alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/522810873f42b20713000006/kenapa-orang-sunda-sulit-melafalkan-f
Kenapa Orang Sunda Sulit Melafalkan F?
Kenapa Orang Sunda Sulit Melafalkan F?


Spoiler for i love sunda:


Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebagian orang Sunda sulit melafalkan huruf ‘f’ dan ‘v’. Misalnya ketika menyebutkan nama Veni atau Feri maka lawan bicaranya akan bertanya P-nya Fanta atau P-nya VW. Hal ini menunjukan kebingungan bagi orang yang diajak bicara karena ketidakjelasan seorang Sunda dalam melafalkan bunyi P, F, atau V. Hal tersebut tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi orang Sunda. Bahkan sindir Jamaludin Wiartakusumah dalam Kompas (18/09) orang Sunda tidak akan bisa menjadi Presiden Finlandia karena tidak bisa melafalkan bunyi f dan v.

Kekurangmampuan orang Sunda dalam melafalkan konsonan tersebut dalam bunyi kata atau bahasa bahkan sudah menjadi wacana-wacana di ruang akademis, ruang diskusi serta ruang maya. Saya sendiri mengalaminya ketika diskusi baik di kelas ataupun ruang maya, seseorang mengatakan kepada saya, bahwa Pitnah (dengan huruf P) jika saya tidak bisa bicara dengan huruf f. Artinya walaupun orang Sunda bisa membedakan huruf-huruf tersebut dan mampu melafalkannya namun dalam implementasinya selalu menyamaratakan huruf-huruf tersebut.

Arkeologi Bahasa

Aksara dan bahasa Sunda Kuno sudah hidup ratusan tahun lamanya. Jika merujuk pada berdirinya kerajaan pertama, umurnya sudah ribuan tahun. Tulisan dengan huruf Sunda muncul tahun 500-an seperti digunakan dalam tulisan prasasti yang ditemukan di Bogor. Aksara Sunda Kuno ini dikenal dengan Istilah Kaganga. Dalam Huruf Kaganga tidak dikenal huruf Va atau Fa, yang ada hanya Pa. Ratusan tahun lamanya tradisi pelafalan konsonan P (pe) tanpa mengenal huruf V (vi) atau F (ef) mengendap dalam alam pikiran Manusia Sunda sehingga wajar jika orang Sunda tidak terbiasa melafalkan konsonan tersebut dalam bunyi bahasa.

Beratus-ratus tahun tradisi ini digunakan secara turun-temurun. Persentuhan dengan pendidikan modern (kolonialism) tidak membuat alam pikiran manusia Sunda berubah termasuk dalam melafalkan bunyi huruf. Namun orang yang tertempa pendidikan modern sedikit demi sedikit tergeser dan terbiasakan dengan pelafalan huruf f, p dan v. Persentuhan dengan dunia modern tersebut menggeser alam pikiran sebagian manusia Sunda sehingga tidak sadar bahwa pada awalnya huruf F dan V tersebut sama sekali tidak dikenal dalam alam pikiran manusia Sunda.

Walaupun dalam kehidupan Sunda modern sebagian alam fikirannya sudah tergeser oleh alam pikiran modern namun bagi sebagian yang lain alam pikiran sunda ini terus mengendap. Aksara latin modern sudah dikenalkan, namun dalam pengucapan tetap saja masih alam pikiran manusia Sunda. Maka muncullah istilah kampungan terhadap manusia Sunda yang tidak mampu atau sulit melafalkan V atau F walaupun hidup dalam lingkungan akademis sekalipun.

Inilah apa yang disebut sebagai pikiran arkeologis oleh Pengamat dan ahli budaya Sunda, Jakob Sumarjo. Menurut pandangannya dalam buku ‘Simbo-simbol Artefak Budaya Sunda (2009), alam pikiran manusia Sunda yang tercermin dari peninggalan budayanya—dalam hal ini aksara Sunda—dapat dirujuk dari tingkah laku manusianya. Menurutnya alam pikiran yang mengendap menjadi pengetahuan nilai-nilai seseorang, bukan hanya terdiri dari perolehan nilai sekarang, tetapi juga dari masa-masa lampau masyarakatnya. Nilai-nilai arkeologi tersebut menurut Jakob Sumarjo kadang tidak disadari oleh para pelakunya. Inilah yang dijadikan dasar penulis untuk menafsirkan perihal kesulitan manusia Sunda dalam melafalkan konsonan F dan V dalam bahasa kesehariannya.

Bunyi huruf yang diartikulasikan dalam bahasa Sunda juga merupakan arkeologi pikiran. Arkeologi pikiran tersebut lanjut Jakob Sumardjo mengendap dan terpendam dalam pengalaman bawahnya. Pikiran-pikiran tua dalam melafalkan bunyi bahasa akan muncul manakala pikiran tidak dikuasai sepenuhnya. Ketidakmampuan dalam melafalkan bunyi beberapa konsonan yang tidak terdapat dalam alam pikiran manusia Sunda tersebut akan dibawa kemanapun ketika seorang manusia Sunda pergi. Hal ini tidak dapat dihilangkan begitu saja karena ini adalah apa yang disebut Jakob Sumardjo sebagai pikiran otentik manusia Sunda. Oleh karena itulah, walaupun telah tertempa pendidikan modern yang mengenalkan pikiran baru dalam dunianya seorang manusia Sunda yang memiliki arkeologi pikiran local, jika kesadaran tidak dikuasainya maka bunyi konsonan v/f akan tetap berbunyi p.

Modernisasi Huruf Sunda Kuno

Modernisasi mengharuskan kita beradaptasi dengan lingkungan baru, begitupun dalam persoalan aksara. Sejak kemunculan wacana lokalitas, huruf Sunda kuno diperkenalkan lagi bahkan di setiap nama jalan di Jawa Barat selalu diiringi dengan terjemahan dalam aksara Sunda kuno. Adaptasi dilakukan karena berkaitan dengan penyesuaian huruf-huruf yang ada dalam aksara Sunda kuno dengan huruf-huruf yang terdapat dalam aksara latin sebagai aksara pergaulan. Adaptasi huruf tersebut diantaranya adalah penambahan huruf V (Vi) dan F (Ef). Dalam aksara Sunda huruf tersebut dibaca menjadi Va [va] dan Fa [fa]. Huruf lainnya adalah X (eX), Z (Zet), dan Q (Qiu). Dalam aksara Sunda kuno aksara tersebut dibaca menjadi Xa [xa], Za [za] dan Qa [qa]. Penyesuaian huruf-huruf tersebut tentu saja sebagai upaya pemudahan transliterasi antar kedua aksara tersebut. Adaptasi tersebut dilakukan oleh Team penyusun Aksara Sunda, Undang A. Darsa seorang ahli Aksara Sunda dan peneliti filologi beserta teamnya.

Nyunda itu Gaul

Sebagian individu Sunda bangga dengan kesundaannya, mulai dari bahasa, seni musik, dan adat. Namun bagi remaja kebanyakan, baik di pusat kota ataupun daerah priangan lainnya sudah mulai bangga menggunakan bahasa Betawi atau bahasa Indonesia. Ia merasa bahwa dengan berbahasa Indonesia sudah menjadi remaja gaul dan berpendidikan. Konstruksi ini menggeser citra bahasa Sunda sehingga dianggap kampungan. Hal ini tentu saja sebagai sebuah budaya tuturut munding remaja akan trend bahasa.

Sesuatu yang mewangi daerah tentu saja tidak kampungan sebagaimana yang dituduhkan karena dalam wacana komunikasi kata-kata tidaklah bermakna, karena kitalah yang memaknainya, word don’t mean but people mean. Sehingga muncullah bahasa Sunda gaul versi remaja yaitu bahasa khas yang selalu digunakan oleh ABG, campuran antara Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Bahasa Gaul ini sudah menjadi satu hal yang lumrah dalam masyarakat remaja Sunda walaupun untuk kalangan remaja elitis cukup dominan bahasa gaul ala betawi.

Namun papun versi bahasa yang digunakan, yang gaul saat ini adalah yang sadar akan lokalitasnya sesuai dengan wacana rekonstruksi modernitas dengan istilahnya sendiri, menjadi manusia Postmo, think globaly act localy. Dengan demikian jikapun kita sangat kental kesundaannya berbahasa namun kita menguasai permasalahan-permasalahan yang menjadi dunianya, layaklah diapresiasi, karena yang nyunda seperti inilah yang sebetulnya layak dikatakan sebagai gaul.
sumber

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for bukti gambar:

Spoiler for jangan lupa ya gan :


pertamax diamankeun emoticon-Cool
Quote:Original Posted By aganbulbul
pertamaxkah?


anda beruntung gan emoticon-Belomatabelo
fariasi jadi pariasi emoticon-Ngakak
itu semua pitnah emoticon-Ngakak
jadi orang sunda ga bisa ngucapin fvck dong gan emoticon-Belo
Quote:Original Posted By AntiKorupsi
fariasi jadi pariasi emoticon-Ngakak



jadi kebolak bolak ya gan emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Org sunda emg aneh gan
emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By sella91
jadi orang sunda ga bisa ngucapin fvck dong gan emoticon-Belo


jadinya puck puck gan emoticon-Ngakak
mau yang kompos atau urea gan ?? emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Ooo...begitu tokh sejarahna.... emoticon-Big Grin emoticon-Cendol (S)
Quote:Original Posted By manuhutu23


jadinya puck puck gan emoticon-Ngakak
mau yang kompos atau urea gan ?? emoticon-Blue Guy Cendol (L)


eta teh pupuk gan emoticon-Ngakak

yg bener ini
Spoiler for :
itu beneran smua bukan sotosop gan??? emoticon-Bingung (S) masa sampe segituny.......
Quote:Original Posted By onaj
Org sunda emg aneh gan
emoticon-Bingung


emoticon-No Sara Please ya gan
Ah, itumah Pitnah, maap sodara, ga ada Paktanya...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

di jadiin gambar sablon

Kenapa Orang Sunda Sulit Melafalkan F?
[QUOTE=sella91;522813181dd719c57e000000]

eta teh pupuk gan emoticon-Ngakak

yg bener ini
Spoiler for :
[/QUOTE

pupuk atau teh gan ? emoticon-Ngakak

biarin aja gan.. mending minum panta neh.. emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By bisibade
biarin aja gan.. mending minum panta neh.. emoticon-Angkat Beer


ah enakan minum emoticon-Toast sfrit emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Itulah keunikan orang sunda, arek hade arek goreng dewekmah bangga jadi urang sunda
F = P
emoticon-Big Grin

tapi gapapa kita kan bhineka tunggal ika emoticon-Smilie