setuju, gan, itu ketololan tak terbatas konoha. pemerkosa kok tanggung jawab menikahi, ibarat nyolongin isi rumah dikasih hadiah rumah korban sekalian. pengen banget getok kepala yang punya ide.
Nggak boleh nyebar-nyebar data pribadi, gitu. Kayak foto muka dan nama, masih di bawah umur. (kecuali pelaku pemerkosa sama begal) Kalau mau sebar, data si guru pedo saja.
Mestinya pelaku di hukum berat, biar bisa jadi contoh untuk tuh anak-anak tidak meniru. Malah ada aturan taek "pelaku masih di bawah umur", yang bisa jadi contoh untuk tuh anak-anak meniru.
Jangankan kalau di Indonesia, tebakan ane yang di Jepang juga nggak efektif. Energi yang dihasilkan nggak yakin sepadan dengan energi membuat alatnya. Pun itu bukan energi gratis, berjalan di atas lantai piezoelektrik mungkin lebih berat daripada di lantai normal, karena butuh ekstra energi untuk...
Penyelesaian selalu kayak taek gini, gimana nggak terulang terus... Mestinya tegas, pecat, atau minimal mutasi ke luar negeri. Yang mau dan bisa jadi PNS banyak.
Ane lihat pemerataan pendidikan bukan sekolah tertinggalnya dinaikkan mutunya biar menyamai sekolah unggulan. Malah sekolah unggulannya diturunkan biar jadi sama-sama tertinggal. Merata juga sih jadinya...
Untuk lensa ada pilihan kaca yang relatif berat tapi tidak mudah lecet, atau plastik yang ringan tapi lebih mudah lecet. Di frame depan kacamata yang isi penjepit hidung, kalau setelannya nggak pas ya nggak nyaman. Kacamata berat juga nggak enak di hidung. Gagang yang besi, kalau kena keringat kar
"Kalau cuma segini, saya tidak akan pernah bisa minta mereka kerja. Gajinya belum dua minggu sudah abis." Kalau gaji udah di atas 5 juta, dua minggu habis, berarti mereka nggak bisa ngurus keuangan pribadi. Malah ngurusin uang negara..
Makanya, bubarin saja internet positif. Wapres, capres, ustad pesantren, sampai netizen semua hobi engas.
Itu digantung, di atasnya balon, gitu? Balonnya kalau hidrogen entar mbledug kayak Hindenburg. Tapi karena ini level sultan, kayaknya sih mampu aja beli helium.
Sudah sampai menembakkan kok ngasih pasalnya yang ringan gitu. Biar ane tebak saja, pelakunya mantan anggota.
Belum tentu juga pelaku lihat sosmednya. Kalau memang dari sosmed, kenapa nggak nunggu saja korbannya posting kegiatan liburan keluarga, berarti kan rumahnya lagi relatif sepi.