CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb4dfc582d495150c6f553b/sejarah-singkat-peternakan-di-indonesia

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Mengembangbiakkan dan pemeliharaan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut adalah arti dari sebuah peternakan. Hewan yang paling banyak diternakkan biasanya adalah sapi, ayam, kambing, domba dan babi, walaupun tidak menutup kemungkinan hewan-hewan laininya. Hasil yang di dapat dari kegiatan berternak antaranya adalah daging, susu, telur dan bahan pakaian (seperti wol atau kulit).


Hal-hal yang termasuk kegiatan beternak antara lain pemberian makanan, pemuliaan atau pengembangbiakan untuk mencari sifat-sifat unggul, pemeliharaan, penjagaan kesahatan dan pemanfaatan hasil. Secara umum peternakan bisa di bagi menjadi tiga jenis yaitu peternakan ekstensif, intensif dan semi intensif yang merupakan gabungan keduanya. Dalam peternakan ekstensif, hewan dibiarkan berkeliaran dan mencari makan sendiri, kadang di lahan yang luas, dan kadang dengan pengawasan agar tidak dimangsa. Sedangkan dalam peternakan intensif, hewan dikandangkan dalam gedung berkepadatan tinggi, makanannya dibawa dari luar, dan hidupnya diatur agar memiliki produksi dan efisiensi tinggi dan hal ini umum di peternakan-peternakan di negara maju.

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Dalam sejarahnya manusia mulai membudidayakan hewan atau domestikasi hewan sekitar tahun 13.000 SM. Berbagai jenis hewan di berbagai penjuru dunia mulai di domestikasi pada tahun-tahun tersebut. Berbagai jenis hewan mulai didomestikasi pada saat dan tempat yang berbeda-beda dalam sejarah. Selain hewan ternak yang telah disebutkan di atas, hewan-hewan seperti kuda, kerbau, unta, llama, alpaka, dan kelinci juga diternakkan di beberapa belahan dunia. Peternakan juga meliputi budidaya perairan untuk memelihara hewan air seperti ikan, udang, dan kerang. Peternakan serangga juga dilakukan di beberapa tempat, seperti peternakan lebah, ulat sutra, bahkan jangkrik yang dijadikan makanan di Thailand dan beberapa negara lain.


Selain dampak baik peternakan dimana manusia bisa memenuhi kebutuhannya, ada juga dampak buruk akibat peternakan yang mulai dikeluhkan di berbagai belahan dunia. Kegiatan peternakan membutuhkan banyak air dan lahan, baik untuk hewan ternak maupun untuk tanaman yang ditumbuhkan sebagai makanannya. Selain itu, hewan ternak mengeluarkan emisi gas rumah kaca seperti metana (CH4), dinitrogen monoksida (N2O), dan karbon dioksida (CO2). Muncul juga kekhawatiran akan kesejahteraan hewan terutama seiring meningkatnya peternakan pabrik.

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Di Indonesia sendiri sejak zaman VOC, peternakan sudah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan VOC di Nusantara. Disaat itu, pengembangan kuda dilakukan untuk tantara “kompeni” untuk mengangkut beban dalam melaksanakan perang baik terhadap kerajaan yang ada di Indonesia maupun terhadap bangsa asing. kuda juga diperlukan bagi bangsawan Belanda yang ada di Indonesia sebagai kuda tunggangan dan menarik kereta. Kerbau dan sapi pun mendapat perhatian dari VOC untuk memenuhi kebutuhan daging konsumsi orang-orang VOC yang tinggal di Indonesia.

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Setelah pemerintah Belanda mengambil kendali kekuasaan di Nusantara dari VOC, Pemerintah Hindia Belanda melakukan sejumlah langkah untuk mengembangkan peternakan. Pada Tahun 1806 Pemerintah Hindia Belanda mendatangkan sapi Benggala dari India untuk keperluan perkebunan tebu di Indonesia.


Di zaman pendudukan Jepang, urusan peternakan seperti terbengkalai. Semua yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda tidak berlaku bagi Jepang. Pada zaman penjajahan jepang pembinaan peternakan hampir tidak dilakukan. Pada era Orde Lama, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah untuk meningkatkan produksi pangan rakyat termasuk pangan hewan, daging, telur dan susu yang merupakan pangan sehat dan cerdas. Kegiatan-kegiatan pembangunan peternakan untuk memproduksi daging, telur dan susu di era Orde Lama antara lain Kasimo Plan, kegiatan inseminasi buatan dan semboyan 4 sehat 5 sempurna.

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Pada era Orde baru tepatnya tanggal 3 November 1966, struktur organisasi Direktorat Jenderal Kehewanan dibentuk. Struktur organisasinya terdiri dari tiga unit eselon II yaitu (1) Sekretariat Direktorat Jenderal, (2) Direktorat Peternakan dan (3) Direktorat Kesehatan Hewan (Keswan). Dalam masa ini terjadi pengembangan besar-besaran dalam peternakan, dimana banyak sekali peraturan pemerintah baik itu melalui SK maupun Keputusan Menteri yang berhubungan dengan peternakan.

Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

Masa pasca reformasi, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi dalam sistem peternakan di Indonesia kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, buktinya adalah derasnya keran impor untuk memenuhi kebutuhan daging peternakan khususnya sapi. Australia sendiri merupakan sumber dari 90,06 persen impor sapi hidup dan 46,70 persen impor daging sapi dan jeroan. Selandia Baru merupakan sumber impor 32,52 persen daging sapi dan jeroan. Negara-negara lain yang termasuk eksportir daging sapi ke Indonesia, dengan jumlah yang lebih kecil, adalah Amerika Serikat dan Kanada.


Sumber






profile-picture
profile-picture
profile-picture
eddiesangadjie dan 139 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh naorbis
Halaman 1 dari 4
sebelum pengelolaan peternakan oleh VOC, pd masa nusantara kuno, sistem peternakan nya bagaimana, gan ??

hewan lokal apa saja yg bs di ternakkan pd masa nusantara kuno, gan ??
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
dengan mengesampingkan praktik kolonialisme

kehadiran bangsa eropa khususnya belanda membawa beberapa hal baru seperti teknologi infrastruktur, pertanian, pendidikan hingga pertenakan.

contohnya saja.
kalo belanda gak tanam paksa kopi dan teh kemungkinan kopi dan teh khas indonesia pada hari ini gak akan ada emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aibanadi
Lihat 3 balasan
Australia sama New Zealand mungkin iklimnya adem..termasuk iklim politik..jadi sapi hidup tenang

Kalo dimari kan..Sapi dijadiin istilah..kaya Politik dagang sapi..ada Korupsi Sapi..ada Oknum Sapi Perah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ga heran lah kalau VOC sejarahnya buat ternak sapi karena mereka suka beef, milk & cheese yg jadi dasar makanan dan minuman mereka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
Well pada intinya kita dari bertani tetap bertani.

Cendolnya gan
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 12 lainnya memberi reputasi
padahal negara ini luas, pun juga tanahnya subur, kenapa sampai sekarang masih impor ya untuk kebutuhan seperti daging sapi atau ayam sekalipun, semoga aja ke depan manajemen peternakan di negara ini bisa lebih baik ya, biar bisa swasembada pangan emoticon-Kiss (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Quote:


Sejarah Singkat Peternakan di Indonesia

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
semoga makin maju gans..
😊
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Salah urus bangsa ini!
Yg ngurus plonga-plongo!

Habis trilyunan untuk mengadakan Pemilihan Pemimpin, dapetnya malah yg plonga-plongo!

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
zaman VOC
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 12 lainnya memberi reputasi
Kurang ngerti sama peternakan indo kg maju maju apa mungkin padang rumput yg kurang luas kan indonesia banyaknya pegunungan yg lebih cocok buat pertanian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
gitu ye gan
nice sharenya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
semoga petani dan peternak indonesia lebih makmur kedepannya :cendol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Apa sih kendala peternakan di negara ini? Banyak gunung kan banyak daerah dingin, katanya cocok buat ternak sapi. Atau ternak yg lain kan juga bisa, jangan impor bae dr tetangga. Belum lagi lahan yg subur, pertanian harusnya maju. Juga masih impor. Gantung tuh mafia impor, yg bikin Indonesia gak bisa maju.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh babay21
Lihat 5 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 10 lainnya memberi reputasi
mungkin kalo sapi dan kerbau pedaging bisa aja
tapi kalo produk turunan buat susu ato keju, kan iklim kampung sini kurang cocok
eh tapi gatau ya, jaman voc taun 16xx indonesia masih dingin apa gimana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Kebanyakan terkendala modal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
ke peternakan melihat sapi ....iya iya hooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 10 lainnya memberi reputasi
Peternakan ini yg bisa bikin efek buruk jangka panjang kalo ga bener2 diurusin. Kejadian kek di monggolia itu dari padang rumput sekarang udah bnyk yg berubah jadi gurun. Efek dari kebanyakan jumlah ternak dibanding kecepatan pertumbuhan rumputnya. Jadi ga sempat lagi tanah memperbaiki diri udah habis rumputnya dimakan ternak. Rumput yg harusnya bisa sedikit jadi pelindung mengurangi penguapan dari dalam tanah jadi ga bisa lagi. Jadinya penguapan besar2an dan air tanah jadi semakin berkurang. Siap2 aja jadi gurun deh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 13 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di