CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/522d39821bcb17406d000018/asal-mula-prangko

Asal Mula Prangko

Proud to be part of
Asal Mula Prangko
Click Image To Visit Our Home
(..kami adalah komunitas di KASKUS dengan jumlah member sista jadi-jadian terbanyak..)


Hello Asal Mula Prangko


Quote:


Saat Ini agans dan sistas pasti sudah jarang mengirimkan surat seperti zaman pacaran emak babe kita dulu Asal Mula Prangko emoticon-Hammer (S). Tapi tidak ada salahnya mengetahui asal mula benda kecil yang biasa digunakan dalam persuratan emoticon-Kiss (S)


Asal Mula Prangko

Quote:


Prangko pertama diterbitkan pada tanggal 6 Mei 1840 di Inggris, bernama The Penny Black yang bergambar kepala Ratu Victoria, yang merupakan hasil gagasan dari Sir Rowland Hill.
Quote:

prangko pertama yang diterbitkan


Lalu apa yang mendasari diciptakannya prangko?

Sebelumnya manusia berkirim pesan/surat tanpa amplop maupun prangko. Bila seseorang ingin mengirim surat, Ia melipat surat itu dan menyegelnya. Orang yang menerima surat itu harus membayar biaya pengiriman. Karena tarif saat itu sangat tinggi, banyak orang yang enggan menerima surat. Tak sedikit pula orang yang mengembangkan kode rahasia agar mereka bisa menipu jasa pos.

Kasus inilah yang ditemukan oleh Sir Rowland Hill :


Quote:


Sir Rowland yang juga merupakan seorang pengamat perkembangan ekonomi di Inggris, memikirkan bagaimana mendapatkan pemasukan uang untuk kas kerajaan dari pajak pengiriman surat-surat. Rowland Hill juga terganggu dengan pemberian hak bagi anggota Majelis Rendah dan Majelis Tinggi dalam parlemen untuk dapat mengirim surat secara cuma-cuma tanpa batas selain itu sistem pembayaran biaya pengiriman surat oleh penerima juga banyak merugikan dinas pos. Hal tersebut dilihat oleh Rowland Hill sebagai suatu pemborosan dan sangat merugikan kas kerajaan.

Oleh karena itu, pada tahun 1837 Rowland Hill mengajukan usul kepada parlemen antara lain sebagai berikut :
  • Ongkos pengiriman surat harus diturunkan, dengan turunnya ongkos pengiriman surat, diharapkan terjadi peningkatan jumlah surat yang dikirim.

  • Untuk lebih merangsang masyarakat agar saling berkirim surat, perlu ditetapkan tarif pos yang seragam (saat itu satu penny) dengan tidak memandang jarak tempuh surat tersebut.

  • Untuk menghindari penyalahgunaan biaya pengiriman surat, biayanya harus dibayar di awal dengan menempelkan secarik kertas tanda pelunasan yang saat ini kita kenal sebagai prangko.

Pemikiran ini awalnya mendapat tentangan dari Parlemen. Namun beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1840 usul Rowland Hill diterima Parlemen. Dari sinilah kemudian lahir prangko, carik kertas kecil yang dipakai sebagai tanda pelunasan pengiriman surat. Peristiwa ini disebut “Post Office Reforms”

Penggunaan Prangko semakin lama semakin meluas hingga ke Indonesia. Saat itu Indonesia masih dijajah Belanda. Mengingat banyaknya lalu lintas surat antara Belanda dengan negara jajahannya yang utama, yaitu [color=purple]Ned Indie
(sekarang Indonesia), akhirnya diterbitkan prangko pertama Ned Indie pada tahun 1864 bergambar Raja Belanda waktu itu Willem III nilai 10 cent.

Quote:

prangko Ned Indie

Prangko inilah yang menjadi prangko pertama di bumi Indonesia. Saat ini prangko Ned Indie cukup langka dan dicari oleh kolektor prangko (filatelis) untuk melengkapi koleksinya. Nilainya semakin hari semakin tinggi dan umum disebut dengan kode nama N-1 di kalangan Filatelis. Apalagi yang kondisinya masih mint-unused, yang di katalog harganya berlipat kali dari yang sudah dipakai (ada cap/ cancelation-nya), harganya bisa mencapai Rp.2 miliar emoticon-Matabelo.

oh ya ini Sir Rowland Hill
Spoiler for Sir Rowland Hill:


gambar gambar prangko pertama di suatu negara ada di Post 3 emoticon-Big Grin

Spoiler for Sumber:

Semoga Bermanfaat emoticon-Kiss
Terima Kasih untuk kehadiran, komentar, kritik, abu gosok dan cendol emoticon-Kiss

Spoiler for Thread TS yang lain:
Diubah oleh makankamus
Halaman 1 dari 20
wah ternyata itu yah asal usulnya gan


Asal Mula Prangko

btw 10 cent tahun segitu mahal juga loh gan
Diubah oleh tokomadju

Prangko Pertama di Suatu Negara

prangko pertama di Amerika
Spoiler for US:

prangko pertama di Jerman
Spoiler for germany:

prangko pertama di Jepang
Spoiler for Japan:

prangko pertama di Cina
Spoiler for China:

prangko pertama di Australia
Spoiler for Australia:

prangko pertama di Belgia
Spoiler for Belgium:

prangko pertama di India
Spoiler for India:

prangko pertama di Russia
Spoiler for Russia:

prangko pertama Korea
Spoiler for Korea:

Prangko pertama Belanda
Spoiler for Netherlands:

Prangko pertama Saudi Arabia
Spoiler for Saudi Arabia:

Prangko pertama Filipina
Spoiler for Philippines:

Prangko pertama Kanada
Spoiler for Canada:

Prangko pertama Turki
Spoiler for Turkey:
Diubah oleh makankamus
wah keren tenan gan inyong lagi weruh emoticon-Matabelo
Quote:


Jaman dulu ternyata udah ada roaming jg emoticon-Ngakak (S)
tapi pinter juga ngakalin pake nulis kode yang di amplop emoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh Luphlyana
sekarang surat via pos sangat jarang digunakan lagi ya,
orang orang jaman sekarang pakenya surat elektronik a.k.a email, ga perlu perangko deh,
lama lama perangko bisa punah emoticon-Nohope
Diubah oleh Bobo93
wwaahh prangkooo udah lama gak liat nih



kalo sista jadi prangko ane sedia kok jadi amplopnya emoticon-Embarrassment
Quote:

Berapa ya kira kira kalau sekarang emoticon-Bingung (S)
Quote:

artinya apa gan? emoticon-Matabelo
Quote:

iya udah ada biayanya emoticon-Ngakak (S)
ente pernah nyobain surat-suratan pake prangko ga? emoticon-Malu (S)
Quote:

Iya saat ini sudah jarang makai surat tradisional, jaman ane sd masih sering tu pakai surat sekarang mah boro boro emoticon-Nohope. kalau bagi para filatelli prangko merupakan benda berharga emoticon-Smilie
Quote:

Terima kasih emoticon-Embarrassment. Lalu siapa yg jadi suratnya emoticon-Embarrassment
apa coba emoticon-Hammer
tapi sekarang perangko udah jadi barang langka gan emoticon-Matabelo
Quote:


makanya sekarang prangko jadi barang langka dan dburu filatelis
karna penggunaannya udh jarang emoticon-Big Grin

ane juga msh punya koleksi prangko2 dulu,, ga tau sekarang harganya udah berapa emoticon-Big Grin

Quote:


masih sempet dulu nyobain,, emoticon-Ngakak (S)
korespondensi dengan sahabat pena yang kenal dari majalah bobo
sama ngirim surat pembaca ke majalah bobo emoticon-Matabelo

Quote:


iya bener sist jaman ane sd orang orang masih pake surat tradisional.
punya koleksi perangko gak sist?


Quote:


wah punya koleksi perangko ya sist?
ada banyak gak?
ane juga dulu punya waktu sd, buat cadangan kalo ngirim surat, gambarnya bagus bagus, eh gak tau dimana sekarang emoticon-Frown
Diubah oleh Bobo93
emoticon-Matabelo

ane dl pas SD pernah koleksi prangko, filateli yAh namax
kbutulan anak tmen bokap banyak yg kuliah diluar negri, bokap ane berbaik hati membantu putrix yg manis ini utk mngumpulkan prangko2 yg unik2 emoticon-Malu
Oh...
Tahun 1837 Rowland Hill udah punya pemikiran separti itu kan ide cemerlang tuh?..
Kereen.. Terbukti baru tahun 2000an fungsi prangko tergeser oleh teknologi..
160 tahun lebih itu hebat euy...
TSnya juga hebat emoticon-Big Grin
Diubah oleh Perment103
jelas awalnya pada gamw ngirim surat,ya wong mahal gituemoticon-Ngakak
Quote:


ga banyak sist,, tapi lumayan tahun2 lama dan ada dari luar negeri juga,
dulu waktu SD sering barter sama temen
tp skrg ada dirumah,,
mudah2an sih masih disimpenin sama nyokap emoticon-Embarrassment
Quote:

iya gan emoticon-Matabelo

Quote:

abang ane juga pernah kirim surat ke bobo emoticon-Matabelo

Quote:

koleksi prangko ane raib emoticon-Mewek
Quote:

dijaga sist, berharga tu emoticon-Matabelo
Quote:

baca dulu gan emoticon-Matabelo
tpi sekarang dah jarang yg ngirim surat otomatis perangko juga ikut tenggelam emoticon-Sorry
ane punya banyak perangko jadul...tapi bekas semua jadi gak bisa di jual mahal emoticon-Ngakak
Quote:


iya gan dulu mahal awalnya emoticon-Big Grin
Quote:

jaman SD penuh dengan koleksi emoticon-Matabelo
Quote:

iya gan emoticon-Sorry
Quote:

gpp gan disimpen aja mendingan emoticon-Matabelo
Quote:

iya gan emoticon-Sorry
Halaman 1 dari 20


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di