alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52c66f7f0e8b46e8660000ca/renungan-buat-semua-penonton-tv-di-indonesia-quotlets-move-itquot-by-pandji
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
Quote:Semoga gak emoticon-Blue Repost
Quote:Ayo gan emoticon-Rate 5 Star terus dan timpuk emoticon-Blue Guy Cendol (L) trit ini biar jadi HT dan menyadarkan kita semua!

Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji

Quote:Lets Move It

Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji

Industri TV memang aneh.

Fakta bahwa mereka hidup dari rating karena pengiklan berpatokan kepada rating membuat tindak tanduk stasiun TV jadi aneh aneh demi ditonton orang.

Sebenarnya, penonton TV itu seperti Piramid terbalik. Yang paling banyak nonton adalah yang merupakan kelas ekonomi bawah. Artinya ketika sebuah acara TV ratingnya bagus, maka itu bukan menandakan program tersebut banyak ditonton orang, tapi menandakan bahwa program TV itu banyak ditonton oleh masyarakat kelas bawah.

Sistem survey Nielsen Media Research juga disesuaikan dengan strata ekonomi para penonton TV. Misalnya, dari 100 responden, 50% adalah dari strata ekonomi bawah, 30% ekonomi menengah, 20% ekonomi atas. Mengapa angkanya tidak rata, karena kenyataannya memang yang nonton jumlahnya tidak rata. Kalau angkanya dibuat sama, maka hasil risetnya tidak akan akurat menggambarkan kenyataan di lapangan

Itulah mengapa banyak program TV yang terpaksa di “Dumb it down” atau dibikin “goblok” demi mendapatkan perhatian masyarakat kelas bawah.

Lucunya, atas alasan pencitraan, sejumlah stasiun TV mengaku kepada saya mereka butuh program program kelas menengah ke atas. Stasiun stasiun TV ini mulai kewalahan menyuguhkan program program TV kelas bawah karena iklan yang masuk akhirnya untuk masyarakat kelas bawah yang notabene bukan perusahaan besar dan kurang mampu bayar mahal. Sebagai ilustrasi, anda tidak akan pernah melihat iklan BMW di Indosiar.

Namun TV dengan sasaran penonton kelas menengah ke atas juga kewalahan karena iklan iklan tidak ada yang masuk, pengiklan tidak mau pasang di TV tersebut karena penontonnya sedikit.

Harusnya pengiklan tidak memasang iklan dengan ditentukan dari berapa banyak orang yang menonton, tapi siapa yang menonton.

Quote:Saya jadi ingat Dave Chappelle, yang setelah punya reputasi hebat sebagai Stand-Up Comedian ditawarin membuat program TV The Dave Chappelle Show.

Setelah 2 season yang super sukses, thn 2005 Viacom sebagai induk perusahaan Comedy Central menawarkan kontrak season 3 & 4 sebesar $ 55.000.000,- atau sebesar Rp 550 milyar. Sekadar info, 1 season adalah 13 episode. Untuk acara mingguan maka artinya 2 season itu tayang sepanjang 6 bulan kurang lebih.

Dave Chappelle menolak kontrak tersebut, dan bersama anak istrinya pindah ke Afrika untuk hidup tenang sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat.

Pertanyaanya kemudian, mengapa Dave meninggalkan uang begitu banyak?

Jawabannya, terselip di panggung ketika dia sedang dalam pertunjukan Stand-Up Comedy di 2004. Salah satu penonton sepanjang malam nge-heckle Dave (heckle atau heckling adalah ketika ada penonton yang sepanjang pertunjukan teriak teriak mencoba menarik perhatian komika yang di atas panggung). Heckler tersebut teriak berulang ulang ”Im Rick James, Bitch!”. Sebuah kalimat terkenal (catch frame) dari acara The Dave Chappelle Show.

Dave kesal, kemudian pergi meninggalkan panggung. Beberapa menit kemudian dia kembali ke atas panggung dan berkata..

“You know why my show is good? Because the network officials say you’re not smart enough to get what I’m doing, and every day I fight for you. I tell them how smart you are. Turns out, I was wrong. You people are stupid”

Tahun 2005 Chappelle memutuskan tidak mengambil kontrak yang ditawarkan Viacom. Dave menyatakan tidak suka dorongan kreatif program TVnya diarah arahkan demi rating. Dave bilang harusnya program tersebut formatnya seperti film mini, tapi viacom inginnya dibuat sketsa seperti yang terjadi di season 1 dan 2. Tentunya atas permintaan viacom. Dave merasa penontonnya cukup cerdas untuk memahami komedi yang ditawarkannya, stasiun TV berpikir sebaliknya, mereka merasa penonton TV kebanyakan ekonomi bawah dan tidak apresiatif terhadap hal hal yang cerdas.


Masalah Dave, adalah masalah semua orang juga di Indonesia. Provocative Proactive-pun berubah format dari talkshow dan news menjadi banyak sketsa. Katanya “Lebih seru, penonton lebih suka..”

Quote:Pada satu kesempatan, saya pernah berbincang dengan Pak Jose Rizal Manua, pimpinan Teater Tanah Air. Pertunjukan teater di mana pemainnya adalah 100% anak anak. Beliau bersama TTA pernah meraih juara pertama pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9 di Lingen, Jerman tahun 2006. Pulang ke Indonesia, beliau menawarkan pertunjukan tersebut untuk ditayangkan di TV. Seluruh stasiun TV jawabannya sama: “Penonton nggak ngerti dikasi beginian”.

Pak Jose bertanya balik “Kok bisa nggak ngerti? Wong ini bisa jadi juara dunia di depan penonton jepang, jerman, inggris, dan negara negara lain sementara bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Orang asing yang ga bisa bahasa Indonesia aja ngerti bahkan jadi juara, kenapa rakyat Indonesia sendiri dibilang ga ngerti?”

Sayang, stasiun TV tetap pada pendiriannya. Suguhan teater juara dunia ini tidak ditayangkan.


Pertanyaannya kemudian, siapa yang bisa bawa perubahan kepada stasiun TV?

Semuanya.

Penonton harus menuntut program yang lebih baik.


Pemerintah sebaiknya buat UU utk menjamin tayangan TV berkualitas (di Belanda, pemerintahnya mewajibkan semua stasiun TV menayangkan program dokumenter sebanyak 20% dari total program mereka)

Klien harus mulai lebih berani dalam mengambil keputusan periklanan. Yang ini pergeserannya sudah mulai terlihat.

Nielsen Media Research harusnya ada yang mengawasi, seperti di luar negeri, lembaga lembaga rating diawasi oleh lembaga Independen. Ini penting mengingat NMR adalah pemain satu satunya saat ini di Indonesia. Ada sih pemain lain tapi tidak jadi hitungan. Seperti Cineplex 21 dan Blitz Megaplex. Mereka bersaing? Come on, be real. Its still a monoply.

Power tends to corrupt, absolut power corrupts absolutely.

Pertanyaan besarnya harusnya ditanyakan kepada seluruh rakyat Indonesia, apakah benar tuduhan Dave Chappelle..

Are we all dumb?

If we are, we need to change it.

If we are not, we need to prove it.

Lets move it
.


Sumber
Quote:Bisa dibilang thread ane ini counter dari petisi2 tolak YKS dll yg rame beredar. Karena menurut ane (dan menurut bang Pandji) perubahan BUKAN dari sisi stasiun tv tapi juga dari KITA SEBAGAI PENONTON TV. "Lets Move It!"

Toh masih ada juga kok stasiun TV yang BERKUALITAS. Seperti ini nih..
Spoiler for Stasiun TV Berkualitas:

Spoiler for Komen keren kaskuser:


Quote:Mampir ke thread ane yang lain gan.

[PIC] Inilah Ratu Atut Chosiyah, Kim Kardashian asal Banten HT#1
Andai Kantor Kita 30 km dari Rumah . . . HT#2
[PIC] Panorama Indonesia yang Sering Diposting Oleh Akun2 Twitter Foto Worldwide HT#3
[Ngakak] COCOKLOGI. Teori yg Mncocok2an Semua Hal dgn Konspirasi Wahyudi dkk. +PIC!
Sepuluh Jembatan Berbahaya di Indonesia Ala Indiana Jones. Kemana Pemerintah?
Lebih Dekat dengan Para NewsAnchor Net TV yang Bening-Bening ++PIC

wih analisis yang mantap dari bang pandji.
bener-bener diambang kehancuran nih moral bangsa ini emoticon-Sorry

baru engeh ternyata pertamax di trit HT emoticon-Malu (S)
nice bang panji
beginilah kondisi bangsa kita.....

yg sadar dan ngerti lebih sedikit dan mereka memilih tidak peduli.
emoticon-Berduka (S)
wah imba abis nih bang panji... ane juga ngerasa kayak gitu gan.. dan itu adalah alasan ane kenapa ane masang TV cble.. karena tontonan stasiun swasta di Indonesia hampir semua tidak ada yg mendidik... hanya untuk ketawa2 joget2 gk jelas dan menamplkan adegan2 yg sangat tidak patut di lihat oleh anak2 kecil..

tidak ada yg namanya national geographic gitu di tv swasta ? hanya segelintir stasius tv yg menyuguhkan tontonan berkualitas.. yg iklannya sedikit.. seperti apa yg di ulas oleh agan panjdi..
sifat buruk media; nganggep orang lain bodoh
bagus nih pemikirannya pandji, sekarang kayaknya acara TV emang udah ngejar rating aja bukan kwalitas lagi
setuju pisan ama tulisan si Panji.....dirumah pun ane udah ngebatesin anak2 sama istri ane dalam mengkonsumsi siaran tv....jika sekiranya yg ditonton ga guna bahkan cuma nurunin tingkat pola pikir, mending matiin tv dan mulai beraktifitas yg lain...ini salah satu alasan kenapa gw lebih memilih untuk langganan tv kabel dan beli dvd2 video anak2...

Calon HT nieh emoticon-2 Jempol emoticon-Rate 5 Star

Ada benarnya juga gan.
Sebenarnya perusahaan pertelevisian cuma ngikutin selera masyarakat saja emoticon-Hammer2
Dan kebetulan masyarakatnya malah suka yang gak bermutu dan mengandung pendidikan emoticon-Cape d...
Jadi ya bisa disimpulkan sendiri emoticon-Kiss
Yuk, jadi penonton yang menuntut lebih.
Otak penonton indonesia mulai tumpul kalo caranya begini terus.
Untung ane kaskuser, jadi gak terlalu ngefek dipikiran akibat acara acara ndak mutu di TV


Pekwan jika berkenan emoticon-Blue Guy Cendol (L)
ane bantu rate aja ya biar bnyak yang baca
Keren bro..
Acara nya harus yang bermutu,,jangan "lawak" melulu jugaa.. #2 jempol buat ente bang..
Bagus bgt trit-ny semoga jd HT, ane setuju bgt nih ma pernyataan ini...

"..Sebenarnya, penonton TV itu seperti Piramid terbalik. Yang paling banyak nonton adalah yang merupakan kelas ekonomi bawah. Artinya ketika sebuah acara TV ratingnya bagus, maka itu bukan menandakan program tersebut banyak ditonton orang, tapi menandakan bahwa program TV itu banyak ditonton oleh masyarakat kelas bawah..."

Btw ane dah jarang bgt nonton tv, gk jelas semua acarany. Enakan mantengin youtube atow streamingan tv luar emoticon-Stick Out Tongue
nice share gan



Posted with kaskusQR
Quote:Original Posted By official.gilang
wah imba abis nih bang panji... ane juga ngerasa kayak gitu gan.. dan itu adalah alasan ane kenapa ane masang TV cble.. karena tontonan stasiun swasta di Indonesia hampir semua tidak ada yg mendidik... hanya untuk ketawa2 joget2 gk jelas dan menamplkan adegan2 yg sangat tidak patut di lihat oleh anak2 kecil..

tidak ada yg namanya national geographic gitu di tv swasta ? hanya segelintir stasius tv yg menyuguhkan tontonan berkualitas.. yg iklannya sedikit.. seperti apa yg di ulas oleh agan panjdi..



knp g ada yg kaya natgeo di tv swasta? menurut gw jawabannya ada di --> siapa pemain paling gede di saluran tv kabel Indonesia lalu korelasikan sama pengklaim "largest media group at SEA"
emoticon-Malu (S)
klo acara kek gituan tayang di saluran tv bebas, mana laku tv kabelnya bro?
sebagai bukan pemakai tv kabel, ane aja skrg lebih seneng liat K***p*s tv kok drpd tv laen,, (sembari nunggu .N*T airing seluruh Indonesia emoticon-Malu (S))
Ayoo di emoticon-Rate 5 Star trus gan biar masyarakat pada sadar..
Quote:Original Posted By official.gilang
wah imba abis nih bang panji... ane juga ngerasa kayak gitu gan.. dan itu adalah alasan ane kenapa ane masang TV cble.. karena tontonan stasiun swasta di Indonesia hampir semua tidak ada yg mendidik... hanya untuk ketawa2 joget2 gk jelas dan menamplkan adegan2 yg sangat tidak patut di lihat oleh anak2 kecil..

tidak ada yg namanya national geographic gitu di tv swasta ? hanya segelintir stasius tv yg menyuguhkan tontonan berkualitas.. yg iklannya sedikit.. seperti apa yg di ulas oleh agan panjdi..


betul gaan. klo kita smua mw mnyeleksi program2 tv dgn hnya mnonton yg brkualitas aj psti lama2 acra2 yg cuma joget2 itu akan brenti krna kehabisan rating..
acara TV sekarang emang rata2 cuma ngejar rating gan gk mikir klo acara gk berkualitas emoticon-Berduka (S)
emang jaman sekarang yang penting dapet uang gan .. emoticon-Cape d...
walaupun membodohkan orang banyak emoticon-Cape d...
acara sekarang gak da kualitas nya

merenung d mulai..

iya sih sekarang pada sukanya tontonan yg gag ada edukatifnya
emoticon-Nohope
emoticon-Berduka (S)

emoticon-rose emoticon-rose emoticon-rose