CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Tiga Puisi Penawar Rindu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9843f08012ae55554e72aa/tiga-puisi-penawar-rindu

Tiga Puisi Penawar Rindu

Tiga Puisi Penawar Rindu

(Sumber foto:Pixabay.com)


Seruan Jiwa

Menangislah ... jika itu melegakan kesakitan yang melandamu
Menjeritlah ...seperti teriakan orang gusar
Ketika kepedihan tiba-tiba membelenggumu
Berlarilah sekencang mungkin
Disaat sebuah pukulan derita menghantam getaran nyawamu

Meraunglah sekuat yang engkau mampu
Jika itu bisa melepaskan ketakutanmu
Merontalah tanpa berhenti
Membuang nestapa yang telah membuih

Sehingga tidak lagi akan kau kecap
Getirnya kegagalan yang mengikuti langkahmu
Sehingga tidak lagi akan kau cicipi
Pahitnya sebuah keputusasaan

Kemudian ikutlah menari di tengah rancaknya kemenangan
Di waktu jejakmu berhasil mengalahkan laramu
Meninggalkan segenap butiran tak bertuan di belakang
Hanya menolehnya dan lekas berpaling
Menguncinya dalam satu ruang
Tanpa hasrat akan membukanya kembali


Curup, 05 Oktober 2019


Wajahmu

Ibu ...
Seutas tali rindu bersemayam di sudut jiwaku
Menyala ... tak ingin menyurutkannya
Biarkan khayalku berlari memelukmu
Membuai alam tidurku yang tak pernah nyenyak

Ibu ...
Biarkan aku menggapaimu lewat dawai mimpi
Meretaskan niat berbalut kesepian
Merengkuh bayangmu di kelebat malam
Teman setia tatkala kehilangan bias wajahmu

Ibu ...
Entah sudah berapa ratus kali namamu tertikam di kalbuku
Mengiris kegalauan yang semakin menggigit
Mematikan bisikan jiwa penggoda
Memastikan diri ini tak berpaling dari sentuhan kasihmu

Ibu ...
Aku tak lagi kuat seperti dulu
Tak lagi kuasa menahan serpihan keserakahan ini
Aku jua tak sanggup melupakan binar cinta seorang ibu

Ibu ...
Rengkuhanmu tetap kunantikan
Meski dadaku disesaki asap ketakberdayaan
Meski gelembung udara milikku
Terus berteriak mengingat wajahmu
Menenggelamknkan keinginan untuk menjauh
Meninggalkanmu di batas daya ingatku
Merajamnya di sela ingatan yang mulai terhapus


Curup, 5 Oktober 2019


Hujan di Hari Itu


Namamu rinai
Menggeledah kerdilnya aku
Menelanjangi dusta yang terus berselaput
Menggiring kesucian di ujung kehitaman sifatku

Namamu gerimis
Merenyahkan putaran napasku
Mengiringi detik senandung tak berharap
Menyegarkan seraut wajah dilanda kesempitan

Bunyimu mengenyahkan mimpi burukku
Menyingkirkan seonggok pilu yang membakar
Menyurutkan seluruh gaung penderitaan
Acap berdiri di balik sunyinya diri

Hujan ...
Aku rindu suaramu
Menggumpal kencang bagaikan gelombang
Menggulung rasa di semua detak laguku
Mengantarkan belahan jiwaku menujumu
Turut mendengarkan syahdunya rintihanmu
Yang terus terekam di sekat benakku
Melekatkan engkau pemilik cinta duniaku
Melabuhkan cinta terakhir ini di desahnya rintikmu


Curup, 5 Oktober 2019

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Indriaandrian dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
Halaman 1 dari 7
Top dah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 6 lainnya memberi reputasi
Andai

Lorong waktu seperti memanggil
Melambai, memutar kenangan kembali ke awal
Memeras angan untuk berandai
Hadirkan satu sosok pengisi jiwa

Andai saja dapat terjadi
Mungkin rasa sesal ini bisa terobati Mungkin rasa tak bertuan ini pun bisa sirna
Tidak lagi bersemayam mendera kalbu

Ah ... andai saja
Laju masa dapat dicegah
Tentu tidak lagi atma menggigil
Tersiksa duka yang menghimpit

Andai saja pula engkau tidak kukenal kala itu
Pasti aku masih bisa bersembunyi di balik senyummu
Menatap sendu garis wajahmu
Pengobat rindu yang mencabik

Ah ... andai saja


Curup, 10 Oktober 2019

Spoiler for indeks kumpulan puisi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rainydwi dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Melepas Impian

Kali ini, biarkan aku berenang dalam lautan mimpimu. Bermain bersama indahnya senyummu. Menanamkan endapan keinginan menggenggam hayatmu.

Kemudian, biarkan aku bersembunyi di ranumnya cintamu. Mengurai sebait demi sebait seluruh rasa yang mengintai. Melemahkan kepongahan memiliki harimu.

Setelah itu, beri aku sebuah isyarat. Pertanda ke mana akan kuseret pintalan kisah yang tergores. Sehingga rasa bosan tidak lagi mengintaimu.

Pada akhirnya, impian dapat terlepas
Melenggang syahdu pada dunia nyata. Dunia penuh imajinasi. Tempat sebuah impian dapat diraih atau terkubur dalam diinginnya malam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rainydwi dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
puisinya bagus kakak

dari Curup ya?
aku ada teman dari curup di fb biasanya kita ketemu tiap malam minggu untuk berpuisi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 4 lainnya memberi reputasi
iya di curup. mungkin bisa tau fb ny
a?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
Menelisik Hatimu


Izinkan saat ini aku menyebut sepenggal namamu. Menyembunyikannya dalam secarik lembar kerinduan. Memupuknya tanpa terbebani.

Izinkan pula aku menggoreskan sederet kisah penuh kiasan bersamamu. Membenamkannya jauh di sudut nurani terdalam. Membiarkannya terkubur seiring putaran waktu.

Jangan lepaskan pandanganku dari napasmu. Hingga aku kian terlena pesona cintamu. Membuat berat kaki ini menjauh darimu.

Memaksaku terus mengejar selaksa rindu ini. Penghubung rasa yang sempat tertuang. Penghempas isyarat yang terhapus. Menjadikan guratan ini pengurai kabut, pengusik atma penuh gelora. Kemudian membiarkannya terikat, menyatu dalam raga.


Curup, 10 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Igauan Tak Bertepi

Ada yang salah dengan dengan senyummu pagi ini. Saat anganku menghampiri, tanpa terjeda. Menggedor sisi bathinmu penuh kelembutan. Seolah kan melayang, bergulung di dinginnya malam.

Aku hanya mampu meringis. Menampung peliknya celoteh kemelut yang menepi. Mencerna dengan seribu khayalan. Bertanya bila prahara segera berlalu.

Rasa begitu banyak berkecamuk. Mencuat tanpa terhentikan lajunya. Menggigit seluruh tidur tanpa mimpi. Menyisakan keluh penuh kesedihan.

Banyak tanya terus bermunculan. Bagaikan layar putih berisi ratusan adegan film. Bergiliran menanti jawaban. Kapan tiba diri akan merapat. Melenggang menuju satu titik tujuan. Tempat terindah yang dituju tatkala dahaga merasuk raga.

Meski terpekur oleh keletihan. Tak boleh berhenti memintal rindu ini. Biarkan saja semakin dalam. Semakin lama, sampai sang waktu memenggal rindu itu


Curup, 11 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Angan Berselaput Kebencian

Dirimu tak lagi mentari
Pemberi cahaya tatkala temaram
Dirimu jua tak lagi pelita
Penopang malam pekat

Aku hanya mampu merenung
Mengaliri buliran napas dengan namamu
Meninggalkan sebungkah rasa
Yang sempat hadir menemani

Ilusi ... bermain tanpa henti
Mencumbu khayal di ujung ketiadaan
Mendayu, merayu tapak untuk terjejak
Meski hanya kasat, menghadiri mimpi

Rindu itu kemudian menguap
Menipis seiring lenyapnya kebahagiaan
Genggaman yang mulai merapuh
Rengkuhan yang kian pupus
Memaksa hadirnya satunya rasa yang tak diharapkan

Benci berselimut kasih
Mesti bersembunyi di ruang rapat
Tetap tersembul
Menutup keindahan amor yang menancap
Memudar ... lalu lenyap
Menyisakan kebencian di sudut angan


Curup, 13 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
My mom is the best.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 2 lainnya memberi reputasi

Di Ujung Lelah

Tolong selipkan sedikit ruam candamu
Mengikatku dalam rumpun pesonamu
Merantaiku dalam dekapanmu
Melenyapkan jemu yang menggiring

Jika aku terbaring memanggul penat
Jangan tinggalkan aku berkabut keraguan
Meraba jalan tanpa tujuan
Menjauh dari eloknya ciintamu

Tuntun saja raga lelahku
Melewati liku jalan penuh kerikil
Menyandarkan satu hasrat di serpihan kenangan
Pengingat diri untuk kembali

Tak salah pula kau cambuki aku dengan rindumu
Hingga terlelap di dalamnya
Melepaskan gundah diselimuti rasa
Menghitung selaksa biduk penghantar diri
Pengawal menuju rupamu nan mempesona
Penghilang duka di kala letih menyandera

Curup, 15 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Lembaran Usang

Benarkah engkau telah letih memandu diri
Melewati terjalnya tebing kepelikan
Menerjang kesukaran yang menghadang
Menginjak keresahan yang menyentak

Sungguhkah engkau tak hendak lagi mengayuh harapan
Meninggalkan kelamnya serenada tak bertepi
Meraih setitik sinar di balik gulita
Menyepuhnya dengan rengkuhan cinta Sang Pemilik Semesta

Atau engkau hanya akan diam
Tenggelam dalam bilur-bilur masa silam
Membenamkan diri dalam gelimangan masa lalu
Lembar-lembar usang yang mestinya tak lagi berarti

Seharusnya ....
Engkau merobek tiap helaiannya tanpa tersisa
Menguburnya jauh-jauh sebagai pengingat diri
Menjaga ikrar suci yang telah terucap
Penjaga diri di masa depan
Agar selalu berada dalam rengkuhan Sang Penguasa Diri


Curup, 16 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
Curup, sist?
iya ...

Setelah Kau Pergi

Pelangi terjejak di antara dua bukit
Membiaskan rinai di ujung sore
Melukis dinginnya kesepian
Membiarkan diri tak terikat dalam kehampaan

Di seberang aku hanya bisa menatapmu
Melemahkan langkah untuk menjauh
Merebahkan niat terus merengkuhmu
Melambaikan kalbu untuk terdampar

Mataku sembab saat melepasmu di ujung takdir
Mencoba membalurnya tanpa erangan
Membilas luka tertikam masa
Percaya saja bahwa ada takdir lain di sebuah pengharapan

Crp, 18 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Bukan Pilihan

Tiga Puisi Penawar Rindu

Sebuah tarikan napas di akhir hari
Membunuh jemu yang singgah
Aku pun menunduk, tak tahan dilanda kesenyapan
Sementara ilusi bersenda gurau dibilangan detik

Bibirku kemudian membisu
Menahan lisan untuk berucap
Menetapkan pilihan mesti tak bisa dijabarkan

Aku seperti tersekat
Terbelenggu dalam kesakitan
Terdiam, merenung di sepinya kalbu
Terisak di serpihan ingatan yang terpasung

Aku memang tak seindah bulan
Bersinar di kala pekatnya malam
Aku hanya sekuntum kembang di alang-alang
Tak berseri tertutup debu

Namun, aku tetaplah aku
Berdiri kukuh tanpa tindasan
Tegak bagaikan terjalnya tebing
Bersandar erat hanya pada-Nya
Mesti bergulat dengan pekiknya keserakahan

Aku tetaplah aku
Tak perlu dipilih atas satu alasan
Karena aku adalah aku
Bukan pilihan di antara apa pun

Sumber foto: gogle.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Dalam Kepasrahan Jiwa

Seperti sebuah pusaran air, aku berlari mencari apa yang tidak kutahu
Semua bagai bayang-bayang
Menggelantung tanpa arah tujuan

Ke mana akan kulabuhkan jejak-jejak samar yang tertinggal
Semua seperti teka-teki
Berdetak tanpa henti
Bisikkan kegalauan di tengah kepasrahan

Bisakah aku berlayar melewati birunya laut atau terkapar di antara karang terjal
Tak seorang pun ingin menjadi yang tersisa
Tersisih di kerasnya pergulatan hidup
Hanya kepasrahan yang terselip
Iringi sisa waktu di penghujung

Ketika kebahagiaan tak bisa direnggut lagi
Aku bersujud, meminta melalui doa indahku pada-Nya
Pemilik Segala Kenikmatan Hidup
Pemilik Hati dan Sang Waktu
Tetap mengizinkan diriku terus bersandar di hangat kasih-Nya
Membuang semua keserakahan yang sempat bertahta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Jujur

Tiga Puisi Penawar Rindu

Semilir bayu senja
Tegur sukma yang ingin berlari
Menepi dari kisruhnya dunia
Berlabuh pada sebuah pengharapan

Sesaat aku hanya bisa membisu
Tak mampu mengungkap rasa
Kelu, memendam segenap angan
Berhenti pada sebuah titian

Aku kemudian membentak ilusi
Bergegas berlari meninggalkanku
Terbang ... menjauh

Sedetik, aku meragu ... bimbang
Menerbitkan tanya arti sebuah kejujuran
Merebahkan sepenggal asa
Tatkala menemukan apa itu kebenaran

Mestikah aku harus terus berdusta
Mengingkari nurani di balik kepura-puraan
Membiarkan rasa jujur itu sirna
Menguap di sela-sela ketamakan

Aku sudah tak kuat lagi
Bersiteru menemukan jati diri
Menyembunyikan aura kebohongan
Menimbunnya di setiap napasku
Aku ingin bebas ... lepas
Menghirup kemurnian hati
Di bilangan waktu yang tersisa

Sumber foto: goegle.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Jujur Tentang Rasa

Tiga Puisi Penawar Rindu

Baru aku sadar
Ketika bisa bermain di ruang hatimu yang berwarna
Mampu melibatkan semua rasa sukaku
Mengikatnya dalam muara cintamu

Saat sentuhan asmara itu kian membiak
Aku seakan terpana
Membaurkan rindu di seputaran senyummu
Menghias binar mataku dengan rengkuhan tulusmu

Aku kemudian hanya mematung
Terkunci dalam irama panggilanmu
Ah ... rasa itu kian membiak
Merambat, tanpa mampu kutepis

Aku, bertelut akhirnya
Bertekuk lutut pada jujurnya rasa
Kepasrahan ingin memiliki
Membuncah, memecah di heningnya semesta

Sumber foto : pixabay.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Serpihan Kenangan

Tiga Puisi Penawar Rindu

Foto : Printerest

Sejak derai air mata membekas di penggalan harimu
Aku hanya mampu menata kepingan atma yang terserut
Tersandar di tepi hasrat yang mengerang

Aku tak sanggup menatapmu terluka
Membiru di derasnya rinai
Merintih di kelamnya jiwa
Mengulum duka di dinginnya jiwa

Maaf, jika membuatmu tersakiti
Mendamparkan asamu di selat yang salah
Mengaburkan tujuan yang telah tersemat apik
Mencampakkannya di semak penuh onak

Lepaskan saja diriku
Menangisi kisah di satu kenangan
Agar kalbuku tak terlalu perih
Kala merenda wajahmu dalam bilik ingatanku


Crp, 26 Oktober 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis

Semua Rasa Tentangmu

Tiga Puisi Penawar Rindu

Bila engkau tak lagi melambaikan sejuknya cintamu
Izinkan ruang rinduku tetap membekap lembut ilusi tentangmu
Menuliskan semua rasa hingga terlelap
Meneriakkannya di segenap mimpi indahku

Jika engkau telah jemu membelai sendu butiran kasihmu
Jangan biarkan aku larut dalam nyanyian kesedihan
Bekali saja diriku dengan sisa senandung kemesraan
Agar aku mampu untuk bangkit kembali

Andai suatu ketika engkau akhirnya tak lagi mampu bernyanyi merdu tentangku
Simpan saja semua rasa yang pernah ada
Agar aku tak lagi mencari jejak samarmu
Di antara puing hati yang porak-poranda.

Crp, 27 Oktober 2019

Sumber foto : Pixabay.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinafryanie dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh uliyatis
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di