super... luar biasa... urusan hukum bawa-bawa agama, apa setelah bayar-bayar-bayar mau dicap paling agamis sekarang...
ini orang bener-bener ga nyadar nyatuin 3 Bank Unit Syari'ah (Mandiri, BRI, BNI) menjadi BSI aja banyak yang ngeluh, terutama dengan aplikasinya yang beberapa kali bermasalah, dan tidak ada tindakan apapun sekarang mau nyatuin 47 BUMN dalam Danatara, bakal tambah hancur negeri ini
kalau saja pak pres berani pecat wapres saat ini, dan mengganti dengan orang lain yang bukan titipan, lalu memperbaiki segala yang sudah terjadi, mungkin beliau akan bisa bertahan 2 periode
kalau hanya sekedar menerima dan membaca lalu menyampaikan laporan yang ada di atas kertas, anak yang baru bisa baca sudah bisa harusnya buka mata lihat keadaan rakyat yang makin sengsara buka telinga dan dengarkan keluh resah rakyat yang hidup dalam nestapa jika memang ingin menyisakan catatan yan
mereka hanya alat, mungkin saja mereka juga ada salah satu pelaku dari banyak pelaku yang ada di belakang layar kalau saja dibongkar habis, negara ini akan hancur lebur
akankah rakyat hanya tinggal duduk manis dan menikmati keadaan dengan secangkir kopi seharga 30-rban melihat para pemimpin yang menikmati cuan harta kekayaan buat 7 turunan
gatal juga akhirnya untuk komen... pak pres yang terhormat kenapa babak menerima laporan ABS... dicek lagi keadaan yang sebenarnya pak, kebanyakan yang dulunya menegah ke bawah udah bener-bener mengap sekarang, memang bukan salah bapak, karena bapak kan masih baru, tapi jangan sampai mata, hati,
lip service yang luar biasa, semoga pak pres cepat sadar dengan niat beliau, hingga benar-benar bisa berkomitmen dengan segala janji sebelum jadi pres jangan kaya yang dulu, ngomong itu bukan urusan saya, yang akhirnya setelah jadi pres bikin hancur segalanya
tidak perlu retorika panjang lebar, bagi rakyat lebih bahagia jika bapak langsung bertindak... tindakan pertama yang terbaik adalah gembosin kabinet yang terlalu gendut...
jika saja beliau mencari dan menangkap kartel dan mafia yang terlibat baik langsung atau pun tidak langsung terkait persebaran gas melon akan jauh lebih diapresiasi, dibanding dengan apa yang beliau lakukan sekarang (lebih ke arah solusi tanpa otak)
sadar sih akan pentingnya uang pajak tapi bingung... manfaatnya terasa berkurang... dulu sebelum era 2 presiden terakhir jalan-jalan sering di aspal ulang, sekarang hanya di tambal sulam, dan ga bertahan lama dulu sebelum 2 era presiden terakhir, harga komoditi utama murah, sekarang belanja ke pa
harusnya pak pres mulai berkaca, banyak hal yang akan jadi catatan rekam jejak kalau semua hanya omdo...
yang "dipilih" di tahun ini sebagai "pembantu", emang banyak yang ga layak, padahal di awal sabutan "beliau" sampaikan akan memilih orang-orang yang kompeten, tapi kenyataannya malah banyak "titipan" yang dinaikkan
cabut aja semua subsidi, kalau emang ada yang perlu dibantu ganti aja ama BLT, jadi ga ribet, paling tinggal benerin data siapa yang layak terima BLT siapa yang harus dihapus dari penerima BLT
saya muslim, tapi jika bapak menteri yang terhormat ini ingin membangun kompleks khusus mengatas namakan agama, lebih baik dibangun untuk semua agama, jangan hanya mayoritas saja... agak lucu karena bapak bukan menteri agama Islam, tapi mentri semua agama...
dengan banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi jadi perumahan, yakinkah mampu memenuhi kebutuhan pangan... apa tidak bener-bener ada bukti surplus dulu baru di off kerannya...