CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Cerita Horor "Order Dari Kubur" | Ojek Online Dan Order Gaib.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec0d9e05cf6c4692f1e0e75/cerita-horor-quotorder-dari-kuburquot--ojek-online-dan-order-gaib

Cerita Horor "Order Dari Kubur" | Ojek Online Dan Order Gaib.

Cerita Horor "Order Dari Kubur" | Ojek Online Dan Order Gaib.

Order fiktif? Bukan! Ini order mistis!

Kisah ini adalah sebuah kisah seram, tentang seorang pengendara ojek online yang mengalami kejadian tak terduga di suatu malam saat mengantar pesanan makanan. Langsung aja kita mulai~

.
.
.

Ah, malam yang terasa sejuk, syukurlah tak terlalu dingin malam ini. Walau genangan-genangan air terlihat masih ada di jalan raya. Di balik balutan jaket sekaligus seragamku, aku melajukan sepeda motor melintasi jalan raya yang sepi. Terlihat dipinggir jalan orang-orang berjaket hijau sama sepertiku sedang asik ngobrol sambil menunggu datang nya orderan. Suasana malam kota ini memang menjadi agak berbeda setelah munculnya profesi ojek online ini, kini banyak pengendara berjaket hijau yang mondar-mandir di sekitar kota yang telah terlelap ini.

“Mas, sesuai aplikasi ya. Jangan terlalu banyak sambal," Kata seorang customer yang berujar melalui chat di layar smartphone-ku. Segera aku menjawabnya “Ok!”

Aku sampai disebuah rumah makan malam, beruntung aku datang saat suasananya masih sepi. Sehingga tak akan terlalu lama. Aku memesan Mie Ayam sesuai dengan yang tertera dalam aplikasi. Setelah itu aku biarkan saja sang pemilik rumah makan menyiapkan pesanannya. Aku duduk di salah satu kursi kosong, ya memang kosong semua sih. Sambil menunggu, aku membuka beberapa aplikasi sosial media dan mengupdate informasi disana. Sesekali angin bertiup begitu dingin, tapi aku masih terlindungi oleh jaket dan sarung tanganku.

“Silahkan pak," Kata seorang pelayan saat mengantarkan pesananku yang sudah siap. Aku lekas membayar sesuai harga kepada pelayan itu. “Makasih bang!” Kataku kemudian kembali ke motor, memakai helm kemudian melaju pergi.

“Sesuai lokasi ya mbak.” Kataku kepada customer melalui chat. Aku melajukan motor dengan sesegera mungkin, menembus dinginnya malam ini.

Melewati jalan raya sebelum akhirnya sampai di jalan kampung yang tak terlalu besar, tapi cukup untuk mobil dua arah. Aku terus saja mengendarai motor mengikuti petunjuk di aplikasi, memasuki gang-gang sempit dan pemukiman warga yang lumayan padat. Hingga petunjuk-petunjuk itu membawaku ke sebuah rumah. Aku berhenti dan berjalan ke arah pintu rumah setelah alamatnya sudah ku pastikan benar.

“Assalamualaikum!” Ucapku sambil mengetuk pintu perlahan. Rumah itu terlihat gelap, tampaknya beberapa dari mereka sudah terlelap. Tak lama kemudian seseorang menyalakan lampu dan menjawab ucapan salamku. Pintu dibuka dan terlihat seorang pria tua berusia sekitar 60 tahun menatapku dengan wajah aneh. Aku pun merasa bingung juga dengan tatapan itu.

“Pasti Mie Ayam?” Tanya bapak itu.

“Iya Pak, Atas nama-“

“Irma Setyaningrum!” Kata bapak itu yang mendahuluiku berbicara.

“Iya benar pak," Ucapku yang agak canggung.

Bapak itu mempersilahkanku duduk di beranda rumah yang sudah tersedia kursi, aku duduk sambil menunggu bapak itu kembali. Sedangkan pesanannya sudah beliau bawa masuk ke dalam. Halaman rumah ini cukup luas, ada juga tenda yang terpasang dan beberapa bangku plastik yang tertumpuk rapi, nampaknya rumah ini baru saja menggelar semacam acara atau hajatan.

Dari dalam rumah aku mendengar suara bapak itu yang sedang berbicara, tapi aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tak lama kemudian, bapak itu kembali keluar. Dan memberikan uang pecahan seratus ribu kepada ku.

“Kembalinya ambil aja nak," Kata Bapak itu.

“Kok gitu pak?” Tanyaku.

“Sebagai tanda terima kasih, karena kamu masih mau mengantar pesanan anak saya di malam yang sudah larut ini. Salut saya dengan anak muda seperti kamu. Maaf ya, anak saya satu-satunya itu suka iseng," Kata Bapak itu.

Ucapannya memang memujiku, tapi ekspresinya aneh. Wajahnya begitu datar dan tak ada senyum. Setelah beberapa kali ku tolak, bapak itu terus memaksa. Dengan alasan mengantuk dan ingin segera beristirahat, bapak itu menyuruhku segera pergi dan membawa uang itu. Akhirnya kau tahu sendiri, aku pergi membawa uang itu. Lumayan, rezeki di tengah malam yang tak disangka.

Aku kembali ke motorku, dan setelah pamit dengan bapak. Aku segera mengendarai motor meninggalkan rumah itu. Setelah beberapa meter dari rumah itu, dan hendak memasuki gang.

Aku berhenti dan melihat sebuah bendera kuning, dengan nama Irma Setyaningrum. Baru saja meninggal hari ini. Nama itu jelas adalah nama yang ada di aplikasiku, posisi rumahnya juga cuma beberapa meter dari bendera kuning ini. Aku bingung, dan menoleh ke arah rumah tadi. Terlihat bapak itu masih berdiri di depan rumahnya dan menatapku dari kejauhan. Dan terlihat bapak itu menggerakkan tangannya berisyarat supaya aku segera pergi. Mulutnya juga seperti mengatakan sesuatu namun aku tak bisa mendengarnya karena kejauhan. Hanya satu yang aku pahami, bapak itu hendak menyuruhku agar segera pergi dari sini secepatnya! Aku pun merinding ketakutan. Bapak itu memakai sandal dan hendak berjalan menghampiriku, tapi orang tua itu jalannya terlalu lambat.

Tiba-tiba layar smartphone ku bergerak sendiri. Sebuah video-call masuk dari nomor Irma Setyaningrum. Aku tak mau mengangkat video-call itu, akan tetapi smartphone ku menerima video-call itu dengan sendirinya. Seperti dikendalikan seseorang.

Dan di layar smartphone itu, terlihat wajah Irma Setyaningrum. Dengan wajah pucat, lubang hidung ditutup kapas serta berbalut kain kafan menatapku dan berkata, “Aku kasih bintang lima ya mas.”

.
.
.

Begitulah keseluruhan cerita yang bisa saya bagikan. Semoga menghibur para pembaca, jangan lupa beri dukungan karena masih ada banyak kisah seram lainnya yang akan saya bagikan.

Sampai jumpa, salam rahayu! 🌸
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
emoticon-ricebowl
Merinding gan emoticon-Takut
buset, bisa gitu yak emoticon-Wow
real story bukan?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di