CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / Movies /
Prometheus (2012) | directed by Ridley Scott
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011424189/prometheus-2012--directed-by-ridley-scott

| [Official Thread] | Prometheus (2012) | Ridley Scott | Alien Prequel ?? |

Tampilkan isi Thread
Halaman 37 dari 80
Quote:


Spoiler for prom:
gw barusan nonton nih..

kok ngegantung ya endingnya menurut gw.

si elizabeth shaw dan david pergi ke planet sang insinyur trs ga tau gmn nasibnya.

jg muncul sosok alien spt aliennya sigourney weever dan AVP.

ini film ceritanya kok mirip sm acara di channel history yg pernah gw liat, disitu katanya manusia adalah peranakan dr makhluk luar angkasa dan sengaja dikirim ke bumi untuk mengkolonisasi bumi.

ada yg bs kasih petunjuk? emoticon-Amazed
Keren keren...ane demen film gini nih.
emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
Pertama nntn snow white ktdrn, habis itu lanjut prome langsung seger... keren
[URL="http://amiratthemovies.wordpress.com/2012/06/09/review-prometheus-2012/"]Review: Prometheus (2012)[/URL]

Hollywood sepertinya belum akan berhenti untuk mengeksplorasi mengenai asal usul mengenai darimana kehidupan manusia berasal. Setelah Terrence Malick tahun lalu menyajikan The Tree of Life yang syahdu, kini giliran Ridley Scott yang melakukannya lewat Prometheus. Prometheus merupakan film pertama yang diarahkan oleh Scott setelah merilis Robin Hood pada tahun 2010 lalu sekaligus menandai kembalinya Scott ke genre science fiction setelah dalam dua dekade terakhir terus menerus mengarahkan film-film drama – yang kemudian berhasil memberikannya tiga nominasi Best Director di ajang Academy Awards untuk Thelma and Louise (1991), Gladiator (2000) dan Black Hawk Down (2001).

Prometheus sendiri pada awalnya akan dijadikan Scott sebagai bagian kelima dalam franchise Alien (1979 – 1997) dengan menjadikan film ini sebagai prekuel langsung bagi seri pertama Alien (1979). Namun, seiring dengan perkembangan penulisan naskah, dan bersamaan dengan masuknya Damon Lindelof untuk merevisi naskah Prometheus karya Jon Spaihts, Scott lalu membangun naskah cerita film yang telah dirancang semenjak awal tahun 2000 ini untuk menjadi sebuah kesatuan cerita yang berdiri sendiri, walaupun nantinya penonton akan dapat menemukan dan merasakan diri mereka berada di atmosfer yang sama dengan jalan cerita franchise Alien.

Berlatar belakang waktu di tahun 2093, pasangan arkeolog, Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green), yang berhasil menemukan berbagai bukti bahwa manusia di zaman prasejarah telah menjadi saksi datangnya para makhluk dari angkasa luar di Bumi, turut serta dalam perjalanan menuju sebuah lokasi di angkasa luar yang diduga akan dapat menjawab asal usul kehidupan manusia yang diinisiasikan oleh pemilik Weyland Corporation, Peter Weyland (Guy Pearce). Turut serta dalam perjalanan tersebut adalah seorang pegawai Weyland Corporation, Meredith Vicker (Charlize Theron), beberapa orang ahli keilmuan yang dipimpin oleh kapten kapal Prometheus, Janek (Idris Elba), serta seorang robot android yang fisik dan pemikirannya menyerupai seorang manusia, David (Michael Fassbender).

Setibanya mereka di planet tujuan mereka, yang diberi nama LV-233, seluruh anggota tim Prometheus mulai menjalani tugas mereka: untuk mencari sesuatu (atau sebuah) yang diduga merupakan pencipta kehidupan manusia di Bumi. Elizabeth bersama dengan Charlie dan para ilmuwan lainnya mulai menemukan bukti-bukti keberadaan makhluk hidup di planet tersebut dan mengumpulkannya. Namun, tidak satupun dari pengisi kapal Prometheus yang dapat mendeteksi adanya sebuah ancaman yang mengawasi kehidupan mereka – dan seluruh kehidupan manusia yang ada di muka Bumi. Dan seiring dengan semakin dekatnya para pengisi kapal Prometheus untuk memecahkan misteri siapa yang menciptakan kehidupan manusia di muka Bumi, maka semakin dekat pula ancaman tersebut akan berubah menjadi kenyataan.

Prometheus – sebuah nama yang terinspirasi dari kisah raksasa mitologi Yunani yang berusaha untuk memperkecil ruang perbedaan antara manusia dengan para dewa penciptanya – jelas bukanlah sebuah film science fiction biasa. Lewat naskah yang ditulis oleh Jon Spaihts dan Damon Lindelof, Ridley Scott mencoba untuk menghantarkan sebuah ide besar mengenai asal-usul kehidupan manusia diatas permukaan Bumi dengan berbagai teorinya – yang secara tidak langsung kemudian berhubungan dengan tema kehidupan makhluk asing luar angkasa. Berbicara mengenai asal-usul kehidupan manusia jelas bukanlah sebuah paparan yang dapat dihantarkan secara ringkas. Disinilah letak kelemahan Prometheus berasal.

Sebagai sebuah cerita yang berisi ide-ide besar, Prometheus berhasil menyandingkan dua sudut pandang mengenai proses penciptaan manusia – dari sisi reliji dan sisi ilmu pengetahuan – dengan cukup baik. Sayangnya, narasi cerita yang terus menerus menghujani penonton dengan berbagai pertanyaan namun gagal untuk dikembangkan dan diberikan pendalaman yang berarti – yang mungkin dihadirkan dengan maksud untuk memberikan kesempatan bagi para penonton untuk menghasilkan sebuah kesimpulan sendiri – justru kemudian membuat jalan cerita Prometheus terasa lemah dan menggantung. Secara sederhana, Prometheus terlihat gagah dalam menghasilkan sebuah ide yang brilian namun kemudian meninggalkan pertanyaan besar mengapa ide tersebut pantas untuk diperbincangkan.

Keberadaan premis yang begitu mengguncang juga menenggelamkan karakterisasi banyak peran dalam film ini. Seluruh karakter, seperti halnya para penonton, terlalu dibebani tugas untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh film ini sehingga gagal untuk dapat tampil sebagai sosok-sosok karakter yang mampu menghantarkan emosi maupun daya tarik mereka, terkecuali karakter Elizabeth Shaw. Karakter Elizabeth Shaw memang adalah satu-satunya karakter yang diberikan ruang yang cukup luas untuk menghantarkan segala emosi dan daya pemikirannya kepada penonton melalui jalan cerita Prometheus. Sementara itu, karakter-karakter seperti Charlie Holloway, Meredith Vicker, Janek maupun Peter Weyland serasa bagaikan deretan karakter kosong yang hanya dihadirkan sebagai katalis bagi karakter Elizabeth Shaw untuk berpetualang menjawab seluruh pertanyaan yang ada di benaknya.

Selain karakter manusia, Prometheus juga menghadirkan karakter robot android yang tubuh dan jalan pemikirannya (hampir) menyerupai manusia, David yang diperankan dengan brilian oleh Michael Fassbender. Percampuran antara robot yang cerdas dan menakutkan, David justru adalah sosok karakter yang paling banyak menghadirkan pergulatan emosi di dalam penampilannya. Melalui karakter David, penonton dapat melihat berbagai esensi dasar dari ‘menjadi seorang manusia’ dan hubungannya dengan mencari jawaban dari pertanyaan siapakah pencipta manusia itu sendiri. Michael Fassbender sendiri memberikan penampilan akting yang begitu apik dalam ‘menghidupkan’ karakter David.

Kegagalan Prometheus untuk mengeksplorasi berbagai potensi luar biasa besar yang terpendam dari ide besar ceritanya, harus diakui, bukanlah sebuah masalah besar jika dilihat dari bagaimana cara Scott merangkum film ini. Dari sisi teknis, Prometheus hampir dapat dikatakan hadir tanpa sebuah kecacatan. Pun begitu dengan penampilan para pengisi departemen akting filmnya. Walau dengan karakter-karakter yang kebanyakan kurang berkembang, namun nama-nama seperti Noomi Rapace, Michael Fassbender, Logan Marshall-Green, Charlize Theron, Idris Elba dan Guy Pearce (yang mungkin tidak akan dapat Anda kenali) berhasil memberikan penampilan yang sangat meyakinkan.

Hadir dengan tata visual yang begitu mengagumkan, penampilan akting para pengisi departemen akting yang begitu kuat serta ide cerita yang luar biasa berani, Prometheus harus tampil dengan sedikit cela akibat eksplorasi cerita yang terlalu minimalis. Pemberian berbagai adegan yang memberikan sebuah kesempatan bagi penonton untuk menghasilkan sebuah kesimpulan sendiri ternyata berputar arah dan mencegah penonton untuk merasakan koneksi yang lebih mendalam pada jalan cerita Prometheus serta karakter-karakter yang hadir. Pun begitu, Prometheus jelas adalah sebuah karya yang kuat dan tidak akan mengejutkan jika memberikan kesan yang mendalam bagi para penontonnya lama setelah mereka selesai menyaksikannya.

Rating: 4 / 5
Gw br nonton film ini tadi pagi. Setelah bersusah payah harus bangun pagi, setelah paginy nonton EURO. Jadwal bioskopnya 08.40, dan itu bioskopnya penuh.

Overall gw suka filmnya, ini tipe film, yg setelah nonton, pasti diskusi ama temen en tiap orang pasti puny intrepretasi masing2.
waaa kapan yaa sampe ke jogja nich....kayanya menarik asyiik ....buat tontonan sama keluarga.....
Quote:


ya sih gan cm premis yg terlalu terburu2 membuat para pemainnya terkesan gk kayak ilmuwan.. pdhl rata2 pemainnya kan ceritanya ilmuan, kl ilmuwan gak akan senaif itu.
Quote:


Quote:


laen kali kalo ntn otak nye jgn ditinggal dirumah gan , , , emoticon-Ngakak
mungkin lvl tontonan ente sinetron2 indo yg bikin nya gk pake otak
jd ntn jg gk usah pake otak
brusan nnton, emg top bner deh filmnya, apalagi nnton yg 3d emoticon-thumbsupemoticon-thumbsupemoticon-thumbsup, sayang tokoh favorit ane mati emoticon-Mewek
Quote:


Waduh gan... jangan dibocorin kalo tokohnya mati gan... emoticon-Cape d... (S) mo nonton nih
biasa sih saya suka film genre Sci-Fi..
tapi saya kurang suka dengan tema yang di angkat di film ini..
kesannya seperti mempertanyankan yang di atas...
well,itu sih pendapat saya ia..



Walaupun harus saya akui efek film yang di tampilkan memang keren apalagi adegan ngelahirin alien..
Quote:


mmm... kata mbah ridley scott sih emang iya emoticon-Smilie
Post ini telah dihapus oleh hansip
Oke lah gan filem-nya good for spending your fun time

score-nya 6,48829100938900/7,79009228938969
gan si david sebenernya orangnya baek apa kaga sih ? dia ngasih sesuatu di minumannya si charlie, yg akhirnya si charlie ke-infeksi, tapi kok pas akhirannya dia nolong si ellie emoticon-Bingung
Quote:


Thank's gan sarannya emnag bagus menurut saya Filmnya..!
Lebih menarik dari Film Tranfomer, walaupun cerita Fiktif ceritanya masuk akal aja..!
kalo nonton Film pasti susah untuk percaya jalan ceritanya..!
ini Film menurut saya Kreyatif banget...!
mungkin aja manusia di masa depan nanti bakal menjelajah luar angkasa untuk mencari adanya kehidupan selain di bumi...!
Quote:


jam 08.40 gan?? emang nonton dmn itu gan bisa pagi bgt?? hehe
film keren, cgi superb, story telling oke... nuff said
Ini film bner prequelnya Alien series y?
besok baru mau nonton di IMAX dapet tiketnya gak yah?
Halaman 37 dari 80


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di