Mang bodoh stadium final nih Indon. Padahal kalau "dijual" sebagai pariwisata, jangka panjang bakal lebih menguntungkan, dan nggak habis-habis.
Bisa lah, utang mengganggu pekerjaan. Misal cicilan banyak, jadi nyari sampingan di luar. Terus malah ngerjain sampingan di kantor, atau nggak produktif karena terlalu lelah. Atau pegawainya demotivasi sendiri karena dapat gaji tapi sebagian besar dipakai bayar utang jadi gaji yang diterima sedik...
Itu level sudah kos-kosan. Mending sekalian buat rusun saja. Tolong tanahnya dibagi 1/3 buat bangunan, 1/3 buat lahan parkir atau apalah yang terbuka, 1/3 buat pohon ekslusif. Kalian butuh sinar matahari dan oksigen.
Negara lain mikirin pemanfaatan teknologi, bangun iklim investasi yang nyaman. Di mari ngurusin ekonomi syariah, industri halal. Indon kalau bisa jadi nomor satu berarti karena udah dilepeh dong konsepnya sama arab. Arab negara kaya, Indon negara miskin, masak bisa ngalahin.
Demi satu juta buat berenam, dipecat. Udah balik modal belum tuh? Btw, yang nolak laporan tolong sekalian kasih sanksi.
Masak negara larang masyarakat ngutang, negaranya saja hobi ngutang. Itu sama saja kayak negara larang beli produk cina (misal blokir alingekspres), tapi sendirinya beli produk cina (misal kereta cepat). Eh, itu bisa saja kejadian di negara aneh ini ya...
Sekolah negeri favorit sudah hancur, sekarang swasta ikut dihancurin.. dah lah, sudah suram sekolah indon, mendingan anak diajar sendiri atau lesin privat atau ke luar negeri, nanti kalau butuh ijazah susul pakai kejar paket saja.
Halah, cocoklogi. Nggak pernah ada dan nggak akan ada bukti ilmiah babi itu halal. Kalau tentang penyakit, hewan ternak lain juga ada penyakitnya. Cacing pita, masak dagingnya. Gas metana, sapi juga banyak. Antibiotik berlebih, lu cek aja udang tambak. Babi makan kotoran, ayam kalau dikasih beras...
hadeh, nggak lihat apa jalanan macet kek apa... justru mobil pribadi (kecuali mobil usaha) kalau perlu naikin lagi, kalau perlu sampai sisa mobil pribadi mewah saja. sebagai gantinya, tingkatkan mobil transportasi umum massal yang murah dan andal.
kok ribet, yang jual nggak usah kasih tahu, yang beli nggak usah nanya. nggak usah ada jaminan produk halal, muik nyari duit itu... kalau nggak tahu kan nggak apa-apa. enak semua.
ortunya suruh ganti rugi, setelah dewasa, dia harus melanjutkan ganti rugi sisanya. plus tuh anak kudu wajib lapor sampai lunas, sebelum lunas mereka harus hidup ala-kadar dan dilarang berkembang biak.
Fakta nggak usah peduli perasaan. Nakal ya bilang nakal saja, jangan dibilang berakal. Cacat ya bilang cacat saja, jangan dibilang istimewa.
Memang kenapa anak dan perempuan di bawah umur... Muhammad yang menyetubuhi anak 9 tahun saja ajarannya sangat dipuja di mari. Insesnya saja dong dimasalahkan, itu pun bisa saja insesnya cuma akting.
Apa bedanya, misal, Pasangan kamu selingkuh, nggak bisa disuruh berhenti selingkuh, cerai juga nggak mau, akhirnya kamu selingkuh juga. pasangan kamu tahu, para selingkuhan juga tahu. Kan banyak kayak gitu.