DI TUNGGU UPDATE SELANJUTNYA YA, KEMUNGKINAN SEKARANG ANE UPDATENYA SEMINGGU SEKALI, TAPI JANGAN KHAWATIR GAN, KARENA SATU KALI UPDATE BISA 2-3 POST LANGSUNG, JADI AGAN PUAS BACANYA. SAMBIL MENUNGGU, AGAN BISA BACA CERITA AN YANG LAIN, ATAU BISA LANGSUNG BACA KELANJUTAN CERITANYA DISINI GAN
Waktu menunjukan pukul lima sore, matahari yang awalnya terang di atas sana kini mulai merayap turun secara perlahan ke arah barat, menyisakan langit yang berwarna merah keemasan di atas sana. Udara sore itu terasa berat, angin pantai yang berhembus kencang membuatku sedikit kedinginan sekarang, b
Cahaya matahari yang awalnya terik, kini secara perlahan-lahan berubah dan bergerak ke arah barat menembus awan tipis yang perlahan-lahan menghilang dari ketinggian. Cahaya itu nampaknya masih mempertahankan sinarnya, berusaha menembus jendela kayu dari rumah Bah Aman yang sederhana, sinarnya masih
Mobil ambulan yang kita tumpangi secara perlahan kembali melaju secara perlahan, sinar matahari siang yang terik terlihat menembus celah-celah dedaunan yang kini mulai didominasi oleh pohon kelapa yang ada di sisi kiri dan kanan jalan. Jalanan yang kita lewati kini terasa kering sekarang, tanah da
Langit siang begitu cerah ketika mobil ambulan itu melaju kembali di jalanan aspal yang kini mulus di jalur selatan, hawa pantai kini sudah mulai tercium dengan pasir tipis yang tertiup oleh angin. Namun, suasana di dalam ambulan terasa jauh lebih gelap, matahari yang bersinar terik di atas sana s
Mobil ambulan yang aku kendarai kini mulai meninggalkan Makan Gawir Jurig, mobil itu melaju secara perlahan dan mulai keluar dari rumpun-rumpun bambu yang menutupi langit. Aku yang berada di belakang kemudi mulai menyadari betapa berbahayanya jalan yang kami lalui sekarang. Ketika mobil itu melaju
Aku terbangun dengan nafas yang berat, rupanya apa yang terjadi kepadaku pada saat itu adalah mimpi buruk yang begitu nyata. Tubuhku menggigil, dan keringat dingin pun tak terasa membasahi pakaian yang aku pakai di pagi itu. Sinar matahari yang menyilaukan dengan sinarnya yang hangat secara perlah
“Dimana ini?” gumamku yang kini heran atas apa yang aku lihat. Kegelapan yang menyeramkan itu seperti membungkus apa yang sedang aku lihat sekarang, kabut tebal yang menggantung rendang seperti tirai kelabu yang tak kunjung terangkat di tengah-tengah kegelapan. Suara gemuruh dari daun bambu y...
DI TUNGGU UPDATE SELANJUTNYA YA, KEMUNGKINAN SEKARANG ANE UPDATENYA SEMINGGU SEKALI, TAPI JANGAN KHAWATIR GAN, KARENA SATU KALI UPDATE BISA 2-3 POST LANGSUNG, JADI AGAN PUAS BACANYA. SAMBIL MENUNGGU, AGAN BISA BACA CERITA AN YANG LAIN, ATAU BISA LANGSUNG BACA KELANJUTAN CERITANYA DISINI GAN (IN...
Tepat jam dua dini hari, akhirnya kita sampai di Makam Gawir Jurig, mobil yang kita kendarai harus menembus jalanan yang berliku dan berbelok tajam, beberapa kali aku harus berhati-hati karena jalanan yang kita lewati adalah punggung gunung dengan jurang yang ada di sisi kiri jalan. Kabut tebal k
Usep yang tadi turun terlebih dahulu akhirnya berjalan melewati warung dan keluar melewati pintu belakang untuk masuk ke dalam kamar mandi yang letaknya terpisah dari warung yang berada di depan. Kamar mandi yang ada di belakang warung itu terlihat kecil dan sempit, hanya ada satu cahaya lampu lima
Suara sirine ambulan terdengar ketika aku masih berdiri di kamar mayat yang dingin dan kelam dengan lampu yang redup di sekelilingnya. Terlihat pula, Bunga yang masih berdiri tanpa pernah bergerak satu jengkal pun dari tempatnya, dan Usep yang berdiri bersamaku hanya menatap amplop coklat yang ada