CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Cerita Pejalan Domestik /
LAWANG SEWU MEMANG SERU!! *Horrorfull Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ac08359e74043e768b456a/lawang-sewu-memang-seru-horrorfull-indonesia

LAWANG SEWU MEMANG SERU!! *Horrorfull Indonesia

Welcome to My Threadise *where the skies are blueemoticon-Traveller


LAWANG SEWU MEMANG SERU!! *Horrorfull Indonesia


Jangan ngaku pernah ke Semarang gan, kalo belum ke landmark-nya yang satu ini: Lawang Sewu! Gedung bersejarah ini disebut warga Lawang Sewu (Seribu Pintu, bahasa Jawa) karena konon jumlah pintunya berjumlah 1.000 menurut hasil quickcount. Jadi ceritanya gini gan, Gedung Lawang Sewu ini dibangun demi tidak mau kalah sama Jeng Retno tetangga sebelah. Soalnya Jeng Retno ini baru aja beli kulkas 2 pintu. emoticon-Bingung (S)

Sabar, sabar gan... Jangan esmoni dulu... Ini ane jelaskan yah, jadi gedungnya itu dibangun... bleh, bleh, bleh... terus kemudian... bleh, bleh, bleh... Ah, daripada banyak ngetik bikin keriting jari, liat aja keterangan berikut ini gan, emoticon-Blue Guy Peace


Spoiler for Keterangan Sejarah Lawang Sewu:


Nah, agan yang tertarik backpacker kemari gampang kok dicari lokasinya. Tepat di seberang Tugu Muda. So, jangan kelamaan datangnya ya gan, ntar Tugunya keburu Tua. emoticon-Hammer (S) Nih penampakannya...

Spoiler for Mudanya Tugu:


Oke, udah ketemu? Jangan tanya ya Tugu Muda itu simbol apa... Sudah, sudah gak usah terlalu dipikirkan. Ntar para maho yang seneng... emoticon-Najis (S) Sekarang kita konsen ke bahasan utama kembali: Lawang Sewu. Ane tanya dulu nih, dijawab jujur ya gan... Kalo mendengar tentang Lawang Sewu apa yang pertama kali agan pikirkan? Angker? Hantu? Penampakan? Penjara Bawah Tanah? Penyiksaan? Sejarah Kelam? (Kalau Sejarah Lawang Sewu agan sebut kelam, lalu sejarah cinta agan itu mau disebut apa?) emoticon-Shutup (S)

Benarkah itu yang agan-agan semua pikirkan tentang Lawang Sewu? Tak usah berlama-lama, mari kita buktikan! Tarik nafas yang dalam... persiapkan diri kalian gan, mari kita masuki Gedung Lawang Sewu bareng-bareng...

Spoiler for Jangan Pake Calo:


Agan jangan senang dulu ngeliat harga ticketnya murah... Coba analisa baik-baik keterangan di atas. Pertama, soal jam buka. Sampai jam 9 malam gan! emoticon-Takut (S) Menurut kabar anak-anak muda di Semarang sengaja berkunjung pada malam hari sebagai ajang uji nyali! Ane curiga hal itu dijadikan syarat supaya bisa bergabung di fans clubnya JKT 48 gan! Kemudian yang kedua, kategori umur gan. Yang dimaksud anak adalah yang berusia antara 3 - 12 tahun. Berarti 13 tahun ke atas dianggap dewasa gan, hmmm... mencurigakan (apanya?). Jangan-jangan anak-anak sekarang memang dewasa sejak dini gan. Glek! emoticon-Cape d... (S)

Spoiler for Biar gak nyasar:


Tenang gan, jangan parno dulu, begitu masuk kita langsung akan ditemani oleh seorang guide. Biasanya 1 orang guide bertugas mendampingi untuk 1 rombongan, meskipun rombongan itu hanya terdiri dari 2 orang (ehm, IYKWIM). emoticon-Malu (S) Jasa guide ini harus kita bayar tersendiri di luar harga ticket ya gan. Tapi sepadan kok gan, para guide ini benar-benar memahami sejarah dan segala tetek bengek (bengeknya nih yang bikin gak enak) soal Gedung Lawang Sewu. Dan yang paling kece, mereka terampil menggunakan kamera ditambah skill mengambil sudut-sudut yang bagus untuk memotret kita gan. Ane curiga mereka ini sebenarnya fotografer profesional yang bekerja sambilan sebagai seorang guide. Hasil fotonya keren-keren sumpah. Ini salah satu hasilnya,

Spoiler for Keren kan...:


Gimana keren ya gan? Kalo foto gini aja mah cemen... Nih, ane buktikan hasil foto ane ya, masa sih kalah sama seorang guide. Gini-gini ane pernah memperoleh predikat Juara Harapan 1 pada Kontes Foto Amatir dari 4 peserta! emoticon-Hammer (S) Biar gak mainstream ane ambil fotonya dari atas, mau lompat dulu, hupp!!

Spoiler for Dari atas:


Tak usah terlalu banyak memuji gan, biasa aja lah. Cukup dulu foto-fotonya kita lanjut menjelajahi Gedung Lawang Sewu ya gan. Memasuki Gedung A ane diberitahu oleh si guide yang tak ingin disebutkan namanya (bilang aja lupa), emoticon-Cape d... (S) bahwa Gedung Lawang Sewu ini pernah dijadikan lokasi shooting film lokal yang fenomenal. Gak heran sih gan, dengan nuansa mistisnya, Gedung ini pasti sering dijadikan lokasi shooting film horror kan... tapi memangnya ada, film horror lokal yang fenomenal? Ternyata ane salah, film fenomenal yang dimaksud adalah... eng-ing-eng... Ayat-ayat Cinta! emoticon-Confused Apaaaa???!!!! Sama gan, ane juga kaget dan hampir tak percaya. Rupanya untuk menghemat budget, ruangan di dalam Gedung Lawang Sewu disulap jadi Gedung Rumah Sakit di Kairo tempat merawat Maria yang sakit. emoticon-Big Grin

Spoiler for Transformasi:


Gimana gan, fotonya udah mirip sama di filmnya belum? Aneh juga ya, Gedung yang diidentikkan dengan angker, tapi bisa digunakan untuk film seromantis Ayat-ayat Cinta. Perpaduan yang ajaib sob. emoticon-Amazed Mungkin kira-kira gambaran perpaduannya tepat seperti berikut ini gan,

Spoiler for Perpaduan Horror v Romantis:


Gagal fokus-gagal fokus dah! emoticon-Wowcantik Sejauh ini menurut ane Gedung A ini paling keren dibanding Gedung yang lain gan. Ya iya lah, secara Gedung yang laen kan belum dikunjungi (golok, mana golok). emoticon-Wink Tapi beneran kok gan, di Gedung utama ini ada kaca patri keren, yang bisa bikin kita berasa di Eropa gitu gan..

Spoiler for Kaca Patri:


Saking kerennya, sampai-sampai ada pasangan yang melakukan sesi pemotretan prewedding-nya di sini gan! Tapi ane yakin, mereka gak bakalan bernyali untuk melangsungkan resepsinya di sini, lebih-lebih sampai honey moon di Lawang Sewu. emoticon-Takut (S) Hiiii, sebentar-sebentar, kenapa jadi merinding disko gini yah... Nah, berhubung diantara semua fotografer se-Indonesia Raya ane yang paling jago, jadi ane ditugasi memotret para fotografer yang lain. Padahal alasan sebenarnya karena wajah ane sangat mengganggu, hiks.. emoticon-Frown

Spoiler for Bunciiissss....:


Tunggu dulu. Kok malah acara nikahan segala dibawa-bawa? Bukannya dari tadi kita sama-sama menanti hal-hal mistis yang seharusnya terjadi di sini? Oke-oke, berhubung sampai di Gedung A ini kita belum melihat penampakan apa-apa, mari kita lanjut ke Gedung B aja ya gan, gimana? emoticon-Nohope

Spoiler for Pohon apakah ini?:


Menuju Gedung B kita akan melewati 1 pohon besar yang berada di halaman tengah. Masih siang aja udah keluar aura angker gan. emoticon-Takut (S) Kalo gak salah nih ya, ini namanya pohon tomat gan (kalau salah tolong diralat ya gan). Pohon ini seolah-olah raksasa yang lagi main petak umpet di dalam kawasan Lawang Sewu. Seperti gerbang ke dunia lain kalau kita melaluinya. Hadewww, jadi merinding lagi kan... Langsung aja ah ke Gedung B,

Spoiler for Cetak Biru:


Ini nih blueprint-nya Gedung B. Soalnya tintanya warna biru, coba kalau hijau, jadinya greenprint. emoticon-Hammer (S) Gedung ini semula berfungsi sebagai tempat administrasi perkantoran. Makanya dibuat banyak sekali pintu yang saling terhubung ke tiap-tiap ruangan untuk kepentingan efisiensi kerja. Juga, sistem irigasi di bawah tanah gedung dan loteng di atap gedung didesain sedemikian rupa agar berfungsi sebagai Air Conditioner (AC) raksasa. Awesome! emoticon-Cool (AC artinya Tarif Biasa!)

Pertama-tama ini ane kasih foto desain ruangannya,


Spoiler for Tolong diperhatiken:


Perhatikan dengan seksama ruangannya ya gan, bukan yang lainnya (wooii matanya kemana itu!). emoticon-Genit Di sini kita seolah-olah terjebak dalam dunia cermin dimana kita melihat ke depan maupun ke belakang seperti pantulan yang memantul dari pantulan yang memantulkan pantulannya pantulan. emoticon-Gila Nih, kalo dari sisi luar gan, begini gan... kendalikan diri ya gan...

Spoiler for Sisi liar:


Nyebut gan, nyebut!!! Buuut...buttt... Jangan kesurupan dulu ah. Belum selesai ini ceritanya, masih panjang gan! Tenangkan diri dulu.. Si guide yang tak ingin disebutkan namanya kemudian mengajak ane ke loteng gan. Buruan gan, ke loteng!!! Masih betah di sini aja agan...emoticon-Stick Out Tongue

Spoiler for Loteng:


Seperti yang sudah ane sebutkan sebelumnya, desain loteng yang merupakan bagian dari mahakarya rekayasa (Inggris: Engineering) pada pendudukan Belanda, sempat dialihfungsikan pada saat penjajahan Jepang. Yakni sebagai pos pengintai sekaligus lokasi sniper. Di sini ane pun ngebayangin jadi seorang Sniper Jepang kemudian coba mengintai dari puluhan jendela yang mengelilingi atap. Dan dari atas sini gan, tampak teramat kecil sekali semut-semut yang ada di tanah gan. Suer deh! Puas di atas ane pun mencoba di bawah... apa sih! emoticon-Malu

Spoiler for Tangga = kesempatan kedua:


Baru ngeliat tangganya aja udah mulai merinding gan! Dari koran yang saya tonton dan TV yang saya baca, ruang bawah tanah Gedung B adalah lokasi yang paling angker dari lokasi-lokasi lain Lawang Sewu. emoticon-Takut (S) Si guide yang tak ingin disebutkan namanya menceritakan bahwa, seperti halnya loteng, ruang bawah tanah pun dialihfungsikan oleh Kolonial Jepang sebagai ruang tahanan yang tak berperikemanusiaan. Geram sekaligus merinding gan waktu diceritain berbagai siksaan yang diterima oleh para tawanan perang pribumi...

Spoiler for Prepare:


Sampai di pintu masuk ruang bawah tanah, ane diberitahu bahwa memasukinya bukanlah bagian dari tour. Jadi kalau mau tetep nekat masuk, kita harus bayar biaya tambahan untuk jasa guide dan sewa senter charger serta sepatu boot. Di situ ane sempat mikir keras mempertimbangkannya matang-matang. Bukan, bukan karena ane takut dengan pengalaman mistis apa yang akan ane jumpai di bawah, tapi... Kalo ane bayar ini ntar malam makan apa, huaaaa..... emoticon-Frown Tapi okelah, demi agan-agan semua yang penasaran, ane rela makan malam pake kuaci. Lets go gan!!

Spoiler for Ampun gan:


Gilak pake K! Siang hari aja di ruang bawah tanah ini gelap total gan, gak kebayang yang nekat uji nyali masuk malam-malam. Gak sia-sia nyewa senter gan. Trus sepatu boot juga untuk melindungi kita dari genangan air yang sampai di atas mata kaki. Baru masuk hawanya udah gak enak nih gan. Tapi sumpah gan, ane gak kentut kok.emoticon-Nohope

Spoiler for Kasihan gan:


Sambil jalan si guide yang tak ingin disebutkan namanya cerita gan. Di sini tempat para tawanan ditahan di penjara jongkok. Serdadu Jepang sengaja menambahkan teralis agar tawanan tidak bisa berdiri. Berjongkok berdesak-desakan, satu lubang persegi empat bisa diisi sampai belasan pribumi, dibiarkan begitu saja sampai mati satu per satu gan. emoticon-Berduka (S) Ngeri! Belum lagi ada juga yang namanya penjara berdiri. Ruangannya lebih sempit lagi gan!!

Spoiler for Tambah lagi:


Busyet!!! Di sini ane hampir teriak gan! Sekilas awalnya seperti siluet orang lagi berdiri eh... Pokoknya adrenalin dibuat balapan aja tuh sama detak jantung. Gak tau deh mana yang menang. Dan begitu jalan terus kemudian mentok di ujung jalur yang berbentuk letter U ini gan, tau gak apa yang paling nambah bikin shock? Rupanya jalannya buntu, dan kita harus kembali melewati rute yang sama untuk naek ke atas. Modiaar! Ini horrornya kaya double combo gitu gan! Boleh nabok guide-nya bolak-balik gak gan? emoticon-Mad (S)

Keluar dari ruang bawah tanah ane gak bisa gambarkan gimana leganya gan. Udah kaya napi yang baru bebas dari penjara berisi penjahat-penjahat eLGeBeTe. Iseng-iseng liatin hasil-hasil foto, siapa tahu ada penampakan yang terekam kamera. Agan liat gak? Coba cari lagi lebih teliti...emoticon-Thinking

Spoiler for Propertinya:


Buat menurunkan ketegangan kita masuk ke Gedung C aja ya gan. Di sini dipamerkan koleksi peralatan-peralatan kereta api yang bersejarah gan. Masih terawat dan oke punya! Panel-panelnya juga boleh dicobain gan. Terus keterangan-keterangan juga lengkap ditempelkan di dindingnya. Tinggal Gedung D aja nih yang belum dikunjungi. Eh... kenapa tiba-tiba kebeles pipit (?) ya gan, bentar yak, cari toilet dulu yak...

Spoiler for Wastafelnya:


Ajegile!! Toiletnya juga toilet bawaan Gedung Lawang Sewu gan, orisinil! Kirain dibuat toilet baru yang modern gitu, ternyata ane salah. Sebenarnya bagus sih gan, ane yakin ini toilet paling keren... pada jamannya. Tapi ya itu, kok berasa serem gini yah... emoticon-Takut (S)

Spoiler for Toiletnya:


Kan beneran serem gan! Lagi asyik-asyik pipis eh... diajak ngobrol sama orang asing gan, eike tuh gak bisa diginiin cyin, hiks.... emoticon-Betty (S)

Spoiler for Jug ijag ijug ijag ijug *ahay ahay:


Ke arah kembali keluar ada bagian kepala kereta api uap sungguhan gan, dipajang begitu aja di atas cor-coran beton. Gak kebayang kan, gimana mindahinnya tuh kereta? emoticon-Hammer (S) Wajar gan, pada masa kemerdekaan, Gedung bersejarah ini memang difungsikan sebagai Kantor PT KAI (Kereta Api Indonesia). Ini tempat favorit selfie nih, sambil acting pura-pura jadi nahkoda (?) atau penumpang yang melambaikan tangan sambil nangis bombay diiringi lagu india sambil joget-joget.... kemudian hujan turun.emoticon-Belo

Spoiler for Sampe malem:


Nih, ane bela-belain gak pulang sampai malam demi mendapat gambar kece Gedung pada malam hari buat agan-agan semua. Coba perhatikan deh, kira-kira ada penampakan gak di situ, iya... di situ tuh... emoticon-Big Grin

LAWANG SEWU MEMANG SERU!! *Horrorfull Indonesia


Oke sekian dulu yang bisa ane bagikan buat agan-agan backpacker. Ditunggu kunjungannya di Semarang, yeayyy!!! emoticon-shakehand Jangan lupa cobain juga kuliner maknyuss-nya: Loen Pia yang legendaris itu. emoticon-thumbsup

Spoiler for Sumur:


Quote:


Quote:
Diubah oleh kessel
Halaman 1 dari 13
jadi inget dulu juga pernah masuk ke situ.
cuma kalo versi agan lebih kocak emoticon-Ngakak (S)
mantap bgt fr nya, jelas wkwwk
Quote:


Padahal udah berusaha maksimal biar sereeem gan emoticon-Frown

Quote:


Agan bisa ajah emoticon-Malu
pengen ke sana gaan emoticon-Frown

ngumpulin duit dulu emoticon-Ngacir
Pejwan memang beda
Quote:

Ditunggu gan emoticon-shakehand
Quote:

Wartawan ya gan? emoticon-Big Grin
Quote:


nunggu waktu kosong juga, soalnya kalo main ke sini kan gak mungkin ngajak anak istri emoticon-Big Grin

mending ngumpulin temen kalo pas kosong, berangkat rame rame pasti lebih greget emoticon-Ngakak (S)

baru sadar, trit sebagus ini kenapa sepi banget emoticon-Bingung (S)
Quote:


Asyik aja ko gan ajak anak istriemoticon-thumbsup , tapi kalo ke bawah tanah mending sendiri aja asoy merindingnya hahaha emoticon-Takut (S)
Gimana caranya ya gan biar rame? emoticon-Big Grin
lawang sewu yang sekarang udah ngga kaya dulu. ane pertama kali kesana tahun 2010 awal kuliah, belom di renov,, masih kentara bgt tua reot kotor dan horornya. skrg dipugar jd gak serem lagi emoticon-Frown pemerintah sengaja pengen ngilangin kesan horornya, dan ngubah jadi kesan cagar budaya.
Quote:

Bener gan bagus banget malah, sampe ada yang prewed segala di situ emoticon-Hammer (S)
Tapi untuk terowongan bawah tanah n loteng tetep serem kok gan emoticon-Takut (S)
Skrng bagus..dlu wah gan miris...dlu bisa masuk ja cm pas event tertentu..
Quote:

Iya gan, bersyukur sudah ada peningkatan. Mulai diperhatikan oleh Pemerintah. Semoga ke depannya bisa dipertahankan dan dikelola secara profesional. emoticon-angel
Quote:


Yang kudu banget sih parkir ya..soalny parkirny susah..di jalan pinggir sungai sblh lawangsewu..blm lg di getok parkiran sm yg jaga...kalo mau bagus lg si di jadikan paketan..jd parkir di museum mandala krida..dapat paket museum sm lawangsewu..kan mayan tu..pulangnya bisa cari cinderamata di pasar bulu emoticon-Toast
Quote:

ide brilian tuh gan! emoticon-thumbsup emoticon-thumbsup
ane yang orang semarang aja belom pernah masuk ke lawang sewu gan wkwk pernah sih mau masuk tapi pada ngacir nyalinya haha mentok nongkrong disekitar kereta doang emoticon-Ngakak
Numpang nenda dulu ah
Baca besok emoticon-Big Grin
Quote:

Iya bener gan, dari trit ane di atas aja udah berasa seremnya gan emoticon-Big Grin
Quote:

gak berani baca malam2 ya gan emoticon-Takut (S)
temen ane banyak tuh gan diisengin di lawang sewu emoticon-Ngakak
Ane dah bolak balik masuk gan, biasa aja klo mistisnya menurut ane (ga [ernah ketemu soalnya), tapi bagus kesan arsitektural jaman kolonialnya.
ane sering lewat tp entah knp gak tertarik masuk ksana wkwkk
Halaman 1 dari 13


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di