KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Warisan Cenayang Season 2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dcd54dcf0bdb23bf3691bda/warisan-cenayang-season-2

Warisan Cenayang Season 2

Warisan Cenayang Season 2

Petani Gaib di Coban Rondo


Kisah ini adalah kisah yang terselip dan terlewatkan di season 1, sehingga aku ceitakan di season 2 saja.
***

Usiaku kala itu masih remaja, kira - kira 16 tahun. Aku duduk di bangku SMA. Kebetulan ekstrakulikuler teater tengah mengadakan workshop seni peran yang terbuka untuk seluruh siswa di sekolahku. Acara tersebut dilaksanakan di Coban Rondo Malang.

Aku memutuskan untuk ikut saja, karena tampaknya acara ini akan sangat seru. Disana kita akan menginap selama tiga hari dua malam. Malam pertama kita menginap di tenda yang dibangun di atas rumput hijau area bumi perkemahan Coban Rondo. Beranggotakan 30-an orang lebih, kita tidur dalam satu tenda besar dengan penerangan lampu yang cukup. 

Pukul 11 malam, kami dibangunkan oleh suara lelaki yang membuat para peserta workshop terkesiap kaget hingga membuka mata. Ternyata suara itu adalah suara guru kami yang memerintahkan kami melakukan penjelajahan malam menyusuri area Coban. Coban adalah air terjun dalam bahasa Jawa.

Aturan pertama kita dibagi menjadi berkelompok yang masing - masing regu berisikan 8 orang. Kita harus jalan tanpa alas kaki, dengan jarak 2 meter antar anggota kelompok. Pembawa lampu senter haruslah orang yang berada di barisan paling belakang dan depan saja, sedangkan yang di tengah tidak membawa penerangan apapun. Posisiku ada di tengah. Sempat tersisip rasa sesal di hatiku, kenapa ikut acara beginian dengan aturan yang absurd, tanpa tau tujuan yang jelas dari kegiatan ini.

Hujan rintik - rintik turun di tengah malam, membuat jalan aspal yang menanjak menuju arah air terjun digenangi air hujan. Kakiku yang tak memakai alas ini sesekali menginjak kerikil - kerikil tajam dan genangan air kotor, membuat rasa sakit ikut terasa sehingga diriku lebih waspada. Tak ada penerangan lampu disini, suasana amat gelap di tengah hutan rimba yang banyak sekali ditumbuhi pohon - pohon besar disisi kanan dan kiri. Tak bisa kupungkiri ada rasa jika banyak yang memperhatikan kami dari atas bukit di sekeliling regu kami berjalan. Namun aku sengaja untuk tidak menoleh maupun memfokuskan pandanganku pada mereka. 

Hal ini wajar, jam sudah menunjukkan angka 12 dan kita memasuki wilayah aktifitas 'mereka'. Pak guru di tempat pemberangkatan tadi melarang semua murid untuk mengarahkan sorot lampu senter ke atas. Aku paham namun hanya diam. Tujuannya pasti agar tidak mengganggu para penghuni hutan dan makhluk yang menjadikan pohon - pohon itu sebagai singgasananya.

Salah satu dari anggota reguku sedang datang bulan. Bau darahnya memancing bangsa 'mereka' untuk memperhatikan gerak - geriknya. Benar saja, di post terakhir sebelum sampai ke Coban kita berkumpul dan dia bercerita bahwa seperti ada orang di belakangnya padahal dia adalah orang di barisan terakhir dan jarak antara regu satu dengan regu lainnya sekitar 1 km. Jadi tidak mungkin ada manusia yang ikut berjalan di belakangnya. Aku yang mendengar itu, tak mau memperkeruh suasana. 

Selesai acara yang digelar di dekat air terjun, kita pulang bersama - sama menuju ke tenda tanpa aturan seperti yang tadi. Kita berjalan bebas sambil ngobrol. Tak kusangka, di suasana remang - remang hutan pujon ini, ada makhluk sangat besar. Mungkin ukurannya dua puluh kali lipat ukuran manusia, dia bak raksasa, tingginya hampir menyamai pohon berusia ratusan tahun yang tumbuh di hutan ini, dia memakai topi caping dengan celana pendek dan berkaus seperti petani di dunia manusia. Dia tengah merawat ladangnya (secara gaib) yang secara mata telanjang hanya tampak seperti bukit yang tinggi. Aku terkejut, begitu pun dengan dia. Petani gaib itu melihat ke arah kami yang berjumlah puluhan orang, dia pun berubah menjadi wujud transparan lalu menghilang.

Bersambung
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Polling
9 Suara
Mau dibikin kayak apa thread cenayang ini? 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mata.Elang084 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adnanami
Halaman 1 dari 3
reserved gaes
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
lanjutannya yang kemarin di thread baru ini ya
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
ayooo lanjut lagi gan..
profile-picture
adnanami memberi reputasi
lanjut terus, Sist
profile-picture
adnanami memberi reputasi
Quote:


Quote:


siap
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Akhirn nya muncul juga.
Kemarin kepikiran mau kirim direct email. Menayakan knp gk update lagi

Tetap semangat, kakak 👍🏼
Quote:


wkwkwk tengkyu bos
ninggalin jejak dulu
Quote:


silahkan
kenapa ya mereka tertarik dengan perempuan yang sedang haid?
Quote:


entahlah, mungkin krn itu kotor dan biasanya kan mereka makan yang kotor kotor

Senja di Rel Stasiun Kereta

Quote:


Episode selanjutnya
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh adnanami
Quote:


Quote:


Kok ngg dijadiin satu sama yg kemarin sis, biasanya lanjutan di advanceemoticon-Sorry
profile-picture
bekticahyopurno memberi reputasi
Quote:


di advance maksudnya gmn bun?
lanjut sist
profile-picture
adnanami memberi reputasi
lanjut, bacanya enak nggk muter" emoticon-Cendol Gan
profile-picture
adnanami memberi reputasi
Quote:


Quote:


siap gaes!
profile-picture
bekticahyopurno memberi reputasi

Kampung Gaib yang Menyesatkan Mata Manusia

Quote:

Episode selanjutnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adnanami
Lihat 1 balasan
Wah angkat petani juga, tema yang unik, keren deh. Mantap sis
Quote:


wkwkwk ini petani bukan petani emoticon-Ngakak (S)
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di