CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Games / Can You Solve This Game? /
[Teka-Teki] Detektif Jeli
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ea9b17088b3cb208f10cf48/teka-teki-detektif-jeli

[Teka-Teki] Detektif Jeli

Ini merupakan teka-teki berbentuk cerita. Perhatikan detail yang ada. Jawaban akan diungkap TS di kolom komentar setelah ada yang bisa menjawab dengan benar. Jika dalam waktu 6 bulan tidak ada yang dapat menebak, maka akan diungkap TS.

Jelita namaku. Aku seorang detektif terkenal di kota. Banyak yang memanggilku Detektif Jeli karena berhasil mengungkap beberapa kasus dengan "jeli". Bahkan banyak dari orang-orang yang terkejut ketika aku dapat mengungkap kasus "luar biasa".

Hari ini seperti biasa. Aku menyeleksi beberapa kasus yang menumpuk di mejaku. Mungkin kesannya agak kejam. Tapi aku dengan sengaja mengalihkan kasus kecil dan kurang menarik bagiku ke junior-junior ku. Hitung-hitung mereka belajar kan?

"Total ada sekitar seratus kasus yang masuk hari ini." Pak Anto, bagian administrasi kepolisian, menaruh begitu saja berkas-berkas laporan di atas mejaku.

"Hmm, tak sebanyak kemarin." Aku mulai meraih satu berkas yang ada di hadapan ku.

"Kau tak pernah mengeluh ya? Walaupun banyak orang yang begitu saja meminta kasusnya diselesaikan oleh mu." Ujar Pak Anto yang masih mengganggu ku.

"Aku harus bagaimana lagi? Manusia menghadapi kepanikan dengan berbagai cara." Balasku.

"Iya, benar juga. Tapi kasus dari guru SD tempo hari terlalu berlebihan. Masa meminta kepolisian mencarikan berkas ulangan murid-muridnya? Itu hal yang konyol." Oceh Pak Anto.

"Mungkin berlebihan bagi kita, tapi mungkin itu hal yang penting bagi guru itu." Aku masih fokus memilah berkas. Lalu mataku terbelalak melihat kasus bunuh diri.

baca juga: [Teka-Teki] Acara Minum Teh

Aku langsung bangkit dari kursi ku yang empuk. Mengambil jaket kulit yang ada di gantungan. Lalu mengajak teman forensik ke tempat kejadian.

Laporan ini dilaporkan sendiri oleh Yuan, anak dari pelaku bunuh diri. Aku hanya tak paham kenapa kejadian bunuh diri ingin diselidiki oleh detektif. Jadi instingku menyuruh ku untuk mengambil kasus ini.

Aku dan Albert, teman forensik ku, akhirnya sampai di depan rumah sederhana berwarna putih. Aku mengetok pintu di depan kami. Tak butuh waktu lama, seorang lelaki berusia 15 tahun, membukakan pintu untuk kami. Wajahnya muram. Pantas untuk seseorang yang berduka. Dia mempersilahkan kami masuk.

"Kau Yuan?" Tanyaku langsung tanpa basa-basi. Dia hanya mengangguk, lalu menuntun kami ke lantai dua, ke tempat kejadian perkara.

Terlihat pintu kamar setengah rusak, bahkan terlihat penyok di beberapa bagian. Aku meminta Albert segera masuk ke kamar, sedangkan aku masih ingin berbincang sedikit dengan anak malang di depan ku.

"Jadi, sejak kapan kamu mengetahui kematian ibu mu?" Aku tak mengeluarkan buku kecil ku untuk menghindari ketegangan.

"Mmm.., dua hari yang lalu, pada malam hari. Aku mencoba membuka kamarnya setelah dia tak keluar kamar selama 12 jam setelah pulang mengajar. Hingga aku mengalami memar di beberapa bagian tubuh." Dia memegangi lengannya.

"Baik, nanti akan aku katakan ke pihak kepolisian agar kau mendapatkan perawatan." Aku mencoba memberikan rasa aman untuknya. "Sekarang kau tinggal bersama siapa selain ibu mu?"

"Tidak ada." Dia menatapku dengan wajah lugunya. "Aku tak punya siapa-siapa. Jika boleh, aku ingin tinggal dengan Detektif Jeli, aku mengagumi prestasi mu."

"Akan aku pertimbangkan nanti, lalu ayah mu dimana?" Ujar ku mencoba mencari keluarga aslinya.

"Ayah ku pergi entah kemana. Aku benar-benar sendiri." Dia menunduk.

Aku pun berpikir sebentar. Kasihan juga anak ini jika harus sendiri di sini. Setelah itu dia izin ke dapur untuk membuatkan ku dan Albert kopi.

"Hei, aku sudah selesai dengan tugas ku." Ucap Albert.

"Sebentar, aku ingin melihat TKP sendiri." Kataku.

Terlihat rapi. Hanya ada gantungan bekas bunuh diri di langit-langit yang terhubung ke jeruji jendela. Ruangan masih berbau. Kemungkinan Yuan yang meminta petugas medis untuk tak mengubah ruangan begitu banyak.

"Tak banyak yang bisa ku dapat, ku rasa ini memang benar-benar bunuh diri. Apa yang diharapkan anak itu?" Albert kini bermuka masam. Mungkin juga menyesal menerima ajakan ku.

"Mungkin dia ingin tahu apa yang menyebabkan ibunya bunuh diri." Aku kini juga ikut kecewa. Insting ku mungkin saja tak selalu benar. Kasus ini biasa saja bagiku. Hanya kasus bunuh diri.

"Ini ada surat wasiat dari ibu korban bunuh diri." Albert menyodorkan secarik kertas lusuh. Dalam surat itu tertulis:

"Aquarium ku rusak. Piranha tak akan berubah menjadi Ikan Koi. Aquarium tua ku pecah. Aquarium ku rusak. Aku akan mati."

Aku berubah pikiran. Ada hal yang harus ku ketahui lebih lanjut. Tapi mungkin aku terlalu lelah sekarang, dan aku harus kembali ke kantor. Aku pun mengajak Albert kembali. Namun begitu kami turun dari lantai dua, terlihat Yuan sedang menghidangkan kopi dan kue kering di meja. Meminta kami untuk bersantai sejenak dengannya.

"Aku tahu kau kesepian, tapi kami harus kembali ke kantor. Aku akan menitipkan mu ke tetangga mu." Ujar ku. Terlihat raut kecewa di wajahnya.

"Baik lah. Aku akan memasukkan kopi buatan mu ke dalam termos kecil ku. Kebetulan aku akan lembur hari ini." Aku memasukkan kedua cangkir kopi ke dalam termos kecil ku.

Setelah menitipkan Yuan ke tetangganya. Aku dan Albert melaju ke kantor polisi. Aku tahu ini bukan kasus bunuh diri biasa. Insting ku tak akan salah.

baca juga: [Teka-Teki] Letak Bolpoin

Apakah ini murni bunuh diri atau ada fakta lainnya? Apa maksud dari surat wasiat ibu? Apa yang sebenarnya terjadi?

Sumber: Otak TS. Copas? Izin dulu yaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thomasshelby dan 14 lainnya memberi reputasi
Quote:


Lalu gimana cara ibunya itu mau gantung diri?
profile-picture
lizafaitho memberi reputasi
Lihat 1 balasan

Yuan pelakunya

Quote:


wasiat ini yuan yg menulisnya, karena tidak di jelaskan dari mana kertas yg bertuliskan wasiat ini meski forensik menemukan di kamar korban. arti dr wasiat itu adalah keluarga yang berantakkan dan ibu yg suka main tangan pada yuan (meskipun beralasan tubuh lebam karena membuka pintu, cukup bisa di jadikan bukti bahwa membuka pintu tidak harus melibatkan sekujur tubuh). Aquarium = keluarga, Piranha = Ibu kejam tidak akan jadi Koi = ibu yg baik. Aquarium yg pecah = keluarga yang sudah bubar. aku akan mati = rasa kekhawatiran Yuan karena sudah tidak ada lagi ayah nya dirumah sebagai sosok pelindung dr kelakuan ibunya yg suka main tangan..

LIAR BET DAH emoticon-Ngakak:
profile-picture
profile-picture
manusiacapbadak dan lizafaitho memberi reputasi
Lihat 3 balasan
"Tidak ada." Dia menatapku dengan wajah lugunya. "Aku tak punya siapa-siapa. Jika boleh, aku ingin tinggal dengan Detektif Jeli, aku mengagumi prestasi mu."

mungkin ada kaitannya dengan anak nya pengidap psikopat yang menghalalkan segala cara agar bisa ketemu dengan idolanya , karena yang mengirim kasus adalah dia sendiri
profile-picture
lizafaitho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Agak sedikit ekstrim, tapi ini menurut gue:

Si ibu bunuh diri untuk melindungi dirinya dari anak nya yg bisa dibilang udah pubertas, dari 'kenakalan' nya. Gue dapet seditik petunjuk dari boyzfatih soal anaknya psikopat dan TS bilang 'udh nemu satu clue'

Yang dimaksud surat wasiatnya mungkin
Aquarium : 'harga diri' ibu nya
piranha gabisa jadi koi : Yuan

sekali lagi ini gue bilang ekstrim karena mungkin yuan berlaku 'nakal' ke ibunya. karena terakhir kali dia mau kunjungin itu malem hari. tangan dia luka mendobrak pintu yg dikunci ibu nya.

Kenapa si yuan ngelaporin ini, karena dia cuma mau buat alibi nya dia sendiri dengan ibu nya yg bunuh diri, dan kemungkinan dia udah 'mengincar' detektfi jeli sehingga dia bilang 'prestasi yang bagus dari detektif'

itu sedikit nya persepsi gue soal kasus ini

thanks keep it up TS....
profile-picture
lizafaitho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sudah berapa kali saya mampir ke thread agan ini ya? coba saya analisis sedikit.

pertama kenapa mengirim kasus bunuh diri ke detektif? udah dijawab kalau si yuan memang ngincar si jeli (btw buat detektif seratus kasus sehari itu mustahil gan, kerjaan nggak datang semudah itu emoticon-Big Grin)

pintu kamar setengah rusak dan penyot si beberapa bagian --> kita asumsikan si yuan mendobrak.

kapan kau mengetahui kematian ibumu?
Mmm.., dua hari yang lalu, pada malam hari. Aku mencoba membuka kamarnya setelah dia tak keluar kamar selama 12 jam setelah pulang mengajar. Hingga aku mengalami memar di beberapa bagian tubuh." Dia memegangi lengannya.

Ibunya seorang guru dan yuan berusia 15 (masih 1 sma). ditemukan malam hari 12 jam setelah pulang mengajar.

disini ada 2 rute analisis saya.
pertama ibunya pulang siang hari makanya si yuan tau kalau ibunya pulang karna yuan sudah pulang sekolah. kalau ini benar maka seharusnya ibunya pulang sekitar jam 2 siang. nah, ngapain si yuan mencoba masuk kamar emaknya jam 2 malam? [kemungkinan yuan pelaku(nggak ada tersangka lain sih)]

rute 2 si ibu pulang pagi sekitar jam 9 jadi masuk akal kalau si yuan ke kamar emaknya jam 9 malam. masalahnya kenapa yuan tidak sekolah? [plot lagi]



Baik lah. Aku akan memasukkan kopi buatan mu ke dalam termos kecil ku. Kebetulan aku akan lembur hari ini." Aku memasukkan kedua cangkir kopi ke dalam termos kecil ku.

Setelah menitipkan Yuan ke tetangganya. Aku dan Albert melaju ke kantor polisi. Aku tahu ini bukan kasus bunuh diri biasa. Insting ku tak akan salah.


scene ini juga mencurigakan, kenapa kopinya perlu dibawa? (dan kenapa pula si jeli bawa termos?) ini meyakinkan saya kalau si yuan hendak mengincar si jeli untuk membunuhnya. kenapa?

ada scene yang menarik perhatian saya antara si jeli dengan pak anto

Iya, benar juga. Tapi kasus dari guru SD tempo hari terlalu berlebihan. Masa meminta kepolisian mencarikan berkas ulangan murid-muridnya? Itu hal yang konyol." Oceh Pak Anto.

"Mungkin berlebihan bagi kita, tapi mungkin itu hal yang penting bagi guru itu." Aku masih fokus memilah berkas. Lalu mataku terbelalak melihat kasus bunuh diri.


kasus guru sd, emak si yuan seorang guru. kebetulan? Si jeli menyelesaikan kasus di sebuah sekolah dan disana si ibu terlibat, dari situ si yuan tertarik(atau dendam?) Pada si jeli. Btw si jeli tidak melihat mayat kan? Makanya dia enggak sadar kalau si korban merupakan guru tersebut.

[Mencari berkas ulangan murid murid. Entah mengapa saya kepikiran kalau yuan melakukan kejahatan dengan mencuri kunci jawaban milik ibunya dan menjualnya, makanya berkas ulangan perlu dicari untuk kepastian.]


mari lihat isi surat wasiat

"Aquarium ku rusak. Piranha tak akan berubah menjadi Ikan Koi. Aquarium tua ku pecah. Aquarium ku rusak. Aku akan mati."

Itu surat wasiat yang aneh sekali. Perhatian saya tertuju pada ikan koi karna menggunakan huruf besar di awal kata namun mari kesampingkan itu.

Kalau kecurigaan saya tentang kunci jawaban bocor benar maka aquarium rusak merupakan pengandaian untuk itu. Siapa piranha disini? Mari asumsikan kalau itu si yuan yang tak mau mengaku kalau dia mencuri kunci jawaban.

Aquarium tua pecah? Itu artinya sesuatu kasus yang lain di masa lalu terungkap selain kasus kunci jawaban ini. Ini meningkatkan kecurigaan saya mengenai guru yang meminta polisi mencari berkas jawaban siswa karna ada sesuatu disana yang penting bagi huru tersebut.

Lalu sekali lagi aquariumku rusak. Kenapa mengulang dua kali? Mungkin karna kejahatannya di masa lalu terungkap dan membuka kejahatan di masa kini juga. Makanya dia bilang dia akan mati karna kejahatan tersebut besar.

Nah, jadi jawabannya apa?

Ini prediksi saya lo, teka teki yg ini lebih susah soalnya.

Ibu si yuan benar benar bunuh diri. Si yuan yg mengerti arti pesan tersebut memutuskan memanggil si jeli karna dendam karna sudah membongkar kejahatan mereka yang membuat ibunya bunuh diri (makanya mukanya muram, dia sedih ibunya tewas)

Dengan kata lain si jeli mengungkap kasus di sd yang membuat kejahatan masa lalu si korban terungkap, si korban panik lalu kejahatannya saat ini terungkap lagi. Ikan piranha tak akan jadi koi melambangkan orang orang tak akan mengampuninya karna kasus ini makanya dia milih bunuh diri.

Masih ada beberapa hal yang tak bisa saya pecahkan seperti cara si yuan menemukan mayat si ibu. Mohon ts menjelaskan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
boyszfaith dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
aquarium itu menggambarkan kehidupan ibu Yuan. ikan piranha tidak akan berubah jadi ikan koi menandakan orang jahat tidak akan menjadi orang baik.
profile-picture
lizafaitho memberi reputasi
Oke, makasih bgt yg udah berpartisipasi di thread ini. Berikut saya coba jabarkan apa yang sebenarnya terjadi.
Jawabannya adalah si ibu dibunuh oleh Yuan. Hal ini dilakukan dengan cara mencekik leher si ibu. Memar di tubuh Yuan bukanlah hasil dari mendobrak pintu, tetapi hasil perlawanan si ibu. Sempat disinggung jika kamar terlihat rapi. Si albert tidak peka dengan hal ini, tetapi detektif jeli tahu jika ada yang salah. Setelah ibu mati kehabisan napas, Yuan mengikat leher si ibu lalu menariknya ke atas. Tali pun ditambatkan di jeruji jendela. Hal ini membuat ibu seolah bunuh diri.
Motif Yuan tak lain lagi adalah detektif jeli, dia terobsesi sehingga ingin melihat "aksi" detektif jeli di depan matanya, dia pun memilih membunuh sang ibu yang merupakan satu-satunya keluarga yang dia punya.
Setelah melihat surat wasiat ibu yang ditemukan albert, detektif jeli menyimpulkan jika ibunya sudah bertahun-tahun berusaha merubah anaknya yang cenderung psikopat menjadi anak normal lainnya, tetapi usahanya tak membuahkan hasil. Dia tahu hari itu adalah hari terakhirnya, jadi dia ingin meninggalkan clue atas apa yang terjadi di dalam keluarganya. Kertas yang kusut menandakan sang ibu berhasil menyembunyikan kertas di suatu tempat yang tidak terpikirkan oleh sang anak.
Mengenai hubungan dengan kasus si guru SD, itu ibu yuan pengen kepolisian notice bahwa ada yang tak beres dengan anaknya sehingga bisa mendapatkan bantuan, tapi alih2 mendapat bantuan si Yuan terinspirasi untuk melakukan tindakan kriminal demi bertemu idolanya.
Jadi, intinya Yuan membunuh ibunya untuk bertemu dengan detektif Jeli dan melihat 'aksi'-nya secara langsung.
profile-picture
profile-picture
faustz2 dan boyszfaith memberi reputasi
Lihat 2 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di