kedua rute itu, dengan total 3,7 juta PP dari Jakarta.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Karena low-cost airlines, jadi harga segitu berlaku cuma buat kursi aja. Belum termasuk makan, bagasi, entertainment, dll. Tapi gak masalah, yang penting bisa ke Eropa kan ya. Waktu keberangkatannya juga masih lama banget, yaitu 8-23 Februari 2020. Jadi saya punya waktu 10 bulan buat nabung untuk keperluan selama travelling di sana.

Setelah dapet tiket murah, hal berikutnya yang bikin deg-degan adalah masalah visa. Karena saya bakal travelling dari Jerman sampai Yunani, jadi saya perlu visa yang bisa mengcover semua negara yang bakal dilewatin, yaitu visa Schengen.

Untuk rutenya, rencananya adalah Jerman-Praha-Salzburg,Hallstatt-Swiss-Italy-Yunani. Jadi, karena negara pertama yang saya datengin adalah Jerman, saya ngajuin visa lewat kedubes Jerman. Bikin visanya bisa dilakukan via agen VFS di Kuningan City Mall. Biayanya waktu itu sekitar 1,2 juta sudah termasuk biaya jasa VFSnya. FYI sekarang sudah gak bisa ngurus visa langsung ke kedubes, jadi jalan satu2nya ya lewat VFS. Untuk proses pengurusan visanya nanti saya ceritain di postingan terpisah ya.

Setelah visa di tangan, I'm ready to go!

Day #1 - 8 Februari 2020

Siang hari saya udah standby di Terminal Bus Blok M buat naek Damri menuju ke Soekarno Hatta International Airport. Maskapai Scoot berangkat dari Terminal 2. Orang-orang pada pake masker karena wabah virus corona lagi heboh-hebohnya. Bahkan semua pramugarinya juga full pake masker sepanjang perjalanan.

Sekitar jam 7 malem pesawat berangkat. Perjalanan sekitar 2 jam sampe ke Singapore buat transit selama 3 jam. Waktu transit 3 jam ternyata terhitung lumayan mepet karena jarak dari gate kedatangan menuju gate berikutnya lumayan jaoh. Jadi cuma sempet istirahat sebentar di bandara sebelum boarding lagi.

Pengeluaran Day #1
- Damri : IDR 50.000

Day #2 - 9 Februari 2020

Jam 1 pagi, pesawat Dreamliner 787 lepas landas dari Changi International Airport menuju Tegel International Airport di Berlin, Jerman.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Interior Dreamliner 878

Perjalanan dari Singapore ditempuh direct selama 13 jam. Karena ini pesawat murah, jadi di pesawat gak dapet makanan dan gak ada entertainment. Jadi sepanjang jalan saya tidur terus. Beruntung banget waktu itu 2 seat di sebelah saya kosong, jadi bisa bobo nyenyak selonjoran 3 kursi sekaligus. Saya juga nyiapin bekal Sari Roti buat mengganjal perut sepanjang jalan. Sebenernya di Scoot ini dilarang membawa makanan dan minuman dari luar, tapi pramugarinya pada cuek aja liat penumpang makan bekal yang dibawa masing-masing. Tapi makan roti gak bikin kenyang, jadi saya mesen Mie Cup (menu paling murah di Scoot) seharga SGD 5. Mahal banget tapi gak ada pilihan lain yang lebih murah. Lumayan lah dapet makanan panas.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Kayak gini 5 dolar

Sekitar jam 7 pagi waktu Jerman, pesawat mendarat dengan mulus. Suhu pagi itu sekitar 7 derajat celcius. Lumayan kaget karena belom terbiasa sama dinginnya, jadi saya pake 2 lapis jaket sekaligus emoticon-Big Grin

Lewat imigrasi lancar jaya, keluar dari bandara belok ke arah kanan dan jalan terus melewati jalan setapak buat sampai ke bus terminal yang menuju city centre Berlin. Harga tiketnya, saya beli yang 1 day pass EUR 8.6 untuk 24 jam bebas naek semua mode transportasi di Berlin.

Tips naek public transport di Eropa, setelah beli karcis di mesin atau kios, kita musti validate karcis tersebut di mesin yang ada di dalam bus/tram/stasiun metro. Caranya tinggal masukkan karcisnya ke slot di mesin tersebut, lalu mesinnya bakal ngasi stempel di karcis kita sebagai tanda kalo karcis kita udah divalidate. Hampir di semua negara sistemnya begini semua. Gak ada kondektur yang ngecek kita punya karcis atau engga, jadi kalopun gak punya karcis sebenernya juga bisa naek bus gratis. Tapi kalo pas sial kita bisa kena random checking oleh petugas tanpa seragam, yang kalo kita ketahuan gak punya tiket bisa kena denda 60-80x harga tiket sekali jalan emoticon-Frown Selama 2 minggu di Eropa, saya sama sekali gak pernah kena random checking, padahal selalu beli tiket.

Dari bandara, saya naek bus sampe ke Berlin Hauptbahnhof (Hauptbahnhof artinya Main Station, stasiun utama di kota tersebut. Kalo cuma 'Bahnhof' artinya Station). Di sana saya mampir ke McD dulu beli paket burger seharga EUR 3.39, dapet cheese burger, kentang, sama kopi. Kentangnya banyak, lumayan kenyang.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
McD
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Di Berlin Hauptbahnhof


Dari McD saya pengen coba naek metro di Hauptbahnhof menuju ke Reichstag Building. Tapi saking gedenya tempat ini, saya malah bingung musti naek dari peron mana. Akhirnya karena liat di Google Maps jaraknya gak terlalu jauh, jadi saya jalan kaki aja kesana. Ternyata emang deket banget, cuma sekitar 1km. Di sana, saya ketemu 3 orang mahasiswa Indonesia yang lagi jalan-jalan. Yayan, Monica, sama satu lagi sumpah lupa namanya emoticon-Frown( Akhirnya karena sama-sama lagi jalan-jalan, saya ngikut sama mereka. Salah satu dari mereka sudah 2 apa 3 tahun gitu di Jerman, jadi udah tau tempat-tempat menarik di Berlin. Jadi berasa dapet tour guide emoticon-Big Grin

Dari Reichstag Building, kami jalan lagi menuju Brandenburg Gate. Cuma mampir sih, foto2 wajib ala turis, lalu jalan lagi ke Hauptbahnhof naik kereta menuju ke Zoo (ini saya cuma ngikut aja, jadi agak lupa rutenya) diajak makan ayam goreng ala KFC tapi dari Turki. Harganya EUR 7.7 lumayan mahal sih, tapi ternyata porsinya buanyak banget, dapet 10 potong sayap dan kentang yang banyak banget, bisa buat 3x makan. Jadi setelah makan di situ (gak abis), sisanya saya bungkus dan masih cukup buat makan malam dan sarapan besok pagi.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Kelar makan, kami berpisah. Saya naik kereta menuju Berlin Wall (nyari jalannya gampang, tinggal buka Google Maps dan nanti bakal diarahin mau naik metro atau bus atau trem, lengkap dengan jadwal keberangkatannya yang akurat). Di Berlin Wall cuma foto-foto bentar lalu lanjut jalan kaki ke hostel karena lokasinya deket sama Berlin Wall.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Check in 1 malam di dormitory room seharga EUR 9, istirahat, mandi-mandi, lalu sorenya jalan lagi naik trem menuju ke Berlin Cathedral. Sayang di salah satu sudut Cathedralnya masih renovasi, jadi kalo difoto dari sisi tertentu agak kurang bagus. Menjelang malam hujan turun rintik-rintik, jadi saya bergegas balik aja ke hostel daripada kebasahan.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Berlin Cathedral

Pengeluaran Day #2 (EURO)
1 day pass EUR8.6
McD EUR3.39
Ayam buat 3x makan EUR7.7
Ballhaus Hostel EUR9

Subscribe Me: Youtube Christian Ongky
Follow Instagram : @c_ongky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bubba75 dan 74 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ngeeek
Halaman 1 dari 7
Oiya yang mau baca FR ane ke negara2 lainnya klik aja disini:
- FR Trekking Annapurna Base Camp Nepal
- FR Backpacker Vietnam-Kamboja-Thailand
- FR Backpacker 2 jutaan ke Korea Selatan
- FR Travelling ke Guangzhou & Shenzen, China
- FR Backpacker Ngirit ke Tokyo, Kyoto, Osaka - Jepang
- FR Main ke Kantor Google di Singapore

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Prague Castle

Day 3

Hari ini rencananya mau pindah negara ke Ceko, menuju kota Praha. Jadi abis bangun pagi saya langsung mandi, sarapan (ayam sisa kemaren dipanasin di microwave) plus ngopi, lalu langsung check out. Dari hostel, saya naik metro (single trip ticket EUR 2.9) menuju ke stasiun Berlin Sudkreuz. Di stasiun itu lah tempat saya bakal naik bus menuju Praha. Bus yang saya naiki ini namanya Flixbus.

Flixbus adalah salah satu bus AKAN (Antar-kota Antar-negara) yang cukup terkenal di Eropa. Terkenal karena murahnya dan juga banyaknya rute yang dilalui. Untuk menuju Praha, ongkos yang saya keluarkan adalah EUR18.9 atau sekitar Rp 285.000 sesuai kurs waktu itu. Lumayan murah dibanding kalo naik kereta. Busnya berangkat on time jam 10:20 dan akan tiba di Praha sekitar jam 14:25.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Halte Flixbus di Berlin

Review sedikit mengenai Flixbus: Selama saya beberapa kali naik Flixbus di Eropa ini, rata-rata busnya bagus, cukup bersih, dan ada toiletnya. Cuma 1 kali saya dapet bus yang gak ada toiletnya waktu perjalanan dari Venice menuju Roma, dikarenakan busnya menggunakan bus pengganti dari PO lain. Biasanya bus akan berhenti 1-2x untuk istirahat di rest area, jadi kita bisa beli cemilan atau mampir ke toilet. Untuk seatnya juga cukup nyaman, bisa reclining, dan leg roomnya lumayan lega, padahal saya selalu beli tiketnya yang paling murah. Di tiap seat ada colokan untuk ngecharge gadget kita. Di semua bus juga ada WiFi yang lumayan kenceng buat browsing, tapi di beberapa tempat kadang suka putus-putus. Mungkin masalah sinyal sih. Minusnya, lokasi halte Flixbus tidak selalu strategis. Misalnya di Salzburg, lokasi haltenya itu ada di pinggiran kota, jadi buat menuju ke pusat kota kita musti naik bus lagi yang jaraknya lumayan. Kadang haltenya juga cuma berupa plang di pinggir jalan bergambar logo Flixbus dan tidak ada waiting roomnya sama sekali, jadi kita musti nunggu busnya dateng di pinggir jalan sambil kedinginan. Tapi overall naik Flixbus ini recommended banget buat keliling Eropa dengan budget murah.

Sesampainya di Praha, busnya brenti di terminal yang ada stasiun Metronya, jadi abis turun dari bus saya langsung melipir ke stasiun Metro buat menuju ke hostel yang tentu saja sudah dibooking sebelumnya di Booking.com dengan tarif termurah selama di Eropa, yaitu hanya EURO 7 per malam atau sekitar Rp 105.000 saja! Murah kaaannn. Nama hostelnya Little Quarter Hostel.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Dari stasiun Metro di terminal tujuan akhirnya adalah stasiun terdekat dari hostel, yaitu Stasiun Starometska. Stasiun ini lokasinya deket banget sama salah satu obyek wisata paling terkenal di Praha: Charles Bridge. Begitu keluar dari stasiun, uwow langsung keliatan cantiknya kota Praha. Bangunan-bangunan tua Bohemian berdiri kokoh di sepanjang jalan raya berlapis bebatuan, dengan trem tua yang masih berfungsi lalu-lalang di sepanjang jalan, dan barisan pejalan kaki dengan winter coat stylish memenuhi pedestrian. Bener-bener berasa lagi di Eropa deh. Praha adalah kota tercantik dari semua kota yang saya datangi di Eropa pada trip kali ini.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Charles Bridge

Saya jalan kaki menuju ke Charles Bridge, karena untuk sampai di hostel saya harus menyeberangi sungai melewati Charles Bridge. Dari kejauhan tampak Prague Castle berdiri kokoh di latar belakang kota. Pas berjalan melewati jembatan, tiba-tiba di kejauhan nampak pelangi menghiasi langit senja. Aduh perfect banget rasanya sore ini.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Sepanjang Charles Bridge banyak sekalo turis yang jalan-jalan dan foto-foto. Di pinggir jembatannya banyak patung-patung orang suci agama Katolik, berdiri kokoh menemani langkah kaki kita menyeberangi sungai. Sayangnya di sini masih banyak pengemis dan pedagang yang mengurangi kecantikan kotanya. Sayang banget kota seindah ini masih ada aja warganya yang mengemis di jalanan.

Setelah sampai di seberang, saya disambut gerbang menuju jalan kecil dengan deretan bangunan tua berjejer di kanan-kiri yang difungsikan sebagai kafe, toko souvenir, restoran, hotel, dan sebagainya. Daerah turis banget pokoknya di sini. Hostelnya masih perlu jalan kaki sekitar 10-15 menit lagi dari Charles Bridge, tapi karena daerahnya asik buat ditelusuri, jalan kaki lama-lama di sini gak berasa capek.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Jalan menuju hostel dari Charles Bridge

Review Hostel:
Nama: Little Quarter Hostel
Tarif: EUR 7 per malam, Dormitory Room
Link: https://www.booking.com/hotel/cz/lit...tml?aid=304142

Hostel ini adalah hostel termurah selama trip saya di Eropa kali ini, tapi adalah hostel terbaik juga. Hostelnya bersih, kasurnya empuk nyaman luas, ada tirai antar kasur untuk privasi, kamar mandinya bersih dan air panasnya kenceng banget semburannya. Lokasinya juga strategis, tinggal jalan kaki sekitar 10 menit dari Charles Bridge. Tapi karena sepanjang jalan banyak godaan (jajan, toko oleh-oleh, dsb) bisa 1 jam baru nyampe hostel emoticon-Smilie
Di samping hostel juga ada mini market yang jual mie instan, jadi kalo mau ngirit bisa beli mie instan terus masak di dapur hostel.

Abis check-in, istirahat dan mandi-mandi, saya tuker duit di resepsionis hostel. Di Ceko ini mata uang yang berlaku adalah Koruna (CZK), jadi musti tuker Euro dulu biar bisa beli macem-macem. Saya tuker duit EUR 40 buat bekal selama 2 hari dan ternyata masih sisa dikit. Praha termasuk salah satu kota yang cukup terjangkau di Eropa. Abis dapet uang Koruna, saya keluar lagi buat cari makan sambil jalan-jalan sekitaran Charles Bridge.

Karena udah kangen makan nasi, saya melipir ke salah satu restoran Chinese Food di deket hostel. Namanya Rainbow Restaurant. Ini lokasinya https://goo.gl/maps/fpQoHbzLkydpvCzU8. Satu porsi mie goreng non-halal cuma CZK 119 atau sekitar 70ribu rupiah, dan porsinya banyak banget, dagingnya super banyak. Kenyang lah pokoknya.

Kelar makan, jalan-jalan santai sekitaran Charles Bridge, lalu balik lagi ke hostel buat istirahat.

Pengeluaran Day 3
Berlin beli donat EUR 0.59
Flixbus to prague EUR 18.9
Prague Hostel prague EUR 7
tukar CZK buat makan dll EUR 40
1 day pass EUR 5
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iswiditya dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ngeeek
Lihat 5 balasan
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Praha

Hari ke 4

Bangun agak siang karena capek dan mumpung kasurnya enak. Bebersih dulu lalu lanjut sarapan di cafe kecil deket hostel (rata-rata restoran masih pada tutup, di sini bukanya siang banget pas jam lunch gitu). Beli paket breakfast seharga (lupa, tapi kalo gak salah CZK 100) dengan menu scrambled egg, ham, sosis, sama roti. Tentu saja, tidak kenyang.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Sarapan

Rencana hari ini adalah keliling Prague lalu malamnya berangkat ke Salzburg, Austria naik Flixbus lagi. Jadi abis sarapan saya balik ke hostel lagi buat nitip tas ke resepsionis, karena kan males banget jalan-jalan keliling kota sambil bawa backpack. Biaya nitip tas kalo gak salah sekitar CZK40 apa 50 gitu.

Tujuan pertama hari ini di Prague adalah Prague Castle. Lokasinya ada di puncak bukit, jadi dari situ kita bisa melihat pemandangan kota Prague dari atas. Dan enaknya, bukit itu deket banget dari hostel. Jadi tinggal jalan kaki sedikit nanjak menyusuri pedestrian, udah nyampe deh ke atas bukit. Di samping Prague Castle ada kedai Starbucks dengan view kota Prague. Yang punya duit lebih boleh nih nongkrong di sini sambil ngopi2 syantique. Tapi saya sih langsung masuk aja ke Prague Castle, karena selain gak punya duit, anginnya kenceng banget! Dingin boss!

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
View dari area Prague Castle

Bagian pertama dari kastil yang keliatan dari depan adalah kantor pemerintah kota yang masih aktif. Jadi di sini banyak penjaganya. Tapi geser dikit ke kiri, ada pintu masuk buat pengunjung memasuki bagian dalam area kastil. Ada security check dulu di sini, kayak kalo mau masuk mall.

Begitu masuk, bangunan pertama yang nampak adalah gereja Katedral tua dengan arsitektur gothic yang keren banget. Namanya St. Vitus Cathedral. Berhubung saya jalan sendirian tanpa tour guide, jadi gak tau cerita di balik katedral maupun kastil ini. Tapi yaudah lah ya, udah untung bisa nyampe sini.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
St. Vitus Cathedral

Saya muterin komplek Prague Castle ini lumayan lama sampe sekitar jam makan siang. Karena laper jadi saya melipir keluar (gerbang keluarnya beda dari gerbang masuknya tadi, tapi sebenernya bisa keluar-masuk dari gerbang mana aja) menuju arah stasiun trem terdekat. Karena saya masih punya 1 day pass yang dibeli kemarin, jadi masih bisa naik trem gratis. Saya naik trem menuju pemberhentian di dekat Astronomical Clock Tower, salah satu tujuan utama turisme di Praha juga.

Di deket Astronomical Clock Tower ada KFC, jadi mampir dulu buat makan siang. Harga 1 set KFC kalo dirupiahin sekitar 80ribuan, dapet 2 chicken strip, kentang, sama soft drink free refill. Lumayan lah buat ganjel perut. Oiya, kalo pas makan jangan lupa sekalian isi tumbler di washtafel terdekat. Berguna banget buat ngirit karena air keran di Eropa aman diminum.

Kelar makan lanjut jalan kaki lagi ke Astronomical Clock Tower. Lokasinya ada di alun-alun besar yang banyak banget restoran dan cafe di sekelilingnya. Tapi harganya mahal-mahal, karena daerah ini banyak banget turisnya. Di Astronomical Clock Tower bahkan kalo mau foto di depannya musti antri dulu karena banyak banget yang pengen foto di situ.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Astronomical Clock Tower

Lanjut lagi tujuan berikutnya adalah Dancing House. Salah satu bangunan ikonik Prague karya arsitektur dari Arsitek Frank O. Gehry. Lokasinya deket dari Charles Bridge, tapi tetep musti naik trem biar cepet. Jadi saya balik ke halte trem lagi buat menuju ke sana, foto-foto sebentar (sempet ketemu rombongan ibu-ibu karyawan Garuda Indonesia yang lagi jalan-jalan), lalu balik lagi ke Charles Bridge.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Dancing House

Di Charles Bridge, turun hujan salju (plus air) yang lumayan lebat. Ujannya bener-bener mendadak dari panas tiba-tiba langit gelap lalu hujan angin. Jadi saya neduh dulu di salah satu gang pertokoan di samping Charles Bridge. Banyak banget orang yang neduh di sini, jadi harus waspada karena Charles Bridge terkenal banyak copetnya emoticon-Frown

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Charles Bridge
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Setelah hujan reda, saya jalan-jalan dulu di Charles Bridge sambil hunting foto-foto senja. Akhirnya badan mulai berasa capek setelah seharian jalan. Jadi saya melipir ke McD terdekat buat beli kopi sambil istirahat (plus numpang WiFi) sampai gelap. Sebenernya masih pengen jalan lagi tapi badan udah capek. Jadi saya balik lagi ke hostel buat ambil tas, istirahat sebentar di lobby hostel sambil ngecas hape, lalu jalan lagi ke stasiun trem terdekat untuk menuju ke Floren Terminal lagi, buat naik Flixbus lagi menuju ke Salzburg, Austria. Tujuan wisata utama di Salzburg adalah Hallstatt, desa kecil berjarak 3 jam perjalanan dari Salzburg, salah satu desa terindah di dunia, yang menjadi inspirasi bagi setting Arandelle di film Frozen.

Nyampe Floren Bus Terminal, makan Burger King dulu, lalu lanjut naik FLixbus dan langsung tidur nyenyak sampe pagi.

Pengeluaran hari ke 4:
- Masih pake CZK sisa kemarin sekalian ngabisin, tapi masih sisa sekitar CZK 100 saya keep buat koleksi
- Tiket Flixbus Prague-Salzburg : EUR 9.99

Total : EUR 9.99


Hari ke 5

Saya nyampe di Salzburg masih pagi-pagi buta, sekitar jam 6, langit juga masih gelap banget. Gak asiknya, para penumpang tujuan Salzburg ini diturunin di trotoar pinggir jalan di pinggiran kota Salzburg. Jadi untuk menuju pusat kota harus naik bus lagi. Untungnya di situ saya ketemu rombongan orang Indonesia juga yang lagi mau naik Flixbus (baru pada mau cabut dari Salzburg), jadi saya nanya ke mereka caranya menuju ke pusat kota Salzburg. Ternyata halte bus kota menuju pusat kota ada di seberang jalan. Tinggal naik bus sekali, sampe deh di Salzburg Hauptbahnhof (masih inget kan arti Hauptbahnhof apaan?).

O iya, untuk sarapan, malam sebelumnya saya sempet beli sandwich di mini market di Floren Bus Terminal Prague. Jadi pagi ini saya cuma sarapan sandwich itu aja. Tapi porsinya lumayan gede sih.

Di Salzburg Hauptbahnhof, saya musti naek bus lagi untuk menuju ke Hallstatt. Nah, gobloknya saya, pagi itu karena niatnya pengen ngirit, saya gak nitipin backpack saya di locker stasiun (yang tarif lokernya EUR 2). Saya nekat jalan ke Hallstatt sambil membawa tas seberat 10kg lebih itu, karena saya pikir toh perjalanannya santai naik bus. Eh ternyata bawa tas keliling Hallstatt itu beneran nyiksa, apalagi setelah semalem cuma tidur du bus. Next time kalo ke sini lagi, saya pastikan buat nitip tas di locker stasiun dulu. Biarin deh bayar EUR 2.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Salzburg Hauptbahnhof

Untuk menuju ke Hallstatt, rutenya adalah:
1. Dari Salzburg Hauptbahnhof, naik bus no. 150. Peron busnya ada tepat di depan stasiun. Tinggal lihat aja layar petunjuknya, lengkap ada jadwal kedatangan dan keberangkatannya juga. Tarif EUR
2. Turun di Bad Ischl. Ini adalah stasiun kereta kecil di sebuah kota kecil yang camtip. Kebetulan pas di sini kemarin pas turun salju. Indah bet pokoknya.
3. Dari Bad Ischl naik bus lagi no. 542/543. Bus ini tidak berhenti di Hallstatt, tapi jika tujuan akhir kita adalah Hallstatt, maka sopir bus akan mengoper ke bus lain (gratis) di pinggir jalan mendekati kota Hallstatt.
4. Sebenarnya dari Bad Ischl juga bisa naik kereta ke Hallstatt, tapi karena saya gak nyoba, jadi saya gak berani nulis di sini. Takut salah malah bikin nyasar anak orang.
5. Untuk balik ke Salzburg Hauptbahnhof, caranya persis sama tinggal dibalik aja.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Stasiun Bad Ischl

Di Hallstatt, jujur saya gak ngapa-ngapain. Cuma jalan-jalan aja keliling kota, menikmati keindahan Hallstatt sambil foto-foto. Beberapa kali ketemu orang Indonesia juga lalu ngobrol-ngobrol bentar wkwk. Berikut foto-foto selama di Hallstatt:

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Kembali lagi ke Salzburg, sudah sore hampir malam. Makan malam dulu di Chinese Food deket Salzburg Hauptbahnhof sebelum ke hostel. Pesen menu nasi + beef asam manis seharga EUR 4.7, porsinya dikit kali ini. Tapi lumayan lah akhirnya bisa makan nasi lagi. Setelah makan baru jalan kaki ke hostel. Deket dari stasiun jalan kaki cuma sekitar 10 menit.

Saya nginep di Wolfgang's managed by A&O. Hostel ini bangunannya gede, kayak hotel berbintang, tapi dalem kamarnya dibikin ada beberapa bunk bed gitu. Lobbynya juga gede mirip hotel beneran. Kayaknya memang ada kamar private juga. Tarif per malam di hostel ini EUR 22.46 untuk 1 bed di dormitory room. Di kamar saya ada 8 bed, dengan hanya 1 kamar mandi dan 1 toilet. Jadi musti antri kalo mau mandi. Tapi kamarnya bersih, modern, hangat, selimutnya tebel, dan air panasnya kenceng. Oke lah meskipun harganya lebih mahal dibanding di Prague.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Lobby Hostel

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Kamarnya

Karena kecapekan, abis bersih-bersih saya langsung tepar. Capek boss.

Pengeluaran hari ke-5:
- 1 day pass (salah beli ini, harusnya yg sekali jalan aja) : EUR 4.2
- bus 150 to Bad Ischl PP : EUR 22
- Bus 542/543 to Hallstatt PP : EUR 11.6
- Makan siang di Hallstatt : EUR 4.5
- Makan malam Chinese Food : EUR 4.7
- Hostel : EUR 22.46

Total : EUR 69.46 atau Rp 1.041.900 (kurs saat itu EUR 1 = Rp 15.000)



FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Salzburg Fortress

Hari ke-6

Hari ini waktunya keliling Salzburg seharian.

Check out hostel sekitar jam 9, lalu jalan kaki ke Salzburg Hauptbahnhof dan melipir ke McD buat beli sarapan dulu. Kalo gak salah saya pesen paket breakfast dengan menu burger plus kentang plus kopi. Harganya EUR 3.8 atau sekitar 57 ribu. Kelar sarapan, saya gak mau mengulang kejadian bodoh kemarin, jadi saya nitip tas di locker stasiun. Biaya locker EUR 2 seharian untuk loker size medium.

Salzburg adalah kota musikal. Terkenal sebagai kota kelahiran Wolfgang Amadeus Mozart, dan juga kota lokasi shooting film Sound of Music. Kebetulan saya gak ngefans dua-duanya. Jadi di beberapa lokasi terkenal saya cuma numpang lewat aja.

Pertama, saya beli 1 day pass dulu seharga EUR 4.2. Lalu naik trem (atau bus ya, lupa) menuju ke rumah tempat tinggal Mozart yang sudah dialihfungsikan sebagai museum. Turun di Halte Makarplatz, tinggal nyeberang jalan, dan sampailah saya di Museum Mozart-Wohnhaus, yang tutup, karena lagi direnovasi. Hadeh.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Rumahnya Babang Mozart

Yasudah, foto-foto seperlunya saja di situ, lalu lanjut jalan kaki menuju ke arah rumah kelahiran Mozart (beda rumah ya sama yang tadi). Lokasinya deket, tapi musti nyeberang sungai dulu melewati jembatan Makarsteg yang banyak gembok cinta di pagar jembatannya. Dari jembatan ini kita bisa melihat pemandangan Benteng Salzburg di kejauhan (meskipun kalo dijalani gak jauh-jauh banget) berdiri megah di latar belakang kota.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Rumah tempat lahirnya Mozart

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Benteng Salzburg dari jaoh

Mozart Birthplace ini juga difungsikan sebagai museum, dan buka, tapi saya gak masuk karena-tidak-punya-budget. Jadi saya cuma foto-foto di depannya saja, lalu jalan-jalan di area sekitarnya, karena Mozart Birthplace ini berada di Salzburg Altstadt, area perbelanjaan di kota tua yang luas banget. Banyak banget toko-toko brand lokal maupun international di sini. Mirip kayak mall tapi outdoor dan menggunakan bangunan-bangunan tua. Dan bukan cuma toko, di sini juga ada Salzburg Cathedral tempat Mozart dibaptis, lalu ada Mozartplatz (plaza terbuka dengan patung Mozart sebagai pusatnya), restoran dan cafe yang berjejer, serta yang terakhir adalah gerbang utama menuju Benteng Salzburg.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Salzburg Cathedral

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Mozart Statue

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Pertokoan di Altstadt

Untuk menuju Benteng Salzburg bisa jalan kaki (tapi nanjak parah dan jauh) yang gratis, atau naik funicular yang praktis tapi bayar. Saya sempet nyoba jalan kaki, tapi menyerah di tengah jalan karena mager plus gak terlalu minat lihat benteng juga sih. Soalnya meskipun sudah sampai di atas, untuk masuk ke benteng musti bayar lagi. Karena waktu saya di Eropa masih panjang, saya musti berhemat.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Jadi akhirnya saya cuma muter-muter di Altstadt, mampir ke Katedral, beli hotdog buat makan siang EUR 2.7, lalu duduk-duduk di pinggir jalan menikmati kota Salzburg. Jujur, saya gak berekspektasi terlalu tinggi tentang kota ini. Saya juga gak tau banyak tentang Salzburg, karena sebenernya tujuan utamanya cuma Hallstatt. Tapi ternyata kota ini indah, apalagi suasana di tepi sungainya. Gak terlalu ramai, tapi tetap banyak warga yang aktif. Cuacanya juga enak, gak terlalu dingin seperti di Hallstatt. Harga makanan juga termasuk murah sih. Saya beli sandwich di supermarket cuma EUR 1 dapet 2pcs.

Lanjut lagi ke Mirabell Palace. Salah satu taman yang indah yang dijadikan lokasi syuting Sound of Music. Sayangnya karena winter tamannya jadi gersang dan sama sekali gak menarik. Oke skip deh.

Setelah itu saya cuma jalan kaki muter-muter kota gak tentu arah, tapi seru karena bisa melihat kehidupan salah satu kota kecil di Eropa yang menarik. Mulai dari bebek-bebek yang cari makan di tepi sungai, warga yang main musik di balkon apartemen, anak-anak kecil yang main di playground taman kota, dsb.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Malamnya, saya balik lagi ke Salzburg Hauptbahnhof. Di sana ketemu lagi sama rombongan cewek Indonesia yang kemarin ketemu di Hallstatt. Beneran loh di Eropa saya sering banget ketemu orang Indonesia. Abis beramah-tamah dengan sodara sebangsa, saya mampir ke supermarket buat beli rice box seharga EUR 2.99 buat makan malam. Porsinya standar, cuma nasi dan ayam, tapi masih panas jadi enak banget dimakan di udara dingin begini. Saya makan di waiting room stasiun sambil menghangatkan badan.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Bertemu sodara sebangsa setanah air

Sekitar jam 10 malam, saya naik bus kota lagi tujuan halte Flixbus di Salzburg South, karena jam 11 saya naik Flixbus lagi untuk menuju ke kota Zurich, Swiss. Malam ini bobo di bus lagi deh. Oiya tiketnya EUR 24.99.

Total pengeluaran Day-6:
- Sarapan McD: EUR 3.8
- Locker: EUR 2
- 1 day pass: EUR 4.2
- Hot Dog: EUR 2.7
- Sandwich: EUR 1
- Rice Box: EUR 2.99
- Flixbus to Zurich: EUR 24.99

Total EUR 41.68 atau Rp 625.200 (kurs saat itu EUR 1 = Rp 15.000)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bubba75 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ngeeek
Hari ke-7

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Sekitar jam 5-6 pagi Flixbus merapat di parking lot sepi di samping Zurich Main Station. Masih gelap, dingin, dan sepi, saya turun dari bus dengan kondisi nguantuk lalu berjalan ke arah stasiun. Tujuan hari ini adalah menuju daerah Jungfrau, salah satu area bagian dari pegunungan Alpen. Jungfrau ini terdiri dari beberapa desa/permukiman, antara lain Grindelwald (iya namanya emang sama kayak musuhnya Dumbledore), Lauterbrunnen, Wengen, dan lain-lain. Di sana juga ada salah satu gunung yang cukup terkenal di kalangan anak gunung Indonesia, yaitu Mt. Eiger. O iya, Jungfrau juga salah satu lokasi syuting drakor yang terkenal: Crash Landing on You (yang adegan paragliding di episode terakhir, adegan hotel Swiss, dan adegan penutup di pinggir danau).

Sayangnya, Jungfrau ini terkenal mahal. Untuk menikmati secara keseluruhan sampai ke puncak Jungfraujoch (3466mdpl), musti naik kereta nanjak melewati desa-desa di kaki gunungnya. Tiket keretanya mahal banget, jadi lebih murah kalau beli Swiss Pass (paling murah Swiss Pass 3 days seharga CHF 267, setara hampir 4juta). Gila mahal banget. Gak heran kalo Swiss jadi negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia. Awalnya saya sempet mikir buat skip Swiss saking mahalnya, tapi setelah browsing2, akhirnya saya nemu cara yang cukup terjangkau buat menikmati Swiss, meskipun cuma 2 hari 1 malam, at least udah pernah ke Swiss lah ya. Oke begini caranya:

Destinasi:
Untuk menghemat anggaran, selama di Jungfrau saya cuma mengunjungi 2 desa yang menurut saya paling indah, yaitu Lauterbrunnen dan Grindelwald (desa di samping Mt. Eiger). Saya gak mampir ke puncak Jungfrau karena tiketnya mahal.

Transportasi:
Saya gak beli Swiss Pass, tapi beli tiket ketengan karena ternyata kalo tujuannya gak banyak bisa lebih murah. Rutenya dari Zurich-Interlaken-Lauterbrunnen-Grindelwald-Lauterbrunnen-Interlaken.

Penginapan:
Saya nginep di Lauterbrunnen, Valley Hostel seharga EUR 32 atau sekitar Rp 480.000 di dormitory room. Ini udah yang paling murah di Swiss, tapi hostelnya bagus banget dengan rating 9.0 di bookingdotkom.

Oke, jadi begitu udah nyampe di Zurich Station, saya sarapan sandwich dulu bekal beli kemarin malem sambil nunggu jadwal kereta menuju Interlaken. Oiya, tiketnya sudah saya beli sebelumnya lewat aplikasi OBB di hape seharga EUR 45.6 sekali jalan. Tiket ini ada jadwal keberangkatannya, tapi ternyata kita bebas mau naik kereta yang jam berapapun asalkan masih di hari yang sama. Jadi saya langsung naik aja kereta sebelum jadwalnya. O iya, karena tidak ada kereta direct ke Interlaken dari Zurich, jadi tiketnya transit dulu di kota Lucern/Luzerne. Setelah itu baru dari Lucern lanjut lagi ke Interlaken. Di Lucern transit sekitar setengah jam, bisa jalan-jalan dulu di dermaga danau di depan stasiun yang cakep banget viewnya.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
View kota Lucern dari seberang stasiun

Karena masih kecapekan semalem cuma tidur di bus, saya berencana tidur di kereta sepanjang perjalanan menuju Interlaken. Tapi ternyata, pemandangan menuju Interlaken sangatlah luar biasa indahnyaaa. Mata ngantuk langsung melek. Yang saya tau, sepanjang jalan ada Mt. Pilatus dan Lake Lungern yang indah banget. Sisanya saya gak tau nama daerahnya, tapi semuanya pemandangannya cakep-cakep banget deh. Berikut foto-foto sepanjang perjalanan di kereta.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

O iya, keretanya juga bagus banget. Dari Zurich ke Lucern keretanya tingkat, saya duduk di lantai atas biar bisa lihat pemandangan lebih jelas. Terus dari Lucern ke Interlaken keretanya lebih kecil karena jalurnya nanjak ke atas pegunungan, tapi jendelanya gede-gede jadi kita bisa lihat pemandangan sepanjang jalan. Satu lagi, Swiss adalah satu-satunya negara di trip ini yang di kereta ada kondekturnya ngecek tiket kita. Tinggal tunjukin aja QR Code yang kita dapat saat beli tiket di aplikasi. Kalo gak punya tiket, siap-siap bayar denda 80x harga tiket.

Sampai di Interlaken, lanjut lagi naik kereta menuju Lauterbrunnen. Tiketnya seharga EUR 7.16 beli di aplikasi OMIO di hape. Sampe di Stasiun Lauterbrunnen, langsung ketemu rombongan turis lokal yang pada bawa peralatan ski. Yep, area Jungfrau ini memang banyak tempat main ski, jadi di saat winter banyak banget wisatawan yang kesini khusus buat main ski.

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Lauterbrunnen Station

Keluar dari stasiun, saya langsung disambut pemandangan desa kecil Lauterbrunnen yang cantik dilatarbelakangi tebing curam dengan air terjun Staubbach di kejauhan. Indah banget. Melihat pemandangan alam sepanjang jalan dari Zurich sampai kesini, saya nobatkan Swiss sebagai negara dengan pemandangan alam terindah dari semua tempat yang pernah saya datengin di dunia. Super byutipul!

Jalan kaki sebentar ke arah kiri dari stasiun, sampailah saya di Valley Hostel. Resepsionisnya ramah, tempatnya bersih dan hangat, dan yang paling mantap adalah pemandangan dari balkon kamar. Ya, meskipun cuma di dormitory room, kamarnya ternyata punya balkon yang menghadap langsung ke pemandangan lembah di belakang hostel. Gila cakep bangett!! Berikut foto-foto selama di Lauterbrunnen:

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Kamar Valley Hostel

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
View dari kamar

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
View dari balkon kamar

Setelah bebersih dan istirahat sebentar (lupakan tidur, sayang banget waktunya kalo dipake tidur), saya jalan kaki lagi menuju stasiun. Oh iya, di seberang stasiun ada Coop, supermarket retail yang cabangnya ada banyak banget di Eropa. Jadi saya mampir beli sandwich dulu di situ, harganya kalo gak salah EUR 3. Setelah itu lanjut ke stasiun buat naik kereta menuju desa Grindelwald. Tiketnya cuma EUR 18 PP Lauterbrunnen-Grindelwald. Keretanya enggak direct, musti transit dulu sekali di stasiun kecil yang saya lupa namanya. Tapi meskipun cuma stasiun kecil buat transit, pemandangannya tetep juara.

Sampe di Grindelwald, langsung disambut pemandangan Mt. Eiger yang menjulang tinggi, deket banget sama permukiman. Atraksi utama di sini adalah winter sport, paragliding, trekking di gunung, dan sejenisnya. Sebenernya saya pengen trekking di Eiger Trail, tapi mengingat waktunya mepet, saya skip aja. Soalnya trekking butuh sekitar 6 jam, dan biayanya juga lumayan mahal. So, di Grindelwald ini saya cuma hunting foto aja sambil jalan-jalan keliling kota, eh desa. Saya juga beli beberapa cokelat Swiss di sini buat oleh-oleh (gak masuk perhitungan budget ya, karena budget oleh-oleh tiap orang kan beda-beda).
Berikut beberapa foto pemandangan Grindelwald yang cuantique:

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta
Mt. Eiger

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Sorenya saya balik lagi ke Lauterbrunnen. Waktunya jalan kaki keliling Lauterbrunnen sambil hunting foto. Lauterbrunnen ini ternyata kecil banget, daerah permukiman utamanya cuma sepanjang jalan dari stasiun sampai ke Staubbach Falls. Sisanya beberapa permukiman penduduk tersebar berjauhan di sepanjang lembah. Kesan damai dan tenang sangat terasa di sini. Sepanjang jalan menyusuri Lauterbrunnen saya bahkan jarang ketemu sama orang, sampai agak susah kalo mau minta tolong foto.
Lauterbrunnen lagi:

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

FR Solo Backpacker Keliling Eropa 16 Hari dengan budget di bawah 10 juta

Setelah menjelang gelap, saya balik lagi ke hostel. Laper bos. Jadi saya keluarkan stok indomie dari backpack dan masak 2 bungkus sekaligus. Setelahnya, saya menghabiskan malam dengan ngobrol-ngobrol sama temen sekamar di dorm. Chang Uk dari Korea Selatan, Felix dari Hongkong, dan 1 lagi dari US lupa namanya. Saya sempet keluar juga ke Coop lagi buat beli cemilan, tapi ternyata jam 6 sore itu udah tutup. Jadi buat yang berencana ke Eropa, musti jaga-jaga beli kebutuhan sebelum malam karena banyak toko yang gak buka sampai malam.

Pengeluaran hari ke-7:
tiket zurich-interlaken 45.6
tiket interlaken-lauterbrunnen 7.16
tiket lauterbrunnen-grindelwald pp 18
sandwich 3
hostel valley lauterbrunnen 32
Total : 105.76 atau sekitar Rp 1.586.400 (kurs saat itu 1 EUR = Rp 15.000)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cloudkid77 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ngeeek
Lihat 1 balasan
Booked gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
panjul1993 dan 2 lainnya memberi reputasi
reserved lagi ah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
panjul1993 dan 2 lainnya memberi reputasi
Keren gan emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
profile-picture
PayudaraKanan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
nah ini nih, siapa tau ada rejeki bisa kek gini kelak.

backpacker emang seru, bisa membaur dan tau kehidupan sosial di tempat yang disinggahi emoticon-2 Jempol
Lihat 1 balasan
keren cuy
modal 1jt juga bisa kok, 1 bulan keliling eropa + nginep di hotel bintang 5


syaratnya :





























punya sugar daddy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh prazm8
Lihat 1 balasan
Yang terpenting komunikasi sama jaringan internet
anjir 10 juta doang. ninggalin jejak dulu, jgn2 pake getek ke sananya
profile-picture
cepakers memberi reputasi
Lihat 1 balasan
waa mantap nih.. tipsnya yahud buat yg travellin sendirii niih
Enak enak jalan jalan
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Subscribe dulu, nyimak kisah perjalanan selanjutnya emoticon-Baby Boy
Ini keren asli..
baca aja udah berasa jalan kesana..
btw pas bulan itu belum masuk wabah ya gan ?
Lihat 2 balasan
eropa dingin

mending ke uganda emoticon-Traveller
profile-picture
ghanawarrior memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Waktu segitu blm kena corona yah? emoticon-Malu (S)
Lihat 1 balasan
Keren bgt sumpah, jadi pengen emoticon-Matabelo

Bookmark dulu sambil nunggu update
Saluuut bos!!! kalo gw ke eropah .. bawa duit pas pasan .. dijamin makan ga enak, tidur ga nyenyak boker pun lupa cebok emoticon-Ngakak
profile-picture
kaaskuson memberi reputasi
waaaaaww murahhh bangett tiketnyaaa, lumayann nii buat travelling yaaa
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di