CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Cerita Pejalan Mancanegara /
Jelajah Halong Pakai Kapal Kayu dan Lihat Mutiara Asli Halong!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7ad918c9518b468a596af4/jelajah-halong-pakai-kapal-kayu-dan-lihat-mutiara-asli-halong

Jelajah Halong Pakai Kapal Kayu dan Lihat Mutiara Asli Halong!

  Kita mungkin harus mulai belajar banyak dari pengelolaan wisata di negara tetangga, seperti Vietnam ini. Tanpa terlihat materialistis mereka melayani tamu dengan semangat dan bangga tanpa ngarepin dapat tips.

Selepas main di pantai yang private, kita dibawa tour guide untuk mampir ke tempat budidaya mutiara. Gak main-main mereka bener-bener punya mutiara kulitas bagus yang harganya bikin ngeri. 

Jelajah Halong Pakai Kapal Kayu dan Lihat Mutiara Asli Halong!

Ada yang dihasilkan dari kerang Jepang, Barat, sampai lokal. Orang-orang di sekitaran kampung terapung ini yang membudidayakan kerang mutiara. Ini patut dicontoh banget karena mereka bisa memaksimalkan potensi daerah mereka untuk tempat pariwisata. 

Padahal tempatnya sederhana hanya di kapal apung berbahan kayu lalu penduduk sekitarnya juga berjualan keliling dengan sampan mereka tanpa ada paksaan harus beli.

Di dalam sini kita ditunjukkan macam-macam kerang, cara ngeluarin mutiara, sampai cara menjalin mutiara jadi perhiasan yang bagus. Ya, buat beda itu, tur guide sendiri yang bisa melakukan ketiga hal itu. Si tour guide ini lihai juga dalam ngeluarin mutiara dan gak omdo (omong doang). Klo di tempat kita si tour guide kerjanya kan cuma koar-koar tanpa praktik dan dia sangat dekat dengan penduduk di sana.
Kemampuan ini yang menurut saya keren banget, jadi dia gak cuma kaya akan pengetahuan tapi juga paham praktiknya gimana. Keren!

Jelajah Halong Pakai Kapal Kayu dan Lihat Mutiara Asli Halong!

Dari lihat-lihat mutiara kita langsung disuruh milih,”Siapa yang mau kayak atau naik bamboo boat,” seru si tour leader. Saya sih sebenernya pengen nyoba naik kayak tapi si tour guide bilang klo yang milih kayak harus orang yang bisa kayaking. Yah… udahlah pupus harapan. Sebelumnya saya pernah denger kalau akivitas kayaking udah ga dibolehin karena banyak yang tenggelam. 

Tapi ternyata masih bisa. Kita pun berbaris untuk dapat giliran naik perahu yang sebenernya bukan bambu tapi kayu. Susunan tempat duduk pun diatur supaya perahu tetap seimbang. Saya ga mau tuh duduk di bagian tengah atau belakang, jadi saya sigap naik perahu langsung tempatin bagian depan sama si mama hahaha.. itu demi foto bagus

Jelajah Halong Pakai Kapal Kayu dan Lihat Mutiara Asli Halong!

Di belakang kami ada orang Inggris yang masih berumur 19 tahun. Solo backpakcer ini emang udah narik perhatian saya karna cantik dan baik. Dia sering nawarin makanan juga ke kita-kita. Di belakangnya lagi ada pasangan sahabat asal Polandia. Para ibu-ibu ini suka banget bertualang kemana-mana berdua dan gak takut kesusahan. 

Dibanding mereka semua saya adalah traveler yang pengalamannya paling cetek. Mereka udah melanglang buana yang buat saya sirik banget. Ga seperti kita yang mendewakan negara-negara eropa-amerika. Mereka suka banget pergi-pergi ke Srilanka, India dan Indonesia. yeeee!

Mereka ngakunya sih negara-negara itu punya spirit yang bagus dan keramahan. Lucunya lagi si orang Inggris yang cantik jelita itu bilang klo Jakarta yang pernah dia datengin mirip kayak India. Trus saya langsung jawab “No!” keras-keras padahal saya ga tau  kalau India itu kayak apa hahaha….

Saya pun mulai berkampanye mempromosikan Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Meski saya ga sehebat orang Inggris itu yang udah 2 minggu di Indonesia dan petualang dari Aceh sampai Bali. Ngik! 

Tapi promosi saya itu manjur, mereka bilang mau ke Indonesia lagi untuk lihat Kalimantan dan Raja Ampat! Yes! saya cuma ngayal dan janji aj klo saya bakal temenin mereka. Cuma ya mereka memang harus wanti-wanti mungkin jelajah Indonesia tidak akan semudah mereka jelajah Vietnam hehehe…

Sembari ngobrol kita bener-bener menikmati semilir angin yang berembus meniupkan ujung-ujung jilbab dan rerambutan (rambut maksudnya) kami. Ada yang narik perhatian juga ada salah satu bukit yang melengkung dan membentuk mulut goa. Kita dilarang melewati mulut goa itu karena arusnya tidak stabil dan perahu kayu bersuara’ ngek ngek’ ini bisa tenggelam. 

Beberapa kali juga perahu yang ‘gerak sedikit goyang heboh’ ini juga disusul sama perahu kayak super cepat karena si pendayung jago mampus. Lihat mereka bisa kayaking bikin iri sekaligus akan bikin malu ngebayangin klo saya sama nyokap yang naikin mungkin kayak gak akan gerak yang ada kita malah kecebur. hahaaha, dari situ kita bersyukur karena gak jadi milih kayak hahahaha. 

Ada cerita lucu juga saat perahu kelompok kami saling berpapasan si mama langsung teriak “My Friend!” trus orang Inggris di belakang tanya pakai bahasa Inggris, “Itu beneran temen lu?” saya langsung bilang bukan dan jelasin karena klaim si mama yang nyebut semua rombongan kita my friend. 

Disangkanya udah beneran friend hahaha… dan jadilah memang si mama nyebut semua orang my friend dan saya jadi orang yang selalu jelasin kalau friend yang dimaksud bukan seperti anggapan mereka. hahaha, Paham sih masudnya mau deket tapi gak gitu juga kali makkkkk!

Lihat videonya juga ya. di sini. Cerita lainnya lihat di sini. 




GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di