mau dipake buat apa itu urusan anda, tapi sebagai warga negara yang baik harusnya anda bisa sadar, ada pajak yang harus dibayar dari penghasilan youtube
sebenarnya yang ditakutkan pemerintah saat ini adalah "demo" yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa melakukan izin terlebih dahulu, mungkin akan ada masanya, saat seluruh rakyat benar-benar sudah tergerak hatinya...
menepuk air di dulang, terpecik muka sendiri siapa yang jadi pengkhianat, rakya biasa?? ga mungkin, rakyat saat ini hanya sibuk memikirikan bagaimana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari yang semakin berat... dan bukankah kebijakan saat ini lebih pro asing ama aseng?!
yang kaya gini "serius" tugas presiden kah? atau udah nyadar dari mimpi dan agak takut ga bakal berhasil rencana 2 periode... menkue si jeng kl in ini kenapa ga dipecat saja, bener-bener nyusahin rakyat, ga ada bagus-bagusnya
uji-uji seperti ini gampang banget dimanipulasi baik dari awal saat pengambilan sampel, hingga akhir hasil yang bisa diolah suka-suka beda kalau uji sampel dilakukan terbuka, di ambil di tempat, dilakukan oleh pihak independen, disaksikan dan diawasi oleh seluruh masyarakat secara langsung, yakin
super... luar biasa... urusan hukum bawa-bawa agama, apa setelah bayar-bayar-bayar mau dicap paling agamis sekarang...
ini orang bener-bener ga nyadar nyatuin 3 Bank Unit Syari'ah (Mandiri, BRI, BNI) menjadi BSI aja banyak yang ngeluh, terutama dengan aplikasinya yang beberapa kali bermasalah, dan tidak ada tindakan apapun sekarang mau nyatuin 47 BUMN dalam Danatara, bakal tambah hancur negeri ini
kalau saja pak pres berani pecat wapres saat ini, dan mengganti dengan orang lain yang bukan titipan, lalu memperbaiki segala yang sudah terjadi, mungkin beliau akan bisa bertahan 2 periode
kalau hanya sekedar menerima dan membaca lalu menyampaikan laporan yang ada di atas kertas, anak yang baru bisa baca sudah bisa harusnya buka mata lihat keadaan rakyat yang makin sengsara buka telinga dan dengarkan keluh resah rakyat yang hidup dalam nestapa jika memang ingin menyisakan catatan yan
mereka hanya alat, mungkin saja mereka juga ada salah satu pelaku dari banyak pelaku yang ada di belakang layar kalau saja dibongkar habis, negara ini akan hancur lebur
akankah rakyat hanya tinggal duduk manis dan menikmati keadaan dengan secangkir kopi seharga 30-rban melihat para pemimpin yang menikmati cuan harta kekayaan buat 7 turunan
gatal juga akhirnya untuk komen... pak pres yang terhormat kenapa babak menerima laporan ABS... dicek lagi keadaan yang sebenarnya pak, kebanyakan yang dulunya menegah ke bawah udah bener-bener mengap sekarang, memang bukan salah bapak, karena bapak kan masih baru, tapi jangan sampai mata, hati,
lip service yang luar biasa, semoga pak pres cepat sadar dengan niat beliau, hingga benar-benar bisa berkomitmen dengan segala janji sebelum jadi pres jangan kaya yang dulu, ngomong itu bukan urusan saya, yang akhirnya setelah jadi pres bikin hancur segalanya
tidak perlu retorika panjang lebar, bagi rakyat lebih bahagia jika bapak langsung bertindak... tindakan pertama yang terbaik adalah gembosin kabinet yang terlalu gendut...
jika saja beliau mencari dan menangkap kartel dan mafia yang terlibat baik langsung atau pun tidak langsung terkait persebaran gas melon akan jauh lebih diapresiasi, dibanding dengan apa yang beliau lakukan sekarang (lebih ke arah solusi tanpa otak)
sadar sih akan pentingnya uang pajak tapi bingung... manfaatnya terasa berkurang... dulu sebelum era 2 presiden terakhir jalan-jalan sering di aspal ulang, sekarang hanya di tambal sulam, dan ga bertahan lama dulu sebelum 2 era presiden terakhir, harga komoditi utama murah, sekarang belanja ke pa
harusnya pak pres mulai berkaca, banyak hal yang akan jadi catatan rekam jejak kalau semua hanya omdo...