CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1dcdf9d439721c624ce2df/langkah-kecil-kecil

Langkah Kecil-Kecil

**

Langkah Kecil-Kecil



**

PROLOG

Halo guys, nama gue Arka Aria, hari ini adalah hari ulang tahun gue yang ke-21! Yang mana kebetulan juga merupakan hari wisuda gue, jadi secara gak langsung semua orang di kampus ngerayain hari ulang tahun gue dengan mewah dan meriah.

Eh by the way, kenalin nih sahabat gue dari jaman masih bocil (bocah cilik).

"Sebutin dong nama lu!" pinta gue sembari mengarahkan kamera ke cewek yang daritadi cemburut disebelah gue.

"apa sih Arka!" sahutnya sambil menutupi kamera kemudian wajahnya.

"Mafaza, namanya mafaza." lanjut gue sembari meringis dicubit Mafaza.

Iya, cewek yang mungkin lagi PMS ini namanya Mafaza, sahabat gue sedari kecil.

"Maf, tungguin!" teriak gue yang ditinggal lari oleh Mafaza.


Guys, udahan dulu vlognya, gue kejer si cewek yang kayanya beneran lagi PMS.
Tuut. 

"Maf, kayanya kamu punya kekuatan super deh. Ngilangnya cepat amat." Cerocos gue setengah terengah-engah setelah ketemu Mafaza diantara kerumunan wisudawan.

"Lagian, kamu daritadi nge-vlog mulu. Udahan juga gue-elu nya? Sok asik" Tukas Mafaza.

"Siapa tau kan videonya trending terus kita dapet duit dari YouTube kayak vlogger-vlogger itu, keluar dari Aula ini kita resmi jadi pengangguran Maf hahaha tapi karena aku nge-vlog maka aku bukan pengangguran." jawab gue masih ngos-ngosan.

"serah!" keluar sudah jurus maut andalan khas perempuan.

Kembali ke perkenalan, jadi gue ama Mafaza ini udah kayak kakak-adik guys. Kami berdua anak yatim piatu di panti asuhan yang sama. Kami berdua seumuran, awalnya satu SD, lalu satu SMP, tapi SMA nggak satu sekolah, eh kuliahnya satu kampus lagi meski beda jurusan. Gue jurusan hukum, Mafaza kedokteran. Kami berdua sama-sama dikuliahi (biaya) oleh Negara.

Dan guys, kata-kata gue ke Mafaza beneran terjadi, meski udah gue perhitungkan rupanya menjadi pengangguran sangat tidak menyenangkan. Gue ulangi, tidak menyenangkan.


**

Panti Asuhan Al-Ikhlas

"Kak Aria dipanggil ama Ibu diatas!" seru mantan adik bungsu gue di panti ini dengan muka sok serius.

"Kok kakak dipanggil Can? kakak mau diapain Ibu?" jawab gue memasang muka pura-pura cemas ke adik gue.

"Canda gak tau kak, tapi dari wajahnya sih keliatan mau marah." jawabnya lagi.

"Tau gak Can? tiap kamu bohong, telunjuk kananmu pasti ngegaruk-garuk si ibu jari, gagal bohong huuuu." ledek gue ke Canda yang kemudian dibalasnya dengan tawa.

Wah nih bocil, ketauan bohong malah ketawa nanti gue ruqiyah. Gumam gue dalem hati guys.


Ntar kapan-kapan gue kenalin ke Canda ya, sekarang gue mesti naik dulu menghadap Ibu Ratu. Wanita yang gak mungkin gue suruh menunggu lama-lama.

"Assalamualaikum mom, what this man can do for you?" Celetuk gue kepada kanjeng ratu.

"Arka! sini duduk bener-bener! Lagi ngobrol serius ini ama Ibu." sahut cewek PMS yang tadi ninggalin gue di Aula Wisuda guys.

Rupanya doi udah duduk manis disini.

"Waalaikumsalam Aria, duduk sini disebelah Mafaza. Mafaza lain kali kalo orang salam dijawab dulu salamnya nduk" jawab Ibu panti dengan anggun dan bersahaja seperti biasa.

Gini nih seharusnya wanita sesungguhnya ngerespon, beda banget ama cewek sableng satunya, gumam gue dalam hati.


Gue pun duduk disebelah Mafaza.

"Iya bu, tumben nih panggil Aria bareng Mafaza. Kami bukan mau dinikahin kan bu?" tebak gue bercanda, dan gak ketinggalan adegan cubit (lagi) dari Mafaza. Nih badan gue pasti biru-biru nih.

"Kalo Mafaza nya mau, ya gapapa, Ibu restui" jawab Ibu tersenyum lagi menoleh ke Mafaza.

"Ibuu" rengek manja Mafaza ke Ibu yang sukses bikin gue geli.

"Arka Aria, Mafaza" Ibu menyebut nama kami lengkap-lengkap sambil menatap kami satu-satu.


"Kalian berdua anak kebanggaan Ibu, sekarang kalian udah dewasa Ibu harap kalian berdua bisa jadi orang berguna ya bagi banyak orang. Seperti kakak-kakak kalian sebelumnya, sudah menjadi sebuah aturan yang harus kita ikuti bersama, bahwa setiap anak-anak yang sudah berumur 21tahun atau selesai sekolahnya dengan berat hati harus meninggalkan panti ini. Kalian boleh mampir tapi tidak boleh tinggal. Ibu yakin kalian berdua bakal jadi orang yang amat sukses diluar sana. Ibu sangat bangga nak" Jelas Ibu dengan cermat, pelan-pelan dan sedikit tercekat. Menahan tangis, namun senyumnya tak hilang.

"Mulai bulan depan, ibu bakal rindu kalian. Sering-sering berkunjung ya" lanjut ibu menyelesaikan penjelasannya.

Gue dan Mafaza sebetulnya sudah paham akan peraturan ini (bahwa kami cuma punya waktu 1 bulan untuk tinggal di panti setelah lulus kuliah), dan kami diam-diam sudah menyiapkan banyak rencana jauh sebelum lulus. Gue bakal lanjut studi ke luar negeri dibiayai oleh salah satu donatur di kampus. Sedangkan Mafaza ikut program relawan sekaligus KOAS di daerah perbatasan.

"Sampai jumpa 2 tahun lagi Maf, jaga diri baik-baik jangan galak-galak nanti gak ada yang mau deketin loh"  Ucap gue ke Mafaza sembari berjalan menuju kamar masing-masing.

"Sering-sering cek email, ntar aku spam email ke kamu, biar gak kangen ama abang ini ya" lanjut gue lagi. Mafaza benar-benar pendiam hari ini. 

"Kamu kalo lagi diem terus gini pasti mau ada yang diomongin tapi berat. Ngomong aja kali Maf, sisa 1 bulan lagi loh" lanjutku kali ini serius ke Mafaza. 
"Iya masih 1 bulan lagi" jawabnya lesu sembari berlalu ke kamarnya.

Gue ditinggal lagi. gue ulangi, ditinggal lagi guys.






Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
alfidanger dan 52 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
53
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 7
salh tempat gan, coba kemari
https://m.kaskus.co.id/forum/51/stories-from-the-heart
Diubah oleh frankfreak
ini mah cerita coeg
profile-picture
profile-picture
lintangaksa16 dan evywahyuni memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Quote:


Dokter yang laporin ya? Thanks dokterkelincibaik
profile-picture
lintangaksa16 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Cerita yg bagus gan, lanjut di SFTH aja. Jangan2 Mafaza diam2 suka nih ama Arka emoticon-Big Grin
profile-picture
mamaproduktif memberi reputasi
Quote:


Sipp gansist udah japri momod minta tlng pindah thread.

Ini mau update sbntr lg.

Quote:


Ntar kita suruh Arka tanya ke Mafaza ya ahahaha
Diubah oleh agungdar2494
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mejeng dulu emoticon-linux2
manteps gan. lanjutkennn 😀👍

Langkah Kecil-Kecil

Part 2


**
Sehari Setelah Wisuda


A R K A - A R I A

Halo guys ketemu lagi ama Gue, Arka Aria. Hari ini adalah hari pertama gue resmi jadi pengangguran oleh sebab itu gue butuh dukungan kalian buat subscr---------

"Kak, lagi ngapain?" Potong Canda dengan suara cemprengnya.

Sambil masuk ke kamar, sebelum gue kelar buat opening vlog gue.

"Kakak lagi mau belajar jadi YouTuber Can" Jawab gue ke Canda masih sambil merekam video.

Guys kenalin, ini adek gue namanya Berlian Canda. Tahun ini baru masuk SMP, baru sembuh abis sunatan. Cemen ya kelas 6 SD baru sunat. (ledek gue ke Canda yang dibalesnya ama cubitan). Guys keluarga kami penuh dengan cubitan.

"Can ngomong dong, kok jadi diem?" ledek gue lagi ke Canda.

"Kak dicari ama Kak Mafaza" jawabnya lesu, mungkin tersinggung ama ledekan gue barusan.

"Wah ada angin apa tumben kakak dicariin pagi-pagi" jawab gue sambil mematikan kamera.

"Gak tau" jawabnya pendek, sambil melenggang naik ke kasur atas lanjut membaca komik (jadi kamar kami ini punya kasur tingkat guys, Canda diatas gue dibawah).

"Oke deh, kakak keluar. Anak cowok jangan sering ngambek. Kakak bercanda tadi. Maaf ya, kelewatan hehehe" Jelas gue ke Canda sebelum keluar kamar.

Panti Asuhan ini cukup luas guys, dua lantai dengan 3 kamar di lantai pertama, dan 4 kamar di lantai kedua. Cowok dilantai pertama semua, total ada 7 orang., sedangkan cewek (termasuk Mafaza dan Ibu Panti) ada 10 orang. dengan rata-rata umur 5-17 tahun (tidak termasuk Gue, Mafaza dan Ibu Panti).

Jadi di Panti yang luas ini gue mesti nemuin Mafaza dimana? Peraturannya adalah cowok gak boleh naik ke lantai dua. Oke gue ke teras aja, mungkin Mafaza disana.

Binggo orangnya emang lagi duduk-duduk di teras.

"Assalamualaikum ukhti, ukhti panggil akhi?" (ukhti = panggilan untuk perempuan, akhi = panggilan untuk laki-laki). Sapa gue ke Mafaza dengan nada yang gue lembut-lembutin.

"Waalaikumsalam, kemaren elu-gue hari ini udah ukhti akhi? lagi pencarian jati diri ya Ka?" jawabnya datar setengah meledek.

"Iya nih, kamu mau bantu aku kan? di perjalanan panjang mencari jati diri" Jawab gue sambil terkekeh bercanda.

"Becanda mulu dari kemaren. Lagian gimana mau dibantu wong kamu kan nanti di benua lain, sedangkan aku dipelosok negeri, 2 tahun atau mungkin lebih"

"Hehehe, kan masih ada waktu 1 bulan ini? lagian kita bisa telponan, SMS-an, email-an Whatsapp atau surat-suratan kalo mau. Santai aja kali Maf." Jadi Mafaza bertingkah aneh belakangan ini karena mau pisah. Lebay amat ini anak, gumam gue dalam hati.

"Jangan bilang kamu takut jauh ama Aku ya Maf? takut gak bisa liat muka menyenangkan ini lagi?" Ledek gue yang disambut dengan cubitan tapi kali ini gue tahan tangannya.

"Hei, dengerin. Kita ini dua bersaudara tumbuh dari kecil sama-sama. Raga kita mungkin berpisah, tapi hati kita gak bakal jauh, kamu adikku dimanapun kamu berada." Jelasku pelan mulai paham bahwa sikap Mafaza ini adalah efek karena sebentar lagi akan berpisah sementara.

"Tumben ngomong serius, yaudah oke. Lepasin tanganku" Jawabnya kali ini pelan, sedikit tersenyum.

**

M A F A Z A

Dear Diary, hari ini adalah hari pertama setelah kami resmi wisuda. Aku sebentar lagi melanjutkan KOAS ke daerah perbatasan. Sedangkan Arka ke Luar Negeri. Aku belum pergi, tapi aku mulai Rindu. Aku paham bahwa lambat laun kami harus meneruskan hidup kami masing-masing.

Ku bocorkan sedikit rahasiaku dalam Diary ini, aku memiliki kemampuan memproses informasi yang terdapat dari tubuh manusia. Jika kulihat bagian kepala, maka akan kudapatkan informasi pikirannya saat ini, bahkan aku juga bisa memroses pikirannya di masa lalu dengan catatan si manusia masih ingat. Jika kulihat bagian jantung, aku bisa melihat umur jantungnya, umur jantung manusia naik dan turun, tergantung pola hidup, namun cenderung turun dikarenakan usia.

Banyak hal yang kurahasiakan hingga hari ini, intinya aku tau apa yang dipikirkan Arka Aria dan aku tidak menyukai sebagian pikirannya, terutama jika pikiran itu tentangku. Sudah dulu, lanjut lagi kapan-kapan. - Mafaza



profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
15
Bagus gan ceritanya. Lanjutkeun emoticon-Shakehand2
Quote:


Thanks gan emoticon-Malu

Quote:


Wah dibaca ama salah satu penulis tulisan yg gue baca Time Travel Bersambung emoticon-Shakehand2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


Quote:



Wow Okarin jadi tersanjung gan maaf kalau cerita Okarin agak njelimet ya emoticon-Big Grin
Quote:

Wajar njelimet (sedikit), tema nya kan Time Travel.. salut sih ama kenekatan ambil tema tersebut.


Quote:

Oh sorry sist ehehe gak merhatiin emoticon-Cape d... ..

Part 3 Insyaallah malem di Post, pantengin ya hehe



profile-picture
virga24 memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Part 3

**

H-28 Sebelum ke Perbatasan Negeri

M A F A Z A

Hari ini cuacanya ganjil,
Pagi tadi langit begitu mendung, abu-abu gelap namun tidak hujan-hujan hingga siang, terang sebentar, lalu tiba-tiba hujan deras dan baru berhenti sore ini.

Tidak ada pelangi setelah hujan, hanya genangan air yang tersisa di aspal dan tanah, berbeda denganku, rumput-rumput di halaman tampaknya bahagia menyambut hujan pertama di bulan ini, 15 Juni 2014.


Quote:



Memiliki kemampuan memproses informasi dari tubuh manusia membuatku terkadang terlihat seperti tengah melamun. Padahal aku lebih suka mengakses langsung sumbernya daripada mendengar apa yang mulut katakan, kata-kata dari mulut bisa bohong, tapi rangkaian informasi yang kulihat langsung tidak mungkin berbohong, valid.

Lagipula Canda salah, aku tidak akan marah padanya karena aku tau, awalnya ia mengurungkan niat untuk bermain, hingga ia mendengar suara anak kucing yang rupanya terjebak di selokan, "sudah kepalang basah" pikirnya lalu kembali ke lapangan bersama teman-temannya yang lain.


Quote:


**

Langit hari ini tidak ganjil lagi, semburat warna antara oranye dan biru tua khas langit cerah hari ini menemani perjalanan kami menuju pasar. Jarak antara pasar dan panti kami tidaklah jauh oleh sebab itu kami memilih untuk berjalan kaki.

Sesekali aku iseng membaca pikiran banyak orang lalu-lalang, kebanyakan pikirannya adalah tentang uang, cinta, game, film, dan banyak hal lainnya. Namun tidak Arka, pikirannya selalu fokus ke tujuannya mempelajari ilmu hukum sedalam mungkin, bahkan tak ragu ia sebentar lagi pergi ke universitas dengan predikat terbaik khususnya dibidang hukum di dunia, ada sesekali ia mencoba untuk mengalihkan pikirannya ke hal lain seperti YouTube.

Arka bisa membohongi dunia tapi tidak aku. Dia bisa bersikap ceria dan periang dihadapan orang lain tapi tidak aku. Aku selalu tau apa yang ia pikirkan, dan pikirannya sudah begitu teguh dan bulat adalah untuk mengungkap tragedi yang menimpa keluarganya pada penutup tahun 1998.

Kala itu umurnya masih 4 nyaris 5 tahun, di perjalanan liburan tahunan keluarga tiba-tiba mobil yang dikendalikan oleh Ayah Arya tidak bisa di-rem, blong. Dalam keadaan panik namun berusaha tenang Ayah Arka meminta istrinya untuk mencoba menelpon ke 110 (Polisi) hingga 115 (SAR and Rescue). Seorang Arka yang belum genap 5 tahun hanya mengamati percakapan antara kedua orangtuanya, sayang ia tidak begitu mengerti dan tidak mampu lagi mengingat selain Ayahnya yang tidak bisa menghentikan mobil, dan ibunya yang terus mengenggam telepon sambil menangis. Sayangnya ingatan Arka hingga sampai disitu.

Quote:

Hiruk pikuk khas pasar yang biasanya menyebar di berbagai penjuru tiba-tiba mengerucut pada satu arah, dan Arka yang tadi disebelahku tiba-tiba menghilang. Ada apa?



profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
13
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
asik juga nih ceritanya. lanjut lagi gan.... emoticon-Cendol Gan
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
Punya kemampuan seperti itu bukannya gak boleh dipake sembarangan ya, tanggung jawabny sama Tuhan. kok iseng banget baca pikiran orang..
Quote:


Oke sist thanks emoticon-Cendol Gan
Part 4

**
A R K A - A R I A

Hembusan angin menebarkan bau rumput basah setelah hujan. Entah menurut orang lain tapi bagi gue bau rumput yang basah itu nyaman banget. Gue lihat sebentar ke arah pintu keluar tampaknya Mafaza dan Canda sedang terlibat dalam suatu obrolan. Obrolan yang bisa gue tebak tentang apa, Canda yang kena marah pulang kesorean, basah kuyup, dan berhias lumpur di kaki hingga badannya. Nampaknya ini akan jadi dialog panjang satu pihak, "yang tabah dan kuat dek" doaku untuk Canda.

Rupanya gue keliru, malah sebaliknya Canda menjelaskan sedangkan Mafaza mendengar diam. Canda yang sadar akan kesempatan jarang ini, jelas dengan cepat kabur masuk ke dalam.

Melihat Mafaza yang moodnya tidak begitu buruk, dengan percaya diri gue ajak aja ke pasar, semoga moodnya membaik.

Tak perlu lama bagi gue untuk memilih apa yang gue emang perlukan. Sebuah travelbag simpel sederhana. Mood Mafaza masih belum juga baik, dia seperti memikirkan sesuatu yang gue gak tau tentang apa.

Persis setelah gue membayar travelbag, gue melihat seorang ibu-ibu yang sedang tarik menarik tas dengan seorang laki-laki. Gue melangkah dengan cepat setengah berlari.

Dengan sigap gue mengambil tangan si laki-laki, menariknya kebawah dan membenturkan wajahnya ke lutut kanan, setelah itu langsung ku kunci tangannya ke belakang.

Tepuk tangan bergemuruh seketika, aku benci suasana ini. Lagipula, darimana saja mereka tiba-tiba hadir dan tepuk tangan?

"Arka Aria" teriak seorang perempuan yang kuhapal suaranya mengintip dan menyerobot dari balik kerumunan.

"Ibu gak kenapa-kenapa bu?" Tanyanya ke ibu memastikan. Matanya tajam mengitari seluruh badan sang ibu, seperti detector yang memerika setiap jengkal tubuh

"Aku gak kenapa-napa, maf" gue yang menjawab meski bukan gue yang ditanya.

"Kamu bantu tenangin ibunya ya, aku nganter cowok ini ke kantor polisi" pintaku ke Mafaza, yang dijawabnya dengan anggukan.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
10
Halaman 1 dari 7
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di