alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pembodohan Di Indonesia, KOMUNIS = ATHEIS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d673505a5163047f8b456c/pembodohan-di-indonesia-komunis--atheis

Pembodohan Di Indonesia, KOMUNIS = ATHEIS

Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 11
Fakta sejarah pki telah membantai ulama2 islam,,, fakta lainnya dinegara2 yang berpaham komunis melakukan pembantaian kpd org2 yang tdk sepaham
Intinya komunis tidak boleh hidup diindonesia sampai kapanpun
ane setuju gan sama ente komunis itu ideologi sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan

Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi[1] ataupun penolakan terhadap teisme.[2][3] Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.

pengertiannya saja berbeda jauh, cuman terkadang masyarakat indonesia itu mudah sekali di doktrin pada jaman orba bahwa komunis = atheis.

akhirnya ada yg sepemikiran ama ane, ane bukan pro PKI sumpah dah gan, ane cuma bertanya" dalam fikiran yang selalu terngiang-ngiang, kalo KOMUNIS = ATHEIS lalu bagaimana dengan tiongkok yang notabennya negara komunis, agama di sana kuat banget ane rasa, kepercayaan terhadap tuhan, toleransi beragama yang kuat, ada kota yang maoritasnya muslim loh disana. CMIIWemoticon-Malu
Yah, mau gimana. Pada males belajar, tapi selalu ngerasa bener sendiri.
ane mendingan ga tau gan biar hidup ane tenang emoticon-Cool
lagi mencuat nih isu PKI. emoticon-Belo
Quote:


Setahu saya sih lebih banyak korban PKI ketimbang front2 Islam
maklum gan, masih banyak ampas2 orba dan antek2 kapitalis yang idup
dan masih banyak rakyat kita yang kurang kritis

heran aja ma orang2 yang sekarang ditangkepin gara2 dituduh komunis
gw kuliah di PTN diajarin marxis, feminis dll
napa itu dosen2 gw kaga ditangkepin jg ya?
sekalian mahasiswanya
hahaha
komunis itu di wikipedia lebih ke bidang ekonomi gan
tapi kalo atheis lebih ke soal kepercayaan. emang sih di negara "komunis' itu orang nya banyak yg 'atheis"
entahlah gan, mungkin pemikiran mereka dan ilmu nya masih sempit makanya begitu emoticon-Big Grinemoticon-Ngakak (S)
Yang jadi masalah adalah ajaran KOMUNISME, bukan ATHEIS. Jika anda mau jadi seorang atheis, jika anda mau memakai baju atau pin atheis, silahkan saja, itu urusan anda dengan Tuhan.

Tetapi jika anda memakai kaos dan memakai pin PALU ARIT, maka anda menantang negara ini, urusan anda dengan negara ini, anda ngajak gelut.

Sama saja kalau anda memakai kaos atau segala sesuatu berlambang swastika nazi atau segala hal yg anti yahudi di negri2 barat sana, anda pun akan diperlakukan sama dan ditangkap.

Jadi tidak usah mengatasnamakan kebebasan berekspresi dengan sok sok memakai lambang palu arit, karena itu jelas dilarang di negara kita berdasarkan Tap MPRS Nomor XXV/MPRS Tahun 1966, jd jgn salahkan jika anda ditangkap dan bahkan masyarakat pun akan bertindak cenderung main hakim sendiri pada anda yg memakai lambang2 yg berkaitan dengan komunisme.
bolehlah peristiwa 1965 itu kita anggap permainan politik orde baru, tapi bagaimana tanggapan agan mengenai peristiwa madiun 1948 ?
Quote:



bukan masalah banyak atau dikitnya gan, yang jadi masalah siapa yang buat makar duluan?
Quote:


Sependapat gan emoticon-Salaman
Quote:


Jangankan manusia gan. Hewan pun kalau punya logo palu arit bakal ditangkapin. Ngoahahaha.....

Palu melambangkan buruh
Arit melambangkan petani
Kasihan sekali nasib kalian wahai buruh petani yg ga akan punya tempat di Indonesa...
Entah atheis atau bukan
Yg jelas komunis itu dilarang...
Diubah oleh tiobiennyo
ya begitulah mereka sadar atau tidak sadar,tahu atau pura pura tidak tahu Komunisme selalu di bolak balik.membuat bingung remaja labil hehehe.itu bagus gan tan malaka dan sukarno memang islam tulen tidak ada yg meragukan,tp satu hal Muso dan DN Aidit sudah jauh dr islam walau mereka terbentuk dr keluarga Muslim sooo jd membuat bingung orang sedang mencari jati diri,.. Tan Malaka dan Sukarno bejuang melawan Belanda tp tidak sama dengan Muso dan DN Aidit yg menumpahkan darah saudara sendiri emoticon-Smilie dan mereka selalu bercermin pada tan malaka dan sukarno yg secara garis besar TS melakukan pembohongan publik dngn membuat tameng komunisme dr tan malaka dan sukarno hehehe sukarno itu nasionalis sejati gan bukan komunisme hehehe jd Yg melakukan kudeta madiun itu Muso ya gan bukan Tan malaka dan Yg nyulik jendral itu Atas hasutan DN Aidit ya gan Bukan Tan Malaka hehehe selamat belajar gan
Diubah oleh 69away69
YOGYAKARTA (Arrahmah.com) – Paham komunis kian bercokol di Bumi Pertiwi. Jika dahulu mereka terang-terangan membuat partai (PKI), kini mereka berlihai-lihai memasang kedok agama liberal untuk operasinya.

Berikut ulasan Ustadz Muhammad Thalib mengenai sepak terjang komunis dalam menggunakan kendaraan agama liberal guna memporak-porandakan Indonesia, pada Risalah Mujahidin, Jum’at (3/7/2015). Bismillah.

Pada dekade 80-an terjadi kehebohan di Amerika Serikat. Ketika itu muncul sekte Kristen dengan label Children of God. Sekte ini mempunyai doktrin bahwa setiap orang Kristen adalah anak Tuhan, bukan hanya Yesus saja. Mereka juga menolak otoritas kependetaan yang memberikan sakramen dan doktrin penebusan dosa.

Children of God (COG) sempat berganti nama menjadi Family of Loves (Keluarga Kasih), adalah sebuah gerakan agama sesat yang dimulai pada 1968 di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Gerakan ini adalah bagian dari Jesus Movement (Gerakan Yesus) pada akhir tahun 1960-an. Sebagian besar anggotanya berasal dari gerakan hippie, yaitu salah satu sekte dari banyak sekte pelaku seks bebas dan pengguna narkoba di Amerika dan Eropa.

Pada 1974, sekte ini mulai bereksperimen dengan metode penginjilan yang disebut Menjala dengan Lirikan (Flirty Fishing) dengan mengobral seks untuk menggaet pendukung dan anggota baru. Sebagaimana halnya Syi’ah yang menggunakan mut’ah untuk mencari pengikut. Sekte ini mengembangkan dokktrinnya dengan kebebasan tanpa kendali, termasuk kebebasan seks (kumpul kebo).

Belakangan diketahui bahwa yang membidani sekte Children of God adalah seorang komunis Amerika Serikat bernama David Berg. Sekte Children of God digunakan agar tetap eksis secara terbuka, karena Komunisme dilarang di Amerika. Sekte sesat dan cabul ini pernah muncul di Jakarta dan Bandung pada era 1980-an. Konon masih aktif dan berpindah-pindah tempat sampai sekarang.

Komunis di balik Liberalisme

Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah mengklaim beranggota 15 juta orang, dan pada Pemilu 1955 menjadi partai ke empat di Indonesia, yang berantakan setelah terjadinya gerakan 30 September 1965, tidak ingin terkubur mati begitu saja. Namun peristiwa biadab G30S PKI, mengundang kebencian rakyat Indonesia, maka rezim orde baru pimpinan Jenderal Soeharto membubarkan PKI dan melarang segenap aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia.

Apakah pembubaran dan pelarangan ini, lalu PKI menyatakan takluk? Ternyata tidak. Sekalipun puluhan ribu para pengikut PKI yang dipenjarakan di masa orde baru, tapi anak keturunan mereka tetap mengembangkan jaringan agar tidak terkubur sia-sia di Nusantara ini. Bahkan ada yang tampil terbuka menyatakan, “Saya bangga jadi anak PKI”.

Dalam menghadapi situasi yang serba sulit dan bermusuhan di Indonesia, mereka menggunakan politik akal bulus; berlindung di balik kegiatan spiritual ataupun keagamaan. Lahirnya mereka bergabung dengan Islam atau Kristen atau kelompok-kelompok kebatinan, tapi sebenarnya mereka mempunyai agenda sendiri yang menyimpang dari ajaran agama-agama tersebut. Bahkan mereka juga membaur melalui ormas atau partai politik tertentu.

Komunis dengan mudah menjadi Islam, sorenya jadi Kristen, besok paginya jadi Buddha. Mereka enjoysaja, karena mereka tidak percaya Tuhan. Luarnya menampakkan aktifitas spiritual keagamaan, sekadar kamuflase menghindari kecurigaan masyarakat. Tapi sebenarnya mereka adalah atheis sejati.

Untuk menjaga eksistensi ideologi, agar aktifitas mereka tidak terpantau masyarakat, mereka mencoba berimprovisasi berkedok liberalisme atau ‘agama liberal’. Agama liberal maksudnya, cara hidup yang bertuhan pada hawa nafsu, yang tidak terikat dengan semua ajaran agama. Semboyan mereka, “Bebas beragama dan bebas tidak beragama. Itu hak asasi”.

Di Indonesia, kehadiran ‘agama liberal’ ini, tidak lepas dari upaya PKI untuk meninggalkan pengalaman pahit dan penuh tindakan sadisme setelah gagalnya G30S PKI. Secara normatif ‘agama liberal’ yang mereka ciptakan ini untuk memenuhi tuntutan rasa aman dan memberikan citra kesantrian, sehingga selamat dari kecurigaan dan pengawasan masyarakat serta aparat keamanan.

Sekalipun para ‘mantan’ keluarga komunis ini melakukan ritual-ritual keagamaan bersama dengan masyarakat sekitarnya, namun mereka juga menggeluti dunia magis (perdukunan). Dengan mencampur adukkan ritual keagamaan dan perilaku magis para keluarga komunis ini berharap dapat diterima oleh masyarakat dan memperoleh kembali kedudukannya secara wajar.

Namun mereka berhadapan dengan kesulitan besar untuk melangsungkan kehidupan di bidang ekonomi, karenanya mereka berupaya mencari jalan pintas. Sebab lapangan usaha yang halal, seperti jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau melakukan usaha-usaha yang memerlukan perizinan pemerintah sangat sulit. Lalu mereka memilih cara-cara yang oleh agama diharamkan, tetapi secara materi dengan cepat dapat meraup duit banyak.

Bagi keluarga-keluarga komunis persoalan halal haram, jahat atau keji, busuk dan buruk adalah soal persepsi, bukan hal yang prinsip. Tidak penting cara mendapatkan kekayaan selama hal itu dapat memberikan kebanggaan dan harta yang banyak. Cibiran masyarakat tidaklah membuat mereka malu, tetapi justru dengan keberanian mereka menanggalkan norma-norma keagamaan dan nilai kemasyarakatan, lama-kelamaan membuat masyarakat itu sendiri berubah pandangan.

Oleh karena itu mereka mencari jalan aman dengan menampakkan diri aktif pada kegiatan yang bersifat kesantrian, tetapi tetap menggeluti usaha-usaha haram seperti pelacuran (prostitusi), perdagangan miras, perjudian.

Sekitar tahun 1983 pernah dilakukan penelitian di beberapa desa yang dahulunya basis PKI di suatu Kabupaten di Jawa Timur, didapati kenyataan bahwa orang-orang yang terikat hubungan suami istri juga menggeluti dunia prostitusi sebagai mata pencaharian. Bahkan si suami dengan enjoy saja mengantarkan istrinya untuk menjajakan diri sebagai pelacur. Anehnya, kaum perempuan di desa tersebut merasa bangga disebut PSK (Pelaku Seks Komersial), lantaran hal ini dapat memberikan jalan pintas memenuhi kebutuhan ekonomi.

Ketika masyarakat melihat orang-orang yang berkecimpung di dunia prostitusi dapat menggaet kekayaan dengan gampang, status mereka pun menjadi merubah. Masyarakat yang semakin lama jauh dari agama justru memberikan rangsangan kepada mereka untuk secara terus terang membuka usaha-usaha prostitusi di pinggir-pinggir jalan. Keberanian kaum komunis Indonesia melakukan penistaan simbol-simbol agama bukan hanya membuat mereka enjoy melakukan segala bentuk kemaksiatan, bahkan mereka juga mendapatkan sumber dana yang besar untuk kegiatan PKI di bawah tanah.

Melalui kegiatan haram ini mereka dapat meluluhkan kalangan pejabat dalam mengawasi kebangkitan komunis. Bahkan mereka juga tidak segan-segan untuk tetap menampilkan perilaku kesantrian seperti semaan Qur’an, majelis dzikir, shalawatan, kelompok doa dan sebagainya. Dengan menggabungkan berbagai kegiatan yang kontroversial ini, PKI dapat menciptakan Agama Liberal yang memberikan peluang kepada generasi muda masuk ke dalam jebakannya.

Lenin Indonesia

Kini, mereka memanfaatkan pemerintahan baru pasca SBY. Apalagi, jauh sebelum dilantik menjadi Presiden RI, 20 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo yang lebih populer dipanggil Jokowi; dicurigai banyak pihak mempunyai kaitan dengan komunis bawah tanah. Kecurigaan ini dibuktikan dengan visi-misi pemerintahan yang diajukan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang seratus persen menjiplak konsep Partai Komunis China atau RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dalam pembangunan negara.

Mungkin saja, obsesi politik untuk menjadi ‘Lenin Indonesia’ menghidupkan cikal bakal budaya komunis di Asia Tenggara. Diilhami masa-masa kejayaan Lenin 1917, dengan negara adi daya Uni Soviet yang gulung tikar di tangan Presiden Gorbachev, 1989, nampaknya mengendalikan orientasi pemerintahan baru reformasi. Atau, sebuah mimpi melunasi dendam Muso maupun DN Aidit yang terbunuh dalam aksi pemberontakan menggulingkan pemerintahan yang sah di Indonesia?

Rakyat Indonesia harus menyadari bahaya ini, dan tidak melupakan akibat buruk pemberontakan G 30 S PKI. Rakyat Indonesia jangan lengah untuk ketiga kalinya, setelah terbantainya sejumlah jenderal AD tahun 1965.

Di tahun 2015, pemerintahan Jokowi mengarahkan pembangunan infrastruktur skala besar di bidang maritim, transportasi darat dan pertanian. Pembangunan di tiga bidang ini sepintas menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Tapi hendaknya diwaspadai target tersembunyi program pencarian dana raksasa dari proyek tersebut, yang akan dikelola oleh para taipan, dan kelak dialirkan ke perjuangan kebangkitan komunis di Indonesia.

Setelah 50 tahun peristiwa G30S PKI berlalu, kita baru menyadari bahwa PKI tetap eksis dan kalangan pemerintah serta kaum muslimin merasa rumahnya dilanda kebakaran. Dampak dari meluasnya bisnis prostitusi, muncullah free sex di kalangan remaja, sehingga menciptakan pasar yang sangat besar bagi produk-produk anti kehamilan, keluarga berencana, kelangsingan tubuh, operasi kecantikan dan tempat-tempat kebugaran. Secara sepintas hal-hal tersebut tidak secara langsung tampak sebagai usaha pelayanan terhadap agama liberal yang dibidani oleh partai komunis, karena hal-hal tersebut dilakukan secara terbuka.

Akan tetapi orang-orang yang menyadari bahaya moral dan mental keagamaan dari hal-hal tersebut dapat melihat hubungan kausalitas dengan perjuangan komunis di Indonesia untuk bangkit kembali. Hal ini dapat disembunyikan oleh kaum komunis karena bersamaan waktu dengan sosialisasi penataran P4 yang juga memarginalkan peranan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Begitulah gambaran agama liberal produk komunis di Indonesia, sebuah agama yang memanjakan penghambaan kepada seks, uang, hedonisme dan gemerlapnya materi. Bagi mereka yang penting: uang, perut dan yang di bawah perutnya (seks).

Realitas ini mengungkapkan kebenaran firman Allah Swt, “Wahai Muhammad, apa pendapatmu tentang orang yang mempertuhankan hawa nafsunya? Allah menyesatkan orang yang mempertuhankan hawa nafsunya. Allah memateri pendengaran mereka, hati mereka, dan memasang tabir di depan penglihatan mereka. Karena itu, siapakah yang dapat memberikan petunjuk kepada mereka selain Allah? Mengapa orang-orang kafir itu tidak mau berfikir?” (Qs. Al-Jatsiyah [45]: 23)

- See more at: http://www.arrahmah.com/rubrik/komun....wjH3OSuP.dpuf
Quote:


Nah begini nih hasil didikan media wahabi.
Komunis agama liberal
Komunis adalah atheis
Komunis penyebab freesex


Ngoahahaha....
itulah

cuma di indonesia politik selalu dihubung2kan sama agama...eh salah...agama selalu dihubung2kan dengan apapun..
Halaman 7 dari 11


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di