CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55d3e187a2c06eca118b4567/kisah-tak-sempurna

Kisah Tak Sempurna

Quote:

Kisah Tak Sempurna


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
shadowsx1602 dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
Halaman 1 dari 43
Perkenalan Aneh - Part I
“ Kesiangan lagi, kamu lagi kamu lagi.” Ujarku dengan nada tinggi

“ Maaf kang. “ ia sambil menurunkan kepalanya

“ Apa jam tangan kamu hanya di pakai cuman asesoris aja?” tunjukku ke tangan kirinya

“ Engga kang maaf saya selalu kesiangan maaf kang saya blabla……..” penjelasannya tak aku dengar

“ Alasan lagi alasan lagi. Saya bingung harus ngehukum kamu dengan cara apa. Yasudah kamu saya hukum
bersihin semua wc ga usah ikut materi MOS hari ini. Mengerti? Saya sendiri yang akan ngawasin kamu.” ujarku

“Ah kang…. “ ia pasrah dengan hukuman yang aku beri.
***

Aku duduk di salah satu kursi yang berada di ujung koridor. Mengecek satu persatu perlengkapan: pulpen , pensil , tip-ex, papan dada, rasanya semuanya sudah lengkap. Hari ini adalah hari ketiga dari 5 hari Masa Orientasi Siswa. Ini memang bukan pertama kalinya aku menjadi panitia MOS. Menghadapi perilaku siswa dari SMP ke SMK memang sesuatu yang menarik bagiku. Hari ini ku dapati kembali siswa yang telat, ya aku ingat siswa ini sudah 2 hari telat, dan orang ini menjadi bahan pembicaraan saat briefing, Octa . Sebetulnya peranku bukan Seksi Keamanan atau Tata Tertib, melainkan Koordinator Mentor yang bertanggung jawab terhadap semua Mentor yang membimbing siswa. Namun Octa ini sepertinya harus diperlakukan ‘khusus’ tidak seperti siswa biasanya. Ia harus aku mentori langsung.

Perkenalkan aku Tri Erlangga aku lebih familiar di sebuat Angga. Aku sunda rasa jawa. Lebih tepatnya lahir di Bandung, ibuku sunda dan ayahku jawa. Aku seorang siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer Jaringan lebih umumnya dikenal dengan TKJ. Aku diberi mandat sebagai Sekertaris Umum dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah.

“ Ini alat alatnya pembersihnya. sepatunya lepas pake sandal aja “ujarku

“ Galak amat sih kang biasa aja kali. “ jawabnya sambil ia menatap tajam padaku

“ Mau saya tambah hukumannya?. “ nadaku terdengar pelan tapi sepertinya ia mengerti bahwa aku mulai tegas.

“ Heh, name tag nya sini saya pegang. Cepet bersihinnya .“ lalu ia memberikan nametagnya kepadaku.

Aku mengambil name tagnya. Nama lengkapnya Octa Ambarawati Sudjono. Dari namanya sudah ku tebak dia lahir October sama dengan bulan kelahiranku ia dan ternyata benar saat ku lihat dia lahir 19 October 1999 terpaut 2 tahun usia denganku sedangkan aku lahir 13 October 1997. Setelah ku lihat identitas dari nametagnya ku masukan nametagnya kedalam saku,

Lama kelamaan suntuk juga menunggu Octa selesai mengerjakan hukuman, jam menunjukan pukul 10:00 seharusnya jika Octa tidak mendapat hukuman ia sedang istirahat bersama siswa yang lain. Namun aku bukan seorang yang tidak berkeperimanusiaan. Kulihat keningnya sudah basah oleh keringat dan matanya sedikit sayu.

“Octaaa?” aku memanggil namanya dengan nada yang cukup rendah.
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
Perkenalan Aneh - PART 2

“Iya kang?” sahutnya

“Octa sini,” pintaku

Ia keluar dari toilet. Wajahnya terlihat lelah, aku mempersilahkannya duduk.

“ 2 toilet lagi ya?” tanyaku

“Ah kang satu aja udah cape.” Jawabnya sambil mengeluh

“Makannya jangan kesiangan atau ga patuh sama aturan salah sendiri kesiangan 3 hari berturut – turut. Kamu gakan saya hukum kalo kamu ga ngelanggar.” Ujarku.

“Huuuuh kang please aku gakan kesiangan lagi.” Pintanya sambil sedikit memelas
.
“Octa jangan nawar mau saya tambahin sama keliling lapangan sepakbola?” ujarku.
Ia tak menjawab.

“Octa kamu minum dulu, saya gamau tanggung jawab kalau kamu sampai sakit.” Ku berikan botol minum.

Octa meminumnya hampir setengah botol ia teguk, iba juga sebenarnya melihat anak ini namun apalah arti iba jika ia terus melakukan kesalahan. Wajahnya kini kembali segar, aku mempersilahkan untuk membersihkan toilet kembali.

Sambil menunggu, aku duduk di kursi sebelah toilet yang sedang Octa bersihkan. Aku duduk memandangi langit biru dan awan putih hari ini. Hari ini cerah setelah kemarin hujan meskipun dengan instensitas yang sedang. 2 Jam aku menunggu Octa.

“fhuh, Akang toilet ini udah octa bersihin.” Nafasnya masih belum beraturan wajahnya sedikit lesu.

Aku masuk mengecek kedalam toilet, ternyata ia mengerjakannya dengan baik. Toilet ini menjadi bersih.

“Haus ya? Minum lagi ini.” Untuk kedua kalinya aku memberikan botol minumanku.

“Kang makasih ya.” Sambil ia mengambil botol minumanku.

Aku mengantarkan ia untuk mengambil mukena didalam tasnya. Beberapa siswa lain memandangi kami yang berjalan berdampingan.

“Octa lain kali kamu jangan kesiangan. Kamu ga malu emang kesiangan terus?” tanyaku

“Emmm…” ia sepertinya tak berniat menjawab.

“Kamu shalat udah shalat ikuti materi tapi nanti sepulang sekolah ambil nametag dan tas kamu ya?” ujarku

“Iya kang siaap.” Jawabnya tegas.

Sambil menunggu adzan dzuhur tiba – tiba ku pandangi kursi disebelah taman. Kursi itu seperti mengingatkan sesuatu akan satu tahun yang telah berlalu. Satu tahun yang telah menjadi histori, kursi itu adalah saksi bisu. Aku seperti melihat Fani, orang yang masih aku kagumi, sepulang sekolah biasanya kami menghabiskan waktu untuk duduk bersama di kursi itu kadang untuk mengerjakan PR. Namun kini, rasa yang telah ada bertahun tahun sejak dulu harus ku simpan. Ah sudahlah aku tak ingin ingatan ini membuat tak fokus. Adzan berkumandang aku segera bergegas menuju masjid.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bimoariif dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
sama kakak kelas kok manggil nya kang sih,kaya manggil kang bakso aja emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
eriksa memberi reputasi
Quote:


Maklum bro ane diBdg panggilan disini ke kaka kelas bukan kakak tapi akang buat cowo teteh buat cewe. Haha
profile-picture
profile-picture
just9n dan fitsa...hats memberi reputasi
Seru nih kayaknya, ijin nenda kang emoticon-Big Grin
Quote:


Boleh bro silahkan asal jangan nenda biru aja haha. Updatean tunggu sesudah isya ya gan soalnya ane minim sinyal.
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
ini fiksi atau real story kang..??
Quote:


Real story gan
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Quote:

ayo update lagi kang biar rame
Quote:


Sekitar jam 8 malem sekarang update gan tunggu aja
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
salam kenal kang
bagus alur ceritanya
Quote:


Siap gan tunggu ya gan updatenya. Hehe
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Quote:


Salam kenal jugaa gan. Alhamdulillah terimakasih gan. Hehe
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Quote:



haha.. salam kenal kang
Quote:

jadi gak pake bahasa indonesia ya gan,biasa nya kan manggil nya kaka,pake bahasa indonesia emoticon-Malu (S), lanjut akang komar emoticon-Big Grin
Quote:


Haha emoticon-Big Grin Pake bahasa indonesia cuman udh kebiasaan disini pake Akang/Teteh gan. Siap gan 86. emoticon-Big Grin
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Quote:


Siap gan salam kenal juga emoticon-Big Grin
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Perkenalan Aneh - Part 3

Setelah shalat, aku mendapat panggilan untuk masuk dalam salah satu materi. Aku mengantikan salah satu pemateri. Aku masuk kedalam ruangan aula dengan 3 rekanku.

Materi yang dibawakan berbeda dengan biasanya meskipun tentang kedisiplinan, terkesan seperti interaktif. Pembawaan materi ini dengan ketiga rekanku tak membuat siswa menjadi jenuh. Namun tiba tiba aku seperti selalu diperhatikan oleh seorang siswa ya tentunya bukan siswa laki laki. Ia menatapku lurus dan fokus tapi tatapannya tak terlalu tajam. Sudah kuduga, Octa memperhatikanku saat aku menyampaikan materi. Ia sedikit senyum senyumnya terkesan sedikit malu.

“Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga adik – adik dapat menjadi siswa yang disiplin dan dapat berprestasi. Selamat sore, assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Hati hati diperjalanan pulang salam untuk orang tua kalian.”

Kami bertiga keluar ruangan, aku memutuskan untuk pergi kekantin. Ku pesan teh dengan beberapa gorengan.

“kenapa a ga pesen kopi? Kopi sama gorenganmah atuh enak a.” Tanya ibu kantin

“Engga bi pengen teh aja.” Jawabku.

Tak butuh waktu lama ibu kantin mengantarkan pesanan. Ku teguk secangkir teh hangat. Aku memang lebih suka teh dari pada kopi. Alasannya simple kopi adalah salah satu yang menyebabkan penyakit maag selain itu teh bisa memperlancar pernafasan itu setauku.

Langit biru berubah menjadi oranye. Lukisan Tuhan sore ini memang indah, guratan – guratan warna yang dipadukan oleh Tuhan memang tak pernah bisa ternilai oleh rupiah, dollar, maupun poundsterling sekalipun. Rasanya hati teduh bila melihat senja hari ini.

Setelah menghabiskan teh serta gorengan aku bergegas untuk pulang. Tiba – tiba saat menuju parkiran masih ada siswa yang diam, sepertinya ia sedang menunggu.
profile-picture
fitsa...hats memberi reputasi
Perkenalan Aneh - Part 4

“Hei hei dek lagi nunggu siapa?” panggil ku dari jauh.

Siswa itu menghampiriku dengan langkah cepat.

“Lah ternyata kamu Octa, kenapa belum pulang?” tanyaku.

“Octa tadi nyari - nyari akang kemana, hampir aku kelilingi ini sekolah. Octa mau ngambil name tag octa”. Ujarnya.

“Octa maafin akang ya, ini nametag Octa. Akang lupa kalo nametag octa masih ada di akang.” Ku berikan nametagnya.

“Makasih kang.” Ia menundukan kepalanya

“Octa ini udah ampir magrib, kamu dijemput orang tua kamu ga?” Tanyaku

Dia menggelengkan kepalanya.

“Rumahmu dimana?” tanyaku

“Komplek Anggrek Blok D No 4 Kang.” jawabnya

Aku berfikir sejenak, jika ia pulang menggunakan angkutan kota bisa saja ia sampai rumah pukul 9 malam. Jujur saja, aku merasa khawatir perempuan yang baru menginjakan kaki di SMK pulang terlalu malam.

“Kamu ikut pulang sama Akang.” Ujarku dengan wajah datar

“Sampai mana kang sampai depan?”, aku mengerti apa yang ia maksud mungkin yang ia maksud sampai depan jalan raya.

“Bukan, bukan sampai depan. Tapi sampai depan rumahmu.” Jawabku.

Ia tak banyak bicara, ia naik ke motorku. Ku lajukan motor dengan kecepatan rendah. Memang, aku tak biasa melajukan kendaraan dengan kecepatan diatas 40Km/Jam, rasanya ini kecepatan yang pas untuk membonceng. Tak terlalu pelan ataupun tak terlalu kencang. Yang penting anak ini bisa sampai tujuan.

Tak butuh waktu lama untuk sampai, ia lalu menyuruhku agar menepi. Ku belokan motorku didepan pagar rumah yang cukup sederhana namun minimalis, dirumah itu terparkir Mobil Sport , bisa ku tebak kalau Octa adalah anak dari keluarga yang berada . Octa turun dari motorku.

“Mau kerumah dulu kang?” ujarnya.

“Engga, lagian ga enak masuk kerumah perempuan malem – malem. Akang pulang dulu awas besok kalo kesiangan kamu tau konsekuensinya ya“ jawabku.

“Hati hati kang.” Ujarnya, sepertinya ia tak ingin sedang membahas tentang kesalahan yang ia buat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
juns82 dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 43


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di