alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51e4e9a23f42b2807800000a/way-to-the-mastery
Way to the Mastery
Pernah main yang namanya Counter-Strike? Kalo lu penggemar PC Game (instead of console games) gue jamin pasti pernah main, atau at least pernah denger soal game ini.

Game team based multiplayer first person shooter yang meledak dan tenar sampai sekarang, menjadi game official buat berbagai kejuaran game dan e-sport tingkat internasional yang bergengsi. Termasuk WCG (World Cyber Games).

Counter-strike direlease tahun 1999an sebagai mod dari game Half-Life. Popularitas mod ini terus meningkat sampai Valve pun melirik developernya dan kemudian memutuskan untuk membeli lisensinya dan merekrut para developernya.

Counter-strike versi terakhir saat tulisan ini gue buat, adalah versi Global Offensive. Tapi Counter-Strike original (1.6) dengan engine GoldSrc (Half Life 1) tetap menduduki ranking lebih tinggi daripada versi-versi terbarunya (Counter-Strike Source dan Counter Strike Global Offensive)

Nah, gue inget banget waktu sekolah dulu temen-temen pada keranjingan main game ini di warnet/game center. Waktu itu ramenya minta ampun dan temen-temen gue ngebela-belain nginep di warnet tersebut khusus buat dapet giliran tanding nge-LAN.

Gue lumayan suka Counter-Strike, tapi kalau sampai segitunya, sorry aja. Kayak yang udah gue bilang di page about, gue ini adalah maniak game, tapi gue lebih cenderung memainkan segala macam game, dari genre FPS, RTS, Adventure, RPG, racing dst. Intinya semua game yang bagus gue mainkan, engga peduli tipe/genre game apa.

Setelah gue bekerja, di kantor gue boleh bermain game LAN dan temen-temen kerja gue kebetulan satu grup mereka ada yang se-gang. Mereka salah satu Counter-Strike junkie yang rajin ke game center. Counter-Strike masih populer saat itu dan sudah masuk hitungan bertahun-tahun setelah releasenya.

Sewaktu udah penat bekerja kita semua ngegame, dan alangkah sebelnya kalo main counter-strike sama mereka, karena gue ga dikasih nafas sekalipun. Sekali tembak mereka pasti langsung dapat headshot. Jadi tiap kali main CS di kantor gue selalu dibully habis-habisan, frag score gue 0, dan death gue puluhan.

Ketika Steam mulai naik daun dan di Indonesia mulai populer karena diskon-diskonnya yang terjangkau sama dompet orang Indonesia, gue pun mengoleksi game-game klasik milik Valve, yaitu Half Life 1 dan semua expansion packnya, termasuk juga Counter-Strike 1.6. Counter-Strike 1.6 saat ini sudah berumur 1 dekade lebih dan masih banyak dimainkan banyak gamer di dunia.

Okelah gue mencoba online match. Kejadian yang sama gue alami seperti ketika bermain LAN dengan temen-temen kantor gue. Main CS 1.6 online gue ga sempat bernafas sama sekali. 0 frags.

Ketika gue mulai menambahkan teman dari steam, beberapa memiliki jam terbang bermain Counter-Strike 1.6 sampai 10.000 jam lebih. Itung-itungan dikit. 1 hari = 24 jam. 10.000 dibagi 24 = 417 hari. Bagi yang punya account Steam dari awal, inget aja tracking waktu bermain baru diimplementasikan belakangan (2009). Sedangkan 1.6 versi Steam itu direlease tahun 2000an. So, mungkin pemain counter-strike 1.6 punya jam terbang lebih dari 10.000 jam.

So kalo main versus sama orang-orang ini, dijamin mati kutu. Karena mereka tau sela-sela tiap mapsnya, tau sela-sela senjatanya, tau tingkah laku umum para player secara general, dsb.

Kalo baca diskusi di forum Steam tentang Counter-Strike dijamin lu bakal jadi kambing congek, sebab bahasannya udah ttg recoil, berapa ms (milisecond) begini berapa ms begitu, tentang technical stuffs yang udah bener-bener dalem yang kalo player kayak gue yang just want to have fun with it ga bakal ngerasain perbedaannya sama sekali. Ketika Counter-Strike Source keluar, again, mereka komplen mengenai hal-hal yang sangat mendetail banget. Soal recoilnya lah, soal bullet spraynya, soal berapa ms loncatannya, dst.

Ini salah satu contoh profile Steam, yang menghabiskan waktu sampai hampir 34000 jam untuk Counter-Strike.

http://steamcommunity.com/profiles/7...61197991420654

Got your mind blown yet? 34000 dibagi 24 = 1416 hari. 1416 dibagi 365 = 3.8. Which means, kalo dia bermain non-stop, dia menghabiskan waktu hampir 4 tahun secara total. Itu dari tahun 2009an (dimana fitur hours played baru diimplementasikan ke Steam). Mungkin ga murni, kadang dia perlu makan atau ke toilet dan ditinggal. But still, total jam segitu bener-bener bikin gue takjub, apalagi kalo buat bermain game.

Gimana dengan game lainnya? StarCraft misalnya. Di starcraft dikenal dengan istilah APM atau Action Per Minute. APM yang dicapai rata-rata pemain profesional bisa ratusan lebih.

StarCraft ini populer banget di korea, dan mereka bisa menghabiskan waktu puluhan ribu jam kalo diitung dari StarCraft classic yang keluar di tahun '90an.

Inget aja, main game dengan waktu yang "agak kelewatan" begini, udah banyak memakan korban. However, untuk mencapai APM yang tinggi di StarCraft atau 100% headshot tiap kali bermain Counter-Strike, mereka memang perlu menginvestasikan jam terbang yang sangat tinggi.

Gue sendiri untuk video game, orangnya gampang bosan, sehingga kayak yang gue bilang sebelumnya gue banyak memainkan genre game yang bermacam-macam. Tapi bayangin, orang yang skillnya udah "dewa" di StarCraft atau Counter-Strike, gue rasa mereka non-stop mainnya itu-itu terus.

Mereka pasti pernah ngerasain masa-masa jenuh dan bosan. Ngerasa frustrasi, ngerasa ga bakal berkembang di game favorit mereka, ngerasa percuma latian soalnya dibully melulu in-game. Tapi mereka keep going.

E-sports itu sendiri jangan dianggep remeh, di TV satelit (lupa channel apa), ada satu channel yang khusus meliput berbagai championship gaming di dunia, kayak layaknya ESPN atau Star Sports. Industri video game sendiri udah sekelas dengan industri film Hollywood. Which means, gaming has become a very serious business.

Oke, pointnya apa sih kok ngebahas game begini?

Intinya begini, bayangin elu di posisi mereka, puluhan ribu jam, yang artinya setahun lebih dari hiduplu, elu dedikasikan bermain game. Bayangkan seberapa "dewa"nya elu sekarang.

Nah, sekarang bayangin, kalo misalnya ribuan jam yang elu invest tersebut instead of elu investasikan ke game, elu mendedikasikan dirilu untuk bersosialisasi :

Seberapa dewanya skill elu dalam bersosialisasi beberapa tahun kemudian?

Frustrasi, rasa jenuh, dan cape itu sendiri gue sempat mengalami beberapa kali, dan sempat absen hingga hitungan bulanan. Which is what a waste.

Gue ga mengatakan bermain game itu jelek, like I said, gaming has become a very serious business lately. Hanya saja, gue memberikan gambaran, how good you are, depends solely on how willing you are to invest in it.

Bayangin juga, gimana dedikasi para olahragawan tulen, kayak atlit bulu tangkis atau atlit-atlit lainnya. Gue sendiri punya kawan, dia kerja di negeri seberang (Brunei Darussalam), jadi partner berlatih Sultan bermain bulu tangkis. Bisa ga lu bayangin, berapa jam yang dia invest untuk bermain bulutangkis/badminton?

Gue tanya ke dia, lu pernah jenuh ga? Pernah pastinya dia jawab.

Kalo di bidang olahraga yang sangat populer, bola misalnya. Berapa hari sekali pemain bola professional itu berlatih? Berapa banyak kegagalan yang mesti mereka telen sampe mereka jadi bintang dan jadi rock star di iklan-iklan (kayak David Beckham atau Messi)?

Intinya; buat mencapai level mastery, ya itulah konsekuensinya. Ga bisa kalo lu hanya iseng-iseng pengen tau, atau cuma sekedar coba-coba. You have to dedicate 1000% of yourself. Elu harus persist melewati masa-masa jenuh dan masa-masa yang penuh godaan, dan keep going with it.

Baca lagi soal cara mencapai tujuan Anda. Kalo elu melihat para natural player, ga mungkin lah mereka baru lahir terus langsung ngeflirt suster-suster hot yang ada di sekitar mereka. Which means, they are doing it secara terus-menerus. Kayak contoh di artikel itu, Jimi Hendrix. Dia jadi jago gitar bukan secara ajaib. But he keep doing it, sampai merasa bosan, jenuh, frustrasi kok main gitarnya ga keren-keren, tapi he keep doing it.

So... apakah benar, elu pantas mendapatkan yang terbaik? Cuma elu doang yang tau jawabannya.

PERTAMAX RESERVED

Pala ane pusing Gan kalo maen CS tuuh emoticon-Matabelo
emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
Jenuh juga ane bacanya gan
emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
panjang...but i got the point, though... intinya mau sebagus dan sebaik apa kita, tergantung berapa lama waktu yang mau kita investkan? tpi klo cara bermainnya tetep sama aja? ga ada improve yg berarti? sama aja buang" waktu dong?
Quote:Original Posted By veloce
panjang...but i got the point, though... intinya mau sebagus dan sebaik apa kita, tergantung berapa lama waktu yang mau kita investkan? tpi klo cara bermainnya tetep sama aja? ga ada improve yg berarti? sama aja buang" waktu dong?


Analogi paling dekat sama ini, berjalan. Waktu bayi elu belajar berjalan. Cara lu salah, makanya elu jatuh. Tapi elu terus mencoba dan mencoba dan mencoba lagi, sampai akhirnya elu bisa berjalan tanpa mikir atau takut jatuh lagi. Hingga saat ini elu berjalan engga mikir untuk menggerakkan kaki, melainkan berpikir untuk pindah tempat dari point A ke point B, kakilu secara otomatis bergerak.

Seringkali gan, begitu kita gagal, kita langsung ngubah strategi. Atau malah ogah bermain lagi. Mungkin caranya benar, tapi perlu adjustment sedikit.

Maka dari itu, kita perlu pengarahan atau sparring partner. Dari cerita gue, gue ga mencontohkan orang yang main CS sendirian tapi mereka bermain dalam grup. Tapi sisanya, harus elu sendiri yang menginvestasikan waktu.

Lagi-lagi pas waktu elu belajar berjalan, orang tua elu engga memegang kaki dan tangan elu serta gerakin tiap bagian tubuhlu satu-satu, tapi paling bantu elu jaga keseimbangan, atau kasih encouragement sedikit demi sedikit. Sebab kalo orang tua elu melakukan hal tersebut (kaki tangan elu dipegangin dan digerakin sama mereka) elu ga bakalan belajar berjalan sampai elu beranjak dewasa.

Ini tahap-tahap pembelajaran alamiah manusia :
  1. unconcious incompetence : artinya lu sucks, dan elu ga sadar kalo elu sucks
  2. concious incompetence : artinya lu sucks, tapi elu mulai sadar kalo elu ini sucks
  3. concious competence : artinya lu mulai oke, tapi waktu ngelakuinnya elu sadar kalo elu doing something right
  4. unconcious competence : autopilot mode. Elu engga sadar bahwa elu ngelakuin hal yang bener.


Artikel ini soal seduction.

Cari sparring partner buat pickup itu ga gampang. Baca deh pengalaman gue soal wingman.. So kalo engga ada sparring partner gimana?

Non-natural seperti gue, memang harus start somewhere, dan mengubah believe system gue atau pandangan gue tentang bagaimana dunia bekerja. Which is why, gue membaca buku.

Tapi gini aja deh, kalo baca buku doang ga ada praktek lapangan sama sekali, gue berani jamin ga akan ada hasilnya.

Temen-temen gue banyak player yang jago sama cewek, dan mereka punya style sendiri-sendiri. Dan banyak yang belajar dari lapangan langsung. Mereka ga langsung menyerah, tapi dikit demi sedikit mengadjust interaksi mereka sama cewek, hingga akhirnya mereka jadi jago. Ini yang makan waktu yang ga sedikit. Tahunan.

Buang buang waktu? Inget aja quotenya Edison "I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work"

See... permasalahan utamanya, sebagian besar itu orang takut gagal dan takut mengambil resikonya. Kayak ucapan elu sendiri "sama aja buang" waktu dong?". Means elu ga berani mengambil resiko membuang-buang waktu.
menyimak dulu ah emoticon-linux2
Takjub dehh sama pemikiran ente gan.,.
emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By neilamsetrong
Takjub dehh sama pemikiran ente gan.,.
emoticon-Matabelo


makasih gannn emoticon-Embarrassment
analogi " keep doing it " agan masuk banget di ane. tritnya juga mantap2. cek kulkas gan emoticon-Cendol (S)
Quote:Original Posted By Chaorum
analogi " keep doing it " agan masuk banget di ane. tritnya juga mantap2. cek kulkas gan emoticon-Cendol (S)


makasih cendolnya mamen emoticon-Embarrassment
sundul 2014 emoticon-Sundul Gan (S)
Astagaaa.. ketemu lagi sama agan TS yang satu ini.. emoticon-Frown
Ijin nyimak trit kerennya gaan.. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By runara103
Astagaaa.. ketemu lagi sama agan TS yang satu ini.. emoticon-Frown
Ijin nyimak trit kerennya gaan.. emoticon-Big Grin


makasih gan emoticon-Embarrassment
keren gan tritnya...emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)
panjang juga gan emoticon-Matabelo
Mantap nih tulisan si agan. Ane setuju kalau orang tuh harus persistent alias gigih. Nah ini dia cara untuk mendapatkan sesuatu. Zaman sekarang yang serba instan membuat orang jadi ngga senang ama yang namanya proses yang sebenarnya alamiah kita jalani sejak bayi....seperti di tulisan agan ini......

Keep posting gan. Ane dukung 200 persen..........
Quote:Original Posted By andikita
Mantap nih tulisan si agan. Ane setuju kalau orang tuh harus persistent alias gigih. Nah ini dia cara untuk mendapatkan sesuatu. Zaman sekarang yang serba instan membuat orang jadi ngga senang ama yang namanya proses yang sebenarnya alamiah kita jalani sejak bayi....seperti di tulisan agan ini......

Keep posting gan. Ane dukung 200 persen..........


Tq gan. Ke blog ane aja. Aga males bikin postingan baru di lounge. Udah banyak tulisan baru disitu.
trit sebagus ini kok yah sepi comment yah..btw thanks bwat "wejangannya" jujur ane lagi ngerasa jenuh di dunia kerja ane (padahal bru 4 bulan kerja) tapi point yg gw dapet disini adalah keep going!!! ane masih muda dan ane teringat kata2 orang tua ane, km masih muda, dan anak muda itu harus ngerasain dlu yg namanya "berdarah-darah" dlam mencari sesuap nasi.

ane rate aja gan,maap belom ISO emoticon-Sorry
Quote:Original Posted By kodok_ngengkang
trit sebagus ini kok yah sepi comment yah..btw thanks bwat "wejangannya" jujur ane lagi ngerasa jenuh di dunia kerja ane (padahal bru 4 bulan kerja) tapi point yg gw dapet disini adalah keep going!!! ane masih muda dan ane teringat kata2 orang tua ane, km masih muda, dan anak muda itu harus ngerasain dlu yg namanya "berdarah-darah" dlam mencari sesuap nasi.

ane rate aja gan,maap belom ISO emoticon-Sorry


Jenuh bisa dalam arti elo emang ga enjoy kerjaan elo gan. Mungkin karena emang elo cari aman aja, karena bayarannya lumayan ato sejenisnya. Kerja ga harus kantoran juga kok. Coba deh renungin baik-baik, beneran ga elo emang enjoy sama job elo yang sekarang. Atau mungkin ada faktor lain, mungkin sama co-worker elo terlalu dingin, kurang bersahabat, atau setiap hari terasa datar, ga ada semangat ato sejenisnya.

Kerjaan yang enjoy adalah dimana elo emang menikmatinya, yang lebih pas lagi kalo elo kerja sesuai dengan passion elo. Kalo dapet kerjaan yang seperti ini, motivasi untuk berkembang pasti keluar dari dalam diri elo sendiri, ga perlu dioprek-oprek ato dipaksa paksa. Dalam arti elo melakuinnya karena emang elo pengen melakuinnya.

Yang pasti jangan jalanin hidup sesuai kemauan orang lain (termasuk orang tua lo). Hidup elo ya punya elo sendiri. Yang jalanin ya elo sendiri. Asal elo ga jadi kriminal ato madat, ato ngejual diri jadi gigolo emoticon-Big Grin ato sejenisnya gue rasa fine-fine aja. Dan orang tua elo harus ngerti hal ini.

Hidup ini cuma sekali, manfaatin dan NIKMATIN yang bener gan.

cheers.
pernah si gan.. tapi ga sampe detil bangat.... ane puyeng kalo maen CS kelamaan