CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffbe9c2c820840de3591703/misteri-kematian-ibu-kos

MISTERI KEMATIAN IBU KOS

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 5

Part - 8

Kirana menimang-nimang gawainya. Ruang kamar terasa sepi. Tita sudah pergi ke tempat bibinya seusai shalat dzuhur.

"Ah..sepi banget sih," gumam Kirana sambil beranjak dari kursinya.

Kirana membuka pintu kamar dan berjalan ke arah taman. Suasana terasa begitu lengang, hanya suara gemerisik dedaunan yang tertiup angin sesekali terdengar.

Semenjak kematian bu Asih, suasana kos-kosan tidak lagi ramai, banyak penghuninya yang pergi mencari kos-kosan baru. Dari sepuluh kamar yang ada, hanya lima kamar yang berpenghuni dan kesemuanya sudah berkeluarga, kecuali Kirana.

********

Lamunan Kirana buyar, rungunya mendengar percakapan dari salah satu kamar kos yang kosong.

"Siapa yang ada disana ?, seingatku kamar itu kosong," gumam Kirana sambil berjalan mendekat.

Degup jantung Kirana berdebar kencang, semakin ia mendekat, semakin jelas suara itu terdengar.

"Aku sudah bilang, kamu jangan gegabah, sekali saja kita salah melangkah, kita gak dapet apa-apa."

Kirana tak dapat melihat siapa yang berbicara di dalam sana, karena pandangannya terhalang tirai yang menutup jendela.

"Siapa orang itu ?, mengapa ia sepertinya sangat marah ?, ada apa ini ?."

Belum lagi usai kebingungannya, tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya. Ia berusaha meronta, tapi tangannya kalah kuat dengan tenaga orang yang membekapnya.
Perlahan pandangannya kabur, sebelum akhirnya ia terbaring tak sadarkan diri.

********

Kirana membuka matanya, saat tubuhnya merasakan hawa dingin menerpa wajahnya.
Kirana memegangi kepalanya yang terasa berat.

"akh..., kepalaku sakit sekali. Kenapa aku ada disini ?," gumanya sambil memegangi kepalanya.

Kirana bangkit dengan sedikit terhuyung. Udara malam dengan wangi aroma bunga kemuning, membuatnya bergegas melangkah meninggalkan kursi taman. Kirana tidak tau, saat ia melangkah ada sepasang mata yang sedang mengawasinya di kejauhan.

********

kreekkk, suara ranting yang terpijak kaki, membuat Kirana mempercepat langkahnya. Dibukanya pintu kamar, dan cepat-cepat dikuncinya.

"Ya Allah, lindungi aku ya Allah!, aku takut sekali."

Saat ia sedang dalam ketakutan yang teramat sangat, tiba-tiba gawainya berdering. Sebuah nomer tak bernama memanggilnya. Dengan ragu-ragu, Kirana menjawab panggilan itu.

"Hallo...hallo..siapa ini."

Suara diujung sana, tak menjawab pertanyaannya.

"Hallo...siapa ini ?."

tut...tut...tutt, suara telpon terputus.

Jantung Kirana berdetak semakin keras, tangannya basah oleh keringat. Saat itulah...ting, gawainya menyala, sebuah pesan tanpa nama muncul di gawainya..

[Jika kamu ingin selamat, jangan terlalu banyak ingin tau nona !! ]

Kirana mencoba mengatur nafasnya. Belum lagi ia dapat menenangkan hatinya, tiba-tiba...

brakk, sebuah hantaman keras menghantam pintu kamarnya.

*******

Dengan rasa takut yang teramat dalam, Kirana mencoba menghubungi Bram.

"Hallo ..." terdengar suara Bram diujung sana.
"Mas Bram !, mas ! to..to..tolong aku.. !, aku takut mas !."
"Ada apa Kirana ?, kamu kenapa ?."
"Ada orang yang mengancam aku mas !, aku takut mas..huhuhu."
"Kamu tenang Kirana !, kunci pintu dan jangan dibuka, sebelum mas dateng."
"Iya mas, mas jangan lama-lama ..huhuhu, aku takut mas."

Kirana menutup gawainya, dan bersembunyi disudut kamar. Mulutnya komat kamit membaca doa sambil terisak. Tubuhnya basah oleh keringat.

******

Suara sepeda motor yang terhenti, memaksa Kirana bangkit dari tempatnya bersembunyi. Dengan sedikit keberanian yang tersisa, Kirana mencoba mengintip dari balik gorden, dilihatnya Bram turun dari motor, dan berjalan ke arah kamarnya.
Kirana membuka pintu kamar, dan menghambur memeluk tubuh kekar Bram.

"Tenang sayang, kamu aman sekarang."
"Aku takut mas..huhuhu."

Bram memeluk erat tubuh Kirana dan berusaha menenangkannya. Dibimbingnya masuk tubuh Kirana yang letih dan ketakutan.

Malam sudah hampir mendekati pagi, saat mata Kirana akhirnya dapat terpejam. Tubuhnya yang letih akhirnya dapat beristirahat, setelah Bram meyakinkan, bahwa ia akan tetap ada disampingnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 12 lainnya memberi reputasi
Akhirnya update.... lanjutkan gan
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan

baru

tandain, nunggu tamat daripada kentang
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Gregetan nunggu lanjutannya
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Part - 9

Bram sudah meninggalkan tempat kos Kirana, saat Kirana membuka matanya.

"Mas Bram sudah pergi, koq gak bangunin aku ya," gumam Kirana.

Kirana berjalan keluar kamar, suasana diluar masih terlihat gelap dan sepi, hanya sayup-sayup terdengar suara orang mengaji dari masjid di depan gang. Kirana membuka keran dan mulai berwudhu.

Saat ia tengah membasuh kakinya, tiba-tiba ekor matanya menangkap sekelebat bayangan di kejauhan. Kirana memalingkan wajahnya, tapi netranya tak dapat melihat apapun di kegelapan.

"Ah..mungkin cuma perasaan aku aja," gumam Kirana

Kirana berjalan masuk ke kamar kosnya. Sesaat kemudian terlihat ia sudah khusuk dalam shalatnya.

********

Bram memarkir motornya di pelataran sebuah rumah. Terlihat ia mengetuk pintu, dan dari dalam seorang wanita muda membukakan pintu sambil tersenyum manis.

"Mas..koq lama banget."
"Iya, aku nunggu Kirana tidur dulu."

Lalu keduanya terlibat dalam percakapan panjang, hingga akhirnya..

"Mas pamit dulu ya, gak enak kalau dilihat orang, nanti dikiranya kita ngapa-ngapain lagi."
"Gak ngopi dulu mas ?."
"Gak usah, aku udah telat, nanti aku ngopi di kantor aja."
"Mas Bram lembur ?, inikan hari Minggu."
"Iya..kerjaanku lagi banyak, jadi aku harus lembur," ujar Bram sambil menstater motornya.
"Yaudah aku pergi dulu ya."

Sesaat kemudian tubuh tegapnya sudah tidak terlihat lagi.

******

Kirana merapikan buku-buku milik Tita yang tertinggal saat ia meninggalkan kosan. Kirana sudah mencoba menelpon Tita, tapi sepertinya nomer Tita sedang tidak aktif.

"Ah berantakan sekali buku-buku ini, Tita jorok banget," gumam Kirana.

Saat ia mengangkat sebuah buku tiba-tiba..triingg, sebuah benda terjatuh.

"Apa ini ?," gumam Kirana sambil memperhatikan benda yang terjatuh tadi.
"Tuspin emas !. Aku sepertinya kenal Tuspin ini punya siapa," Tita memperhatikan tuspin emas ditangannya.
"Oh..aku ingat, inikan tuspin milik bu Asih. Bu Asih suka banget pake Tuspin ini, karena katanya pemberian seseorang yang dia cintai. Tapi kenapa ada di buku milik Tita ya ?."

Kirana mengernyitkan dahinya..

"Ah..biar aku simpan saja, nanti kalau ketemu Tita, aku tanya dia."

********

Kirana meregangkan kedua tangannya, sambil menarik nafas dalam-dalam.

"Ah..seger banget udara pagi ini," ujarnya sambil menarik dalam-dalam

Saat ia tengah menatap kuntum bunga mawar yang sedang mekar, suara seseorang mengejutkannya.

"Mawarnya sudah mulai mekar, sayang mbak Asih gak bisa melihatnya, padahal dulu ia yang rajin menanamnya."

Kirana menoleh, dilihatnya mas Jarot sudah berdiri dibelakangnya.

"Eh mas Jarot, kapan datang mas ?."

Yang ditanya tak menjawab, wajahnya terlihat begitu misterius. Ia hanya menatap kearah Kirana, lalu pergi begitu saja. Sepatu boot kulitnya berderak-derak di aspal jalan setapak taman, meninggalkan Kirana yang berdiri mematung.

"Orang aneh !, aku nanya malah ditinggal pergi, dasar si*t*ng !," umpat Kirana.

*******

Mang Dadang mengangkut sampah dedaunan dan membuangnya kedalam drum. Biasanya mang dadang akan membakar sampah-sampah itu disore atau malam hari.

"Pagi mang Dadang."

Mang Dadang menoleh sambil tersenyum.

"Eh mbak Kirana, pagi juga mbak. Nyenyak tidurnya semalam mbak ?," ujarnya seperti menyelidik.

Kirana menatap mang Dadang, sambil tersenyum.

"Nyenyak mang, mungkin karena aku capek kali," ujar Kirana, berusaha menyembunyikan kejadian yang sebenarnya.
"Syukurlah. Maaf mbak saya mau pulang ke rumah dulu, sepertinya istri saya memanggil," ujarnya sambil melangkah menjauh.

Kirana menatap punggung mang Dadang, yang berjalan tergesa-gesa.

"Ada apa dengan mang Dadang ?, aku gak dengar suara istrinya manggil. Kenapa mang Dadang bilang dipanggil istrinya ya ?, aneh !!."

Kirana berbalik kembali kearah kamarnya. Pagi ini ia merasa semua orang terlihat sangat aneh hingga membuatnya kepalanya dipenuhi tanda tanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lanjut gan setia menunggu...😂😂
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lanjuuuuut 😃😃😃
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
emoticon-cystgemoticon-Traveller belum lanjut ya, emoticon-Ngacir2
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
Duh nungguin blm update nih 😁
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi

Part - 10

Mohon maaf gan dan sista lama menunggu update..🙏, kadang gangguan datang menyapa hingga tak sempat goreskan pena. Kita lanjut menguak misterinya ya...🤗

*********

Kirana memandang tuspin emas yang ditemukan dalam salah satu buku milik Tita. Benaknya dipenuhi tanda tanya, mengapa tuspin kesayangan bu Asih bisa ada ditangan Tita.

Brem...bremm...brem

Suara sepeda motor yang distater sedikit keras membuyarkan lamunan Kirana. Dengan cepat dibukanya pintu, karena Kirana mengira itu adalah suara motor Bram.
Seorang laki-laki berperawakan tinggi tegap, berkacamata hitam dan berjaket kulit turun dari motornya.

"Selamat siang mbak !, kenalkan aku Roy," ujarnya sambil menyodorkan tangannya ke arah Kirana.

Kirana ragu untuk menyambut uluran tangan Roy, sampai akhirnya Roy menyatakan bahwa ia adalah pacar dari Tita.
Kirana menjabat tangan Roy, sambil menyebutkan namanya.

"Oh..ini mbak Kirana. Tita sering menyebut nama mbak. Senang berkenalan dengan mbak Kirana."
"Panggil Kirana saja mas."

*******

Kirana terlibat dalam pembicaraan serius dengan Roy. Sesekali terlihat Roy menarik nafasnya.

"Begitulah ceritanya Na. Aku gak tau apa yang membuat Tita memutuskan hubungan kami. Mungkin karena hubungan kami terhalang oleh jarak. Ya..namanya juga kuli Na, mau tidak mau, suka tidak suka, ya.. harus manut pada perintah atasan."

Kirana menganggukan kepalanya.

"Kalau boleh tau, Tita sekarang tinggal dimana ?, dan siapa laki-laki yang sedang dekat dengannya ?."
"Aku juga gak tau mas Roy, dimana Tita sekarang. Kemarin dia bilang akan tinggal sama bibinya. Aku coba hubungi hpnya juga gak aktif. Kalau yang lagi dekat, aku juga gak faham ya, karena Tita gak terbuka sama aku. Yang aku tau ya pacarnya Tita mas Roy."

Roy menghela nafasnya, pandangannya menatap jauh ke rerumpunan pohon akasia.

duarr..duarrr, suara petir terdengar sangat keras, membuat Kirana tanpa sengaja memeluk tubuh Roy.

Awh....

Desir hangat mengalir di tubuh Kirana saat tangan kokoh Roy mendekapnya.

"Ya Tuhan, mengapa aku begitu nyaman berada dalam dekapnya," batin Kirana.

"Ma...maaf, maaf mas."

Roy hanya tersenyum, saat Kirana melepaskan pelukannya.

*********

Awan hitam bergulung gulung di cakrawala disertai gemuruh petir yang sahut menyahut. Sesaat kemudian hujan seperti dicurahkan dari langit, turun dengan derasnya.

"Na, boleh aku bermalam disini. Maksud aku, disalah satu kamar kosong yang ada disini, karena sepertinya aku gak mungkin pulang malam ini.

*********

Kirana menghidupkan gawainya dan menghubungi seseorang.

"Hallo mang Dadang, maaf Na ganggu istirahat mamang."
"[ Iya mbak Kirana, ada yang bisa mamang bantu ?]."
"Anu mang, ini sahabat saya, pacarnya mbak Tita kehujanan, mau ijin bermalam di kamar yang kosong. Bisa minta kuncinya mang ?."
"[ Oh bisa..bisa mbak, nanti mamang antar kesana]."
"Terimakasih ya mang, Na tunggu."
"[Iya mbak]."

********

Dengan sedikit berlari mang Dadang, menghampiri Kirana.

"Ini kuncinya mbak."
"Terimakasih ya mang. Oh iya, perkenalkan ini mas Roy, pacarnya Tita. Mas Roy, ini mang Dadang yang jaga kos-kosan di sini.

Roy menjabat tangan mang Dadang, namun mang Dadang tak menyambut tangan itu, pandangan matanya menyiratkan ke tidak sukaan atas kehadiran Roy.

********

Roy berjalan membuntuti langkah Kirana yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.

Kreekkk, suara derit terdengar saat tangan Kirana membuka daun pintu.

uhuk...uhukkk, Kira menutup hidungnya menahan debu yang mencoba masuk menerobos hidungnya
Dinyalakan lampu kamar, dalam sekejap ruangan yang tadinya gelap menjadi terang benderang.

"Siapa yang tidur disini Na ?."
"Gak ada mas. Kamar ini gak ada yang isi, kosong."
"Tapi koq ada rokok tergeletak disini ya," ujar Roy, sambil menunjuk sebuah bungkusan rokok.

*******

Netra Kirana mengikuti arah telunjuk Roy, dalam hatinya berkecamuk tanya, siapa gerangan yang tidur di kamar kosong ini.

"Kenapa Na ?."
"Gak...gak apa-apa mas. Aku hanya sedikit bingung."

Roy manggut manggut sambil mencoba tersenyum.

"Mungkin mang Dadang Na. Kata kamu yang ngebersihin kos-kosan ini kan mang Dadang. Mungkin saat ngebersihin ruangan ini rokoknya tertinggal."
"Iya mas. Kalau gitu aku balik ke kamar dulu ya mas."
"Iya Na. Terimakasih ya."

Roy mengantarkan Kirana hingga ke kamarnya, dan tanpa disadarinya sepasang mata sedang mengawasinya. Menatapnya dari kejauhan, diantara derasnya hujan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agusmulyanti
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Tq gan updatenya, ditunggu lanjutannya... penasaran krn banyak yg mengintip kirana..😂😂
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Msh pnh misteri.....
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Akhirnya update....
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
Lanjuuut teruuusss 😄
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan indrag057 memberi reputasi
Yuk lanjut yuk
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan indrag057 memberi reputasi
lanjut gan
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan indrag057 memberi reputasi
lanjutt
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan indrag057 memberi reputasi
Ninggalin jejak. Indeks please
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan indrag057 memberi reputasi
Ternyata panjang, ga jadi deh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusmulyanti dan 2 lainnya memberi reputasi

Part - 11

Malam sudah semakin larut, tapi Roy belum juga dapat memincingkan matanya. Diraihnya rokok yang ada diatas nakas, diperhatikan dengan seksama.

"Kirana bilang kamar ini kosong, tapi kenapa ada rokok disini ya ?, siapa sebenarnya pemilik rokok ini ?."

Saat Roy berada dalam kebingungan, tiba-tiba netranya menangkap sekelebat bayangan berjalan dalam hujan. Ditengah derasnya hujan dan petir yang bersahutan, sesosok tubuh yang tertutup mantel tak begitu jelas terlihat.
Roy melirik jam yang ada dipergelangan tangannya.

"Jam setengah dua, siapa yang nekat keluyuran di cuaca kayak gini ?, jangan-jangan pencuri," gumam Roy.

krekkk, Roy membuka dan menutup pintu kamarnya perlahan. Belum lagi pintu kamarnya tertutup sempurna tiba-tiba..

Akhh !!....siapa kamu ?, pergi !! pergi !!...pranggg. Tolong !!...tolonggg !!

Jerit suara perempuan disertai bunyi suara benda yang pecah, memecah keheningan pagi. Pandangan Roy, langsung tertuju ke arah kamar kos Kirana.

"Kirana !!," Roy berteriak sambil berlari kearah kamar Kirana. Jarak antara kamar yang ditempati Roy dan Kirana terhalang oleh sebuah taman dan gazebo, sehingga membuat tubuh Roy basah terkena hujan

*******
Roy tiba di depan kamar Kirana, dilihatnya pintu kamar Kirana sudah terbuka lebar, sementara didalam kamar gelap gulita.

"Kirana !!..Kirana !!."

Roy menyalakan gawainya, mencoba mencari stop kontak.

tak.., seketika ruangan menjadi terang benderang. Pecahan kaca terlihat berserakan di lantai.

"Kirana !!, kamu dimana Kirana ?, Kirana !!," teriak Roy
"Roy ! Roy !,...aku disini Roy...huhuhu...huhuhu."

Roy menghampiri arah suara Kirana. Dilihatnya gadis itu sedang jongkok di sudut kamar, tubuhnya bergetar hebat, wajahnya terlihat sangat pucat.

"Kirana !!, kamu gak apa-apa ?."

Roy menghampiri tubuh Kirana yang ketakutan dan mencoba menenangkannya.

"Ya Allah, ada apa Kirana ?. Siapa yang mencoba menyakiti kamu ?."

Kirana menggeleng. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya tumpah di dada Roy, saat tubuh pemuda itu mendekapnya. Roy mencoba menenangkan Kirana, diusapnya rambut Kirana, lalu dengan sigap dibopongnya tubuh mungil Kirana ke kursi yang ada di dekat televisi.

******

Tubuh Kirana sudah mulai tenang setelah Roy memberinya minum. Meski masih lemas tubuh Kirana sudah tak lagi bergetar ketakutan.

"Na, kalau kamu sudah tenang, coba ceritakan ke aku !, apa yang sudah terjadi ?."

Kirana diam dan mengatur nafasnya, lalu perlahan mulai menceritakan kejadian yang telah menimpanya.

"Siapa sebenarnya orang itu Na ?."
"Aku gak tau Roy, karena dia mematikan lampu. Aku gak bisa melihat wajahnya dengan jelas, udah gitu dia juga pake penutup wajah. Saat aku menjerit, dan kamu teriak manggil aku, dia langsung panik, dan menabrak sesuatu, rupanya gelas kesayangan aku yang dia pecahin."

Roy diam mendengarkan setiap kata yang meluncur dari bibir Kirana.

"Kamu punya masalah dengan seseorang Na ?."
"Seinget aku sih, aku gak pernah punya masalah dengan orang Roy, karena emang aku tuh gak suka kumpul-kumpul. Kalau pulang kerja, ya aku langsung pulang, gak pernah keluyuran kemana-mana. Paling makan dengan Bram, itupun kalau dia jemput."

Roy mendengarkan cerita Kirana dengan seksama. Dipandangi wajah Kirana lekat-lekat.

"Dengar Na !, kamu harus segera pergi dari sini, aku mohon. Tempat ini sudah gak aman buat kamu. Coba kalau tadi aku pulang, apa yang akan terjadi sama kamu ?. Ya Allah, ngebayanginnya aja aku takut Na."

Kirana diam, wajahnya memandang keluar ke arah rumah megah bu Asih.

"Aku belum bisa pergi sekarang Roy."
"Tapi kenapa Na ?, apa yang bikin kamu, gak mau pergi ?."
"Bu Asih, beberapa kali beliau mendatangiku."
"Bu Asih ?, bukankah kamu bilang bu Asih sudah meninggal Na ?."

Kirana menganggukan kepalanya, lalu bangkit dari duduknya. Husss dihembuskan nafasnya, sambil membuka daun jendela. Dia tak langsung bercerita, tangan mungilnya meraih gelas yang ada didekat Roy, dan meneguk air yang ada didalamnya hingga tak bersisa.
Perlahan dan nyaris tak terdengar karena derasnya hujan, ia mulai bercerita.

*********

"Aku datang ke tempat ini, saat aku diterima bekerja. Temanku yang merekomendasikannya. Bu Asih pemilik kos-kosan ini sangat menyayangi aku. Beliau menganggap aku seperti anaknya sendiri. Beliau sangat percaya padaku dan sering menyuruhku melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan harta kekayaannya, sehingga aku tau pasti seberapa besar harta yang dimiliki bu Asih. Aku tak pernah meminta upah untuk yang kulakukan, dan akupun tetap membayar sewa kos, meski bu Asih melarang. Beliau orang yang sangat baik Roy," ujar Kirana sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Saat Kirana tengah bercerita, terdengar suara adzan di mushala, yang tak jauh dari rumah bu Asih. Kirana mengakhiri ceritanya dan mengajak Roy untuk shalat berjamaah. Dalam hitungan menit, terlihat mereka sudah khusuk dalam shalatnya. Suara Roy yang melafalkan ayat-ayat suci, terdengar jelas diantara derasnya hujan. Suasana subuh itu terasa damai dan mengharukan buat Kirana. Tanpa sadar ia membandingkan Roy dengan kekasih hatinya Bram.

"Ah..andai Bram bisa menjadi imam seperti Roy."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 3 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di